Tuesday, December 1, 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 5 Part 2

Joo Eun makan youghurt seperti yang di perintah Young Ho, dengan sekotak dada ayam rebus serta salad yang seperti kumpulan dedaunan, lalu mengeluh dengan aroma makanan organik yang menusuk hidungnya.
Dalam khayalan, ada ayam goreng, chicken katsu, jajangmyun, sup sapi, jus mangga dengan topping krim yang menjulang membuangnya sangat bahagia. Ketika akan mengambilnya, Young Ho datang langsung menghapus khayalanya.
“ Harus di ingat, "Lemak perut,"  akan menimbulkan "Penyakit dan resiko lainnya"  jadi "Harus mengontrol makan!"”tegas Young Ho
Joo Eun kaget melihat Young Ho yang datang berpikir kalau ia sedang tak sibuk, Young Ho mendekat mengejek Joo Eun adalah wanita licik jadi mengharuskan makan yang sudah ada didepanya. Joo Eun memukul pipinya dan menyadarkan matanya, berpikir kalau halusinasinya itu adalah efek dari diet. 

Joo Eun bertemu dengan klien, pertanyaan yang keluar adalah “apakah kliennya itu baru makan daging babi pedas dan panggang” si Pria mencium bajunya berpikir Joo Eun bisa mengetahui dari aroma pakaian yang digunakanya. Joo Eun menelan air liurnya membayangkan aneka makanan daging babi panggang.
Klien keduanya, Joo Eun bisa menembak makanan yang baru di makan adalah Jjamppong. Si klien hanya bisa menyengir karena Joo Eun bisa menebak dengan benar. 

Joo Eun memegang perutnya yang berbunyi sambil berbicara kalau sebelumnya sudah makan makanan yang tinggi protein dan rendah lemak, lalu mengadu pada Tuhan karena merasa lapar sambil menelungkupkan badanya.
“Apa aku harus menderita begini?” keluh Joo Eun mengangkat kepalanya kembali.
Teringat kejadian sebelumnya, Young Ho membandingkan wajahnya memang mirip di foto tapi meminta buktinya. Joo Eun kesal karena Young Ho tak percaya lalu berteriak dirinya tak akan makan sebagai bukti kalau dirinya kurus akan seperti yang ada di ponselnya. 

Seorang wanita dengan kacamata hitam datang, meminta waktu untuk berbicara dengan Korean Snake. Ji Woong mengetahui wanita itu adalah Yi Jin sambil menyapanya. Yi Jin menyangkal, Ji Woong menarik jaketnya lalu membuka kacamata hitamnya, terlihat mata Yi Jin yang dikenalnya.
Yi Jin memperingatkan Ji Woong untuk tak menyebarkan ke internet, lalu menyuruhnya keluar. Ji Woong pun dengan senyuman meninggalkan Yi Jin agar bisa berbicara dengan Joon Sung.
“Bukannya aku sudah menyetujui kontrak iklannya?” kata Joon Sung sambil merapihkan kaos untuk makainya. 
“Kenapa kau menyumbangkan honor iklanmu? Jika kau sok baik begitu, menurutmu orang akan menganggapku apa? Mereka akan menganggapku artis yang pelit! Maksudku, jika kau mau, kita bisa menyumbangkannya bersama. Kenapa kau malah bertindak sendirian begini?” keluh Yi Jin tak terima

Joon Sung memasang kaos kakinya merasa merek belum seakrab itu. Yi Jin menghela nafas kesal karena Joon Sung belum mengenalnya. Joon Sung mengaku kadang-kadang melihatny di TV. Yi Jin makin marah karena dirinya setiap detik muncul di TV bukan kadang-kadang.
“Oh ya, tentang sumbangan amal itu... Aku juga akan ikut menyumbang. Kau tak boleh salah bicara pada wartawan, oke?” kata Yi Jin lalu berjalan pergi, Joon Sung seperti tak peduli. Yi Jin baru beberapa langkah kembali mendekati Joon Sung.
“Aku hanya penasaran saja. Apa kau yakin anak yatim, kenapa kau menyumbangkannya pada organisasi ibu-ibu? Kenapa tak disumbangkan ke panti asuhan saja?” komentar Yi Jin.
Joon Sung menatap Yi Jin dalam-dalam. Yi Jin dengan senyuman sumringah berpikir Joon Sung itu menyukainya, karena semua pria pasti sangat menyukainya. Joon Sung menegaskan dirinya tak tertarik. Yi Jin berpikir Joon Sung itu seorang gay. 


