Sunday, September 27, 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 4 Part 2


Shin Hyuk berjalan di atas genangan air sehabis hujan, sambil menari-nari dengan membawa payung, lalu melihat sosok yang membuatnya tertarik didepanya. He Jin sudah menghabiskan empat botol Soju, mengeluh siapa yang menghabiskan Soju lalu meminta membawakan Soju lagi, Shin Hyuk masuk juga meminta dibawakan gelas lalu duduk dengan gaya imut memangil Hye Jin, Si Jackson.
“Siapa yang menyuruhmu duduk ? Kau tahu apa yang terjadi tadi siang gara-gara kau ? Duduk di tempat lain. Hush ! Hush !” usir Hye in .
“Bibi.... Bisa bawakan ceker ayam ?” teriak Shin Hyuk seperti tak peduli
“Heii....Kubilang pergi ... aku tidak makan ceker.” ucap Hye Jin kesal
“Ahh....Sungguh? Harusnya bilang dari awal. Bibi, minta cekernya banyak. Sampai tumpah, ya ?”teriak Shin Hyuk kembali memperlihatkan wajah imutnya. 

Di Pinggir sungai Han, Sung Joon memberikan raket tenisnya bertaruh yang kalah harus mentraktir. Ha Ri menolak karena sedang tidak mood tapi Sung Joon memaksa dengan meleparkan bola lebih dulu, mau tak mau Ha Ri membalikan bolanya dengan asal
Sung Joon mengejek, Pemain Kim Hye Jin sepertinya bermain buruk. Ha Ri berdalih kalau kondisinya tidak tepat. Sung Joon tiba-tiba mendekat langsung mengikatkan jasnya untuk menutup rok Ha Ri yang sangat pendek. Ha Ri sempat gugup, Sung Joon tersenyum merasa sekarang sudah sudah adil lalu kembali bermain tenis lagi. 

Setelah itu Sung Joon membawakan minum untuk Hye Jin (Ha Ri) yang menunggunya di kursi, sambil memberikan komentar kalau temanya itu sangat kompetitif, Ha Ri pikir itu karena Sung Joon yang mengajaknya bertaruh. Sung Joon tersenyum, lalu membahas baru saja bertemu dengan adiknya.
Ha Ri pun mengaku yang sudah mendengarnya dari Hye Rin, Sung Joon tak percaya adiknya itu mirip sekali dengannya saat masih kecil, Ha Ri pun berpura-pura mereka sangat mirip, Sung Joo pun mengajak lain waktu untuk makan bertiga. Ha Ri menyetujuinya.
“Kenapa tadi menangis ? ... Tadi wajahmu terlihat sembab.” ucap Sung Joon, Ha Ri terdiam, Sung Joo pikir tak boleh menanyakan tentang hal itu.
“Tidak ... Ada yang mengusik pikiranku dan Bukan apa-apa.”kata Ha R, Sung Joon pun merasa lega mendengarnya.

Ha Ri menatap Sung Joon, lalu didepan mereka ada sebuah keluarga dengan anak yang terlihat seperti keluarga bahagia. Ha Ri langsung bertanya kapan Sung Joon merasa paling dirindukan dengan ibunya. Sung Joon binggung mendengar Hye Jin (Ha Ri) tiba-tiba menanyakan hal itu. Ha Ri gugup, mencoba cepat berpikir.
“Aku cuma ingat karena kita makan Gomtang, dan Mendadak aku ingin kau membahas soal ibumu. Ah, aku tidak boleh tanya ?” ungkap Ha Ri
“Tidak. Entahlah ...Kalau ditanya seperti itu, Ketika  Ia menggunting kuku-ku Aku kidal, jadi agak susah menggunting kuku, membuatnya Selalu melukai diriku, jadi ibu selalu mengguntingkannya. Mungkin itu yang kuingat.” cerita Sung Joon
“Tidak punya ibu di sisimu ... Kedengarannya berat, Pasti berat sekali saat kau masih kecil..” pikir Ha Ri sedih
“Tapi ... aku berusaha keras mengatasinya. Ada gadis bernama Kim Hye Jin ,dia baik sekali padaku waktu itu.”bisik Sung Joon bahagia, Ha Ri terdiam karena Sung Joon begitu peduli dengan Hye Jin bukan dirinya. 

