Monday, September 28, 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 9 Part 2

Dalam ruangan Sungnam Grup, Woo Chul baru selesai presentasi, Tuan Jung yang melihat pesentasi Woo Chul merasa tak pernah ada dalam pikirkan karena kasusnya yang meninggal adalah seorang aktor.
“Dibandingkan dengan Amerika, dukungan nasional negara kita. sesorang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam bencana besar sangat menyedihkan” jelas Woo Chul
“Tapi apakah kau pikir mereka yang berduka dari anggota keluarga naik di atas panggung?” tanya salah satu rekan Tuan Jung
“Mereka tidak harus naik ke atas panggung. Fakta bahwa sebuah perusahaan besar seperti ini untuk mempromosikan suatu proyek. Itu saja akan berdampak terhadap kepentingan rakyat dan sangat bermaka jadi akan membantingkan mereka dengan kalimat "Kami belum lupa tentangmu."” jelas Woo Chul
Rekan Tuan Jung merasa pasti akan menjadi masalah. Woo Chul mencoba meyakinkan karena akan ada ulang tahun ke-20 departemen Sangpoom pembongkaran toko pada tangal 6 Mei, lalu Banyak bencana besar sering terjadi akhir-akhir ini. Sehingga Seluruh negeri ini bersimpati dengan keluarga-keluarga yang mengalaminya serta mendapat memancing perhatian media. Tuan Jung memutuskan akan memberitahu atasan mereka lalu memberitahu segara hasilnya. 

Hyun Suk kaget karena Yi Jin memintanya pergi menginap dengan Woo Chul selama dua hari, menurutnya Woo Chul itu hanya seorang konsultan. Yi Jin mengingatkan saat MT yang terakhir, bahwa ia berencana untuk berkonsultasi dengan Profesor Kim Woo Chul dalam konferensi untk melihat calon terakhir.
“Aku mengatakan tentang calon artis yang terdaftar. Sekarang...” kata Hyun Suk mencari alasan, Yi Jin memotong.
“Dia sudah memberikan pemberitahuan resmi kepada panitia pembangunan. Ini akan menjadi bisnis yang dipaketkan dengan sedikit hiburan.” jelas Yi Jin tersenyum bahagia, Hyun Suk hanya diam karena komite sudah mengetahui rencana mereka yang berkolaborasi. 

Sang Ye yang mendengarnya ikut kaget karena sebelumnya rencananya adalah mengubah hati Woo Chul sebelum meninggal. Hyun Suk mengaku tak berpikir jernih karena menganggpa No Ra sedang sekarat dan seperti mengali kuburannya sendiri.
“Jika komite pembangunan akan ke reli... maka kau harus pergi” komentar Sang Ye
“Aku harus pergi karena aku yang mengajukan proposal. Mari kita pergi. Anggap saja sekedar mencari udara segar.” kata Hyun Suk yakin
“Ada pertemuan PR di Jumat sore. penulis radio TVR, dan\Nreporter dari koran Joogan.” jelas Sang Ye
“Aku tahu, ada yang terlalu buruk, jadi Aku harus merubahnya sedikit. Datanglah setelah pertemuan itu.” kata Hyun Suk
Sang Ye bertanya apakah No Ra akan ikut juga, Hyun Suk berteriak “Kenapa dia pergi ke sana?” sampai Sang Ye terlonjak kaget. Ia menjelaskan Seorang asisten tidak ada hubungannya untuk pergi ke sana lalu pergi ke dapur, Sang Ye melihat Hyun Suk yang mengambil kotak makan baru saja dicuci dan bertanya, Hyun Suk menyembunyikan bukan apa-apa dengan wajah tersenyum. 

