Sunday, October 18, 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 15 Part 2

Hyun Suk menuruni tangga mengajak Sang Ye untuk pergi sekarang. Sang Ye yang sedang berdiskusi dengan No Ra pamit untuk pergi. Hyun Suk kembali memanggil Sang Ye untuk Bilang pada Ha No Ra, bisa pergi setelah merapikan  berkas-berkas dan menyelesaikan catatan rapat.
“Kalian berdua terjebak di umur 18 tahun setiap kali bertemu.” komentar Sang Ye melihat keduanya, lalu meminta No Ra melakukan yang diperintah Hyun Suk.
“Beritahu Profesor Cha Hyun Suk, "Aku mengerti".” teriak No Ra dengan melirik sinis, Sang Ye pun mengajak Hyun Suk pergi. No Ra melihat tangan Hyun Suk yang memegang  pinggang Sang Ye saat pergi, hatinya seperti merasakan sakit dengan menepuk dadanya. 

Di dalam mobil
Hyun Suk melihat Sang Ye, yang sudah dewasa dan Berdandan untuk sebuah kencan buta. Sang Ye pikir semua karena Hyun Suk yang menjaminnya dan juga punya tujuan lain. Hyun Suk melirik bertanya apa yang dimaksud Sang Ye.
“Ha No Ra percaya kalau aku akan menyatakan perasaanku padamu sekarang. Aku ingin membuatnya cemburu dan hanya sedikit kesal.” akui Sang Ye
“Heh bocah, untuk apa kau melakukan hal tidak berguna seperti itu? Sekarang, kecemburuan akan ada dampak negatifnya.” kata Hyun Suk tak yakin
“Ya ampun, kau tidak mengerti wanita. Aku jamin itu pasti berguna.” jelas Sang Ye yakin tapi Hyun Suk masih tak percaya, 
Sang Ye memberitahu tenatng Kepala jurusan ingin tau rencana Hyun Suk untuk mata kuliah semester depan, jadi apa yang akan dikatakanya nanti. Hyun Suk mengatakan akan mengurusnya. 

No  Ra mondar mandir sambil mengingat ucapan Sang Ye “Karena perasaanku sudah ketahuan, aku akan menyatakannya pada senior.” lalu ia memukul kepalanya sendiri agar bisa tenang, ucapan Sang Ye kembali teringat “Aku akan menyatakannya pada senior. Menurutmu, dia akan melihatku ssebagai wanita?”
Ia menepuk dadanya yang merasakan gelisaha lalu ponselnya berdering, Yoon Young menelp No Ra mengajak untuk melihat toko Yeonam-dong sekarang. No Ra binggung untuk apa kesana. Yoon Young menceritakan Salah satu dari orang tua muridny memiliki perusahaan bisnis konsultan. Jadi ingin mengambil foto dan menunjukkan pada mereka.
Keduanya berjalan ke ruko bersama, Yoon Young pikir mau No Ra itu sekolah atau tidak, menurutnya sampai kapan temanya itu harus berkerja paruh waktu, jadi menurutnya dengan konsultasi bisnis bisa membantu temanya.
Seorang paman keluar dari ruko berpikir keduanya adalah pemilik ruko yang baru, No Ra terlihat binggung, Si paman berpiki walaupun pemilik baru ia masih memiliki waktu sewa, lalu berpikir masih bisa memperpanjang. No Ra binggung si paman itu menduga pemilik baru. 

