Monday, September 7, 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 3 Part 1

Hyun Suk melipat tangannya didada merasabenar-benar tidak tahu, mungkin seperti omong kosong tapi tetap ia masih perlu jawaban dari pertanyaan. No Ra hanya diam, Hyun Suk mengusulkan lebih baik bertanya langsung pada suaminya. No Ra heran karena Hyun Suk ingin bertanya pada suaminya langsung.
Tidak! Kau tidak bisa.” Teriak No Ra
“Aku bisa konfirmasi sesuatu tentangmu sekarang. Bahwa suamimu tidak tahu bahwa kau pergi ke sekolah. Kedua, kau hanya perlu memberitahuku alasan mengapa.” Tegas Hyun Suk
Maksud aku... kau..kau... Tapi kenapa...Mengapa kau ingin tahu tentang hal itu?” tanya No Ra
Ini kebiasaan dan hanya caraku saja.” Ucap Hyun Suk, No Ra mengejek kebiasaan jenis macam apa seperti itu.
Ada segala macam orang Di dunia. Dan tentu saja akan ada segala macam kebiasaan juga.” Jelas Hyun Suk
Oke, oke jadi Karena kebiasaan aneh atau apapun ...Apa kaumengancamku?” uca No Ra
Hyun Suk merasa itu bukan ancaman tapi negosiasi yaitu dengan memasukanya ke kelas Psikologi lalu kembali bertanya haruskan ia bertanya pada suaminya langsung.
Itu karena katanya ...Kehidupan kampus akan sulit di usiaku yang lebih tua. Mahasiswa hari ini tidak memiliki kepentingan pada orang yang lebih tua, atau ingin menyertakan orang-orang seperti aku. Dia mengatakan apa gunanya dalam kesepian kehidupan kampus tanpa teman. Dan mengatakan kepadaku untuk hanya hidup kehidupan yang nyaman sebagai ibu rumah tangga, Tapi aku ingin pergi..” Jelas No Ra

Mengapa kau ingin pergi ke perguruan tinggi sekarang ketika kau berhenti sekolah tinggi sehingga mudah?” tanya Hyun Suk
“kau hanya memintaku, menjawab mengapa aku menyembunyikannya dari suamiku. Dan sekarang aku sudah bilang. Jadi kau tidak akan meminta suamiku kan? Maafkan saya. Sebelumnya ... 20 tahun yang lalu, Aku bersalah padamu entah bagaimana itu dan itu sangat besar, kan?” kata No Ra tapi Hyun Suk malah binggung.
No Ra kembali mengucapkan permintaan maafnya, karena tidak bisa mengingatnya.

Flash Back
No Ra memanggil Hyun Suk meminta supaya memutar kembali lagu dari walkmannya, lalu mulai menari. Yoon Young tak percaya Balet dan Modern Dance itu bisa gambungkan karena No Ra berpikir yang masuk akal.
Hyun Suk mengucapkan permintaan maaf, No Ra memarahinya karena selalu mengucapkan permintaan maaf. Hyun Suk binggung.
Mengapa Kau meminta maaf? Apakah Kau melakukan sesuatu yang salah? Kau bahkan tidak melakukan sesuatu yang salah,jadi mengapa kaumengatakan maaf?” omel No Ra, Hyun Suk hanya diam
“Aku pikir itu ide yang menyenangkan dan kau harus melakukannya juga.” Ucap No Ra pada Yoon Young sambil memiting temannya supaya mau melakukannya. Hyun Suk tersenyum
Beberapa saat kemudian, No Ra berlatih dengan modern dance sementara Yoon Young dengan balet dan lagu yang di putar dari walkman. Hyun Suk ada didepan seperti sutradara yang melihat dan mengatur penampilan keduanya. 

No Ra kembali meminta maaf dan meminta Hyun Suk supaya memberitahunya supaya bisa meminta maaf lebih resmi lagi. Hyun Suk bertanya alasan No Ra terus menerus meminta maaf padanya padahal sama sekali tak ingat kesalahanya.
“Aku meminta maaf karena  tidak ingat. Dan juga, kau tidak akan harus melihatku lagi. Aku sudah keluar dari kelasmu. Kau mengatakan kepadaku, . "Permintaan perubahan jadwal Kelas mulai hari ini.” Ucap No Ra polos.
Apakah kau mengejekku sekarang?” kata Hyun Suk kesal
Tidak ... tidak seperti itu . Jika muncul seperti ini, Aku minta maaf tentang itu juga.” Kata No Ra merasa bersalah
Kenapa kau terus mengatakan maaf? Ini tidak sepertimu.” Tegas Hyun Suk heran
Karena kau menakutkan!” akui No Ra
Hyun Suk pikir No Ra itu takut padanya, No Ra merasa tak seperti itu tapi melihat sikap Hyun Suk tak suka padanya jadi menurutnya tak ada alasan untuk bertemu satu sama lain, setelah itu pamit pergi. Hyun Suk bertanya-tanya apakah No Ra memang berubah atau hanya berpura-pura saja. 


