Sunday, October 4, 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 6 Part 2

Sung Joon akan pulang melihat Hye Jin yang tertidur dengan kepala berputar-putar, ketika kepalanya akan jatuh refleks Sung Joon langsung menahanya dengan tangan dan bisa menghela nafas lega. Tiba-tiba terdengar bunyi deringan telp, Sung Joon panik berusaha mengangkat lalu menutup kembali agar tak berbunyi.
Hye Jin masih saja tertidur dengan mulut menganga, Sung Joon kembali menghembuskan nafasnya, menatap Hye Jin yang tertidur pulas. Tiba-tiba sesosok wanita yang berjalan dalam kegelapan, bertanya Sung Joon yang belum pulang.
Sung Joon langsung melepaskan tanganya, kepala Hye Jin pun terbentuk dan menjerit kesakitan. Sung Joon berteriak kaget saat melihat wajah Ah Reum dengan mengunakan masker.
Ah Reum membuka maskernya lalu meminta maaf karena kaget. Sung Joon tak sadar sakit kagetnya duduk diatas pangkuan Hye Jin, lalu dengan gugup menyangkal kalau dirinya kaget. Ah Reum menahan tawa melihat Sung Joon yang duduk dipangkuan Hye Jin.
Hye Jin terlihat binggung mencoba memberitahu Sung Joon, kalau ia mendudukinya. Sung Joon tersadar langsung bangun, berpura-pura bertanya siapa yang menaruh tasnya didekat situ, setelah itu pamit pergi. Ah Reum melihat sikap Sung Joon hari itu benar-benar aneh, Hye Jin pun tersenyum. 

Hye Jin menunggu bus pulang, tapi kantuknya masih saja datang, Sung Joon didalam mobil melihat Hye Jin dengan mata tertutup terus saja bersin-bersin, lalu kembali tertidur dengan kepala memutar seperti baling-baling kipas, lalu terbatuk-batuk.
Bus datang, Hye Jin hampir saja ketinggalan untungnya bisa mengejar walaupun sambil mengumpat hujan deras yang membuatnya sial. Di dalam bus, Hye Ji memilih duduk didekat jendela, tepat didepan pintu keluar. Beberapa saat bus berjalan, Hye Jin kembali tertidur tanpa sadar menyadarkan kepalanya di pundak laki-laki yang duduk disampingnya. Dengan wajah kesal, si laki-laki mendorong dengan pundaknya, Hye Jin pun tersadar dengan kepala terlempar ke jendela lalu kembali tertidur. 

Ketika bus berhenti di halte, laki-laki itu pun turun dari bus. Dan seorang pria dengan membawa majalah duduk disamping Hye Jin. Beberapa saat kemudian, Hye Jin kembali menyandarkan kepala di pundak penumpang sampingnya, batuknya masihnya terdengar.
Tepat di pemberhentian berikutanya, Hye Jin tersadar dari tidurnya dan berteriak pada sopir akan turun juga. Pria itu mengeser duduknya, ketika bus kembali jalan, Sung Joon menghela nafasnya lalu melihat Hye Jin yang berjalan dari halte bus, lalu bertanya-tanya dimana tempatnya sekarang dengan bus itu.
Mobil derek membawa mobil Sung Joon yang terparkir sembarangan. Sung Joon yang baru turun dari taksi hanya bisa melihat mobilnya yang diderek, lalu tersenyum sendiri karena menaiki bus demi menemani Hye Jin membuat mobilnya diderek. Ia pun pergi ke kantor polisi untuk mengambil mobil dan membayar denda. 

Sung Joon masuk ke dalam mobilnya, teringat denga percakapan dengan dokternya yang ada di Amerika, karena ada yang ingin di tanyakanya tentang kejadian saat hujan turun dan terjadi kepanikan.
Dokter memberitahu itu semua Karena stress berat, trauma yang dialaminya bisa muncul lagi, jadi berpesan agar sampai stres dan kalaupun sudah kejadian, segera tangani dan meminta untuk tak membuatnya jadi repot sendiri. Sung Joon berdiri  samping mobil mengingat ucapan Dokter.
“Dan ada seseorang yang bukan siapa-siapa selalu saja bertingkah seperti orang yang kukenal 15 tahun lalu tapi aku tak tahu apa alasannya.” Hye Jin duduk di ayunan dengan wajah sedih
“Sebaliknya orang yang dulu kukenal terasa asing bagiku.Aku terus merasa dia bukanlah orang yang sama yang kukenal dulu.” Sung Joon mengingat terakhir kali melihat Hye Jin (Ha Ri) yang melihat lampu hijau dan tak menghindari hujan.
“Hei, ya wajarlah orang berubah setelah 15 tahun. Kau kira orang akan tetap sama seolah mereka melalui lorong waktu? Kenyataannya kau tak bisa melupakan cinta pertamamu, adalah bentuk dari Zeigarnik Effect.” jelas Dokter, Sung Joon mengingat itu semuanya ketika sampai rumah dan mandi. 