Woo Chul juga yang mendengar itu kaget harus ikut reli selama dua hari, menurutnya itu sangat konyol. Yi Jin heran dengan komentar Woo Chul yang konyol, karena saat festival sudah membahasnya, lalu menduga pacarnya itu tak mendengarnya. Woo Chul pun makin kaget karena benar-benar tak tahu.
“Ahh.. Aku ingat. Aku hanya tidak tahu itu akan sangat cepat.” ucap Woo Chul berbohong sambil duduk disofa.
“Dalam hal ini, aku ingin memastikan bahwa Cha Hyun Suk tidak mundur lagi. Ini semacam perjalanan bagi kita juga.” bisik Yi Jin mengoda.
“Di sana, kita harus bersikap seperti tidak mengenal satu sama lain.” ucap Woo Chul sambil melipat tanganya didada.
“Tapi Kita memiliki kaitan yang tersembunyi. Docking” bisik Yi Jin Woo Chul bertanya apakah “Docking” ada dititik aman. 


No Ra melihat uang yang diterima protes karena penghasilanya hanya 80% selama masa percobaan.  Manager menjelaskan kalau No Ra itu hanya seorang karyawan paruh waktu, sehingga tidak tahu dengan sangat baik. No Ra menghitung di kalkulatornya 80% dari 5.600 won... 4.400 won per jam, padahal Upah minimumnya adalah 5580.
“Ini masa percobaan 2 bulan.” jelas Manager tetap kekeuh dengan pendirianya.
“Meski begitu...kau harus membayar minimum upah tidak peduli bagaimanapun keadaannya”kata No Ra tak terima.
“Semua mahasiswa menerimanya tanpa keluhan. Mengapa kau membuat\Nmasalah besar dari itu? Bahkan 80% lebih banyak.” tegas Manager
Hyun Suk terdiam melihat No Ra yang berdebat dengan Manager karena penghasilanya di potong. No Ra akhirnya menyetujui karena banyak mahasiswa yang menerimanya tanpa protes, Hyun Suk ingin masuk tapi memilih mundur karena No Ra keluar dari minimarket. 

No Ra berjalan ditrotoar lalu duduk di pinggir taman melihat uangnya dalam amplop akan membelikan Nenek beberapa piyama dengan gaji pertamanya, Hyun Suk menatap No Ra yang duduk sendirian sambil menatap No Ra, teringat kembali ucapan Yoon Young.
“Karena dia adalah dunianya Ha No Ra. Kim Woo Chul dan anaknya adalah satu paket, sampai Sekarangpun.”
Mengingat kata-kata itu menurutnya telah kehilang pikiran dan sudah gila, melihat No Ra yang duduk sendirian memilih untuk meninggalkanya saja. 

No Ra sedang ada diruang komputer, Hye Mi datang menanyakan apa yang sedang dikerjakan No Ra disana. No Ra memberitahu sedang mencari selimut. Hye Mi melihat corak selimutnya hanya satu warna.  No Ra menjelaskan hanya suka sesuatu yang kekanak-kanakan lalu meminta Hye Mi memilihnya. Hye Mi menunjuk selimut berwarna biru dibagian kanan.
“Min Soo past sangat senang.” gumam No Ra seperti ingin membelikan selimut atas pilihan pacarnya.
Seung Hyun datang memberitahu mendapat pekerjaan paruh waktu baru di restoran ayam jadi mengajak No Ra untuk mengadakan pertemuan membicarakan tugas mereka. No Ra mengangguk setuju. 

Min Soo melihat hasil TOEIC hanya 750 terlihat sangat kecewa, lalu ponselnya bergetar yang memintanya untuk datang ke gedung sisi timur. Seniornya memperlihatkan foto Min Soo sedang lomba makan curros di festival kampus.
“Kau tahu bahwa berpacaran dilarang di klub kami, kan? Kau keluar sekarang” ucap seniornya.
“lebih baik bersenang senang dengan berkencan saja.  Kami tidak membutuhkan junior yang hanya memikirkan mengenai kencan saja.” kata Senior lainya, Min Soo hanya bisa melonggo. 

Min Soo mendatangin Hye Mi di cafe dengan wajah lesu, Hye Mi malah bersemangat mengajak untuk ikut kompetisi tari berpasangan di Universitas Youngshin dengan Juara pertama adalah perjalanan ke pulau Jeju. Min Soo langsung menolaknya. H
“Kami sangat mudah untuk memenangkan tempat pertama selama festival. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami jika kami berlatih lebih giat. Aku berpikir tentang konsep...” kata Hye Mi mengoceh
“Aku benar-benar gagal di ujian TOEIC.Hye Mi, aku harus belajar lagi, karena terakhir-akhir ini Aku terlalu banyak bermain-main.” ucap Min Soo melas
“Kau Hanya menerimanya, lalu kembali mengulang,  Ujian setengah semesterku juga gagal.” kata Hye Mi santai
“Jika ayahku tahu, dia pasti akan memarahiku melihat ujian ini” cerita Min Soo sedih.

