Thursday, September 17, 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 1 Part 1

Disebuah apartement mewah, Seorang pria membua toples berisi potongan puzzel lalu disusun satu persatu sampai terbentuk sebuah gambar seorang pria dan wanita yang sedang berdansa tapi satu sisi puzzel itu hilang.
Jari jemari si pria mencari nama “Kim Hye Jin” tapi seperti tak menemukan di social media. Akhirnya ia melihat kembali surat-surat yang bertuliskan alamat Kim Hye Jin Seocho-gu, Ban Po 4 Dong, Korea Selatan yang dikirimkan ke Manhattan , New York.
Sebuah pesawat mengudara lalu mendarat dengan mulus di landasan udara. Di pinggir kolam sedang diadakan pesta, Min Ha Ri wanita dengan rambut pendek menari-nari mengikuti irama musik DJ. Seorang wanita dengan rambut keriting dalam kegelapan membawakan bir untuk pelangga.
Ha Ri yang sedang berpesta meniupakan lilin ulang tahunya dengan teriakan dan tepuk tangan tamu yang datang. Si wanita berambut keriting sibuk membereskan meja restoran dan ponselnya berdering bertuliskan nama [Suami Bos] dan memberitahu bahwa sedang ada di jembatan Hannam dan seolah-olah terpana melihat pemandangan dari atas jembatan. 

“Pemandangan? Seperti pembohong. Kau bilang berada di jembatan 30 menit yang lalu. Apakah itu masuk akal bahwa kau tidak di sini saat ulang tahunku?” terik Ha Ri kesal
Wanita itu pun mengakui kalau itu bohong, terdengar teriakan pelanggan yang ingin memesan dan terlihat wajah dari wanita dengan memiliki kemerahan dibawa matanya, tana mengunakan blush on, ia adalah Kim Hye Jin.
Hye Jin membawakan bir dengan popcorn sebagai cemilan, lalu salah satu pelangan mengomentari bahwa pelayan dimeja sebelah itu lebih cantik, Hye Jin melihatnya lalu dengan tertawa mengakui tidak punya penampilan yang menarik untuk menyajikan menu makanan, jadi akan meminta wanita itu untuk membawakan makanan pembuka untuk mereka 

Ha Ri duduk dengan dikeliling pria-pria berteriak gembira saat melihat Hye Jin dengan memanggilnya “istriku” sambil mengangkat tangannya memberitahu keberadannya. Hye Jin bisa melihat Ha Ri yang melambaikan tanganya, sebuah bando menyala ada ditanganya.
Teman pria tak percaya Ha Ri bisa memiliki teman seperti Ha Ri yang rambutnya seperti sarang burung, Ha Ri langsung mengijak sepatu si pria dengan ujung high heelsnya yang runcing. Pria itu menjerit kesakitan padahal sengaja datang memberikan hadiah kalung dari paris.
“Kalung itu, kenapa bukan kau yang memakainya dan Mulai sekarang, jangan pernah lagi muncul dihadapanku.” kata Ha Ri mengancam sambil merangkul dengan wajah sinis lalu menghampiri Hye Jin. 

Hye Jin memeluk Ha Ri sambil meminta maaf datang terlambat dengan memberikan hadiah bando menyala dengan gambar ratu pada temanya. Lalu ia merasa tempat itu kelihatan aneh dan Tak seharusnya ia berada ditempat itu. Tapi Ha Ri merasa tak masalah karena senang temanya datang dan mengajaknya mengambil makan.
“Hei... mana ada pahlawan mencoba untuk pergi? Aku mau pergi untuk mencari sesuatu yang bisa kumakan sendiri.Kau pergi saja dan bermain-main” ucap Hye Jin
Beberapa saat kemudian, Hye Jin sudah membawa dua piring makanan penuh lalu pesan masuk ke dalam ponselnya, “Pemberitahuan pinjaman : Pembayaran pinjaman pendidikan 218.540 Won adalah karena oleh 5 orang, Pembayaran awal tersedia.”
Ia menatap semua orang yang ada disekitar cantik dan tersenyum sambil bercengkram, dalam pikiranya Semua orang terlihat seperti tidak punya rasa kekhawatiran. Setelah melamun ia kembali menyadarkan diri bahwa lebih baik makan dalam keadaan situasi apapun jadi ia harus kuat untuk terus menghasilkan uang.