Makan malam
Hye Ran bahagia melihat anaknya yang makan dengan lahap, Direktur Choi berkomentar melihat adiknya yang semakin kurus. Hye Ria meminta kakaknya untuk tak membahas seperti itu didepan anaknya. Direktur Choi berpikir harus memanggil adikna itu “Nyonya Gahong” lalu bertanya kenapa Tuan Kim belum datang, Hye Ran juga tak tahu karena sebelumnya mengatakan sudah sampai. Young Joon mengatakan tak apa-apa, lalu pamit pergi ke toilet lebih dulu.
“Bikin emosi saja, Kenapa keluarga itu tak menganggapnya? Pada ulang tahun ke-61 Gahong tahun ini, Ketua Lee mungkin akan menunjuk Kim Young Ho sebagai direktur. Apa yang kubilang, 'kan? Mereka tak menganggap Young Joon  sebagai anggota keluarga mereka.”kata Direktur Choi Sinis
“Oppa... Jangan bicara begitu.” ucap Hye Ran mencoba tenang.
“Buka matamu!! Dia bukanlah keluarga inti. Suamimu, Direktur Kim, adalah anak mertua Ketua Lee, Saat satu-satunya putrinya meninggal. Tak ada orang lain yang bisa.... “ kata Direktur Choi lalu disela oleh Hye Ran
“Tak peduli apa yang dikatakan orang, dia adalah anak suamiku dan cucu ibu mertua.” tegas Hye Ran
Direktur Choi meminta adiknya untuk sadar sebelum ditusuk dari belakang dan membuatnya lebih menderita. Hye Ran menatap kakaknya dan hanya bisa diam.
Saat itu kepala Min berpapasan dengan Young Joon yang baru kembali dari toilet, mendengar suara direktur Choi lalu berjalan keruang sebelahnya. Young Hoo duduk sendirian, Kepala Min melirik ke bagian belakang, berpikir Young Ho bisa mendengar pembicaran ibu tiri dengan kakaknya.
“Nona. Cha Sun Young dari Duksung mungkin akan terlambat.” ucap Kepala Min sambil membawa sebuket bunga.
“Kau serius dia terlambat Ataukah dia memang tak mau datang?” kata Young Ho, Setelah itu dengan membawa buket bunganya keluar, menyuruh kepala Min makan sendiri dan mengaku sangat marah karena telah berbohong. 

Joo Eun masuk ke sebuah cafe dengan koper besar dan bunga, melihat sekeliling lalu berpikir dirinya lebih dulu datang. Ia pergi ke kasir untuk memesan macchiato karamel dan mengubahnya untuk memesan coklat putih saja. Tapi akhirnya memesan macchiato karamel dengan banyak krim dibagian atas.
Young Ho datang meminta untuk membuatkan peppermint yang hangat. Joo Eun kaget dan memegang bagian pipi Young Ho, karena berpikir hanya halusinasinya saja. Young Ho heran dengan yang dilakukan anak didiknya. Joo Eun baru yakin kalau Young Ho yang disampingnya memang sungguhan.
“Apa Kau mau pindah ke suatu tempat?” sindir Young Ho
“Ya. Ke luar angkasa.”kata Joo Eun
“Kau pikir aku akan setuju?” balas Young Ho
“Ji Woong setuju, Aku bisa tinggal di sana sampai aku menemukan rumah baru. Rumahmu kan banyak kamar yang kosong.” ucap Joo Eun
“Kau memang wanita yang gesit tak seperti yang terlihat di luar. Aku akan mengambil mobilku dulu, jadi bersiap-siaplah.” kata Young Ho lalu keluar dari cafe. 