Hye Mi pikir siapa yang peduli dengan hal itu, karena sekarang Min Soo yang mendapatkan kesulitan, lalu bertanya apakah kemarahan sangat menakutkan. Min Soo menceritakan sudah menandatangani surat perjanjian bahwa akan menjadi tentara, Hye Mi pikir ayah Min Soo tak tahu kalau mereka berpacaran. 
Min Soo menceritakan Bukan hanya soal pacaran tapi nilai juga masuk dalam surat perjanjian juga. Hye Mi tak percaya dengan Ayah Min Soo begitu berlebihan, lalu apakah ayahnya benar-benar akan mengirimnya ikut wamil. Min Soo rasa ayahnya itu tak pernah ingkar janji. Hye Mi bertanya apa yang akan terjadi jika  Min Soo menolak untuk pergi. Min Soo terdiam karena tak pernah berpikir tentang hal itu. 

No Ra melihat cerita-cerita yang masuk lalu memperlihatkan pada Sang Ye, menurutnya cerita itu sepertinya fiksi. Sang Ye melihat lalu bertanya berdasarkan apa No Ra mengatakan itu hanya fiksi.
“Dia mengatakan tidak pergi ke luar dalam waktu 3 tahun sejak kekasihnya meninggal. Aku pikir gambar ini hasil photoshop.” ucap No Ra.
“Ini tampak seperti gambar profil. Coba Lihat apakah ada cerita lain yang mirip dengan ini.” ucap Sang Ye, No Ra pun mengangguk mengerti.
Hyun Suk datang, Sang Ye bertanya apakah Hyun Suk sudah makan malam. Hyun Suk sambil menuangkan air mengatakan belum makan. No Ra dengan baik hati memberitahu ada kimchi di kulkas dan akan membuat nasi goreng kimchi. Hyun Suk berteriak menolaknya, sampai Sang Ye dan No Ra terkejut.
“Jangan melakukan seperti seorang istri. Kau di sini bukan untuk memasak” teriak Hyun Suk
“Aku seorang ibu rumah tangga, dan aku adalah seorang juru masak yang handal. dan Kau makan nasi kepal pemberianku. Sang Hye, tidak memakannya?” ucap No Ra, Sang Ye binggung nasi kepal yang mana dan Hyun Suk gugup karena semua sudah dimakan olehnya
“Nasinya terasa mengerikan,Aku tidak makan dengan Sang Hye.” ungkap Hyun Suk ketus
“tapi itu rasanya tidak buruk. Lalu, apa yang kau lakukan dengan sisanya? Apakah kau... membuangnya?” tanya No Ra
Hyun Suk membenarkan sudah membuangnya lalu berjalan pergi keluar, No Ra menjerit memanggilnya tak terima karena sudah bangun pagi-pagi untuk membuatnya tapi Hyun Suk malah membuatnya. Sang Ye teringat saat di dapur Hyun Suk merapihkan dua kotak makan yang baru saja dicuci. 