Ha Ri yang baru pulang melihat Hye Jin yang duduk sendirian diayunan sambil melamun, Hye jin merasa udara malam sangat menyejukan jadi membuatnya terjaga padahal karena obat flu membuatnya ngantuk sebelumnya, lalu bertanya kenapa Ha Ri juga ikut keluar. Ha Ri mengatakan akan berolahraga dan menyadari Hye Jin tak pulang malam seperti biasanya. Keduanya pun mulai berolahraga dengan alat-alat yang ada ditaman,
“Effect yang tak sempurna akan mudah dijelaskan tapi, itu penyebab karena tak bisa melupakan hal yang belum kau selesaikan.Pada akhirnya, kenyataan kau tak bisa melupakan cinta pertamamu mungkin bukan karena raya sayangmu padanya ataupun takdir.” Sung Joon berkomentar bahwa ini sangat aneh.
Akhirnya Sung Joon selesai mandi sambil mengelap kaca yang berembun kena uap panas. “Kau tak pernah bisa melihat akhirnya, dan mungkin itulah alasan kau tak bisa melupakannya. Jadi bangunlah dari masa lalu dan hiduplah di masa kini.” Ia menatap cermin seperti berusaha menghilangkan rasa bimbangnya. 

Ha Ri berkomentar kalau dibagian Tim Management akan pulang dengan tepat waktu tapi di timnya sekarang Hye Jin sering lembur.  Hye Jin membenarkan tapi sekarang sudah terbiasa sekarang.
“Tapi, aku dengar tim ini akan pecah dan Majalah Most juga akan diberhentikan. aku Mendengar Tidak sengaja, tapi tersisa 3 bulan, ahh...Tidak. Tersisa 2 bulan dari sekarang. Jika kami tidak mencapai target, sepertinya akan diberhentikan, Tim Editing juga akan tercerai berai.” cerita Hye Jin
“Lalu Ji Sung Joon bagaimana?” tanya Ha Ri terdengar sangat khawatir.
“Entahlah, jika itu aku, aku tidak punya alasan untuk tinggal, jadi mungkin akan pulang kembali. Aku juga tidak yakin.” kata Hye Jin, Ha Ri terlihat gelisah karena nanti akan berpisah dengan Sung Joon juga. 

Shin Hyuk duduk didepan minimarket sambil makan sosis, menatap ponsel bertanya-tanya apakah adiknya itu sudah baik karena seharusnya menelpnya. Ha Ri tiba-tiba datang langsung meminum bir yang baru dibuka oleh Shin Hyuk. Melihat Ha Ri yang meminum birnya, Shin Hyuk menjerit tapi setelah itu malah menawarkan sosis juga. Ha Ri pun mengambilnya.
Akhirnya tiga kaleng bir dan beberapa sosis tergeletak dimeja. Shin Hyuk bertanya-tanya alasan Ha Ri gelisah itu karena mereka belum impas atau karena pria itu.
“Pria macam apa yang sampai membuatmu berbohong dan mengatakan kau akan menikah? Apa dia Penguntit?” ucap Shin Hyuk
“Seseorang. Pria yang tak boleh kutemui. Pria yang aku sukai tanpa kusadari. Semakin aku suka, semakin aku gugup. Seseorang yang tidak boleh kusukai.” cerita Ha Ri dengan tangan disamping telinganya.