Woo Chul sedang mengetik diruanganya, sampai No Ra menelp menayakan apakah Woo Chul yang menjual toko di Yeonam-dong. Woo Chul panik karena No R bisa mengetahuinya.  No Ra menceritakan datang ke ruko dengan Yoon Young.
“Oh itu... jangan salah paham. Aku tidak punya tempat tinggal, jadi buru-buru menjualnya,” ucap Woo Chul, Yoon Young menguping ucapan didalam telp.
“Tanyakan kepadanya mengapa ia melakukan itu tanpa konsultasi dulu denganmu.” perintah Yoon Young pada No Ra.
“Kau harusnya bilang dulu padaku.” Keluh No Ra
“Karena ujian akhir, aku sibuk sekali. Aku bersalah. Sebagai imbalannya, kalau apartement kita disewakan kau bisa mendapatkan uang jaminannya.” kata Woo Chul
No Ra pikir mereka  bisa bicara lagi nanti jika sudah disewakan. Woo Chul juga akan mampir dan membicarakanya lalu memberitahu akan pergi ke Jahcheon University jadi No Ra bisa ke sekolah dengan nyaman. No Ra mengerti lalu menutup telpnya.
Yoon Young tak percaya Woo Chul menyuruh No Ra mengambil Uang deposit tapi menjual toko yang seharusnya diberikan padanya, menduga ada sesuatu yang direncanakan. No Ra yakin Woo Chul tidak akan melakukan itu karena mereka memilik Min Soo.

Sang Ye memanggil No Ra yang akan masuk ke dalam kelas, lalu mengingatkan audisi mulai lusa, jadi saat mereka mendapatkan skenario dari percetakan meminta untuk mengeceknya. No Ra pun akan melakukan lalu memberanikan diri bertanya sesuatu.  
“Apakah kau bersenang-senang kemarin?” tanya No Ra penasarn
“Ya.... Lebih baik dari dugaanku.” ucap Sang Ye bersemangat.
“Ah... syukurlah. Aku harus menulis laporan.” kata No Ra pamit,
Sang Ye menatap No Ra dari belakang merasa tak berhasil karena  terlalu baik bicaranya padahal seharusnya tak seperti itu reaksinya. 

Ada surat Pengunduran Diri diatas meja, Woo Chul sudah mengetik pesan di ponselnya “Aku ingin bertemu denganmu dan ingin mengatakan sesuatu.” tapi seperti ragu untuk mengirimnya. Pintu ruangan terketuk, seorang mahasiswa masuk mengatakan Seorang pria di lorong memintanya untuk memberikan amplop itu padanya.
Woo Chul mengucapkan terimakasih, melihat pengirimnya sama dengan yang menuliskan email, ia melihat foto dirinya saat memberikan kotak kue yang berisi uang, wajahnya panik karena bagaiaman bisa foto seperti itu diambil. Ponselya berdering, Kyung Dae Nam menelp Woo Chul,
“Hei, Kim Woo Chul. Ada apa denganmu? Aku baru saja dengar dari Doctor Cha. Kalau Universitas Jahcheon mendengar ada masalah denganmu, dan kau akan dikeluarkan.” ucap Dae Nam, Woo Chul benar-benar kaget dan binggung
“Woocheon berencana untuk memecatmu segera. Apa Kau tidak tahu?” ucap Dae Nam, Woo Chul makin kaget karena Woocheon akan memecatnya. 

Woo Chul duduk sambil memegang kepalanya yang terlihat binggung, dalam hatinya bergumam bahwa itu sebagai permulaan dan jatuh ke dalam perangkap, dengan begitu bisa memecatnya dari Universitas Woocheon, tapi ia bertanya-tanya siapa yang berani melakukan hal seperti itu.
“Aku yang membuatmu jadi professor di Universitas Woocheon.” Woo Chul mengingat ucapan Yi Jin sebelumnya, lalu menduga bahwa itu semua itu sengaja dilakukan Yi Ji padanya. Akhirnya ia datang menemui Yi Jin karena ingin menanyakan satu hal.
Yi Ji menyindir hanya satu hal tapi menurutnya Woo Chul pasti penasaran pada banyak hal. Woo Chul tak yakin yang melakukan itu Yi Jin tapi menurutnya pihak Jahcheon bertindak aneh, lalu memperlihatkan amplopnya apakah Yi Jin yang melakukanya. Yi Jin membenarkan.
“Kenapa Yi Jin? Kenapa kau melakukan hal seperti itu? Orang yang begitu tulus sepertimu.” teriak Woo Chul tak percaya
“Ini adalah hukuman untuk  seseorang yang telah mengkhianati ketulusan itu Untuk kejahatan karena membuatku menjadi bahan tertawaan.” tegas Yi Jin berdiri dari tempat duduknya.
“Dan bagaimana dengan uang yang kuberikan pada mereka? Apa Kau mengambilnya juga?” tanya Woo Chul
“Aku tidak tertarik pada uang. Ketika kau mencapai titik dasar, Kau akan membutuhkan semua uang itu.” kata Yi Jin sinis
“Lalu, mengapa memerasku untuk uang?” tanya Woo Chul binggung
“Itu umpan untuk membuatmu seperti ini.” ucap Yi Jin
Woo Chul tak percaya bahwa itu umpan, lalu menduga Yi Jin juga yang mengatur skandal suap Choi Kyu Won. Yi Jin mengatakan banyak orang yang menuduh Woo Chul yang mengaturnya. Woo Chul menegaskan Yi Jin suda membuat kesalahan karena ia memiliki perjanjian dengan cap jempol dari mahasiswa itu.