No Ra berjalan menuruni tangga, Hyun Suk memanggil menyuruhnya berhenti, No Ra semakin berjalan dengan cepat. Hyun Suk pun berteriak akan bertemu dengan suaminya. No Ra pun akhirnya berhenti.
Sepertinya kau akan masuk ke kelasku lagi. Jika kau keluar maka kelasku akan liburkan.” Kata Hyun Suk dengan nada mengancam, No Ra binggung dengan teman SMAnya yang melakukan semua ini padanya.
Sebagai imbalannya, aku akan memasukkanm ke kelas psikologi.” Kata Hyuk Suk lalu menelp Prof Lee Chang No yang akan menempatkan salah satu mahasiswa baru untuknya. 

Woo Chul memulai mata kuliah psikologinya, pria yang mengambil kelas No Ra terlihat sumringah bisa mengikuti kelas psikologi di semester itu.
Mari kita pelajari dunia psikologi ...Yang akan menanamkan suatu prinsip dalam hidup kalian.” Jelas Woo Chul lalu beberapa saat kemudian menyudahi kelasnya.
Ponselnya bergetar ada pesan yang masuk Profesor Kim. Seperti bukumu,"Di bawah Pohon Wisteria." Woo Chul terlihat tersenyum membaca pesanya. 

Yi Jin sudah duduk ditaman dengan membaca buku, Woo Chul datang berpura-pura menelp mengatakan mereka tidak bisa melakukannya di kampus. Yi Jin yang berpura-pura membaca  membalasnya tidak punya waktu  malam ini. Woo Chul pikir mereka bisa bertemu besok.
Mengapa kemarin kau bicara kasar pada Produser Cha?” tanya Yi Jin
Dia memang sulit untuk diajak berbicara dan hanya anggota fakultas yang tidak tahu apa-apa.” Komentar Woo Chul merendahkan
Oh astaga! Itu tidak benar. Kami yang mengundang Profesor Cha untuk datang ke sini dan Betapa sulitnya untuk menghadirkan dia. Bahkan Dia tidak ingin menjadi dosen tetap dan Kami hampir saja gagal mengajaknya untuk menjadi dosen di sini. Itulah sebabnya kami memberinya sebuah kantor khusus.” Jelas Yi Jin
Woo Chul tak percaya Hyun Suk menolak menjadi dosen tetap, Yi Jin menceritakan Hyun Suk ingin menjadi seorang produser selamanya, lalu memujinya sebagai pria yang tampan dan memiliki banyak pengemar. Woo Chul melihat Hyun Suk pria yang keras kepala, Yi Jin rasa itu bagian dari pesonanya.
Apa kau menilai dia baik,padahal dia tidak punya sopan santun sama sekali.” Keluh Woo Chul akhirnya membalikan badanya menatap Yi Jin 
Oh? Dia tidak seperti itu. Dia orangnya apa adanya, dan sedikit kaku. Cha Hyun Suk orangnya sangat baik. kata Yi Jin membela, Woo Chul mengejek Yi Jin yang melihat Woo Chul juga menawan. 
Yi Jin melihat sikap Woo Chul seperti cemburu, Woo Chul menyangkalnya, menurutnya Sikap Cemburu adalah perasaan yang sangat dangkal dan muncul ketika  tidak bisa mempercayai seseorang. Yi Jn membalasnya, kalau itu sebatas naluri yang muncul ketika kita takut kehilangan seseorang.
Tapi... mengapa kita harus bertemu orang seperti sekarang?” kata Woo Chul tersadar, Yi Jin tak tahu lalu keduanya pura-pura saling balik badan, Woo Chul pun langsung pura-pura kembali menelp dan Yi Jin kembali membaca buku. 

