Friday, October 16, 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 9 Part 1

Penata rambut di Salon menjerit tak percaya melihat rambut Hye Jin yang benar-benar kribo. Hye Jin hanya diam dengan wajah sedih karena rambutnya memang sudah tak seperti titu lagi. Si bibi bertanya-tanya bagaimana Hye Jin menjalani hidupnya selama ini.
“Anda bisa menyingkirkan rambut keritingku ini, kan?” tanya Hye Jin dengan waja melas
“Sepertinya sulit, tapi...selama ada aku, kau tak usah khawatir.” kata Si bibi yakin
Hye Jin tersenyum lalu bertanya berapa biayanya, Bibi menghitung biaya Untuk meluruskan rambut biasa 300.000 Won tapi untuk rambut Hye Jin kena 400.000 Won. Hye Jin menjerit dan langsung turun dari tempat duduknya, tapi akhirnya ia duduk kembali karena ingin memulai hidup yang baru.
Rambut Hye Jin berubah jadi rapih, melihat baju di patung dan langsung mengantinya. Di counter lain, sedang ada acar make over gratis, Hye Jin melihat dari belakang kerumunan wanita. Saat si MC menanyakan siapa yang ingin berpatisipasi, Hye Jin sudah duduk di depan dan siap untuk di make up. 

Hye Jin berjalan masuk ke dalam gedung dengan wajah sumringah, Kepala Boo dan timnya yang baru masuk binggung karena melihat bau Hye Jin dari wanita yang terlihat cantik dari belakang. Seul Bi mengejek atasanya sedang mabuk.
Di dalam Kantor Most, Joo Young menyuruh siapa saja mengangkat telp. Hye Jin baru berjalan masuk mengangkat dengan lantang menyebut namanya. Semua yang ada didalam ruangan melonggo melihat Hye Jin dengan penampilan baru dan terlihat sangat cantik.
Shin Hyun tak percaya itu adalah Jakson yang dikenalnya, Ah Reum bisa yakin karena melihat tas jelek yang biasa digunakan Hye Jin. Setelah menutup telp, Hye Jin berdiri tegak mengatakan bahwa itu dirinya dan kembali lagi berkerja di Most lalu meminta maaf karena sudah membuat semua karyawan khawatir. 

Joon Woo langsung memeluk Hye Jin karena sangat merindukanya, Han Sul buru-buru menarik Joon Woo agar tak lama-lama memeluk Hye Jin, begitu juga Shin Hyuk tak suka melihat mereka pelukan. Ah Reum memberikan selamat pada Hye Jin yang kembali berkerja.
Yi Kyung memuji Hye Jin tampak cantik, Eun Young pun sampai tak mengenalinya saat pertama kali datang.Sung Joon melihat dari ruanganya terlihat tersenyum manis. Joo Young menyuruh semuanya kembali berkerja setelah memuji Hye Jin dan memperlihatkan senyumanya. 

Shin Hyuk mengeserkan kursinya, dengan mata melotot menanyakan kemana perginya rambut kribo itu dan melihat Hye Jin juga sekarang mengunakan make up sampai bintik-bintik merahnya tak terlihat.
“Bintik-bintik di pipi adalah pesona utamamu Jackson. Ini Tak cocok, Jackson yang lama lebih cantik!!” ungkap Shin Hyuk tak setuju.
“Kenapa? Semua bilang lebih cantik begini” ucap Hye Jin lalu mengusir Shin Hyuk untuk kerja.
Han Sul mendekati Hye Jin memuji penampilan yang lebih baik dengan memanggilnya “unnie”. Hye Jin binggung dengan panggilan itu, Han Sul berdalih kalau itu biasa karena tak mungkin memanggilnya Oppa, lalu berjalan ke mejanya dengan bergumam bahwa karena dirinya Hye Jin dipecat. 