Ha Ri yang sedang berjalan dipinggir Kolam renang, terselengkat sepatunya sendiri dan jatuh ke kolam. Beberapa pria langsung menyebur ke dalam kolam untuk menyelamatkanya. Hye Jin melihat temannya jatuh berlari dengan mulut yang penuh makanan sialnya, seorang pria malah mendorongnya sampai ikut jatuh masuk ke dalam kolam. Tubuhnya melayang saat tenggelam di kolam renang.
“Suatu hari aku punya pikiran, Heroines tidak hanya ada di film dan drama. Itulah yang aku pikir.” gumam Hye Jin dan kakinya menyentuh dasar kolam matanya pun terbuka.
Ha Ri dibawa dengan beberapa pria ke tepi kolam, sementara Hye Jin sudah bisa keluar dari kolam renang melihat Ha Ri dengan dikeliling pria yang menyelamatkanya sementara ia hanya sendirian.
“Seperti berondong jagung, seperti pengiring pengantin sebagai hidangan pembuka dan pahlawan wanita, dalam kehidupan nyata sebagian orang menjadi pemeran utama dan beberapa sebagai pemeran pembantu. Itu adalah bagaimana hidup.  Itulah yang aku pikir.” Hye Jin keluar sendiri dari kolam renang dan berjalan pulang dengan baju basah dan sepatu basah
“Lalu,  dibandingkan dengan Temanku mungkin aku urutan Nomor 3 menjadi pemeran pendukung dan mungkin aku bahkan tidak perlu dan tidak cocok untuk berada di depan kamera. Aku mungkin hanya pemearan figuran yang tak berarti apa-apa.”  gumam Hye Jin dan Tiba-tiba terdengar bunyi suara dari sepatunya yang basah, seperti kentut. Sepasang kekasih yang sedang berjalan mengejeknya karena Hye Jin kentut. 

Pagi hari
Hye Jin di atas kamarnya ada tumpukan buku dan terbangun dengan buku diatas badannya, seperti ketiduran karena kelelehan belajar. Di Kamar Ha Ri, tertata banyak sekali make up dengan berbagai warna diatas meja rias dan pakaian berbagai macam tergantung, sepatu dan tas yang berjejer.
Ha Ri bangun dengan menyeprotkan penyegar wajah sementara, Hye Jin menguap apa-apanya terlihat sangat kelelahan. Keduanya keluar bersama lalu saling berebut masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu.
Keduanya sudah mengosong gigi bersama, Ha Ri mengeluh Hye Jin yang pulang tanpa memberitahunya. Hye Jin beralasn tempat kerjanya menelp untuk meminta bantuan, Ha Ri pun bertanya kenapa tak mengangkat telpnya. Hye Jin mengingat kemarin ponselnya basah karena menyebur ke dalam kolam renang. Ia pun memberitahu alasanya kalau telpnya tenggelam dan akan diperbaiki, Ha Ri tak percaya Hye Jin menjatuhkan kembali ponselnya di toilet. 

Satu buah apel diatas piring, Ha Ri kaget melihat mangkuk Hye Jin yang penuh nasi seperti menara. Hye Jin menceritakan hari ini ada wawancara jadi harus makan yang banyak agar tak gugup. Ha Ri menanyakan dengan wawancara temannya yang terakhir sambil membersihkan kulit apel.
“Aku berharap aku bisa mendapatkan mimisan dari bekerja sepanjang malam. Mengapa mereka tidak akan mempekerjakan aku? tidak mempekerjakan aku, aku berharap mereka bangkrut.” teriak Hye Jin tapi membatalkan ucapanya.
“Kau membuat semua pidato sendiri.” komentar Ha Ri 

Hye Rin memulai wawancaranya dengan dua orang lain yang satu ruangan dengannya, seorang wanita dengan fasih mengunakan bahasa inggris memperkenalkan dirinya  dari Universitas Merseyside lokal dengan nilai yang sangat baik.
Salah satu petinggi menanyakan pada Hye Rin dimana letak Universitas Yeongmin. Hye Jin dengan penuh percaya diri memberitahu letaknya berada sedikit diluar Seoul. Dari CV terlihat durasi pengalaman kerja Hye Jin hanya tiga bulan, Hye Jin menceritakan salah satu perusahaan bangkrut dan Presdirnya ditangkap. Semua yang ada diruangan sempat tertawa.
“Jika kau memberikukesempatan, aku siap. Aku ingin menjadi karyawan tetap Majalah Musik Jin.” ucap Hye Jin penuh semangat. 