No Ra menuruni tangga dan mengingat kejadian sebelumnya lalu memanggil Hyun Suk, bertanya apakah temanya itu sudah mengetahui suaminya. Hyun Suk terlihat gugup mengakui kemarin bertemu dengan suaminya.
“Pertanyaan, Apakah aku kuliah tanpa sepengetahuan suamiku? Berarti kau tahu suamiku..” kata No Ra menyimpulkan.
Bagaimana jika memang aku tahu?” komentar Hyun Suk santai, No Ra heran Hyun Suk bisa tahu suaminya.
Nama suamimu Kim Woo Chul, Kau mau bilang apa lagi? Aku ingin tahu mengapa kau kuliah? Kenapa baru sekarang? Dan kenapa menggambil jurusan sastra?” tanya Hyun Suk penasaran
Baiklah. Jika kau memberitahu aku, bagaimana kau tahu suamiku, aku akan menjawab pertanyaanmu.” Kata No Ra

Hyun Suk meminta supaya No Ra menjawab pertanyaannya lebih dulu, No Ra tak percaya yang didepanya itu Hyun Suk dan Hyun Suk juga mempertanyakan hal yang sama apakah wanita yang di kenal itu No Ra. Akhirnya No Ra menyerah untuk tak berdebat lagi.
Alasanku kuliah adalah...Sekarang anakku sudah dewasa. Jadi aku ingin pendidikanku sama dengan pendidikan suamiku.” Jelas No Ra, Hyun Suk pikir tak hanya itu saja.
Ya, aku akan memberikan suatu kejutan padanya di bulan Juni nanti. Dan Aku tidak ingin suamiku tahu, sampai waktunya tiba” cerita No Ra, Hyun Suk tertawa karena penjelasanya sangat detai, No Ra pun meminta Hyun Suk menjawab pertanyaanya.
Aku tahu dia dari Yang Dong Chul, yang satu kelas dengan kita. Dia bilang jika suamimu adalah seorang professor yang bekerja di Universitas Yongjoo. Dan Seseorang datang ke Universitas Woocheon .Ah... Kau benar.hanya buang-buang waktu saja... Pergilah.” Kata Hyun Suk pergi begitu saja, No Ra heran melihat Hyun Suk yang sangat aneh. 


Hyun Suk kembali ke dalam kantornya, Song Ye memberitahu kalau No Ra yang tadinya sudah mengundurkan diri akhirnya kembali ke dalam kelas. Hyun Suk berpura-pura sangat menyayangkan hal itu terjadi.
Kau membuat orang tidak suka padamu. Aku benar-benar ingin tahu mengapa dia kembali mendaftar” Komentar Song Ye, Hyun Suk mengatakan memang itu yang bikin penasaran 
Aku siap mengambil resiko. Apakah Ha No Ra .... si wanita jalang itu? Dua tahun yang lalu kau pernah bilang sesuatu, hanya satu kali setelah kita selesai minum.
Itu buruk sekali, memalukan, jalang menjengkelkan...Siapa cinta pertamamu.” Kata Song Ye yang membuat Hyun Suk mengangkat wajahnya merasa tak percaya ia bisa seperti itu
Mungkin aku salah dengar dan  minum terlalu banyak.” Pikir Song Ye. Hyun Suk setuju menurutnya keadaan seperti itu sangat bodoh. 


No Ra membaca surat penjanjian yang diketik komputer diatas meja.
Aku, Ha No Ra,mengenai pengakuan Min Soo, aku membuat surat perjanjian perceraian resmi,selama tiga bulan terhitung dari tanggal 2 Maret. Jika aku tidak menepati janji ini.Aku akan kehilangan toko nomor 218 di Yeonam-dong, seperti yang tercantum dalam butir no 2.
Woo Chul yang ada didekatnya mengatakan mungkin telah terjadi kesalahan  dan bertindak seperti bukan masalah besar. Tapi melakukan kesalahan yang sama dua kali adalah suatu kebiasaan buruk dan bisa menjadi hal yang sangat menakutkan. No Ra langsung memberikan cap jariya, agar suaminya tak banyak bicara lagi.
Jangan menyesal ini hanya enam bulan.” Kata No Ra dingin lalu keluar dari ruangan
Kita melakukan ini agar tidak akan ada penyesalan di antara kita.” Teriak Woo Chul 