Shin Hyuk menduga pria itu sudah beristri, Ha Ri langsung berteriak bukan, Shin Hyuk menebak pria itu buronan, tapi setelah itu menyimpulakan pria itu Lebih muda, karena belakangan ini anak kecil tumbuh dengan cepat. Ha Ri kesal karena dituduh menyukai pria lebih muda, lalu menegaskan bahwa bukan wanita seperti itu. Shin Hyuk heran dengan semua tebakanya salan maka masalahnya itu apa sekarang.
“Hanya... Seseorang yang harusnya berhenti kusukai. Tapi sepertinya aku tidak bisa melakukannya sendiri jadi aku meminta bantuanmu, Tuan Suite 2014.” jelas Ha Ri sedih
“Lalu, kalau bukan pria beristri, buronan atau pria yang jauh lebih muda, Apabila kau suka teruskan saja. Kau boleh menyukainya.” pikir Shin Hyuk santai, Ha Ri mengatakan bahwa tak semudah itu masalahnya.
'Cinta itu gila dan untuk siapa saja.' Bahkan di film ada kalimat seperti itu. Cinta itu gila. Bukannya semua orang rada gila saat jatuh cinta? Jadi makin rumit kalau kau membiarkan dirimu gila. Jangan menoleh kebelakang dan menyesalinya tapi jalani saja.”jelas Shin Hyuk, Ha Ri memikirkan ucapan Shin Hyuk seperti ada benarnya juga. 

Ha Ri kembali ke tempat sampah mencari-cari ditumpukan sampah, Si bibi petugas menanyakan apa yang sedang dicari Ha Ri disana. Ha Ri membuka kotak sepatunya ditaman ternyata si bibi yang melihat sepatu yang bagus sengaja menitip ke penjaga.</i>
“Pada akhirnya, kalau aku dikaruniahi dua kaki Meskipun aku terluka, tetap akan kupakai Sejauh apapun yang kubisa, aku ingin pergi.” gumam Ha Ri melihat sepatu yang tak cukup olehnya. 

Hye Jin didalam kamarnya menatap kepingan puzzle yang diberikan Sung Joon sebelum pergi ke Amerika.
Flash Back
Ketika kepala Hye Jin terjatuh, tangan Sung Joon langsung menahanya sebelum terbentur ke meja. Lalu telp berdering saat itu Hye Jin sempat terbangun melihat ada tangan yang menahan kepalanya,  dari pantulan cermin melihat Sung Joon yang sengaja mengangkat telp lalu menutupnya dan Hye Jin pura-pura tertidur.
Hye Jin memegang dadanya, seperti ingin tahu apakah hatinya masih berdebar dengan perhatian Sung Joon padanya kali ini, karena terakhir kali sangat membenci cinta pertamanya. 

Sung Joon dengan tangan kirinya membuat bawang bombay dengan mengambarkan mata dan mulut yang tersenyum sama dengan yang digambar oleh Hye Jin dikantor. Melihat hasil gambarnya, senyuman sangat lebar menatap bawang bombay hasil gambarnya. 


Joo Young membahas tentang lokasi camping yang berencana  mencari di dekat laut di Gangwondo, Bosung yang pemandangannya bagus, dengan konsep “Bepergian Sendiri”. Sung Joon yang duduk di depan malah memandangi Hye Jin yang sibuk mengetik laporan meeting.
Shin Hyuk melihat padangan Sung Joon yang tertuju pada Hye Jin bukan mendengarkan penjelasan Joo Young. Hye Jin mengangkat wajahnya dan melihat Sung Joon yang menatapnya, Sung Joon langsung mengarahkan pandanganya ke arah lain. Shin Hyuk melirik keduanya yang terlihat saling menatap, tapi pura-pura acuh.
Joo Young seperti sadar Sung Joon seperti tak mendengarnya, Sung Joon bisa langsung tahu mereka membahas Mengenai perjalanan bisnisnya, lalu kembali bertanya kelanjutanya.
“Saat ini, sudah diset untuk lusa dan kita sudah memesan kondo milik perusahaan di sana. Karena Wapemred yang bertanggung jawab, jadi kau akan pergi juga, Ah Reum dan aku. Kita bertiga bisa pergi bersama, menurutku lebih enak begitu.” jelas Joo Young,

Ah Reum menolak karena Ada kekeliruan pada gambar jadi harus melakukan pemotretan ulang dan meminta Han Sul yang mengantikanya. Han Sul juga menolak karena jadwalnya penuh dan menyarankan Hye Jin. Mendengar namanya disebut Hye Jin melonggo. Joo Young pikir mereka pergi untuk mengatur tepat jadi akan mengajak Joon Woo.
Joon Woo langsung setuju, dan Han Sul langsung menyanggupi akan ikut karena Joon Woo juga ikut, dengan alasan dirinya bisa mengatur jadwal walaupun sedang sibuk.