Di dalam mobil
Joo Eun heran karena Young Ho meminta untuk memegang buket bunga ditanganya, Young Ho beralasan dengan menaruh bunga dibelakang bisa rusak karena pemberian dari orang spesial, lalu menawarkan untuk menghidupkan penghangat. Joo Eun langsung menolak karena  sudah memiliki penghangat otomatis di dalam tubuhnya.
“Bukannya itu pot bunga dari penguntit itu?” kata Young Ho melihat pot bunga di jok belekang
“Kau pasti senang karena kau diberikan bunga dari orang yang spesial. Sedangkan aku menerima pot bunga itu dari penguntit.” ucap Joo Eun
“Sudah berapa lama? Sekarang kau bisa mengeluarkan apa yang kau pikirkan.” ejek Young Ho sambil memegang dahi Joo Eun, tangan Joo Eun langsung mendorongnya.
“Meskipun aku membenci pengirimnya, tapi tidak dengan bunganya. Karena itulah, aku membawanya juga.” jelas Joo Eun
Young Ho berkomentar Joo Eun memang orang yang baik. Joo Eun melihat Young Ho yang membeli bantal dan sperai baru, berpikir kalau kemarin meminjamkan padanya. Young Ho berdalih untuk persiapa kalau nanti pacarnya menginap. Joo Eun menarik nafas kaget. Young Ho pikir Joo Eun tak memperbolehkanya.
Joo Eun tak berpikir seperti itu karena sebelumnya sudah ada berita tentang skandalnya dengan Anna Sue, lalu mengucapakan selamat pada Jhon Kim karena Skandalnya dengan Anna Sue telah menghilang dari nomor satu trending topik, Young Ho hanya bisa menghela nafas. Joo Eun baru sadar kemana Young Ho akan membawanya sekarang. Young Ho berbisik untuk menemui wanita idealnya. 

Joo Eun melihat ruangan itu tempat Ju-jitsu, dengan wajah binggung menanyakan alasanya membawa ke tempat itu. Young Ho ingin memperkenalkan wanita idealnya pada Joo Eun. Wajah Joo Eun binggung menanyakan untuk apa ia harus menemuinya. Young Ho pikir agar Joo Eun bisa melihat dan belajar. Joo Eun semakin binggung untuk apa melakuka itu.
Seorang wanita berbaring dilantai dan pria ada dibagian atas sambil menjelaskan posisinya adalah penjagaan tertutup, dan wanita terlihat sangat dirugikan padahal sebenarnya tidak. Joo Eun tak bisa menutupi rasa kagetnya melihat wanita yang ada dibagian bawah bisa membanting pria beberapa kali, bahkan memiting tanganya. Young Ho berbisik bahwa itu adalah wanita idealnya dan juga  suami wanita idealnya. Keduanya melihat saling mengadu fisik dalam seni Jitsu. 

Joo Eun sudah berganti pakaian melihat Young Ho hanya sendirian bertanya kemana dua orang itu,  Young Ho memberitahu keduanya sudah pulang lalu meminta agar Joo Eun mendekat. Akhirny Joo Eun pun menuruti perintah Young Ho untuk lebih mendekat.
“Tak ada hukum yang akan melarang penguntit itu datang lagi padamu. Jadi, aku akan mengajarmu tekhnik perlindungan. Jiu-Jitsu adalah satu-satunya olahraga yang wanita bisa gunakan untuk mengalahkan pria. Kalian bisa menghancurkan pria dengan tekhnik ini.”jelas Young Ho, Joo Eun mengerti alasannya mengajak ke tempat ini.
Young Ho berbaring dan meminta Joo Eun naik diatasnya, Joo Eun melotot kaget. Young Ho mengingatkan posisi pria sebelumnya dan dirinya akan berperan sebagai, Kang Joo Eun sementara Joo Eun akan berperan sebagai penguntit itu, jadi meminta untuk cepat menyerangnya sebanyak yang dinginkanya.
Joo Eun memperingatkan kalau Young Ho yang memintanya lalu dengan penuh semangat mendekati Young Ho untuk memukulnya. Tapi Young Ho bisa menghindar dan mengunci bagian pinggang Joo Eun dengan kakinya sampai akhirnya terjatuh didadanya. Joo Eun kaget berbaring diatas badan Young Ho, lalu Young Ho mendorongnya untuk duduk kembali. 