No Ra menarik Hyun Suk bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada temanya itu. Hyun Suk melepaskan tangan No Ra terlihat binggung menjelaskanya, lalu No Ra bertanya apakah ia melakukan kesalahan lagi. Hyuk Suk menjawab tidak dengan wajah tertunduk, No Ra meminta Hyun Suk untuk menatapnya.
“Apa yang salah denganmu? Mengapa kau tidak mau melihatku akhir-akhir ini? Kau bertindak seperti seorang siswa SMA. Kalau dipikir-pikir, kau sebenarnya... masih sama seperti dulu. Sikap ini sudah lama setelah terakhir kali melihatmu dan Aku sangat senang melihat itu.” ucap No Ra, Hyuk Suk menatap No Ra dengan wajah heran
“Aku cenderung seperti ini jika berhubungan dengan pekerjaan. Dan sangat sibuk, jadi aku tak bisa melihat orang lain. Selain itu adalah kebiasaan burukku.” kata Hyun Suk.
“Benarkah? Kau yakin memiliki kebiasaan aneh. Aku minta maaf jika itu enak. Ternyata Kau punya selera yang berbeda, tapi Anakku menyukainya.” komentar No Ra seperti mengodanya
“Aku tidak membuangnya... tapi Aku hanya memaksakan diri untuk memakannya. Dan itu sedikit menganggu pencernaanku.” ucap Hyun Suk, No Ra tersenyum seperti tahu temannya itu sedang berbohong. Hyun Suk langsung menyuruh No Ra kembali berkerja saja, No Ra tersenyum kembali masuk ke dalam kantor. 


Pagi harinya.
Sang Ye bertanya akan yang harus mereka lakukan dengan No Ra karena mereka semua pergi dan ia sendirian. Hyun Suk menyuruh Sang Ye melakukan saja yang dinginkan karena No Ra dala asistenya, Sang Ye mengerti sambil meminum kopi yang dibuatkan Hyun Suk.
Hyun Suk melihat jaket yang akan dibawa Sang Ye nanti, dengan baik hati akan membawanya ke dalam mobil jadi tak terlalu masalah apabila nanti datang menyusul. Sang Ye melihat Hyun Suk pergi teringat dengan kata-kata seniornya.

“Kenapa dia  harus pergi ke sana? Seorang asisten tidak punya hubungannya ke sana.” ucap Hyun Suk menolak dengan keras No Ra datang ke tempat Hyun Suk. Lalu sebelumnya No Ra yang terlihat bahagia saat melihat Hyun Suk yang datang.

Restoran ayam mozzarela.
Seung Hyun datang membawakan acar, lalu menanyakan keputusan keduanya, Soon Nam memberitahu mereka akan membuat  Hamlet. "Untuk menjadi, atau tidak menjadi? Itu pertanyaannya." Scene ke 3. No Ra merasa mereka tidak bisa melakukannya verbatim.
“Bagaimana kita masing-masing menulis dari perspektif kita sendiri? Seperti Apakah ini atau itu Kau tahu, ini seperti masalah kita sendiri.” kata Seung Hyun, No Ra setuju dengan ide itu.
“Untuk menjadi seorang koreografer, atau sesuatu yang lain Itu pertanyaannya?." ApakahSeperti itu?” ucap Soon Nam memberikan contoh.
“Apakah itu yang kau khawatir sekarang?” goda No Ra, Soon Nam balik tanya apa yang dikhawatirkan No Ra.
No Ra terlihat tak ingin membahasnya dengan mengalihkan pembicaraan tentang Seung Hyun melakukan pekerjaan untuk membayar kuliah dan biaya hidup. Seung Hyun menjelaskan ia berhutang tiap semester. Soon Nam tahu, mereka bisa membayar kembali setelah kau lulus, jadi pertama merea akan mendapatkan pekerjaan setelah itu memulai dengan hutang yang besar.
“Mengapa kau bekerja di dua pekerjaan paruh waktu yang berbeda?” tanya Soon Nam
“Maaf, kehidupan pribadiku agak rumit.” ucap No Ra
“Apa, ini rahasia lain? Dia benar-benar tidak berbicara tentang dirinya sendiri.” ejek Soon Nam berbisik, No Ra tersenyum lalu mengangap dirinya sebagai wanita misterius untuk pamit pergi karena harus berkerja paruh waktu. 