Hye Jin berseri-seri melihat bawang bombay diatas meja yang sudah memiliki rambut yang panjang karena ada yang menganti airnya selama ia tak masuk kantor.
Ia melihat bawang bombay yang bergambar wajah senyum, saat memutarnya ada gambar wajah sedih dan itu sama dengan gambar yang dikiriman oleh Sung Joon padanya. Lalu menoleh melihat Sung Joon yang menatapnya dari ruangan.
Hye Jin berdiri membungkuk badannya memberikan hormat pada Sung Joon dengan senyuman dan memperlihatkan rambutnya. Sung Joon tersenyum membalas dengan anggukan kepalanya, Shin Hyuk ikut tersenyum melihat Hye Jin kembali ke kantor dan bisa dekat denganya. Joo Young pun memberikan tugas pertama untuk membawakan jadwal. 

Hye Jin menyapa Nyonya Kim yang akan masuk gedung karena sudah kembali ke kantor. Nyonya Kim mengibaskan rambutnya dan mengangkatnya, bertanya siapa wanita yang ada didepanya. Hye Jin memberitahu bahwa ia adalah si benang dari bagian manajemen, Kim Hye Jin.
“Mama mia! Si benang itu!!! Sepertinya kau sudah kembali.” ucap Nyonya Kim tak percaya lalu mempersilahkan Hye Jin lewat.
“Ohh...Sebentar, sayang... Kau sangat MOST sekali. Brava, brava.” puji Nyonya Kim memanggil kembali Hye Jin sebelum pergi. Hye Jin tersenyum mendengarnya lalu mengucapkan terimakasih.
Shin Hyuk tiba-tiba berlari menghampirinya mengajak Hye Jin dengan menawari makan udon Atau daging. Hye Jin binggung tapi Shin Hyuk menariknya untuk makan es bersama. Hye Jin menjerit hari ini sangat sibuk. 

Keduanya duduk di taman gedung, Shin Hyuk mengetahui cerita Sung Joon yang mendatangi Hye Jin, jadi mengartinya adiknya itu kembali ke kantor karena Sung Joon enggan melepasnya. Hye Jin menyangkalnya, karena kembali dengan suatu tujuan. Shin Hyuk tahu Tujuan Jackson adalah jadi pegawai tetap.
“Selain itu, ada Tujuan tepat di depan mata. Aku ingin membelikan mesin cetak baru untuk ayah, jadi Aku bertekad demi ayah dan diriku sendiri. takkan mengeluh lagi dan akan bekerja keras.”cerita Hye Jin
“Kau butuh orang hebat didekatmu. Contohnya, aku.” ucap Shin Hyuk kembali mengajaknya bercanda

Ha Ri baru masuk ke dalam ruangan pegawai hotel dengan wajah lesu, lalu ponselnya berdering dan mengangkatnya. Sung Joon senang karena Hye Jin (Ha Ri) mengangkat dan mengeluh sangat sulit menghubunginya.
“Tadinya aku mau kehotelmu kalau saja tak kau angkat. Bagaimana pun, sediakan waktu untukku, Kalau kau sibuk aku yang kesana.” ungkap Sung Joon
“Tidak!!! Jangan kemari!!!! Jangan pernah hotel.!!!!” jerit Ha Ri panik, Sung Joon terlihat binggung
Hari berdalih karena sudah seharian di hotel jadi merasa bosan dan mengajaknya bertemu diluar saja. Sung Joon setuju akan bertemu diluar, tapi wajahnya terlihat sangat binggung dan curiga kenapa Ha Ri tak memperbolehkanya ke hotel. Sementara Ha Ri merasakan perutnya kembali sakit. 