Belum hilang rasa kaget Joo Eun, Young Ho meminta agar mengulang teknik itu lagi. Joo Eun mulai memukul, dengan cepat Young Ho mengaitkan kakinya, Joo Eun tak bisa menahanya membuat bibirnya menyetuh bibir Young Ho dengan cepat. Suasana hening sejenak, Joo Eun tak bisa menutupi rasa shocknya, Young Ho akhirnya memutar badanya untuk berada diatas.
Joo Eun tergeletak dengan wajah lemas, Young Ho merasa terlalu banyak kontak fisik dan memberikan peringatan pertamanya. Joo Eun menjelaskan bukan itu maksudnya, Young Ho langsung menekuk lutut Joo Eun dan menaruh bagian kaki di pinggangnya.
“Penjagaan tertutup berarti kau mengunci pelaku dengan kakimu, Jadi Kencangkan kakimu.” ucap Young Ho, Joo Eun mengencangkan tanpa mau menatap wajahnya karena malu.
“Jangan berpaling, tapi tatap langsung matanya.” perintah Young Ho dan meminta untuk mengencangkan ikatanya.
Joo Eun pun mengencangkan, Young Ho meminta untuk melepaskan tapi Joo Eun malah menariknya dan Young Ho bisa menahan dengan tanganya. Keduanya saling menatap, Young Ho berkata “tap...tap...” Joo Eun terlihat kebinggungan.
 Young Ho memberitahu Joo Eun kalau arti “tap...tap..” itu untuk melepaskan lalu mengoda Joo Eun yang sengaja tak ingin melepaskanya. Joo Eun pun melepasnya. Young Ho pun duduk dengan tenang lalu menyuruh Joo Eun untuk bernafas. Joo Eun masih berbaring dengan wajah shock berusaha untuk bernafas teratur. 

Di dalam mobil
Joo Eun mencoba menghilangkan kesunyian dengan membahas tipe idela Young H adalah wanita yang suka bela diri.  Young Ho mengakui suka dengan wanita yang kuat yang seksi, jadi tak akan khawati apabila sedang tak bersamanya.
“Aku pikir, yang kau suka itu wanita yang seperti Anna Sue.” komentar Joo Eun
“Apa Kau penasaran dengan tipeku? Oh, aku mengerti. Apa kau mau membahas tentang ciuman kita tadi?” goda Young Ho
“Tidak! Apa maksudmu, kita ciuman?” kata Joo Eun menyangkal lalu mencoba mengalihkan pembicaran kalau beratnya sudah turun 4,2kg dan  merasa lebih kurusan sekarang.
Young Ho kembali mengodanya denga membahas perasaan saat kejadian ciuman tadi. Joo Eun memotongnya dengan mengalihkan pembicaran dirinya akan menguruskan badanya lagi. Young Ho mengingatkan tubuh Joo Eun  adalah miliknya sekarang, lalu merasa dirinya tak setuju Joo Eun lebih kurus.
Joo Eun langsung cemberut, tapi akhirnya Young Ho mengucapkan selamat karena Joo Eun bisa menurunkan berat badanya dengan panggilan mengejek “Daegu Venus”. Joo Eun menatap jendela mobil, merasa sudah lama tak mendengar panggilan itu. 