No Ra melihat Sang Ye ada diruangan sendirian menanyakan keberadaan Hyun Su. Sang Ye memberitahu Hyuk sedang ikut seminar. No Ra heran karena Hyun Suk tak mengatakan sepatah katapun padanya. Sang Ye juga memberitahu sengaja kembali karena harus membawakan file yeng tertinggal
“Ahh... Benarkah? Hal seperti ini tidak penting, tetapi semua yang kau lakukan adalah bekerja. Bahkan Kau tidak punya waktu untuk berpacaran. Tidakah kau ingin menikah?” tanya No Ra
“Apakah enak menikah?” ucap Sang Ye yang tahu nasib pernikahan No Ra, tapi No Ra pikir masing-masing orang punya cerita penikahan yang berbeda.
“Aku akan menikah dengan orang yang aku cintai dan yakin suatu hari, dia akan datang  padaku.” kata Sang Ye sangat berharap Hyun Suk datang padanya, No Ra menyakinkan pasti bisa karena Sang Ye yang cantik dan pinta.
Sang Ye lalu pamit untuk pergi dan No Ra bisa pualng lebih awal, ketika berjalan pulang Sang Ye seperti berpura-pura menerima telp lalu kembali lagi masuk kedalam ruangan, meminta No Ra untuk menyerahkan berkas itu pada Hyun Suk. 

Min Soo pulang kerumah melihat kamar orang tuanya kosong lalu pergi ke kamar kerja ayahnya juga kosong, perlahan-lahan mencari dilaci ada tumpukan amplop coklat tertulis diatasnya [Surat Perjanjian Min Soo]
Flash Back
Min Soo duduk dibangku ayahnya, sementara Woo Chul berdiri sambil mengatakan buakn dirinya yang tak percaya tapi kehendak seseorang yang memang tidak mempercayai. Min Soo menegaskan dirinya akan menuliskanya sehingga bisa bertanggung jawab. Woo Chul tersenyum karena anaknya memiliki pikiran yang kuat akan mengatasi segalanya.
[Surat Perjanjian]
“Aku, Kim Min Soo, hanya akan datang ke UniversitasWoocheon dan bersumpah hanya fokus pada kuliahku demi pekerjaan dan masa depanku, sampai aku lulus. Aku berjanji untuk mendapatkan 3,8 gpa atau lebih tinggi.”

Min Soo kembali menaruh surat seperti hanya ingin tahu isi surat yang dibuat olehnya, dan melihat ada amplop dibawanya label [Surat Notaris] lalu membukanya. Matanya langsung melotot kaget melihat surat perjanjian perceraian ayah dan ibunya dan ditanda tanggani oleh keduanya. 

Makan malam di pinggir kolam villa
Yi Jin duduk disamping Woo Chul menanyakan pada Hyun Suk tentang TVR yang ingin membuat film dokumenter tentang dirinya. Hyun Suk yang menatap sinis Woo Chul, menyindir Yi Jin yang memiliki intel yang cukup baik. Yi Jin kembali bertanya kapan akan memulainya. Hyun Suk memberitahu belum menyanggupi dengan tawaran itu.
“Kau tidak berpikir untuk berhenti, kan? Ini akan benar-benar paparan baik untukmu. Benar, Profesor Kim?” ucap Yi Jin meminta persetujuan pada Woo Chul.
“Professor Jung, Profesor Choi, kenapa tidak kau berikan beberapa masukan untuk Cha Hyun Suk?” kata Woo Chul sengaja merendahkan Hyun Suk sambil makan steaknya dengan gaya kasar.
“ Aku melihat kalian berdua belum berbicara satu sama lain.” komentar Prof Jung si pria berkacamata
“Aku tahu. Kerja sama tim di antara kalian berdua lebih penting dari apa pun.” kata Prof Choi
Woo Chul berkomentar Hyun Suk sangat lambat jadi tak ada yang perlu dibicarakan. Yi Jin mencoba menengahi kalau keduanya akan saling berbicara setelah makan dan terlihat bisa tenang setelah itu. 