Pagi Hari
No Ra sudah menyiapkan sarapan, Min Soo baru keluar kamar pamit pergi akan pergi ke perpustakaan. No Ra binggung karena hari sabtu dan anaknya sudah sibuk kuliah, les bahkan tugas kelompok menurutnya anaknya harus istirahat. Min Woo pikir akan bisa mengaturnya sendiri.
Aku mau mengunjungi nenek, Jadi Sekarng disini akan sepi, kau bisa tidur sepanjang hari. Atau Sebelum pergi, sebaiknya kau makan dulu.” Kata No Ra,
Jika aku kekenyangan, itu bikin aku malas sepanjang hari. Pergi dan belajarlah. Nanti aku mau mampir ke perpustakaan.” Ucap Woo Chul keluar dari kamar kerjanya.
Mi Soo kaget ayahnya ingin pergi kekampusnya, Wooo Chul mengatakan akan membicarakan beberapa hal dengan anaknya. Min Soo pun mengangguk lalu keluar rumah, sementara No Ra sedih menatap masakannya yang tak disentuh. 

Hye Mi bahagia melihat pamplet tentang perjalanan kereta dan sudah membawa keranjang berisi makana, Min Soo menelpnya memberitahu kalau belum berangkat, Hye Mi memberitahu bisa akan datang tiga menit lagi. Akhirnya keduanya harus duduk di bangku perpus saling berhadapan dan berbicara dengan salin mengirim pesan.
Kapan ayahmu akan datang, kau tidak tahu?” tulis Hye Mi kesal
Tidak, aku diminta untuk belajar dan menunggu.” Balas Min Soo
Tanyakan sama ayahmu ketika ia pulang.” Tulis Hye Min, Min Soo pun tidak bisa melakukan itu.
Hye Mi akhirnya berdir bertanya dengan suara berbisik berapa lama mereka harus menunggu. Min Soo panik menyuruh Hye Mi duduk dan akan segera menghubunginya, Hye Mi tak sengaja menyenggol kaki Min Soo lalu menjepitnya dan megucapkan kata maaf. Min Soo pun tersenyum, tiba-tiba Hye Mi langsung melepaskannya karena Woo Chul sudah datang. 

Min Soo tak enak hati melihat Hye Mi yang duduk sendirian dengan memakan bekal sementara ia dan ayahnya makan bersama. Woo Chul heran melihat Min Soo yang belum memakan makanya, lalu menyuruh tak perluh khawatir karena mengerti anaknya itu sudah dewasa jadi ia tak akan lagi mengekangnya. Min Soo mengangguk mengerti
Kita beda generesi dan Generasi kami sangat sulit, generasi untuk hidupmu sendiri. Sebagai orang tua, kami bertanggung jawab, membayar uang kuliah dan memberikan tunjangan.” Jelas Woo  Chul Min Soo pun mengucapkan terimkasih
Jangan lupa bahwa bahkan orang tua dan anak tidak bisa dipisahkan” ucap Woo Chul sambil memberikan uang pada anaknya, Min Soo pun mengucapkan terimakasih
Tapi dibawah uang itu ada kartu nama bertuliskan [Kim Woo Chul - Universitas Woocheon ] Min Soo benar-benar kaget, Woo Chul memberitahu keputusanya setelah anaknya masuk kampus dan sedikit ada masalah dengan ibunya jadi baru memberitahunya sekarang.
Apa, kau sudah benar-benar di kampus ini?”kata Min Soo
Aku berbeda dengan ibumu, Aku seorang profesor. Jangan kau pikir aku akan sangat berguna ketika kau mencari pekerjaan?” bisik Woo Chul yang terdengar meremehkan istrinya sendiri. Min Soo pun mengerti, lalu matanya melihat Hye Min yang makan nasi bentuk hati denga membelah menjadi dua. 

Hye Mi mengeluh kampus yang tidak bisa bertindak seperti kampus lainya dan Min Soo bisa setuju ikut wamil padahal mereka baru pacar, sambi mengumpat pacarnya itu bodoh.
Apakah kau pikir aku akan melakukannya,jika aku tahu akan bertemu denganmu!” teriak Min Soo kesal, Hye Mi terdiam akhirnya Min So memegang pipi pacarnya.
Kau... Aku tidak tahu akan bertemu saat ini..” ucap Min Soo terdengar tenang. Hye Mi bertanya apa yang akan mereka lakukan sekarang.
Kita harus berpacaran secara sembunyi-sembunyi..Jika tidak, apakah kau mau mengunjungiku di baskem?” kata Min Soo sambil memegang tangan Hye Mi tapi Hye Mi menolak dengan wajah cemberut.
Tidak! Aku tidak mau. Kita akan menghabiskan akhir pekan bersama-sama, dan makan bersama. Kenyataanya kita tidak bisa jalan bersama-sama saat di kampus, tidak akan banyak yang berubah.” Jelas Min Soo
Hye Mi mengeluh keluarga Min Soo berada dikampus sekarang. Min Soo tahu bahkan hampir saja gagal menghentikan ibunya untuk datang.