“Akhirnya, kesempatanku!!! Jackpot Kim Joon Woo, aku pasti akan membuatmu jadi milikku!!!” gumam Han Sul tersenyum bahagia. 

Ha Ri masuk kedalam kamar Hye Jin untuk mencari hairdryer, tak sengaja melihat kepingan puzzle yang ada diatas meja dan dibalikanya ada gambar payung. Teringat sebelumnya Sung Joon yang membahas tentang Puzzle dan ditemukan didalam kotak saat membereskan barang-barangnya. Lalu Hye Ji memberitahu kalau itu tentang Gadis pengintip.
“Aku heran kenapa masih menyimpannya, tapi saat memasang puzzle-nya, selama ini aku ingat bermain denganmu. Aku berterima kasih padamu.” ungkap Sung Joon
Ha Ri menatap kepingan puzzle milih Hye Jin yang masih disimpanya selama ini. 

Ibu Tiri Ha Ri sedang masuk ke dalam gedung sambil menelp, terdengar suara pria yang memanggil nama Hye Jin. Lalu Ha Ri dengan senyuman bahagia mengandengnya untuk segera masuk kedalam restoran.
Ha Ri memperlihatkan kepingan puzzle mengaku baru saja menemukanya, Sung Joon melihat kepingan puzzle tak percaya. Ha Ri juga tak yakin ketika mencarinya karena sudah sangat lama. Sung Joon membalikan puzzle masih ada gambar payung,
“Ini Bagian yang waktu itu. Yang kukenal sedari dulu, memang benar-benar kau.” ucap Sung Joon yakin menatap Ha Ri, tapi Ha Ri terlihat gugup sambil meremas tanganya karena gugup dengan kebohonganya, lalu berusaha memberikan senyumanya pada Sung Joon. 

Ha Ri pergi ke toilet melihat sepatunya yang kekecilan diakali dengan mengunakan kaos kaki agar tak lecet. Nyonya Na masuk berpura-pura tak sengaja bertemu anaknya di toilet, lalu bertanya apakah ia datang untuk makan malam. Ha Ri dengan sinis menjawab kalau tempat itu restoran pasti untuk makan dan ingin segera keluar.
“Sekarang kau bahkan berbohong soal namamu untuk menggaet pria. Yah, kau ingin kencan dengan lebih dari satu pria, Pastinya berbohong memang diperlukan. Selain namamu, ada hal lain lagi yang bohong?” komentar Nyonya Ha sinis, Ha Ri merasa itu bukan urusan ibu tirinya.
“Pria seperti apa yang membuatmu berbohong soal namamu, aku jadi penasaran. Kenapa kau tak memperkenalkannya padaku?” ucap Nyonya Ha sambil memakai lipstiknya.
“Itu.....ada alasan untuk hal itu. Pura-pura saja kau tak melihatku.” kata Ha Ri gugup
“Kenapa aku harus begitu? Entah apapun itu, kau kencan dengan pria hanya untuk senang-senang? Lalu Kau jadi seperti ini agak... aneh.” ejek Nyonya Ha
Ha Ri memohon, Nyonya Ha menyindir suaranya terlalu pelan jadi tak mendengarnya dan memintanya untuk mengatakan sekali lagi. Ha Ri kembali memohon untuk berpura-pura tak melihatnya. 
Ha Ri kembali ke meja dan buru-buru mengajak Sung Joon pergi sambil merapihkan tasnya, Sung Joon binggung karena Ha Ri tiba-tiba langsung ingin pergi begitu saja. Ha Ri  berusaha untuk mengajaknya segera pergi dari tempat itu sebelum ibu tirinya datang. Sung Joon bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
“Kalian berdua sangat serasi.” ucap Nyonya Ha yang sudah datang menemui keduanya, Sung Joon binggung melihat wanita yang tiba-tiba menghampiri mereka.
“Kita akan bertemu lagi, dan kau Nanti telepon aku.” ungkap Nyonya Ha pada Sung Joon dan Ha Ri. 