Salah satu pelayan mengantarkan seorang tamu yang ingin bertemu Hyun Suk, No Ra masuk ke tempat meja makan malam. Hyun Suk dan Woo Chul sangat kaget melihat No Ra begitu juga sebaliknya. Hyun Suk langsung mendekati No Ra menanyakan apa yang membuatnya datang.
“Sang Hye memintaku untuk memberikan dokumen ini, karena Ibunya dibawa ke UGD lagi.”ucap No  Ra. Hyun Suk tak percaya Sang Ye yang meminta No Ra untuk melakukan ini
“Tunggu, apa yang terjadi? Apakah kalian saling mengenal?” tanya Yi Jin melihat No Ra sebagai anak muridnya.
“Dia bekerja di kantorku sebagai asisten Sang Hye.” jelas Hyun Suk, Woo Chul bergumam sejak kapan istrinya berkerja paruh waktu lagi ditempat Hyun Suk.
No Ra memilih untuk pamit pergi, Yi Jin menghampirinya mengajak untuk bergabung, No Ra yang merasa canggung menolak, Yi Jin memaksa karena ingin makan bersama dan memperkenalakan No Ra sebagai anak muridnya dan meminta izin untuk bergabung. Prof Jung dan Choi pun mengizinkan. Hyun Suk mencoba menghalanginya dengan alasan No Ra tak pantas ada ditempat itu dan bisa beli makan dijalan. Yi Jin malah mengeluh Hyun Suk yang terlalu berlebihan, karena hanya mengajak makan malam saja. 

No Ra akhirnya duduk disamping Hyun Suk dengan makan terburu-buru, Hyun Suk berbisik supaya No Ra makan perlahan. Woo Chul bergumam dengan nada sinis karena Hyun Suk terlihat ingin merawtnya.
“Omong-omong, No Ra, aku benar-benar menikmati penampilanmu selama festival. Kami semua melihat pertunjukan hip hop, kan?” ucap  Yi Jin, No Ra tak menyangka dosennya itu melihatnya.
“Apakah kau seorang penari? Kau tidak menari seperti pemula.” komentar Yi Jin
“Aku adalah seorang penari di club kampus,  Salah satu seniorku pergelangan kakinya cedera, jadi aku yang mengantikannya” cerita No Ra, Woo Chul bergumam ternyata No Ra naik panggung itu bukan karena dirinya tapi karena ada kecelakan dan mengantikanya.
“Kau kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bakatmu. bahkan kau belum menikah. Bagaimana kau bisa lewatkan kesempatanmu untuk menjadi penari profesional?” komentar Yi Jin
Woo Chul terlihat gugup memilih untuk meminum wine, Hyun Suk melirik sinis karena semua itu akibat Woo Chul. No Ra hanya menanggai kalau tak tahu kenapa akhirnya seperti ini. Hyun Suk sengaja bertanya apakah Yi Jin menyukai No Ra, Yi Ji kaget dengan pertanyaan Hyun Suk yang blak-blakan.
Hyun Suk menjelaskan sebelumnya Yi Jin bertanya-tanya tentang mengapa No Ra belum menikah lalu memberikan sepotong daging pada Yi Jin. Yi Jin merasa Hyun Suk itu Sering kali mengejutkan aku.

Malam malam selesai, Yi Jin meminta mereka semua istirahat sejenak karena akan minum wine jam 9. No Ra pun pamit pergi sampi mengucapkan terimakasih, tapi tiba-tiba merasakan mual sambil memukul dadanya. Hyun Suk panik melihat No Ra seperti terkena gangguang pencernaan. No Ra meminta air minum.
Woo Chul hanya melihatnya, No Ra tiba-tiba ingin muntah. Yi Jin melihat No Ra yang sakit, Woo Chul ingin mendekat. Hyun Suk langsung meminta semuanya untuk masuk saja kedalam. Yi Jin pun menyuruh No Ra mengunakan kamar yang disediakan untuk Sang Ye beristirahat. No Ra pikir dirinya merasa baik-baik saja.
Hyun Suk melihat keadaan No Ra yang tak sehat, lalu dengan sengaja menyuruh Woo Chul untuk segera mengantar semuanya masuk ke dalam, Woo Chul pun mau tak mau harus masuk karena nanti rahasianya bisa terbongkar. No Ra berjalan perlahan tapi akhirnya tak tahan lalu berjongkok ingin muntah.
Woo Chul melihat, Hyun Suk yang mengusap-ngusap punggung No Ra sambil menanyakan keadaanya. No Ra mengangguk baik-baik saja walaupun wajahnya terlihat menahan rasa tak enak didadanya.