“Jika aku melaporkannya, mahasiswa itu akan segera ditangkap.Dan jika dia tertangkap, semua tentangmu akan terbongkar.” teriak Woo Chul mengancam
“Ambil kontrak itu dan pergi ke polisi!!! Kontrak Itulah bukti bahwa kau  mengatur skandal Choi Kyu Won. "Saya, Kim Woo Chul, memerintahkan seorang gadis untuk mengambil foto dari Choi Kyu Won. Itu sebabnya aku diperas. dan Itu sebabnya aku membayar dan menyuruhnya tidak mengancam lagi."’ balas Yi Jin berteriak
“Jika mereka menemukan mahasiswa itu, hal ini akan berakhir.” kata Woo Chul yakin, Yi Jin membalas memang kalau Woo Chul bisa menemukanya. Woo Chul memperlihatkan foto bertanya tujuan Yi Ji melakukan itu. Yi Jin mengatakan itu akan diketahuinya esok pagi 

Woo Chul berjalan dengan gagah dari ruangan Yi Ji, tapi akhirnya terlihat lemas sambil memegang dinding. Hyun Suk yang akan ke tempat Yi Jin melihat Woo Chul yang terlihat lemas sambil memegang sebuah amplop. Woo Chul berjalan dengan tatapan kosong pelahan, Hyun Suk khawatir bertanya apa keadaan Woo Chul baik-baik saja. Woo Chul hanya menyapanya lalu melangkah pergi, Hyun Suk bertanya-tanya ada apa dengan Woo Chul.
“Inilah sebabnya mengapa orang mengatakan “Tidak peduli seberapa cepat kau menyesal, tetap saja terlambat.” ucap Yi Jin mendengar pintu terbuka kembali. Hyun Suk binggung karena Yi Jin tiba-tiba berkata seperti itu.
Yi Jin yang sedang meminum teh langsung menjatuhkan gelasnya saat membalikan badanya karena ternyata Hyun Suk yang datang bukan Woo Chul. Hyun Suk lalu bertanya siapa yang membuat Yi Jin marah seperti itu. Yi Jin mengeluh karena banyak orang datang tanpa berbicara seperti Hyun Suk, lalu bertanya tujuan datang ke ruangan.
“Aku ingin memberitahumu bahwa aku  tidak lagi mengajar di Woocheon semester depan.” jelas Hyun Suk
“Kenapa kau bilang padaku? Harusnya kau bilang pada Kepala Jurusanmu.” komentar Yi Jin
“Kaulah yang datang padaku  agar menjadi dosen.” ucap Hyun Suk
Yi Jin ingat bahwa ia yang melakukanya, lalu mengucapkan terimakasih atas semua kerja kerasnya. Hyun Suk binggung karena Yi Jin yang tak menghentikanya, lalu bertnya apa itu karena Yi Jin berpikir tidak bisa menghentikannya Atau karena tidak ingin. Yi Jin menegaskan dirinya tidak akan percaya pada kata-kata Hyun Suk lagi, jadi mengucapkan selamat tinggal. 