Ha Ri akhirnya berlari keluar restoran sambil menangis, Sung Joon memanggilnya dengan pangilan “Hye Jin” menariknya bertanya apa sebenarnya yang terjadi dan siapa wanita tadi. Ha Ri tak berani menatap Sung Joon meminta supaya tak memanggil namanya seperti itu.
Sung Joon membalikan badan Ha Ri meminta untuk menatapnya, tapi Ha Ri malah sengaja menyadarkan kepalanya di bahu Sung Joon, meminta agar bisa seperti itu sebentar saja. Sung Joon terdiam karena Ha Ri bersadar di bahunya.
“Hanya untuk hari ini saja, Jangan tanya apapun padaku.” pinta Ha Ri, Sung Joon pun menepuk-nepuk pundak Ha Ri agar bisa tenang. 

Hye Jin mengunting-gunting artikel teringat saat dikantor Sung Joon menatapnya lalu ketika ia melihatnya arah mata Sung Joon berpura-pura menatap ke arah lain.
Ha Ri pulang, Hye Jin melihat temanya yang pulang telat menduga baru saja pulang berkencan. Ha Ri membenarkan, Hye Jin dengan baik hati menawarkan makan malam. Ha Ri mengaku sudah makan karena sudah larut tanpa menatap temanya.
Hye Jin menceritakan sudah menganti selimut Ha Ri yang sudah tipis, Ha Ri pun mengucapkan terima kasih. Hye Jin lalu berkomentar dengan kamar temanya yang berantakan seperti kandang babi, lalu mengejeknya cantik-cantik  yang cuma tahunya dandan saja. Ha Ri menatap sedih pada temanya seperti merasa bersalah karena mengambil cinta pertamanya. 

Ha Ri tiba-tiba masuk ke dalam kamar Hye Jin untuk tidur bersama, Hye Jin mengeluh dengan tempat tidur yang kecil bisa harus berbagi kasur dengan Ha Ri yang bertubuh besar, Ha Ri mengodanya akan mengerutkan badanya supaya bisa tidur bersama, keduanya pun bercanda dengan saling mengelitiki.
Keduanya lalu berbaring bersama, Hye Jin langsung sudah tahu temanya itu ada yang ingin dikatakan padanya. Ha Ri membenarkan tapi menurutnya nanti saja akan menceritakan semuanya dan memintanya untuk menunggu. Hye Jin menatap temanya, seperti khawatir bertanya tentang keadaan Ha Ri.  
Ha Ri mengaku bahawa Merasa baik-baik saja itu ternyata sulit. Hye Jin ingin berbicara tapi Ha Ri sudah memeluk lengan temanya dan merasa sangat nyaman, lalu mengajak seterusnya untuk tidur bersama. Hye Jin mengejek tak akan ada yang mengizinkan untuk tidur bersama seperti sekarang.
“Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi jangan keluyuran sampai larut malam.” pesan Hye Jin yang sangat mengkhawatirkan temanya. Ha Ri mengerti

Beberapa saat kemudian, Hye Jin sudah tertidur dengan mulut menganga, Ha Ri menatap temanya dengan sedih karena menutupi kebohonganya, tapi temanya sangat perhatian dan terlalu baik padanya.
Sung Joon menyalakan lampu di bawah puzzle yang dipasang kembali dalam kotak bingkai, tapi potongan puzzle itu belum dipasang oleh Sung Joon dan dibiarkan kosong begitu saja. Lalu ia menatap daun bawang yang sudah digambarnya dan membuangnya ke tempat sampah. 

Hye Jin datang ke ruangan Nyonya Kim karena diminta Joo Young untuk minta tanda tangan berkas. Nyonya Kim meminta Hye Jin memberikan berkas, lalu melihat Hye Ji yang masih terlihat sama setelah satu bulan berkerja.
“berapa lama aku harus menunggu kau jadi  seperti Most?” tanya Nyonya Kim, Hye Jin mengatakan sudah berusaha. Nyonya Kim meminta Hye Jin untuk mundur dan melihat dari atas sampai bawah.
“Oh, Mamma....Troppo complicato! Troppo complicato! (Terlalu rumit!) Gaya ini sungguh absurb dan terlalu payah.” komentar Nyonya Kim
Hye Jin hanya bisa mengucapkan maaf, Nyonya Kim kembali merasa mual dan ingin muntah melihat rambut Hye Jin yang kribo dan meminta Hye Jin agar berpenampilan layaknya majalah Most yang penuh style, Hye Jin mengerti dan mengambil kembali berkas yang sudah ditandatangani dan keluar dari ruangan. 