Yi Jin sudah berganti pakaian, pesan masuk ke dalam ponselnya “Aku akan terlambat 5 menit.” Sementara Woo Chul mencari pernjaga villa untuk menanyakan apakah ia memiliki obat obat gangguan pencernaan.
Hyun Suk menekan bagian tangan No Ra untuk meredakan gangguan pencernanya, No Ra merasakan kesakitan. Hyun Suk tahu ini sakit tapi meminta No Ra menahannya,lalu meminta maaf karena datang ke tempat itu untuk suatu keperluan.
“Apa kau kasihan padaku? Aku yang makan terburu-buru dan jatuh sakit.” ucap No Ra
“Jangan bercanda, kau melakukan sesuatu yang salah? Mengapa kau makan begitu cepat seperti itu?” tanya Hyun Suk
“Itu tidak nyaman untuk ayah Min Soo. Kami sepakat mengabaikan satu sama lain di depan umum.” cerita No Ra
“Mengapa kau datang ke Universitas Woocheon?” tanya Hyun Suk
No Ra menceritakan Woo Chul dulu bekerja di Universitas Youngjin ketika baru diterima. Hyun Suk berpindah untuk memijat bagian punggung No Ra agar cepat pulih. Woo Chul berjalan dengan membawakan obat, melihat Hyun Suk yang sedang mengusap-ngusap punggung istrinya mengumpat, Hyun Suk si brengsek mencoba bermain-main denganya lalu memilih pergi meninggalnya. 

Seorang pelayan datang membawakan teko dan cangkir, tiba-tiba No Ra bersendawa lalu menutup mulutnya karena malu. Hyun Suk tersenyum bahagia karena No Ra bisa mengeluarkan sendawa. No Ra pun merasa jauh lebih baik.
Hyun Suk membuatkan secangkir teh untuk No Ra, lalu setelah memintanya untuk masuk ke kamar agar berbaring. No Ra menolak karena ingin pulang, Hyun Suk khawatir karena sudah malam dan tak bisa pulang dalam kondisi seperti ini. No Ra tetap ingin pulang, Hyun Suk pun memutuskan untuk mengantarnya.
No Ra tak mau karena besok Hyun Suk harus ikut seminar lalu berusaha berdiri tapi terlihat masih terasa sakit. Hyun Suk kembali menyuruh No Ra duduk, lalu memberikan secangkir teh dan akan memanaskan kamarnya lebih dulu. No Ra ingin menolak tapi Hyun Suk sudah pergi lalu meminum teh yang dibuat Hyun Suk, tersadar itu teh putih yang dibuat temanya. 

Hyun Suk berjalan akan masuk kamar, Woo Chul tiba-tiba sudah menghadangnya.  
“Tuan. Cha Hyun Suk. Apa yang kau lakukan dengan istriku? Beraninya kau menyentuhnya!” kata Woo Chul penuh amarah
“Apa...Istri? Apakah kau mengatakan "istri" sekarang?” ejek Hyun Suk karena sikap Woo Chul tak mencerminkan No Ra adalah istrinya.
“Itu benar, "istri." ,,Perkataanku sudah sangat jelas, Ha No Ra adalah istriku.Kau pikir ... kau siapa beraninya memegang istriku?”teriak Woo Chul
“Aku harus merawat teman yang sakit. Jika hal itu menganggumu, seharusnya kau melakukannya sendiri.” sindir Hyun Suk, Woo Chul menegaskan dirinya akan melakukanya dengan memperlihatkan obat ditanganya.
Woo Chul kembali bertanya apakah Hyun Suk itu menyukai istrinya. Hyun Suk balik bertanya apa yang akan dilakukan Woo Chul apabila ia menyukai No Ra. Woo Chul melangkah lebih dekat dengan mata melotot, Hyun Suk pun ikut melakukan hal yang sama.
“Apa yang akan kau lakukan...jika aku menyukai dia?”tegas Hyun Suk menatap, Woo Chul meremas botol obatnya dengan penuh amarah dan tetap menatap Hyun Suk merasa tak mau kalah.  Keduanya salin menatap seperti siap untuk duel.

bersambung ke episode 10  

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 9 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top