Hyun Suk masuk dengan wajah melamun, sambil mengingat ucapan Yi Jin yang tertuju pada seseorang "Tidak peduli seberapa cepat kau menyesal, semua sudah terlambat" Sang Ye yang didepan laptop berteriak memanggil Hyun Suk untuk mendekatinya.
“Ada postingan di Space Host kalau Profesor K dipecat karena koneksi. Dari daftar terduga, ada nama Kim Woo Chul.” ucap Sang Ye, Hyun Suk melihat daftar-daftar nama di forum kampus
Setelah itu mengingat kembali berita yang tayang di TV “Ini adalah gambar yang diambil di Woocheon University. Di latar belakang, Profesor Choi terlihat menerima kotak kue dari muridnya. Netizens menyadari bahwa tidak ada kue, tapi hanya kusut koran di dalam kotak.”
“Sang Ye.... Kapan skandal Profesor Choi Kyu Won terjadi?” tanya Hyun Suk
“Kalau tidak salah sebelum kuliah pertama.” kata Sang Ye, Hyun Suk meminta tolong Sang Ye mencarikan foto dari mahasiswa dan rekaman terbaru. 

Hyun Suk akan menaiki tangga, Yoon Young menelpnya karena ada sesuatu dan meminta untuk dicarikan. Hyun Suk bertanya apa yang bisa dibantu. Yoon Young menceritakan Woo Chul yang tiba-tiba menjual ruko dan No Ra tak tahu kalau ia menelp Hyun Suk, tapi ini dilakukan hanya tidak bisa percaya Kim Woo Chul. Hyun Suk langsung menduga-duga terjadi sesuatu yang saling berkaitan.
Seung Hyun dan Soon Nam datang dengan tergopoh-gopoh ke ruangan Hyun Suk. Melihat keduanya datang, Hyun Suk langsung mengucapkan terimakasih. Soon Nam menanyakan apa yang begitu mendesak. Hyun Suk menawarkan pekerja paruh waktu untuk mereka. Keduanya saling melirik, Seung Hyun lalu bertanya Pekerjaan seperti apa. 

Woo Chul duduk dengan tatapan kosong mengingat ucapan Yi Jin kalau akan tahu tujuanya besok pagi, lalu mengulang berkali-kali “besok pagi” sambil menatap amplop ditanganya kebinggungan apa yang harus dilakukan sekarang.
Yi Jin berjalan masuk ke dalam ruangan mengatakn akan pergi dan menyangkal jadi meminta Hyun Suk kembali besok. Hyun Suk mengatakan bahwa besok terlalu lama, Yi Jin bertanya apa yang membuat Hyun Suk merasakan terlalu lama. Hyun Suk menyebut nama Kim Woo Chul, Ha No Ra, Yi Jin begitu juga dirinya, mereka berempat sudah terlibat.
“Orang-orang itu sudah tidak ada urusan, begitupula aku.” tegas Yi Jin enggan mendengar nama Woo Chul dan No Ra
“Kim Yi Jin, kau sangat cerdas, jadi fokus dan dengarkan dengan seksama apa yang aku katakan. Aku melihat berita yang sangat menarik di Space Host. Daftar Profesor K.” tegas Hyun Suk, Yi Jin pikir tak ada hubungan denganya.
“Rasanya seperti deja vu. Mengingatkanku pada skandal Profesor Choi Kyu Wo. Semua orang tahu Profesor Cho Kyu Won menyedihkan dan mengambil uang dari siswa. Tapi bagaimana itu bisa ketahuan?” ucap Hyun Suk memperlihatkan foto yang dimilikinya.