Hye Jin melihat lubang botolnya mulai mabuk, berteriak siapa yang sudah menghabiskan sojunya, Shin Hyuk mengeluh si pemabuk datang memegang Hye Jin untuk duduk. Hye Jin melepaskan tanganya, sambil mengumpat si Joon gila membuatnya harus tetap minum. Sung Joon mengajak si Jackson untuk pergi karena sudah mabuk,
“Aku... Tidak mabuk ! Ahh yah.... Sebenarnya, aku mabuk sekali. Ssst ! Ini rahasia.” kata Hye Jin menaruh telunjuknya di mulutnya, Shin Hyuk mengikutinya lalu mengajaknya untuk pergi.
“Dia kira dia siapa ? Meremehkan aku ? Sejak kapan dia pikir dia pintar ?! Aku akan bilang semua padanya!!!!” teriak Hye Jin, Shin Hyuk binggung karena juniornya itu seolah-olah keduanya sudah akrab.
“Itu benar, aku kenal dia. Kau benar ! Sebenarnya, dia dan aku ...” ucap Hye Jin tapi tubuhnya langsung jatuh karena terlalu banyak minum dan Shin Hyuk tak bisa menyelamatkanya. 

Shin Hyuk membopong Hye Jin sambil bertanya dimana rumhanya, Hye Jin berteriak ingin Shin Hyuk melepaskanya karena ia bisa sendiri. Shin Hyuk memberiakan Hye Jin berjalan sendiri walaupun berjalan membungkuk.
“Ah, jangan dorong-dorong !” teriak Hye Jin yang merasa didorong padahal Shin  Hyuk tak mendorong, Hye Jin kembali berjalan dan meminta tak mendorongnya, Shin Hyuk binggung karena tak mendorongnya.
“Ugh. Dia gendut dan pengecut ! Dia bahkan tak mengenaliku ! Aku akan bilang semuanya!!! Semua !!!” teriak Hye Jin sambil mencari ponselnya.
Ia mengambil tas yang mengantung di leher Shin Hyuk untuk mengambil ponselnya, lalu duduk dibawah mengeluarkan semua isi tasnya. Shin Hyuk mengeluh melihat tingkah Hye Jin yang membuatnya jadi gila.

Sung Joon mengantar Hye Jin (Ha Ri) ketempatnya menyimpan mobilnya dan berpikir akan bisa mengantarnya sampai rumah. Ha Ri menolak karena ingin mengunakan mobilnya saja. Sung Joon mengerti dengan penuh perhatian meminta Hye Jin (Ha Ri) untuk berhati-hati dan tidur yang nyenyak.
“Sung Joon. Aku ... sebenarnya ... memiliki pria yang akan kunikahi Tapi dia tidak suka kalau aku ketemu lelaki lain. Meskipun dia teman masa kecil. Jadi, aku tidak bisa menemuimu lagi” ucap Ha Ri, Sung Joon kaget, tapi ternyata itu hanya khayalan Ha Ri mengucapkan itu.
“Oh ya, kapan kau mau traktir aku ? Kau Sudah kalah, apa  tidak mau traktir ?” ucap Sung Joon, Ha Ri sempat melonggo binggung lalu teringat dengan kalah taruhan.
Sung Joon pikir lain kali saja karena rok yang dipakai Hye Jin (Ha Ri) padahal cuaca semakin malam semakin dingin, dan berpesan agar pakai baju yang lebih panjang agar tak masuk angin, Ha Ri mengangguk lalu Sung Jon pun pamit pulang.
“Ah...Benar.  Apa bedanya bilang sekarang atau nanti ? Lebih baik Lain kali saja. Tidak ada bedanya kalau bicara sekarang. Tidak masalah.” ucap Ha Ri yang kembali mengurungkan niatnya agar tak bertemu lagi dengan Sung Joon. 