Joo Eun menutup setengah wajahnya dengan selimut, mengingat kejadian sebelumnya yang tak sengaja mencium Young Ho, seperti membuatnya tak bisa tertidur karena kejadian tadi.
Young Ho mengeluarkan bantal dan selimut dari kotaknya, lalu mencoba berbaring, teringat kembali saat bibir Joo Eun mencium bibirnya. Akhirnya ia memiringkan badannya agar bisa tertidur, ternyata tetap tak bisa. Ia memutar balik selimutnya dan kembali berbaring, tetap saja pikiran kembali teringat, usaha yang terakhir adalah menutup semua wajahnya agar tertidur.

Pagi hari
Joo Eun sudah masak salad dan juga dada ayam rebus dan memanggil semuanya karena sarapan sudah siap. Joon Sung datang mengambil salad dan ayam, Joo Eun berbisik menambahkan ayam karena mereka hanya bisa makan seperti itu dan hanya air saja jadi harus makan banyak.
Ji Woong binggung mendengar Joo Eun yang berbisik, Joo Eun yakin nanti Young Ho bisa marah sambil mengikuti gaya Young Ho bahwa gajah juga herbivora. Joon Sung memberitahu Young Ho tak ada dirumah. Joo Eun kaget karena semalam masih bersamanya, Joon Sung menjelasn Young Ho itu harus mengurus sesuatu jadi mungkin terlambat pulang.
Joo Eun berusaha mengerti dan mengajak mereka makan, suara Young Ho terdengar kembali yang mengingatkan untuk makan obat dan menyuruhnya agar lebih teliti lagi. Akhirnya Joo Eun pergi ke kamarnya untuk meminum obat lebih dulu sebelum makan. 

Young Ho bersandar di bangku depan menuju Daegu, Kepala Min yang menyetir merasa duduk dibangku belakang lebih membuatnya nyaman. Young Ho menegaskan bahwa dirinya bukan seorang direktur dan Kepala Min bukan sopirnya.
“Tolong pertimbangkan kembali Nn. Cha Sun Young dari Duksung. Anda berdua sangatlah serasi.” kata kepala Min
“Coba pikirkan, Kita berdua malah lebih serasi. Oh ya, kenapa kau tak memberiku bunga lagi?” komentar Young Ho dengan hubungan keduanya.
“Besok akan menjadi hari yang berat, Sebaiknya anda tidur sekarang.” kata Kepala Min. Young Ho memasang earphonen setuju untuk istirahat. 

Joo Eun berbicara dengan Hyun Hoo yang berpikir sedang makan enak, padahal hanya makan semangkuk kecil salad, lalu menceritakan celananya sudah longgar dan Berat badannya sudah turun banyak.
Hyun Hoo memberitahu kalau mantan suaminya itu pergi ke Amerika untuk mencari Jhon Kim, Joo Eun kaget bertanya kapan PD Go akan kembali. Hyun Hoo tak tahu, Joo Eun kesal temanya itu tak tahu padahal mereka mantan suami istri, lalu menutup telpnya saja.
Joo Eun benar-benar penasaran kemana perginya Young Ho tanpa memberitahunya dan berpikir sudah pergi ke Amerika. Seperti biasa Joo Eun berlatih dengan mengangkat barbel sambil berbaring, sampai hitungan ke lima belas melihat ponselnya lalu kembali berlatih. 

Ponselnya berdering dengan nama “pelatih” dilayar, Joo Eun berpura-pura tak mengetahui dengan bertanya siapa yang menelpnya. Young Ho pikir dilayar terlihat nama “pelatih”, Joo Eun kembali berpura-pur baru mengetahuinya dan menduga kalau sedang diluar kota dan memberitahu sedang minum wine. Young Ho tiba-tiba menutup telpnya, Joo Eun binggung karena Young Ho langsung memutus telpnya. 