Lalu bertanya-tanya Suatu hari, gambar ini kebetulan diposting di media sosial. Dan luar biasa, Profesor Choi Kyu Won sedang menerima uang suap di belakang mereka, lalu ada yang  menuliskan komentar ada uang di dalam sana, menurutnya Seseorang menuangkan gas di api.
Yi Jin merasa sudah ada semua diberita jadi ia sudah tahu jadi untuk apa Hyun Suk memberitahunya. Hyun Suk tahu semua itu diatur olehnya. Yi Jin menyangkal karena untuk apa melakukanya, lalu mengartikan karena kasus Prof Choi membuat Woo Chul bisa masuk ke kampus.
Hyun Suk benar-benar yakin bahwa Itu semua rencananya, karena No Ra tidak tahu bahwa suaminya bekerja di Universitas Woocheon. Dan Profesor Kim Woo Chul melakukan segala sesuatu  untuk menghentikan No Ra datang ke kampus. Yi Jin menjerit tak ingin Hyun Suk membicarakan pasangan di depannya.
“Mahasiswa ini... Chi Soo Hyun. Jurusan Bisnis. Angkatan 2013. Dan Ko Mi Ran, Jurusan Pendidikan Pemuda. Angkatan 2013. Choi Soo Hyun memposting tentang Profesor K dan Ko Mi Ran memasang balasan menyebutkan Kim Woo Chul. Aku tidak bisa menghubungi salah satu dari mereka. Ternyata Mereka berdua ada dari daerah pedesaan dan Kedua orang tua mereka berpikir anaknya pergi liburan.” jelas Hyun Suk memperlihatkan foto yang menjadi awal kasus Woo Chul
“Ini semua tidak ada hubungannya denganku.” kata Yi Jin tetap menyangkal.
“Aku bisa mencari tahu di mana mereka. Kau pasti tahu ‘kan Aku pernah tinggal di Rusia dan Eropa dan juga pernah keliling dunia. Tapi aku tidak perlu report mencari mereka, karena Terlalu membuang-buang waktu. Sebaliknya, aku akan memasang satu posting di Space Host. "Kim Yi Jin, satu-satunya putri dari Ketua Dewan dan anggota Kongres Berselingkuh dengan Profesor Kim Woo Chul."” jelas Hyun Suk dengan rencananya.

Yi Jin menanyakan buktinya, Hyun Suk menanyakan apa yang dikatakan Yi Jin apabila ia meminta CCTV dari teater Massa Maren, Yi Jin mulai panik. Hyun Suk menegaskan jika alasannya menjatuhkan Kim Woo Chul karena marah, disebabkan masih memiliki perasaan pada No Ra, seharusnya Yi Jin menginjak Woo Chul saja dan jangan melukai No Ra dan anaknya. Yi Jin mengerti semua dilakukan Hyun Suk itu karena No Ra menurutnya reaksi Hyun Suk berlebihan.
“Anak laki-laki dari pria yang pernah kau cintai kuliah di Universitas Woocheon. Apa kau pernah memikirkan itu?” ucap Hyun Suk, Yi Jin memalingkan wajahnya dengan menahan sedihnya.
“Kalau kau benar-benar mencintainya, apa yang membuatmu tidak perduli?  Membiarkan semuanya sirna untuk pengkhianatan cintamu yang tulus? Bukan... kau tidak setulus itu. Dari kita berempat kau memiliki semuanya, dan kau tidak kehilangan apapun. Hapus postingan itu segera, Sebelum No Ra dan Min Soo melihatnya. Jika kau terlambat dan sesuatu terjadi dengan Kim Woo Chul... Kau tahu apa yang akan aku lakukan.” tegas Hyun Suk, Yi Jin memalingkan wajahnya.
“Kau pernah mencintainya. Jika kau melakukan ini padanya, berapa lama kesenanganmu itu akan berlangsung? Tiga hari? Dua hari? Satu hari?” ucap Hyun Suk menasehati Yi Jin  

Yi Jin berjalan pulang dengan wajah tertunduk, lalu tersenyum melihat Woo Chul yang tiba-tiba datang menghampirinya, bertanya apakah ia sudah makan siang. Woo Chul mengatakan belum makan karena ingin makan dengannya. Yi Jin dengan bahagia menebak-nebak menu kantin hari ini, Woo Chul pun mengajaknya pergi sambil bergandengan tangan.
Ternyata Yi Jin hanya menatap bayanganya bersama Woo Chul yang ingin sekali dilakukannya, dengan berjalan bergandengan di kampus lalu air matanya mengalir. Woo Chul seperti orang frustasi di ruanganya, lalu pesan masuk ke dalam ponselnya “Datanglah ke tempat rahasia kita.”