Hye Jin pulang dari wawancara kehujanan dan rambutnya akan besar seperti sarang tawon apabila basah. Lalu terkaget-kaget melihat Ha Ri yang berciuman sangat hot didalam mobil didepan rumah mereka. Setelah melihat Ha Ri turun, ia langsung memukul punggung temanya sangat keras.
“Tidakkah kau punya rasa malu sedikitpun? Apa yang kau lakukan di depan umum? Siapa orang itu? Apakah dia pacarmu?” teriak Hye Jin kesal
“Aku belum memutuskan apakah aku ingin berkencan dengannya atau tidak.” kata Ha Ri santai
“Kalian tidak pacaran tapi sudah berciuman? Berciuman pertama kalinya?” ungkap Hye Jin tak percaya
“Aku harus melihat apakah dia adalah pencium yang baik atau tidak,untuk memutuskan apakah aku ingin berkencan dengannya atau tidak.” kata Ha Ri lalu berjalan pergi untuk pergi ke supermarket karena tissue toilet sudah habis. 

Hye Jin mendorong trolly sambil berharap bisa meminjam wajah dan tubuh Ha Ri untuk wawancara sehingga bisa langsung dikontrak, Ha Ri pikir kalau bisa melakukan bahkan sampai 100 kali.
“Hei, tapi ketika kau mulai melihat seorang pria, Apakah jantungmu berdebar dengan banyaknya laki-laki?” tanya Hye Jin
“Buat apa berdebar ? Kalau orangnya oke, ya langsung saja.” komentar Ha Ri
“Hal ini sangat mudah bagimu. Lalu, dengan begitu banyak laki-laki, apakah kau benar-benar mencintai salah satu dari mereka?” ucap Hye Jin
Ha Ri seperti tak mengerti dengan cinta setaji, Hye Jin  mengartikan cinta sejati adalah saat merindukan seorang pria dan bahagia ketika bersama mereka, Ha Ri merasa bahwa cinta sejati itu seperti sampah, sambil membungkuk mengambil barang dari rak bawah.
Di belakang terlihat pegawai pria sengaja berdiri dibelakang Ha Ri untuk mengintip. Hye Jin yang melihatnya langsung berteriak menutupi paha temanya lalu memarahi si pegawai itu karena berbuat senonoh. 

Ha Ri memakai masker menyuruh temannya untuk menghilangkan pola pikir jaman dulu dan harus berkencan juga. Hye Jin merasa bahwa  Kencan adalah sebuah kemewahan dan Sepertinya tak ada orang yang menyukainya. Lalu ingin menghilangkan spam dari emailnya, tapi ada sesuatu email yang dikenalnya dari Ji Sung Joon.
“Aku telah bertanya-tanya tentangmu. Aku akan datang ke Korea. Jika kau punya waktu, kau bisa bertemu denganku?”
Hye Jin tak percaya Ji Sung Joon mengirimnya email, Ha Ri bertanya siapa itu Ji Sung Joon yang dimaksud. Hye Jin menceritakan Sung Joon itu Orang yang pindah ke rumahnya ketika Ha Ri  berangkat ke Jepang. Ha Ri ingat Sung Joon itu si gendut.
Flash Back
Ha Ri melihat Sung Joon yang gemuk sedang ada di taman memanggilnya gemuk, sambil bertanya apa yang dilakukanya. Sung Joon terlihat gugup berteriak masuk memanggil ayahnya. 

Ha Ri teringat saat Sung Joon datang kerumahnya, tak percaya ada seorang pecundang seperti itu, bahkan hampir pingsan karena mengetahui Hye Jin berteman baik, lalu bertanya-tanya kenapa Sung Joon menghubunginya. Hye Jin menceritakan Sung Joon yang ingin bertemu dengannya. 

Pagi harinya, Ha Ri tak sengaja bertemu Hye Jin dipinggir jalan lalu mengajakanya naik mobil bersama. Hye Jin terlihat sangat bahagia akan bertemu dengan Sung Joon, Ha Ri bertanya apakah mereka saling menelp, Hye Jin pikir belum pernah mereka hanya mengirim surat dan email saja dan berpikir didekat sana ada telp umum.
Ha Ri mersa kasihan dengan memberikan ponselnya saja, tapi Hye Jin tahu pasti tak menyaman apabila temanya tak membawa ponsel. Ha Ri merasa tak peduli karena Semua telp yang masuk itu dari orang-orang yang sekarat untuk berkencan dengannya dan sangat menganggu.
“Tapi kenapa kau bertemu dengan si gendut itu? Ini adalah tidak ada gunanya untuk bertemu dengannya.” ungkap Ha Ri
“Kami dulu benar-benar dekat. Dan dalam perjalanan hidupku sendiri, dia adalah cinta pertamaku.” akui Hye Jin
Ha Ri mengumpat mata temanya sudah rusak, Hye Jin tak peduli karena menurutnya mereka memiliki hubugan spesial lalu menjerit histeris karena akan bertemu kembali dengan cinta pertamanya. 