Rapat tim Most, Joo Young membahas Acara perayaan ulang tahun THE MOST ke-20 bahwa ada perwakilan dari MOST tiap-tiap negara akan berpartisipasi.,,Begitu juga dengan artis dan berbagai sosok terkenal dibidang fashion, beauty, dan budaya, jadi mengusulkan untuk menambah dana.
Ah Reum setuju dengan mengusulkan diadakan pesta kapal dan membuat semeriah serta semewah mungkin. Poong Ho juga mengusulkan untuk mengundang penyanyi terkenal seperti Super junior, para wanita langsung menjerit histeris. Shin Hyuk menambahkan untuk menyewa resort di Jeju, semua langsung setuju.
Sung Joon mengehela nafas, Joo Young binggung melihat Sung Joon lalu melihat Hye Jin juga memperlihatkan wajahnya yang tak setuju dengan usul mereka. Hye Jin mengaku tak begitu yakin dengan usul untuk perayaan ultah ke-20.
“Melakukan semua itu tampak berlebihan. Menurutku itu tak sesuai dengan konsep yang kita rencakanan.” ucap Hye Jin sedikit mengusulkan, Sung Joon mengakui juga berpikiran yang sama.
“Konsep untuk perayaan ini adalah bagaimana melihat dunia dari sudut pandang berbeda.Jadi tidak sesuai dengan segala kemewahan tadi Bukannya kita butuh sesuatu yang beda?.” jelas Sung Joon. Joo Young menanyakan seperti apa contohnya.

“Sesuatu yang bukan bintang utama.” kata Hye Jin
Sung Joon pun mengusulkan untuk menyorot sisi lain seorang bintang, Joon Woo terlihat tak mengerti. Sung Joon menarik lengan bajunya, memberikan contohnya untuk menyiapkan model berjalan di sebuah fashion show, dibutuhkan seorang seniman dan kru.Atau tukang pijat pribadi untuk olahragawan terkenal, jadi mereka bisa menyoroti orang-orang seperti itu.
“Bisa dibilang kita juga termasuk. Untuk bisa menerbitkan majalah bagus, banyak orang kurang tidur bahkan jarang mandi.” kata Joo Young menyimpulkan, Han Sul melihat mereka semua itu berkerja seperti anjing.
“Bintang bersinar paling terang di kegelapan. Jadi kita sorot kegelapannya bukan bintangnya.” ungkap Poong Ho, semua langsung tersenyum bahagia.
“Orang-orang yang tersembunyi dalam bayangan supaya orang lain bersinar. Judulnya adalah "The Beauty of Shadows".” usul Shin Hyuk
Sung Joon pikir konsep seperti ini lebih baik dan menanyakan pendapat lainnya, Semua langsung setuju. Shin Hyuk pun membahas kalau itu semua adalah ide dari Jackson, Hye Jin nampak binggung. Shin Hyuk mengangkat jempol dengan memujinya orang hebat lalu menyuruh semuanya untuk memberikan tepuk tanganya. Semua tepuk tangan kecuali Sung Joon yang memberikan senyuman lebarnya. 

Hye Jin menyerahkan laporan hasil rapat pada Sung Joon didalam ruanganya, Sung Joon dengan ramah mengucapkan terimakasih lalu memanggil Hye Jin kembali sebelum keluar ruangan.
“Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku beli tiket lotto? Disini tertulis, jika aku mengembalikannya, aku akan beruntung.” ucap Sung Joon mengembalikan buku milik Hye Jin. Wajah Hye Jin bahagia melihat buku yang dikembalikan oleh Sung Joon.
“Aku tahu ini tidak sopan, tapi aku sudah membacanya, dan menambahkan beberapa ide saat membacanya.Sama seperti saat survey lapangan, konsep ultah ke-20, dan buku juga ini. Apa mungkin karena kau masih amatir Atau karena Kim Hye Jin punya mata yang selalu melihat hal berbeda. Apa Pandanganmu itu... nyaman? Pokoknya pandanganmu itu menyegarkan. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.” komentar Sung Joon, Hye Jin mengerti dan akan kembali keluar ruangan.

Sung Joon memanggil kembali Hye Jin memberikan sebuah kotak berwarna biru, Hye Jin berani mengambil dan membukanya, terlihat ID Cardnya yang sudah diberi tempat berwarna coklat.
“Sudah kubilang selalu pakai Idmu dan jangan dihilangkan. Itu hadiah selamat datang dariku sebagai rekanmu.” jelas Sung Joon, Hye Jin mencoba tersenyum karena Sung Joon mengangapnya sebagai rekan lalu memakainya lalu menanyakan pendapat Sung Joon apakah bagus. Sung Joon mengangkat jempol dengan tangan kirinya.
“Aku kujaga dengan baik.” janji Hye Jin lalu akan berjalan keluar ruangan, Sung Joon kembali memanggilnya karena ada sesuatu yang penting tapi lupa dikatakanya.
“Aku senang kau kembali.... Welcome.” ucap Sung Joon dengan senyuman lebarnya, Hye Jin pun memberikan senyumanya. 