Sung Joon mengemudikan mobilnya menerima telp, Hye Jin yang mabuk berteriak bahwa ia anak magang yang menelpnya dan memarahi karena tak menyimpan telpnya. Sung Joon bisa mendengar dari suaranya Hye Jin yang mabuk. Sementara Shin Hyuk yang ada disana sibuk memasukan kembali semua barang.
“Kepada Wakil PemRed yang gila, Aku tidak bisa tidur sebelum mengatakan ini, makanya kutelepon. Tuan Joon Gila! Kau kenal aku ? Kalau kau tahu, kau pasti terkejut !,,Aku ... Kim Hye Jin.....Kim Hye Jin..... Kim Hye Jin!” teriak Hye Jin memberitahu semuanya. Sung Joon langsung terkejut dan memberhentikan mobilnya ke pinggir jalan. 

Ha Ri memilih pakaian untuk berkerja sebuah rok mini kembali lalu teringat pesan Sung Joon untuk mengunakan pakain yang lebih panjang agar tak masuk angin. Hye Jin yang baru bangun langsung muntah dikamar mandi,  Ha Ri keluar dari kamar membantu dengan menepuk-nepuk punggungnya, sambil bertanya berapa banyak yang diminumnya, Hye Jin juga tak ingat.
“Yaa ... omong-omong,  siapa lelaki yang mengantarmu kemarin ?” tanya Ha Ri,
“Hmm ? Siapa ???...  Oh iya ! Reporter edan ! Aku lupa !” ucap Hye Jin keluar dari kamar mandi dan langsung meminum sebotol air dengan cepat.
“Kemarin kau teriak-teriak, tidak heran tenggorokanmu sakit.” ungkap Ha Ri melihat temanya yang minum sangat banyak.
Flash Back
Didepan sebuah toko, seorang pria yang mengenal Hye Jin meminta untuk sadar. Ha Ri datang menjemput, pria itu memberitahu Hye Jin yang muntah dipakaian pria yang membawanya dan sedang mencuci di dalam toko. Ha Ri melihat pakaian pria kotak-kotak sedang mencuci berteriak menanyakan keadaannya.
Shin Hyuk mengatakan dirinya tak baik tapi harus mengatakan baik-baik saja, Hye Jin benar-benar mabuk memilih untuk berbaring dijalan. Ha Ri mengucapkan terimakasih pada pria itu dan membawa Hye Jin pulang. 

Hye Jin pun kaget mendengar ceritanya saat mabuk sambil mengumpat dirinya itu gadis gila. Ha Ri melihat jam, harus datang lebih awal ke kantor jadi berjanji akan menceritakan  nanti dan berlari pergi.
“WoW.... Apa matahari terbit dari barat ? Kau tidak pernah lepas dari rok mini bahkan saat musim dingin, kenapa mendadak berubah ?” ejek Hye Jin melihat a Ri yang mengunakan celana jeans
“Iya ya.... Aku Hanya ingin memakai celana hari ini.” kata Ha Ri berdalih lalu berpesan agar Hye Jin memakan sup Hanjaengguk untuk pereda mabuk dan buru-buru pergi. 

Hye Jin menunggu lampu hijau melihat ponselny bahwa ibunya menelp. Sang ibu mendengar suara anaknya seperti habis minum. Hye Jin berbohong suaranya seperti itu karena lelah dan sangat sibuk dalam minggu ini lalu menanyakan alasan ibunya menelp
“Akhir pekan datanglah bersama Ha Ri. Kita harus rayakan pekerjaanmu. Aku harus tunjukkan kemampuan memasakku.” kata Ibunya
“Tolong jangan tunjukkan, ibu ! Kita pesan makanan saja, ya ?” ungkap Hye Jin seperti tahu ibunya tak bisa masak
Sang Ibu memberitahu dress codenya itu merah dan memberitahu Ha Ri, Hye Jin mengeluh pada ibunya kenapa harus mengunakan dress code tapi akhirnya menyetujunya, lalu memberitahu akan membawa celana Baggynya walaupun sudah berlubang. Setelah menutup telp, suaranya menjerit melihat ponselnya kalau tadi malam menelp Sung Joon saat mabuk. 