Shin Hyuk mengeser kursinya saat melihat Hye Jin yang baru datang dan berkata akan mengunakanya sekarang. Hye Jin terlihat binggung, Shin Hyuk memutar kembali rekaman suara Hye Jin “Aku, Kim Hye Jin, berjanji akan penuhi 3 permintaan Kim Shin Hyuk, tidak peduli apapun!” Hye Jin tak percaya Shin Hyuk sampai merekamnya, Shin Hyuk sengaja melakukan tu agar Hye Jin tak bisa menyangkal.
“Tadinya aku mau minta lebih, tapi berhubung aku ini pria berhati lembut kuputuskan membuat yang gampang di kesempatan pertama. Belikan makan malam, yaitu golbaengi (siput) Tapi tambah mie juga.” pinta Shin Hyuk
“Baiklah, golbaengi cukup mudah.” kata Hye Jin setuju. Shin Hyuk bahagia mengeser kembali kursi ke mejanya. 

Joo Young yang baru datang memanggil Hye Jin memintanya untuk mengantikanya, Hye Jin terlihat binggung. Joo Young menceritakan bahwa orang dari James Taylor menelpnya mengenai proyek kolaborasi dress mereka dan akan mengirimkan draft, jadi harus segera menghubunginya setelah itu.
Hye Jin terlihat binggung, Joo Young meminta juniornya segera berangkat karena semua sudah menunggu. Hye Jin mengatakan tak membawa barang apapun. Joo Young memberikan kopernya karena sudah membawa baju ganti dan juga baju tidur untuk satu malam. Hye Jin ingin menolak tapi Joo Young menyuruhnya untuk cepat turun karena semua tim sudah menunggu.
Akhirnya Hye Jin menarik kopernya dan keluar dari ruangan, Shin Hyuk yang melihat Hye Jin pergi berteriak denga wajah sedih karena gagal mendapatkan traktiran golbaengi dari adiknya. 

Han Sul sudah ada didalam mobil lalu memanggil Joon Woo yang baru saja datang, Joon Woo binggung melihat Han Sul yang membawa mobil. Han Sul mengajak Joon Woo naik mobil bersama saja. Joon Woo pikir mereka naik mobil Sung Joon bersama-sama dan akan segera keluar.
“Yah, karena bawaannya banyak dan lebih enakan begini kalau perjalanan jauh. Aku sudah bilang Wapemred dan Joo Young Sunbae.” ucap Han Sul lalu mengajak Joon Woo untuk masuk ke dalam mobil.
“Aku tidak dengar kalau berangkat terpisah.” komentar Joon Woo sambil menaruh tasnya dibelakang.
“Ah, sudah kukatakan, kita yang putuskan.” ucap Han Sul lalu tiba-tiba mendekati Joon Woo.
Joon Woo terlihat gugup dengan Han Sul yang tiba-tiba mendekat seperti ingin menciumnya. Han Sul menarik sabuk pengaman untuk memakainya, lalu mengoda Joon Woo yang berpikiran yang lain sambil memukul-mukul genit. Joon Woo sambil mengusap lengannya menyangkal tak berpikiran yang aneh-aneh. Han Sul yang tersipu malu segera meninggalkan gedung. 

Sung Joon datang dengan mobilnya, tapi tak melihat anak buahnya yang menunggu untuk pergi bersama melakukan perjalanan bisnis. Hye Jin datang dengan membawa koper memberitahu karena Joo Young punya keperluan mendadak jadi ia yang mengantikanya. Sung Joon menganguk mengerti.
Keduanya lalu terlihat gugup, Hye Jin memegang erat pegangan kopernya sesekali melirik Sung Joon. Sementara Sung Joon melihat sekeliling dan melirik melihat Hye Jin. Ponsel Sung Joon berdering, lalu menghela nafas membacanya. Hye Jin bertanya apa isi pesannya. Sung Joon pun memperlihatkan ponselnya agar Hye Jin bisa membaca sendiri.
“Wapemred, Joon Woo dan aku ada yang yang harus kami lakukan, Jadi kami pergi sebentar, Anda silakan pergi dengan Joo Young Sunbae.”  tulis Han Sul dalam pesanya.
Sung Joon memutuskan mereka untuk berangkat lalu masuk ke dalam mobil, Hye Jin tak bisa menutupi wajah melonggonya karena harus pergi dengan Sung Joon dan hanya berdua saja, sambil menjerit dalam hati apa yang harus dilakukan sekarang.
bersambung ke part 2  

Sinopsis She Was Pretty Episode 6 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top