Ha Ri menatap Sung Joon yang sudah menunggunya dilantai atas sebuah cafe, tapi akhirnya ia malah menelp Sung Joon dengan mata berkaca-kaca memberitahu ada tugas mendadak dan harus ke luar negeri.
“Benarkah? Sepertinya kau sibuk. Sayang sekali. Hubungi aku setelah jadwalmu longgar.” ungkap Sung Joon, Ha Ri mengerti lalu menutup telp sambil mengatur nafasnya.
Sung Joon menutup telp dengan tatapan kosong mengarah ke dalam cafe, seperti ada rasa ragu. Ha Ri memilih untuk meninggalkan Cafe dan membiarkan Sung Joon sendiri. 

Shin Hyuk makan mie ramen didepan minimarket, tiba-tiba melihat Ha Ri yang pingsan didalam minimarket. Akhirnya Ha Ri sudah terbaring diatas tempat tidur dan belum tak sadarkan diri.
Dokter memberitahu Pasien mengalamai kejang perut karena stres dan pasti kesakitan, lalu bertanya apaka Shin Hyuk itu tak menyadarinya. Shin Hyuk menatap Ha Ri teringat sebelumnya di hotel, terlihat merasakan sakit dibagian perut.
“Ada tanda dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Dia pasti jarang makan dan tidur beberapa hari terakhir dan itu pasti stres berat.” jelas dokter. Shin Hyuk menatap Ha Ri yang masih terbaring tak sadarkan diri. 

Ha Ri membuka matanya, Shin Hyuk melihat Ha Ri yang sudah bangun langsung bertanya apakah ingat apa terjadi. Ha Ri berusaha untuk duduk, Shin Hyuk menyuruh untuk tiduran saja tapi Ha Ri tetap berusaha untuk duduk diatas tempat tidurnya.
“Kau tak sanggup menahannya dan jatuh sakit. Sepertinya kau ini orang yang tak sanggup menerima konsekuensi,Semakin lama kau menunggu, maka semakin kau tersakiti.” jelas Shin Hyuk duduk di depannya.
“Aku cuma ingin merasakannya. Sehari saja, Tapi aku jadi serakah. Berkali-kali. Tidak, ratusan kali aku coba berhenti, tapi....” ucap Ha Ri sedih tak bisa melanjutkanya.
“Kau itu sahabatnya Hye Jin dan Kau tahu betul mereka itu cinta pertama.” kata Shin Hyuk mengingatkan
“Begitu juga denganku. Bagiku...dia itu cinta pertamaku. Ini pertama kalinya buatku mencintai pria sampai seperti ini.” akui Ha Ri dengan mata menahan tangis. Shin Hyuk hanya bisa diam. 

Ha Ri terbangun dari tempat tidurnya mendengar bunyi ribut-ribut diluar, ternyata Hye Jin sibuk memasak didapur dengan kepiting yang direbus, melihat Ha Ri yang bangun, Hye Jin langsung menghampiri menyuruhnya tidur karena belum boleh bangun.
“Kau tahu betapa takutnya aku, saat kau mengigau tadi. ,Aku melihat obatmu, kelihatannya itu obat sakit perut.” ucap Hye Jin lalu menjerit karena pancinya mulai mendidih dan kembali ke dapur
“Apa kau stres? Stres bisa bikin sakit perut, “ ucap Hye Jin sambil mengaduk-ngaduk masakan didapur dengan mata menatap temanya, Ha Ri menatap Hye Jin yang memasak untuknya. 