Tiba-tiba Joo Eun melihat Young Ho yang mengunakan video call, akhirnya menutupi wajahnya agar tak terlihat gemuk. Young Ho mengejek Joo Eun yang tak pintar berbohong, lalu bertanya sudah berapa lama berolahraga. Joo Eun pikir sudah sekitar 30-40 menit.
Young Ho bertanya kembali apakah Joo Eun melakukan pemanasan dulu,  Joo Eun dengan ketus berpikir Young Ho tak perlu peduli. Young Ho mengingatka 10 hal yang harus dilakukanya, Joo Eun mengeluh Young Ho mulai mengomel dan harus ada yang namaya “face time” lalu mengejek pelatihnya itu pasti sangat merindukanya.
“Jadi, kau sangat merindukanku, ya? kenapa kau tak pernah bersikap baik saja padaku?” balas Young Ho mengejek, Joo Eun pura-pura tak mengerti.
“Kau pasti menyukaiku, 'kan?”goda Young Ho dengan wajah sumringah
“Memangnya aku bisa latihan apa lagi jika kau tak ada?” teriak Joo Eun kesal
“Rekam dirimu saat latihan nomor satu, empat, dan lima lalu Kirim videonya. Aku akan menyemangatimu dari sini.” perintah Young Ho
Joo Eun binggung dengan membuat video. Young Ho kembali mengodanya kalau bukan video Porno yang dikirimkan, tapi Video yang membuktikan bahwa Joo Eun sungguh berolahraga, setelah itu meminta Joo Eun agar mengeser ke bagian pipinya saja. Joo Eun akhirnya memberanikan diri bertanya apakah sekarang Young Ho sedang ada di Amerika.
Young Ho melihat ke bagian belakang ada gambar pohon nyiur, Joo Eun pikir Young Ho kembali ke  Amerika untuk bertemu dengan Anna Sue, Young Ho kembali mengodanya. Joo Eun memperingati Young Ho bahwa mantan suami temanya sedang mencarinya di Amerika jadi lebih berhati-hati lagi. Terdengar bunyi ketuka pintu, Young Ho berbisik memberitahu mungkin Anna Sue yang datang, Joo Eun dengan kesal memberikan selamat semoga malamnya menyenangkan lalu menutup telpnya. 

Young Ho langsung menurutnya selimut bergambar pantai, ketika Kepala Min masuk dalam kamar rawat memberikan dokumenya  agar Young Ho mengisinya. dan sengaja memperbesar  volume alat untuk membuat udara di dalam tak kering.
“Kepala Dokter akan tiba besok pagi, jadi Silahkan beristirahat.” ucap Kepala Min, Young Ho tiba-tiba memanggil kepala Min yang membuat walinya sementara terlihat binggung.
“Tidak, aku hanya ingin mengucapkan selamat malam saja.” kata Young Ho lalu duduk sendirian dalam ruang rawatnya.
Didepan ruang MRI, Kepala Min menunggu dengan wajah khawatir. Young Ho masuk ke dalam seperti lorong memeriksa semuanya bagian tubuhnya. 

Joo Eun yang penasaran mencoba mengirim pesan pada PD Go, apakah ia sudah menemukan John Kim, tapi tak ada balasan. Sementara Young Ho melihat hasi rekaman latihan Joo Eun dengan senyuman, Setelah itu ia mengecek bagian otot kakinya dengan mengangkatnya.
Kepala Min mondar mandi didepan ruangan dengan gelisah, Young Ho berlari diatas treadmill untuk melihat jejaknya dan dimalam harinya melihat kembali video latihan Joo Eun ditanggal 22 November, sampai ikut larut dan hampir jatuh karena ikut melihat dari sudut 90 derajat. Joo Eun pun sudah terbiasa bangun dari tempa tidurnya dan meminum obatnya. 