Sementara No Ra datang menemui panti jompo terlihat nenek-nenek yang terlihat sangat senang melihat makana yang dibawanya. Salah satu nenek bertanya kenapa No Ra sekarang jarang datang, No Ra mengaku sedang sibuk sekali.
Mengapa kau membawa banyak sekali, jika kau sibuk?” komentar nenek satunya.
Aku tidak akan bisa datang lagi.” Kata No Ra
Kau tidak bisa datang lagi? Apakah kau mau pergi ke suatu tempat?” tanya Nenek Heran
Aku akan pergi jauh. Suamiku akan ke Jerman, bekerja sebagai profesor di sana.” Cerita No Ra berbohong, lalu menyuruh nenek itu makan masakan yang sebagain tidak dimakan oleh keluarganya sendiri. 

Dalam siaran radio, terlihat penyiar yang panik karena lagu sudah mulai habis, beberapa saat kemudian, Hyun Suk datang dan langsung memakan earphonenya. Penyiar pun memperkenalkan namanya Lee Ki Chan dan memberitahu akan kedatang tamu khusus yaitu Hyun Suk. No Ra yang membantu menjemur baju nenek mendengar radio dengan tamu khusus yaitu teman kuliahnya dulu.
Jangan lupa sama proyekmu. Kau sedang mengerjakan proyek itu,"You and Now." Apakah itu bukan proyekmu?  Ini suatu drama tentang kerugian yang nyata dialami dengan partisipasi penonton. Aku telah bertanya-tanya bagaimana prosesnya. Bagaimana prosesnya? ” tanya Ki Chan
Sejauh ini, kami telah menerima sekitar 3.500 tanggapan dari penonton.Aku kira itu berhasil, kan? Orang mencari penyembuhan dengan mengirimkan cerita mereka.” Jelas Hyun Suk
Apakah banyak orang yang merasa kehilangan?” tanya Ki Chan
Apa yang terlintas di pikiranmu ketika kau mendengar kata "kehilangan"? Proyekku, sekitar 70 persen dari itu, Terdiri dari kematian keluarga,teman, orang yang dicintai.” Ucap Hyun Suk
Ki Chan setuju karena Kematian adalah perpisahan abadi dan sebuah Kerugian yang sangat besar. Hyun Suk tak melihat kematian seperti kerugian menurutnya yang dikutip dari Mozart bahwa.Kematian adalah kunci yang akan membuka pintu kebahagiaan sejati kita.
No Ra masih sibuk menjemur sambil mendengarkan radio, Ki Chan bertanya alasan Hyun Suk setuju dengan kutipan kata-kata Mozart. Hyun Suk pikir Karena pada akhirnya, semua manusia akan mati. No Ra yang mendengar ucapan itu teringat denga ucapan suaminya.
Yang terpenting...Bagaimana kau akan mati?” ucap Hyun Suk. Ki chan bertanya kata dari “bagaimana”, No Ra mengejek ucapan Hyun Suk
Kau tidak bisa memutuskan, bagaimana kau akan mati.Aku hanya tinggal untuk segera mati. Hidupku tergambar seperti yang aku inginkan,karena suatu hari aku pasti mati.” Jelas Hyun Suk santai
Ki Chan pun menyuruh mereka berhenti membahasnya karena tentang hal-hal yang mengerikan. Hyun Suk menjelaskan Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menghindari kematian. No Ra mendengarkan semua ucapan Hyun Suk penuh pengkhayatan. 
Jika seseorang bisa menerima kenyataan...Bagaimana aku harus hidup sekarang, itu semua datang secara alami. Agar mati dengan baik,seseorang harus hidup dengan baik.Ini yang disebut Mati.” Jelas Hyun Suk
Oh, Yah Mati! Aku tahu itu. Setiap bulan Mei aku berada di London dan seminggu sekali mereka berbicara tentang kematian.Mereka punya perayaan untuk itu,dan itu membuatku kaget.” Cerita Ki San, No Ra sudah duduk sambil mendengarkan siaran Hyun Suk
Mati bisa  menjadi sumber energy menuju hidup abadi.Itulah mengapa Mozart mengatakan...Kematian adalah kunci yang membuka pintu menuju kebahagiaan sejati kita"ucap Hyun Suk
Setelah itu membaca pertanyan dari producer radio “Apakah  Hyun Suk telah menulis biografi, daftar wasiat atau nama di batu nisan”. Hyun Suk pikir cara seperti itu yang digunakan oleh kebanyakan orang tentang kematian.
Menulis surat wasiat adalah melihat kembali kehidupanmu. Ini sama seperti biografi juga dan Aku memiliki beberapa biografi. Daftar wasiatku dimulai saat ada di Rusia, sebagai mahasiswa dan Aku terus mengerjakannya.” Kata Hyun Suk setelah itu menyudahi siarannya. 