Flash Back
Ha Ri terbaring lemah ditempat tidurnya. Ibu tirinya datang mengatakan sudah memberitahu  pelayan kalau Ha Ri tak masuk sekolah, karena ia harus pergi jadi memberikan uang 100rb won untuk membeli obat tapi kalau memang masih sakit menyuruhnya pergi ke rumah sakit.
Hye Jin datang dengan baju seragamnya menuangkan bubur yang dibawa lalu membantu temanya untuk bangun agar makan lebih dulu. Ha Ri menatap Hye Jin yang datang kerumahnya.
“Kau bilang  belum makan dari pagi. Saat kau sakit dan tak nafsu makan, maka Makanlah bubur buatan ibumu. Rasanya takkan sama. Tapi sudah kubuat semirip mungkin.” kata Hye Jin menyuapkan bubur untuk Ha Ri
Ha Ri menangis lalu memeluk temanya, mengucapkan terimakasih karena sudah menemaninya dan berjanji akan menemaninya seumur hidupnya dan merawatanya dengan sangat baik. Hye Jin tersenyum mendengarnya. 

Ha Ri menatap Hye Jin dengan mata berkaca-kaca, Hye Jin yang sibuk memasak bubur dengan resep ibu Ha Ri meminta untuk memakanya agar bisa minum obat, lalu memperbolehkan Ha Ri tidur dengan apabila nanti sakit lagi. Ha Ri tiba-tiba memeluknyad ari belakang, Hye Jin binggung Ha Ri yang tiba-tiba memeluknya.
“Hye Jin adalah obatku, Sakitku jadi hilang.” ucap Ha Ri dengan menahan tangisnya, Hye Jin mengejek bahwa ia seperti obat berjalan.
“Hye Jin...Apa aku sudah bilang? Kalau aku sangat menyayangimu.” kata Ha Ri, Hye Jin membalikan badanya melihat temanya yang menangis.
“Ada apa? Kau bertengkar dengan pacarmu Atau terjadi masalah di hotel?” tanya Hye Jin khawatir. Ha Ri menghapus air matanya lalu kembali memeluk Hye Jin dengan mengaku tak ada apa-apa dan merasa baik-baik saja, tapi air matanya kembali mengalir. 

Hye Jin datang menyapa seniornya yang sudah datang lebih dulu. Poong Ho melihat Pakaian Hye Jin normal lagi hari ini dan memuji Seleranya sudah meningkat. Hye Jin mengaku  pakaian ini Cuma 20-30 Won dan karena sudah  lama berkerja di Most jadi seleranya sedikit meningkat.
“Benar sekali, fashion bukan masalah uang Tapi mempelajarinya.” jelas Joo Young
“Tapi.... Kenapa selama ini penampilanmu tidak seperti ini?” sindir Han Sul yang berdiri didekat Joon Woo
“Aku harus bayar pinjamam kuliah. Jadi Tolong terima usahaku untuk lebih terlihat MOST.” ucap Hye Jin,  Seniornya memberikan tepuk tangan, Han Sul tertunduk malu karena selalu memandang rendah Hye Jin. 

Sung Joon pun menyudahi rapat dan mulai bersiap-siap. Joo Young menanyakan pidato pembuka. Poong Ho tahu yang seharusnya memberikan adalah Pimred, Nyonya Kim tapi mereka sadar bahwa Pimred mereka seperti itu dengan selalu berteriak “Bungiorno!”
“Banyak klien dari luar negeri. Pidato harus bahasa inggris, kan?” ucap Han Sul khawatir
“Aku akan menyiapkannya.” ucap Sung Joon mengambil alih, semua mengucapkan terimakasih, tiba-tiba Ah Reum masuk kedalam ruangan.

“Maaf aku terlambat. Mobilku tiba-tiba mogok.”ucap Ah Reum
“Apa mogoknya di tengah perempatan? Kalau seperti itu bisa terjadi kecelakaan.” ungkap Shin Hyuk khawatir.Joon Woo bertanya apakah mobilnya sudah ditaruh dibengkel. Ah Reum mengeleng karena masih bisa menyala lagi jadi langsung datang ke kantor.  
“Diantara A,B,C,D... Bukannya A yang terpenting? Itu hal dasar. Entah yang lain, tapi tolong lebih jelas.” tegas Sung Joon, Poong Ho menyuruh Ah Reum untuk memanggil mobil derek saja karena berbahaya. 