Disebuah galeri
Seorang pegawai yang memceritakan lukisan yang ada didepannya, adalah Karya seni Dance Renoir dalam Negara (Danse a la campagne). Dengan Karakter utama dari pekerjaan adalah teman Renoir Paul Lhote dan seorang wanita yang menjadi istrinya.
“Mereka mungkin tidak menjadi pemeran utama. Yah, aku hanya berpikir bahwa pemeran utama mungkin berubah tergantung pada sudut pandang.” kata Pria yang bernama Ji Sung Joon berdiri depan anak-anak.
Anak-anak murid hanya melonggo, Sung Joon pun meminta maaf karena tak masuk bermaksud menganggu kelas lalu  pergi, ketika itu saling berpapasan dengan pria yang bernama Kim Shin Hyuk. Shin Hyuk memberikan kartu nama dengan memberitahu jabatanya sebagai editor yang tampan.
Sung Jung berjalan pulang lalu menerima pesan dari Hye Jin bahwa sudah sampai dan meminta menghubungi ke nomor itu, terlihat senyuman Sung Joon menerima pesan dari Hye Jin. 

Hye Jin tak sabar menunggu ditaman, lalu melihat salah seorang pria gemuk yang memasukan roti ke dalam mulutnya, dengan percaya diri menempuk punggung si pria dengan menduga itu Sung Joon sambil memegang tanganya seperti teman lama. Pria itu binggung, bertanya siapa wanita didepanya. Hye Jin pun meminta maaf karena ternyata pria itu bukan Sung Joon.  
Sung Joon menelp menanyakan keberadaanya, Hye Jin memberitahu dekat air mancur. Sung Joon mengatakan juga didekat itu dan bisa melihat Hye Jin didepanya, tapi Hye Jin tak bisa melihatnya. Sung Joon pun melambaikan tangan sambil berjalan mendekat.
Hye Jin melonggo melihat Sung Joon yang gemuk berubah menjadi tinggi dan sangat tampan, berbeda dengan bayanganya. Tapi Sung Joon melewatinya dan menyapa seorang wanita yang sedang menelp dengan memanggil nama Hye Jin. Wanita itu binggung melihat Sung Joon yang tiba-tiba menyapanya.
Pada saat itu, aku ingat sebuah fakta yang sangat penting, aku telah melupakan kehidupan yang keras ini. Setidaknya penampilan Kim Hye Jin yang diingat  oleh Ji Sung Joon terakhir kalinya” gumam Hye Jin panik 

Flash Back
Saat sekolah dasar, Hye Jin yang cantik diperebutkan oleh pria yang ingin duduk satu bangku dengannya. Lalu ia menerima penghargaan dari kepala sekolah dan semua pria berteriak mengelu-ngelukan namanya. Tapi Sung Joon, selalu di ejek seperti babi yang gemuk dan Hye Jin yang cantik membelanya agar tak menganggunya.
Sung Joon berusaha kembali berbicara dengan Hye Jin di telp karena ternyata wanita tadi salah orang, tapi ponselnya langsung dimatikan dan Hye Jin bersembunyi di balik papan reklame.
Ia menatap bayangan dirinya di air, mengingat keluhan pelanggan yang menginginkan pelayan yang cantik, lalu pernyataan didiskualifikasi dan tak ada yang mengenali kampusnya. 

Flash Back
Hye Jin kaget saat pulang kerumah beberapa orang mengambil barang dirumahnya, dulu keluarga kaya raya dan punya banyak uang tapi setelah Sung Joon pindah, keluarganya bangkrut.
“Dan wajah cantikku mirip dengan ibuku, sementara DNA tak tampan dari Ayahku, yang tadinya  tersembunyi di suatu tempat, lalu keluar dari tubuhku selama masa pubertas” cerita Hye Jin yang sudah pindah dari rumah dan akhirnya menjadi wajahnya mirip dengan ayahnya.
Ha Ri baru keluar gedung kaget melihat Hye Jin sudah pulang dan berpikir tak bertemu si gendut. Hye Jin dengan berkaca-kaca ingin menceritakan masalahnya, tapi ia memilih untuk mengajak temannya pulang saja. 