Young Ho melihat hasil tesnya, Dokter memberitahu Young Ho mengidap penyakit langka dan tak bisa menjaminnya karena kasus khusus, tapi  Sejauh yang ia tahu tentang Osteosarcoma, bahwa Young Ho telah 99,9% telah sembuh. Young Ho memegang bagian lututnya seperti tak percaya.
“Oh ya, anda bilang, biasanya merasakan sakit. Sakit seperti apa?” tanya dokter
“Mungkin hanya psikoneurosis... Terkadang, sakitnya sangat menyiksa.” jelas Young Ho
“Ya, mungkin karena faktor psikologis, Seperti faktor ketakutan. Karena operasi ini memang sangat menyulitkan bagi anak kecil.” jelas Dokter

Flash Back
Young Ho menjerit ketakutan meminta tolong pada ayahnya tak mau melakukan operasi, tapi ayahnya yang dingin membiarkan Young Ho masuk ke dalam ruang operasi dengan para suster.
Ketika lampu operasi menyala, Young Ho seperti masih sadar menjerit kesakitan dengan air mata mengalir dan memohon untuk melakukan saat besar saja jangan sekarang, tapi operasi tetap dilakukan dengan usia Young Ho yang masih kecil. 

Dokter memberitahu penyakit Psikoneurosis belum ada obatnya. Young Ho pikir sampai nanti mati mungkin ketakutan itu tak akan hilang. Dokter meminta Young Ho menghubunginya kapan saja jika terjadi sesuatu. Young Ho mengerti sambil mengucapkan terimakasih.
“Anda pasti sangat bosan saat rehabilitasi. Tapi, anda telah menjalaninya dengan baik. Jadi, bagaimana hari-hari anda selama di sini?” tanya Dokter
“Aku juga melakukannya demi bertahan hidup.” kata Young Ho
“Anda telah berusaha keras. Kita bahkan bisa menyebut ini sebagai keajaiban.” ucap Dokter, Young Ho merasa ini juga semua berkat Dokternya dan kembali mengucapkan terimakasih. 

Kepala Min melihat wajah Young Ho terlihat tak tenang lalu bertanya kemana aan pergi. Young Ho mengatakan hanya  ingin beristirahat. Kepala Min pun akan mengantarnya ke hotel terdekat.Sesampainya di hotel, Young Ho mengirimkan pesan pada Joo Eun “Anna Sue ingin lebih lama lagi bersamaku. Untuk hari ini, lakukan nomor dua, lima, dan sepuluh.”

Pagi hari, Kepala Min sengaja membawakan sarapan dan melihat Young Ho masih tertidur lalu menaruh bunga disamping tempat tidurnya dan sengaja menutup tirai agar Young Ho bisa tidur dengan nyenyak. Young Ho tetap tertidur nyenyak.
Kepala Min kaget melihat Young Ho sudah tak ada ditempat tidurnya, tapi melihat piring kemarin sudah bersih dengan bunga dimasukan kedalam gelas. Tiba-tiba Young Ho datang menyapanya “selamat pagi”.
Kepala Min memperbaikinya kalau seharusnya "Selamat malam." Young Ho kembali bersemangat memberikan bunga disaku baju Kepala Min lalu mengajaknya pulang. Kepala Min sedikit tersenyum menerima bunga yang diberikan padanya. Young Ho pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri. 

25 November 2014, jam 8 malam
Joo Eun latihan keseimbangan dengan berdiri diatas bola, Young Ho masuk keruangan bertanya dimana semua orang, Joo Eun tak bisa menahan keseimbanganya, Young Ho pun mengorbankan tanganya, dengan jatuh bersamaan, mata melotot melihat Joo Eun yang tak memiliki pipi tembem lagi. Joo Eun berbicara sesuatu tapi Young Ho terlihat masih shock tak bisa mendengarnya.
Tiba-tiba Joo Eun memperlihatkan lesum pipinya yang memuat Young Ho tersenyum. Joo Eun mengomel karena Young Ho tak mendengar ucapanya, Young Ho memegang lesum pipi Joo Eun yang tak pernah dilihat sebelumnya.
bersambung ke episode 6

Sinopsis Oh My Venus Episode 5 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top