Shin Hyuk melihat ada sesuatu yang berubah, kartu ID Card Hye Jin mengunakan tempatnya, lalu kembali mengkomplain kemana Jakson yang lama dan berubah. Hye Jin menceritakan bahwa itu hadiah dari Sung Joon.
“Apa? Kenapa dia berikan itu?” ungkap Shin Hyuk  
“Hadiah selamat datang kembali.Kami sudah jadi rekan kerja sekarang, jadi aku menerimanya.” jelas Hye Jin, Shin Hyuk sempat tertawa mendengarnya.
“Ah.. Cuih... Aku sampai merinding... Cuih... Tidak masuk akal. Cuih!!!” ejek Shin Hyuk kesal keluar ruangan tapi kembali lagi, mengambil agendanya dan kembali mengumpat, Hye Jin melihat Shin Hyuk merasa rekan kerjanya itu memang tidak normal. 

Hye Jin mendengarkan lagu dengan earphone didalam bus, tiba-tiba para penumpang menjerit melihat keluar jendela. Hye Jin ikut melihat dan menjerit karena Shin Hyuk sengaja mengendarai motornya tepat disamping bus dan sangat berbahaya. Shin Hyuk seperti tak peduli dan tetap mengendarai motornya sambil berteriak “Jackson, welcome!!!”
Shin Hyuk sudah menunggu di dekat halte, Hye Jin langsung berlari ketika turun dari bus. Shin Hyuk langsung memberikan sebuah tas sebagai hadiah selama datang. Hye Jin menolak karena di kantor Shin Hyuk merasa merinding dan untuk apa menerimanya.
“Ini hadiah selamat datang.Aku menyambut kedatanganmu kembali.Karena itu, terimalah. Tas ini diskon 90%.” jelas Shin Hyuk lalu membandingkan hadiah pemberian Sung Joon dibanding tas yang diberikanya.
“Lihat betapa besar tas ini. Tas ini dariku dengan tempat ID Card itu,ratusan kali lipat besarnya dibandingkan hadiah dari wapimred ini. Skalanya sangatlah...” ungkap Shin Hyuk memandang remah.
Hye Jin tetap menolak dan menyuruh Shin Hyuk mengembalikan saja, Shin Hyuk pikir dengan nada ancaman, kalau memang tak mau lebih baik dibuang saja. Hye Jin tak peduli menyuruh Shin Hyuk membuangnya saja. Shin Hyuk melihat ada anjing yang lewat dan memilih untuk memberikan pada anjing.
“Anjing..... Ambil tas ini. bisa bawa daging dan tulang dengan tas ini. Warnanya cocok dengan bulumu! Fantastic!!!” ucap Shin Hyuk mengajak bicara anjing, si pemilik melihat tingkah Shin Hyuk beprki pria itu tidak gila
“Maaf. Dia lebih tidak waras dari penampakannya.” ungkap Hye Jin dengan wajah malu mendatangi si pemilik.
Shin Hyuk masih berteriak memanggil anjing itu agar membawanya, Hye Jin akhirnya memutuskan untuk memakai tas pemberiannya. Shin Hyuk pun merasa puas dan menyuruhnya untuk memakainya setiap hari lalu mengajak untuk makan udon. Hye Jin menolak dengan sikap ketus. Shin Hyuk tetap merayunya agar makan bersamanya, Hye Jin tetap menolaknya dan merasa heran dengan sikap Shin Hyuk yang berlebihan. 