Lampu hijau untuk pejalan kaki menyala, Hye Jin yang panik mengucang-guncangkan tubuhnya agar bisa mengingatnya. Dalam ingatanya ia berteriak memberitahu namanya itu “Kim Hye Jin”. Ia hanya bisa menjerit, saat itu pundaknya ditepuk dan telunjuk Shin Hyuk tepat ada disamping pipinya.
“Hei.... Pemabuk, sudah hijau.”ucap Shin Hyuk lalu berjalan lebih dulu menyeberang
“Reporter Kim, kau lihat aku menelepon Wakil PemRed semalam ?” tanya Hye Jin ikut berjalan, Shin Hyuk menjawab “itu mungkin”
“Aku bilang apa ? Kau dengar semuanya ?” tanya Hye Jin
“Sepertinya iya, tapi sepertinya tidak juga. Entahlah ... Aku tidak ingat karena lapar, Aku bisa ingat kalau makan itu” ucap Shin Hyuk menunjuk pedagang kimbap. Hye Jin langsung meminta satu kimbap, Shin Hyuk mengatakan harus makan dua. Hye Jin pun membelikan dua kimbap.

Shin Hyuk makan kimbap sambil berjalan masuk ke dalam gedung, Hye Jin pensaran apa saja yang dikatakan semalam. Shin Hyuk meyindir Hye Jin yang seharusnya meminta maaf lebih dulu setelah muntah dibaju orang lain.  Hye Jin meminta maaf dan menanyakan apa yang sudah dikatakan pada Sung Joon.
“Tidak kusangka Jackson punya hubungan seperti itu dengan Wakil PemRed.” ungkap Shin Hyuk, Hye Jin langsung terdiam seperti patung dengan wajah melonggo. Shin Hyuk mulai menyadarkan juniornya untuk sadar.
“Kenapa bersikap seperti kalah berperang? Jangan takut, kau tidak bilang macam-macam.” kata Shin Hyuk, Hye Jin tersadar terlihat tak percaya.
Flash Back
Shin Hyuk memasukan semua barang-barang Hye Jin mengeluh penderitaan yang didapatnya ditengah malam. Hye Jin berteriak dirinya adalah Kim Hye Jin lalu mengumpat pada Sung Joon seperti anjing. Shin Hyun panik karena Hye Jin berkata kasar

“Kukira kau akan bicara lagi, jadi kurebut ponselmu. Kau Cuma bilang, "dasar anjing !"” kata Shin Hyuk sambil memperagakan saat Hye Jin mambuk
“Apa ada lagi Sesudahnya ? Kau yakin tidak ada lagi ?” tanya ye Jin panik
Shin Hyuk yakin hanya sampai disitu saja, Hye Jin langsug mengucap syukur. Shin Hyuk penasaran sebenarnya apakah akan ada kata lain lagi. Hye Jin menjelaskan Sung Joon yang sering marah setiap saat jadi takut saja sampai meledak. Shin Hyuk mengeluh kalau saja merekamnya mungkin bisa mendapatkan 10 kali traktiran.
Hye Jin pura-pura lupa dan berjalan lebih dulu, Shin Hyuk berteriak memanggilnya karena Hye Jin harus mentraktirnya 10 kali. Dibelakang mereka terlihat Sung Joon yang melihat keduanya saling kejar-kejaran masuk ke gedung.Di malam itu, Sung Joon memberhentikan mobilnya karena umpat Hye Jin lalu mendengar suara Shin Hyuk yang bersama Hye Jin. 

Hye Jin yang melihat Sung Joon baru masuk, menutup wajahnya dengan buku, lalu Nyonya Kim masuk ke dalam ruangan menjerit melihat Sung Joon dan langsung cipika cipiki dengan suara lantang memberitahu akan mengadakan pesta karena keberhasilan mendapatkan James taylor, semua diam tapi Nyonya Kim menegaskan untuk perayaan dalam rangka penyempurnaan Project.
Sung Joon sambil mengelap pipinya, menolaknya karena harus berkerja. Nyonya Kim menegaskan Sung Joon tak bisa menolak karena ada yang harus dibicarakan. Sung Joon pikir bisa di katakan sekarang. Nyonya Kim mengancam akan mengangguk apabila ada yang tak datang, dan menunjuk Joon Wo yang imut harus datang. 
Han Shul yang mendengar Joon Woo selalu dipuji oleh Nyonya Kim, sangat yakin bahwa  ia adalah anak dari Presdir Ji Sung dan akan menjadikanya sebagai target. 