Di dalam bis No Ra mengikuti ucapan Hyun Suk untuk menuliskan biografinya sendiri sebelum dirinya meninggalkan dunia ini.
Namaku Ha No Ra. aku lahir di Choongbuk Okcheon Di tahun 1978,Ayahku meninggal karena mengidap kanker pankreas, ketika aku masih berusia dua tahun. Ketika aku berumur empat tahun, ibuku menikah lagi dan meninggalkanku, jadi Nenekku yang membesarkanku. Lalu, hadirlah Min Soo. Jadi, setelah aku menikah, aku merawat Min Soo. Merawat dia dan merawat dia. Dan sekarang aku akan mati Dalam enam bulan”  tapi No Ra malah merobek kertasnya, menatap sedih keluar bus
Flash Back
[Tahun 1992] Sang Nenek tak sengaja melihat dari celah pintu saat No Ra berlatih mengikuti tarian dari TV
[Tahun 1994] No Ra dan nenek Foto bersama didepan sekolah, saat lulus sekolah bercerita menari adalah impiannya jadi ia masuk sekolah seni diSeoul
[Tahun 1995] No Ra yang sedang tampil di panggung, ditonton oleh Woo Chul saat itulah mereka bertemu lalu kejadian dipantai terjadi lalu terjadilah Woo Chul No Ra duduk dibandara dengan perut yang sudah membesar memutuska mengikuti Woo Chul ke jerman karena akan berkuliah disana. 

[Tahun 1996] No Ra melahirkan sendirian di ruang bersalin,
[Tahun 1997] Ia merawat Min Soo sendirian yang terkena demam, lalu menelp Woo Chul kapan pulang karena mereka harus membawa anak mereka kerumah sakit.
 [Tahun 1998] Sambil mengendong Min Soo, No Ra menjemur pakaian dirumah sendirian bahkan anaknya itu tetap rewel
Setelah Min Soo balita, No Ra kembali ke korea terlihat sempat terdiam sejenak. Woo Chul yang melihatnya menyuruh sang istri untuk cepat berjalan.
No Ra berdiri ditengah-tengah keramaian tapi seperti hatinya kosong dan meras sendirian, tangisannya sempat terlihat. 

Yoon Young....Kehidupanku seperti itu sampai sekarang...365 hari dalam setahun, dikalikan 24 jam dalam sehari, dikalikan 38 tahun. Itu lebih dari 333.000 jam. Dan Aku hanya memiliki 4.320 jam. Mengapa ini sangatlah tidak adil? sangat marah. Kenapa aku tidak tahu sebelumnya?” keluh No Ra tak terima menelp temanya, Yoon Young panik mendengarnya bertanya dimana temannya sekarang.
Orang bisa mati secara tiba-tiba,banyak yang belum aku selesaikan. Aku ingin mencoba semuanya.” Kata No Ra
No Ra melihat didekatnya ada salon lalu beberapa toko penjual pakaian dan sepatu, beberapa saat kemudian jejeran tas belanja terlihat dilantai, Rambutnya sudah rapih terurai.
Ia duduk didepan warnet melihat pemberitahuan pesta untuk anak bru pada 9 maret 2015 jam 7 malam. Setelah itu lembaran kertas sudah di print dan semua rencana kuliah sudah dibuat. Sampai dirumah, semua barang disembunyikan dilemari dapur.
No Ra memegang pintu kamar anaknya, berjanji akan memberikan waktu 3 bulan Untuk bersenang-senang di kampusnya yang anaknya inginkan, karena anaknya masih umur 20 tahu dan masih muda jadi harus menikmati masa mudanya. Di meja makan, Ia membuat daftar keinginan Min Soo dan akan melakukan semuanya yang dinginkan sebelum mati.
bersambung ke part 2 

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 3 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top