Woo Chul datang ke rumah rahasia dan ingin berbicara tapi Yi Jin lebih dulu memukulnya dengan amplop, karena kesal tak mengatakan sebelumnya yaitu "Maaf aku tidak lagi merasakan hal yang sama."  Woo Chul mengadu kesakitan, berteriak mengaku ingin bilang dan akan mengajaknya bertemu.
Yi Jin akhirnya menaruh amplop diatas meja, Woo Chul melihat surat kontrak ruko Yeonam-dong miliknya, lalu bertanya apa yang terjadi dengan wajah binggung. Yi Jin melirik sinis menatap Woo Chul. 

Hyun Suk membuka pintu melihat Woo Chul berdiri didepan kantornya. Woo Chul bertanya siapa sebenarnya Hyun Suk, Hyun Suk hanya menatapnya. Woo Chul berteriak siapa sebenarnya Hyun Suk dan kenapa ia membantu padahal mereka adalah bersaing dalam cinta.
“Itu Bukan karenamu. Jika ada apa-apa denganmu, anakmu tidak akan bahagia dan Jika Min Soo tidak bahagia. No Ra pasti lebih tidak bahagia.” jelas Hyun Suk, Woo Chul tak percaya Hyun Suk memikirkan No Ra dan juga anaknya.
“Kim Woo Chul, kau harus hidup dengan baik agar No Ra untuk hidup dengan baik juga.” pesan Hyun Suk pada Woo Chul. 

Woo Chul berjalan mengingat pesan Hyun Suk “Kim Woo Chul, kau harus hidup dengan baik agar No Ra untuk hidup dengan baik juga.” . No Ra yang akan pindah rumah sedang berberes-beres mendengar pintu terbuka berpikir Min Soo kembali karena ada yang tertinggal, tapi ternyata Woo Chul datang taanp mengulang rapihkn rambutnya, mengucap syukur karena No Ra tak mengubah kode rumahnya.
No Ra menyindir Bukan berarti Woo Chul bisa masuk tanpa ijin. Woo Chul meminta No Ra tak perlu khawatir karena ia juga tidak akan datang lagi. No Ra bertarnya apa yang terjdi dengan Yeonam-dong karena tampak tidak baik.
“Hal ini karena aku kalah dengan Cha Hyun Suk.” ucap Woo Chul lemas, No Ra binggung kenapa mantan suaminya kalah.
“Dia menyelamatkanku dan mencoba jadi keren. Apa dia benar-benar keren atau hanya berlagak?” ejek Woo Chul tak terima, No Ra masih binggung kenapa Hyun Suk menyelamatkanya lalu bertanya apakah sesuatu terjadi mantan suaminya. Woo Chul menatap mantan istrinya. 

Hyun Suk baru saja selesai mandi, melihat Space host dan tersenyum karena sudah dihapus, ia pun mengucapkan terimkasih pada Yi Jin dengan bahagia. Terdengar bunyi ketukan pintu, No Ra memberitahu kalau ia yang datang. Hyun Suk membuka pintu dan langsung bertanya alasan No Ra datang pagi-pagi ke kantornya. No Ra mengatakan ingin mengucapkan terima kasih. Hyun Suk bertanya untuk apa mengucapkan itu .
“aku dengar kau membantu ayah Min Soo. Ah...Tidak... kau menyelamatkannya.” ucap No Ra
“Bagaimana... kau dengar dari siapa? Masuklah. Kita bicara di dalam.” ucap Hyun Suk ingin menarik No Ra
“Jangan sentuh aku.” tolak No Ra karena ingin berbicara dari sini.
“Kenapa kau menjadi seperti ini?” tanya Hyun Suk melonggo.
No Ra menanyakan alasan Hyun Suk tidak mengatakan karena Woo Chul itu ayah dari anaknya dan mantan suaminya. Hyun Suk menegaskan hanya melakukan apa yang  bisa dilakukan untuknya dan tidak ingin No R dan anaknya tersakiti. No Ra tahu, tapi menurutnya ini jadi sangat sulit baginya, dan mengucapkan terimakasih berkali-kali.