Joo Young datang ke meja Hye Jin meminta untuk mengprint dokumen yang ad didalam USB lalu menyerahkan pada Sung Joon, Hye Jin panik tapi mau tak mau harus menyerahkanya.  
Hye Jin pun dengan wajah tertunduk memberikan dokumen yang disuruh Joo Young pada Sung Joon diruangan. Sung Joon tanpa menoleh menyuruh untuk meninggalkan diatas meja dan pergi. Hye Jin meninggalaknya dan akan pergi, tapi berbalik ingin membicarkan tentang kejadian selamam.
“Semalam, itu kesalahan karena mabuk. Aku anggap tidak terjadi.” ucap Sung Joon tanpa melirik sedikit pun, Hye Jin melonggo kaget dan mengucapkan terimakasih.
“Ahh... dan...Kemarin ... masalah siang harinya ... kita anggap tidak pernah terjadi juga.” kata Sung Joon seperti mengakui kesalahanya. 

Flash Back
Sung Joon duduk dicafe kembali tak mendengar suara kalau kopinya sudah siap sampai pelayan yang mengantarnya. Pelayan itu tersenyum karena Sung Joon tak mendengar lagi. Sung Joon terlihat binggung.
“Karena anda tiap hari datang, aku jadi hafal. Saat anda konsentrasi, anda tidak dengar apapun. Tingkat konsentrasi anda hebat sekali.” ungkap Si pelayan, Sung Joon terlihat tersadar pendengaranya berkurang
Ia pun teringat dengan ucapan Hye Jin saat dibandara Gimpo, “Aku beberapa kali bertanya, apa ke bandara Incheon,tapi kau tidak pernah menjawab atau mendengarku!”
Sung Joon menatap Hye Jin yang tepat duduk didepanya, tiba-tiba keduanya saling menatap. Sung Joon buru-buru menutup kaca ruanganya, Hye Jin mengumpat si Joon Gila, mencoba tak peduli karena fokusnya adalah sekarang berkerja. 

Di sebuah ruangan, Nyonya Kim dan semua pegawai mulai bersulang tapi Sung Joon hany menaik gelasnya tanpa meminumnya. Nyonya Kim menegurnya karena pesta itu sebagai pesta penyambutanya tapi malah tak minum, Sung Joon beralasan masih ada urusan dan harus pergi, lalu bertanya apa yang ingin dibicarakanya.
Nyonya Kim pun mengaku dirinya hanya ingin Sung Joon datang sambil tertawa, semua pegawai pun ikut tertaw untuk menghormatinya. Sung Joon memilih untuk pamit pergi saja. Nyonya Kim berteriak kalau itu curang karena Sung Joon tak boleh pulang kalau tak minum, jadi harus minum lebih dulu.
Joon Woo dan lainnya langsung memberikan semangat agar Sung Joon minum, Nyonya Kim pikir mereka berdua harus melakukan Love Shot, Sung Joon dengan cepat menghabiskan segelas bir dan pergi. Nyonya Kim berikir Sung Joon sangat sibuk, Hye Jin yang melihatnya berpikir Sung Joon itu tidak kuat minum. 