 Keduanya duduk ditaman, Ha Ri heran menurutnya apabila Sung Joon tampan maka tak perlu Hye Jin lari. Hye Jin merasa Sung Joon itu tak bisa membayangkan wajah dirinya yang sekarang jadi benar-benar tak mengenalinya padahal mereka berpapasan.
“Sekarang Kim Hye Jin dalam kenangannya sudah tidak ada. Kalau aku muncul seperti ini, pasti aku akan makin menderita. Mendadak aku ketakutan, jadi aku lari. Awalnya aku senang mau bertemu dia, tapi ...ternyata aku naif.” cerita Hye Jin sedih
“Hei! Apa yang salah denganmu? Kau ini lemah, sekarang Hanya bertemu.” ujar Ha Ri

“Jika dia bertanya apa yang aku lakukan, aku harus mengatakan bahwa aku pengangguran berusia 30 tahun? lalu Jika ia mengatakan hampir tidak bisa mengenaliku, Maka Aku mengatakan bahwa aku minta maaf karna aku tumbuh menjadi pecundang seperti itu?” keluh Hye Jin, Ha Ri berteriak menyadarkan temanya yang rendah diri
“Kim Hye Jin.... Berhentilah berbicara omong kosong dan sana pergi! Pergi dan bertemu dengannya!” ucap temanya
Hye Jin sadar Sung Joon sangat baik ingin bertemu denganya tapi menurutnya pasti binggung dengan keadannya dan sekarang cintanya itu seperti sudah menghilang dengan sekejap. Ha Ri terlihat tak mengerti dengan ucapan temanya itu. Hye Jin berandai-andai apabila ia bisa meminjam tubuh dan wajah Ha Ri untuk hari ini.

Ha Ri datang memanggil Sung Joon yang menunggu ditaman, Sung Joon pun menduga bahwa wanita didepannya itu Hye Jin teman SDnya dulu. Ha Ri yang berpura-pura jadi Hye Jin meminta maaf karena datang terlambat, sambil melambaikan tangan menanyakan kabarnya.
Hye Jin melihat keduanya yang sedang bertemu, Sung Joon tersenyum lalu memeluk Ha Ri, air mancur disekeliling taman pun menyala seperti membuat suasana romantis. Hye Jin hanya bisa menatap sedih dan Sung Joon membisikan sangat merindukan Hye Jin selama ini. 

Flash Back
Sung Joon sedang makan di taman  sambil mengambar, Hye Jin memanjat pohon di rumah melihat Sung Joon dengan panggilan “Si anak kecil”  yang baru pindah dan menceritakan dulu adalah rumah temannya Ha Ri. Tapi Sung Joon yang rendah diri memilih untuk kabur masuk ke dalam rumah.
Pagi harinya, ibu guru memperkenalkan murid baru bernama Sung Joon. Hye Jin yang melihatnya memanggilnya “anak kecil” yang tinggal disebelahnya. Teman-teman satu kelasnya langsung mengejek bahwa Sung Joon bukan anak kecil tapi si gendut,

Sung Joon makan banyak roti sambil duduk ditaman, Hye Jin datang membawakan makanan buatan ibunya, sambil meminta maaf karena berpikir Sung Joon itu adik kelasnya tapi ternyata mereka seumur. Sung Joon tetap saja diam, Hye Jin melihat Sung Joon yang bermain puzzel.
“Ini adalah gambar dari sebuah buku seni dan Ada orang di pojok?” ucap Hye Jin menunjuk orang yang ada dibagian bawah,
“Kau menemukannya.Itu adalah gadis mengintip.” kata Sung Joon tertunduk gugup.
Hye Jin mengerti gadis itu sedang mengintip tapi bertanya-tanya kenapa ia hanya mengintip apakah ingin menari diatas panggung juga. Sung Joon menjelaskan bahwa wanita itu melihat si pria karena menyukainya. Hye Jin mengartikan si Gadis mengintip ini terlihat seperti gambar tersembunyi.
“Aku tidak ingin membuat cinta pertama yang rusak, .Aku tidak cukup percaya diri untuk menjadi pecundang di depan cinta pertamaku. Jadi, hari ini, di depan cinta pertamaku, Aku hanya menjadi gambar tersembunyi.” gumam Hye Jin sedih melihat Sung Joon yang bertemu dengan Ha Ri untuk mengantikanya. 
bersambung ke part 2 

Sinopsis She Was Pretty Episode 1 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top