“Aku sering sekali mengucapkan terima kasih semenjak kita bertemu lagi.Lagi-lagi aku ucapkan terima kasih, dan aku tidak bisa bilang apa-apa lagi. Jadi,  itu sulit bagiku.” ungkap No Ra.
“Kenapa sesulit itu? Aku tidak melakukannya jadi kau tidak akan merasa seperti itu dan bukan untuk membuktikan apapun padamu.” tegas Hyun Suk
“Ayahku meninggal ketika aku berumur 2 tahun. Dan ibuku meninggal ketika aku 5 tahun. Sepertinya kau adalah orang yang dipersiapkan nenek untukku. Jadi...” ucap No Ra terhenti
Hyun Suk bertanya sebenarnya yang ingin dikatakan, No Ra meminta Hyun Suk untuk melepaskanya dan Berhenti membantunya karena memiliki waktu yang sulit. Hyun Suk nampak tak mengerti, No Ra mengaku Sulit rasanya berdiri di depan Hyun Suk dan juga ketika Hyun Suk memperhatikanya. Hyun Suk mengartikan sulit untuk membuat No Ra berani.
No Ra menegaskan tak ingin Hyun Suk ada disisinya lagi dengan mata berkaca-kaca. Hyun Suk menatap sedih No Ra karena sudah tak ingin berada disampingnya lagi. Ia langsung duduk di tangga mengingat semua ucapan No Ra yang sangat menyakitkan hatinya.


No Ra sedang membersihkan rumahnya sebelum pindah, Hyun Suk menelp dan keduanya bertemu di sebuah cafe. No Ra sempat tertunduk melihat Hyun Suk ada didepanya. Hyun Suk menatap No Ra ingin menanyakan satu hal, apakah No Ra membutuhkan waktu. No Ra mengatakan tidak membutuhkanya.
“Bagaimana denganku? Apa kau tidak membutuhkanku?” tanya Hyun Suk, No Ra menjawab tidak
“Aku tidak ingin bersamamu karena kau adalah cinta pertamaku. Cintaku yang tersimpan selama 20 tahun. Aku datang untuk mencintaimu sekarang. Kau ingin tahu alasannya? aku tidak punya. Awalnya, aku mengganggumu karena aku marah padamu. Lama kelamaan, aku simpati padamu ketika kau dalam masalah. Tapi... selama aku melihatmu berubah, terjadi begitu saja. Begitulah perasaanku.” jelas Hyun Suk, No Ra hanya bisa tertunduk.
Hyun Suk menyuruh No Ra tak menatap kebawah, dan meminta minta untuk menatap matanya. No Ra pun mengangkat wajahnya. Hyun Suk tahu alasan No Ra menahanya tapi menurutnya temanya itu harus berusaha mengurangi jarak. No Ra mengungkapkan ingin mencoba hidup dengan caranya  sendiri tanpa bantuan siapapun.

“Tapi, kau harus tahu satu hal, ini tidak ada selamanya.” ucap Hyun Suk, No Ra sedikit menganguk dengan tertunduk
“Sudah saatnya bagiku untuk bangkit sekarang.Aku tidak bisa bergantung pada mimpi akan cinta pertamaku selamanya dan hidup begini.” kata Hyun Suk tanpa menatap No Ra
“Ya.... Kau harusnya melakukan itu dari dulu.” ucap No Ra menatap Hyun Suk
“Baiklah... Mari kita berhenti sekarang. Kita memiliki cinta pertama selama rentang waktu 20 tahun. mereka bilang cinta pertama tidak akan hilang.” kata Hyun Suk menahan tangisnya lalu pamit pergi.
No Ra kembali mengucapkan terimakasih pada Hyun Suk atas segalanya, Hyun Suk pun berpesan agar No Ra hidup dengan baik-baik lalu meninggalkan cafe lebih dulu. No Ra menahan air matanya agar tak jatuh. 


No Ra pergi sebuah ruangan dengan membawakna surat yang sudah diberikan cap miliknya, lalu menyerahkan pada pegawai didepanya. Setelah itu berjalan keluar dari gerbang, yang bertuliskan Woocheon Universitas.
bersambung ke episode 16 

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 15 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top