Hye Jin keluar dari ruangan karena Ha Ri menelpnya, Shin Hyuk melihat Hye Jin yang keluar ruangan. Di luar ruangan Hye Jin memberitahu Ha Ri kalau Mendadak ada acara makan malam kantor, jadi menyuruhnya untuk pulang saja duluan dn bertemu dirumah.
Shin Hyuk tiba-tiba sudah ada dibelakanganya, Hye Jin yang benar-benar kaget menceritakan temannya baru saja menelp. Lalu mata mereka melihat sosok pria yang sedang berjalan tiba-tiba terjatuh. Keduanya berlari sambil memanggil Sung Joon yang sudah tergeletak.
Hye Jin terlihat panik, Shin Hyuk mengecek nafas Sung Joon lalu bisa bernafas lega karena hanya pingsan, lalu memukul pantatnya agar bangun, tapi Sung Joon tak sadarkan diri setelah minum satu gelas bir. 

Shin Hyuk mengendong Sung Joon dan menyuruh Hye Jin mencari kartu di dompetnya. Hye Jin yang panik menemukan kartu didompetnya, Shin Hyuk mengeluh karena ia tak bisa mengunakan tanganya jadi Hye Jin yang harus membuka pintu.
Hye Jin pun menaruh kartu diatas  gagang pintu, beberapa kali tapi pintu tak terbuka. Shin Hyuk yang kelelahan memberitahu pintu tak akan terbuka sendiri kalau ia tak menariknya. Sampai didalam, Shin Hyuk membaringkan Sung Joon disofa dengan nafas terengah-engah. Hye Jin yang panik mengajak Shin Hyuk untuk segera keluar.
Shin Hyuk mengeluh sangat lelah dan meminta untuk mengambilkan minum, Hye Jin pikir tak mungkin mengambil minum dirumah orang dan mengajaknya mentraktir minum diluar, Shin Hyun tetap meminta minum, Hye Jin pun akhirnya membuka kulkas Shin Hyuk terlihat hany berisi air mineral tanpa ada botol bir, soda, Soju bahkan makanana sekalipun. 

Shin Hyuk mengeluh punggungnya sakit karena dua hari harus berurusan dengan orang mabuk, saat memasukan tangannya ke kantong tak sengeja menemukan kartu kunci milik Sung Joon, tapi karena sudah lelah memilih untuk mengembalikan nanti saja. Di depan terlihat Hye Jin yang berbicara sendirian.
“Kenapa isi kulkasnya cuma air mineral? Dia makan apa setiap hari?” gumam Hye Jin binggung, Shin Hyuk tiba-tiba mengenggol belakang dengkulnya bertanya apa yang sedang dipikiranya. Hye Jin meminta untuk tak bercanda kali ini.
“Jika dipikir, dia tidak pernah minum apapun selain kopi. Dia makan apa saat makan siang ? Kenapa aku cemas ? Biar saja dia kelaparan.” gumam Hye Jin menyadarkan dirinya. Shin Hyuk tetap mengodanya, penasaran apa yang sedang dipikirkanya.
“Ah, sungguh ! Tolonglah!! Kenapa kau bercanda terus ? Kau bahkan bercanda saat menyuruhku ke bandara! Apa aku terlihat gampangan ?” jerit Hye Jin kesal
Shin Hyuk kaget, sambil meminta maaf menganggap Hye Jin itu seperti adiknya, Hye Jin membalas dirinya tak menganggap Shin Hyuk sebagai kakaknya, Shin Hyuk tetap meminta maaf dan meyakinkan bahwa ia menganggap Hye Jin seperti adiknya. Hye Jin yang kesal menyuruh Shin Hyuk bermain dengan adiknya saja lalu melangkah pergi.
“Dia sudah meninggal. Saat 6 tahun.” ucap Shin Hyuk, Hye Jin terdiam lalu menengok, Shin Hyuk merasa omonganya tak berguna lalu pamit pergi.
Hye Jin merasa bersalah karena membuat orang sakit hati memanggil Seniornya, tapi Shin Hyuk sudah berjalan jauh. Ia mencoba mencari ponselnya tapi tak ketemu dan teringat sebelumnya meninggalkan saat membuka kulkas, wajahnya makin panik karena didalam ponselnya ada banyak fotonya dengan Ha Ri. 