Sung Joon sudah siap dengan setelan jasnya dan berlatih untuk memberika pidato pembuka dengan bahasa inggrisnya yang lancar. Di dalam ruangan, Han Sul sibuk dengan menyusun makanan yang disediakan untuk tamu. Poong Ho dengan gaya rambut belah pinggirnya mengatur foto-foto yang akan di pajang didepan pintu masuk.
Ah Reum mencoba mengatur semua bunga yang ada disetiap pintu masuk, Joo Young meminta Hye Jin mengambil brosur yang baru datang dan menaruh dipintu masuk agar bisa diberikan pada setiap tamu yang datang. Han Sul memberitahu Sung Joon akan datang 30 menit lagi.
Para artis pun mulai berdatangan, seperti Uee, Lee Jong Suk, melewati karpet merah. Hye Jin menyapa tamu-tamu yang datang ke acara dengan wajah sumringah bersama Eun Young. 

Shin Hyuk datang ke meja tim Most dengan bangga memperlihatkan fotonya dengan Lagerfield, Giselle Bunchen, John Cusack dan Liu Wen. Poong Ho ikut bahagia karena Shin Hyuk bisa foto dengan orang-orang terkenal.
Joo Young terlihat panik  memberitahu Han Sul kalau Sung Joon belum datang.  Han Sul binggung karena sebelumnya diberitahu sudah ada dijalan. Hye Jin mendengarnya, terlihat khawatir. Joo Young meminta Han Sul untuk mencari tahu dan semakin panik karena MC acara juga belum datang.
Joon Woo berlari masuk meminta Hye Jin untuk menjemput MC yang baru datang. Hye Jin menyapa MC dengan senyuman, MC memberitahu selama ini tak pernah terlambat tapi karena huja deras jadi jalan macet. Hye Jin panik mendengar bahwa di luar gedung ternyata sedang hujan sangat deras. 

Han Sul kembali datang memberitahu kalau Sung Joon tak mengangkat telpnya, Ah Reum kesal karena acara 3 menit lagi akan dimulai, dan mereka harus ada pidato pembukaan. Joo Young menyuruh Joon Woo agar memberitahu panitia supaya menunda pidato pembukaan.
MC baru menerima susunan lembaran acara, Joon Woo datang ke bagian belakang panggung untuk menunda pidato pembukaan. Si Kru pun memberitahu MC supaya menunda pidato, tapi karena telat memakai earphonenya, si MC malah mengatakan akan memulai acara ulang tahun THE MOST Korea ke-20. 

Semua tim MOST panik karena mereka meminta menunda tapi malah MC memulai acaranya. MC mulai memperkenalkan dirinya adalah Kim Jae Dong sebagai MC dari acara, semua tamu memberikan tepuk tanganya.
Hye Jin pergi ke luar melihat hujan yang sangat deras, teringat cerita Sung Joon saat melakukan perjalanan bisnis. “Ibuku...Meninggal saat usiaku 12 tahun. Pada kecelakaan mobil saat hujan. Sejak saat itu aku kesulitan naik mobik hujan-hujan.”  Hye Jin menyakinkan kalau Sung Joon akan baik-baik saja dan tak terjadi apapun, walaupun wajahnya sanga khawatir. 

MC Kim memulai dengan memutar video, dengan judul The Beauty of Shadow (Keindahan Sebuah Bayangan). Joo Young dan Shin Hyuk tak bisa berbuat apa-apa karena MC sudah memulai acara tapi Sung Joon belum juga datang.
Video yang mengambarka tim Most sedang menulis artikel, dan terlihat Shin Hyuk serta Poong Ho tertidur di kursi kerjanya. Shin Hyuk menepuk pundak Joo Young agar tenang, diakhir video bertuliskan “You Are Hero”  Semua tamu memberika tepuk tangan. Han Sul binggung karena pidato pembukaan sebentar lagi tapi Sung Joon belum juga datang.
“Kim Shin Hyuk, kau bisa inggris dan mukamu tebal, kan? Gantikan dia pidato pembukaan.” perintah Joo Young
“Aku tak ada persiapan, mana bisa?” kata Shin Hyuk menolak, Joo Young mendorong Shin Hyuk untuk naik ke panggung memberikan pidato. Beberapa tamu terlihat binggung karena panggung masih saja gelap.
bersambung ke part 2  

Sinopsis She Was Pretty Episode 9 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top