Hye Jin kembali ke tempat Sung Joon mencoba menekan-nekan password untuk masuk rumah, pertama menekan 1111 lalu 0000, tapi menurutnya tak mungkin dengan orang sakit jiwa seperti Sung Joon membuat password segampang itu. Ia berpikir dan teringat sambil membuka buku diarynya, ada tanda silang disana dan teringat Sung Joon yang kidal.
Akhirnya ia berhasil masuk ke dalam perlahan-lahan mengendap mengambil ponselnya, terlihat Sung Joon yang masih tertidur dan tanganya tak sengaja menyenggol gelas, untungnya saja tanganya bisa menangkapnya dan Sung Joon masih tertidur lelap.
Di ruangan hotel, salah satu pegawai melihat MP3 yang meminta disimpan belum mengambilnya. Ha Ri ingat itu milik tamu di kamar 2024, lalu meminta untuk memberikan MP3 padanya karena akan mengembalikanya. 

Hye Rin sedang memakai masker diwajahnya sambil terbaring, teringat dengan sesuatu dalam tasnya mengeluarkan sebuah kartu nama bertuliskan Ji Sung Joon.  Sebelumnya Sung Joon akan mentraktirnya jadi ia bisa menelpnya.
“Bagaimana Kim Hye Jin bisa kenal orang normal ?” ungkap Hye Rin yang menganggap kakaknya tak normal, lalu dengan senyuman bahagia akan menyimpan kartu nama itu karena pasti akan dibutuhkanya. 

Seorang pria dengan sandal yang kebesaran sampai semua jari-jarinya keluar berjalan dilorong sambil memakan sosis di mulutnya, kepalanya tertutup oleh jaket. Ha Ri yang melihat pria aneh itu mengikutinya dari belakang.
“Saat A dan B, yang tidak saling kenal bertemu, Sebuah persimpangan tercipta diantaranya.Dan persimpangan itu terkadang, tidak disangka-sangka ...”
Ha Ri memanggil pria penyusup itu dan menariknya keluar, bertanya bagaiaman ia bisa masuk karena lantai suite jadi tak ada yang bisa masuk selain mengunakan kartu. Seorang manager  memanggil Ha Ri lalu meminta maaf karena kesalahan pegawainya, Ha Ri binggung melihat atasannya malah meminta maaf.
“Cepat minta maaf. Dia tamu jangka panjang dari kamar suite 2024.” bisik atasnya, Ha Ri tak percaya melihat pria gembel itu ternyata penghuni kamar suite.
Terlihat Shin Hyuk dengan memakan sosis dimulutnya, Ha Ri pun meminta maaf sambil membungkuk. Shin Hyuk pikir karena dirinya berhati besa bisa menerima keadaan ini, Ha Ri pun mengembalikan MP3 yang tertinggal. Shin Hyuk merasa suara Ha Ri itu  familier ditelinganya lalu pamit pergi.
“Beberapa persimpangan kadang kala tidak terlihat oleh mata kita. Fakta kalau keadaan ini akan membuat situasi semakin rumit di masa depan, kita tidak pernah memprediksinya.”
Shin Hyuk masuk ke dalam kamar suitenya sambil meminum air mineral menatap jendela kamarnya. Seperti sengaja menutup identitasnya sebagai anak ketua Ji Sung sebagai pegawai Most yang suka bercanda dan selalu meminta traktir. 

Hye Jin melihat puzzle yang ada di rumah Sung Joon dan berjalan mendekat, matanya menatap Sung Joon yang masih tertidur pulas. Teringat saat pertemuan pertama kali, Sung Joon bertanya pada Ha Ri apakah ia masih ingat tentang Puzzle itu.
“Jadi benda yang dia temukan adalah ini ..” ungkap Hye Jin lalu melihat salah satu bagian puzzle yang hilang.
“Apa ini ? Kenapa kau disini ?” kata Sung Joon tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya
Hye Jin yang kaget tak sengeja mendorong bingkai puzzle dan akhirnya hancur berantakan. Kakinya melangkah mundur, Sung Joon melihat ada banyak pecahan kaca lalu menariknya, Hye Jin melotot kaget ketika mata mereka saling menatap, begitu juga Sung Joon yang terlihat gugup.
bersambung ke episode 5  

Sinopsis She Was Pretty Episode 4 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top