Monday, October 19, 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 16 Part 2

No Ra dan Hyun Suk sudah menatap makan di depan pemakanan nenek lalu melakukan ritual sembahyang. Setelah itu No Ra menuangkan arak beras, menceritakan selalu minum dengan Nenek pada hari ulang tahunnya, karena neneknya sangat menyukai arak beras.
“Jangan gunakan itu sebagai alasan. Kau minum 6 botol, sambil mabuk dan menari.” ejek Hyun Suk, No Ra binggung karena Hyun Suk bisa mengetahui cerita itu.
“Jadi Kau pikir aku tahu semuanya? Apakah kau tahu mengapa Nenek suka roti kacang merah?  Ada seorang nenek, Di saat musim dingin tak ada makanan apapun. Dia bekerja di sebuah peternakan. Tapi mereka tak bisa membayarnya, hanya memberinyaRoti kacang merah. Akhirnya ia mengambil roti itu dan berjalan pulang selama 2 jam.” cerita Hyun Suk, No Ra menyimak ceritanya.
“Dia sangat ingin memakannya, tapi saat kembali ke rumah. Nenek itu memiliki cucu berusia 5 tahun yang kelaparan sepanjang hari. Jadi dia menahan rasa laparnya, lalu pulang, dan memberikan roti itu untuk cucunya. Dalam dipikirannya saat itu “Wah, aku berharap memberikan sedikit pada cucunya”” cerita Hyun Suk
No Ra semakin serius mendengarnya, Hyun Suk menceritakan cucu Sang Nenek malah menyuruh membuka mulut neneknya, anak kecil yang kelaparan sepanjang hari tapi masih diberikan pada neneknya. No Ra bisa mengerti bahwa itu cerita neneknya, Hyun Suk menceritakan Nenek itu yang menceritkan dan menurutnya apabila No Ra tak ada ikatan dari mungkin tak akan mencintainya, lalu menyebut nama No Ra sebagai cucu dari Nenek Seo.
Terlihat mata No Ra berkaca-kaca karena Neneknya tak pernah cerita sangat menyukai roti pasta kacang merah. Hyun Suk mengakui alasan menyukai No Ra adalah karena Nenek Seo. No R mengangguk-angguk mengerti. Hyun Suk meminta No Ra memberikan arak beras karen ingin merayakan juga. No Ra menolak karen Hyun Suk harus menyerti.
“Nenek, akhirnya No Ra ingat dan datang padaku” kata Hyun Suk mengejek No Ra.
“Apakah kau bilang sebelumnya, aku sudah gila?” tanya No Ra
“Kau membuatku menunggu selama 3 bulan dan 10 hari.” tegas Hyun Suk
“Lalu Bagaimana denganmu? Bagaimana kau tak mencari aku? Apa kau tak ingin bertemu denganku?” ungkap No Ra
“Siapa yang bilang begitu? Dan Ha No Ra, kau datang menemuiku di saat kau bahagia. Aku tahu kau melihatku” ucap Hyun Suk, No Ra mengigit bibirnya karena Hyun Suk ternyata mengetahuinya.
“Kemarin, kau makan kue beras pedas ketika Dong Chul tidak melihat.” kata Hyun Suk, No Ra menutup mulutnya karena diam-diam memakan toppoki tanpa diketahui Dong Chul. 


Flash Back
No Ra dari balik tiang listrik dekat kantor Hyun Suk, melihat Hyun Suk yang akan pergi berkerja sedikit menarik nafas panjang, lalu melihat kearah kiri. No Ra buru-buru bersembunyi, mata Hyun Suk bisa melihat No Ra yang sengaja bersembunyi untuk melihatnya.
Dong Chul juga membawakan semangkuk toppoki buatan pertama kali No Ra, Hyun Suk mencoba dan berkomentar rasanya belum seperti milik Nenek tapi masih agar baik. Dong Chul mengatakan itu sangat sulit mengajarnya.
No Ra sendiri menjaga toko toppoki lalu diam-diam memakan tiga buah toppoki, Hyun Suk dari jauh diam-diam mengambil foto No Ra yang terlihat bahagia merasakan masakanya sendiri. 

Hyun Suk kaget mengetahui No Ra yang berhenti kuliah. Yoon Young pikir Hyun Suk sudah tahu keputusan No Ra. Dong Chul menceritakan Kemarin No Ra datang ke toko dan ingin belajar membuat toppoki, lalu menanyakan apa yang harus dilakukanya.
“Mulai sekarang, jangan pernah cerita mengenai aku kepada Ha No Ra. Jangan pernah!!!!” tegas Hyun Suk
“Apa Maksudnya ? Apakah kau menyerah untuk mendapatkan No Ra?” dugaan Yoon Young heran
“Sebaliknya, aku ingin tahu segala sesuatu yang  akan dilakukan No Ra.” jelas Hyun Suk, Yoon Young menyimpulkan Hyun Suk ingin mengawasi No Ra.
“Sekarang aku harus meninggalkan No Ra, jadi Biarkan No Ra melakukan apa yang dia inginkan.” ucap No Ra
Yoon Young bertanya apa yang akan dilakukanya, jika No Ra benar-benar tak kembali padanya. Hyun Suk menghela nafas karena dengan begitu tak akan melakukan apa-apa. Dong Chul tak percaya temannya itu bisa menyerah begitu saja. Hyun Suk menyindir apakah ini terlihat mudah untuk kedua temanya. 

No Ra tak percaya ternyata dibalik semua ini adalah Yoon Young dan juga Dong Chul. Hyun Suk menegaskan bahwa keduanya tidak melakukanya, tapi meminta supaya bisa melakukanya. No Ra tersenyum bertanya alasan Hyun Suk melakukanya.
“Aku ingin menjadi seseorang yang bisa membantumu, membuat keberanian dalam hidup. Dengan begitu maka kau akan datang kepadaku.” jelas Hyun Suk, No Ra kesal dengan sikap Hyun Suk dengan mengumpat.
“Aku ini sedang menunggumu sampai kau memiliki keberanian. Apakah kau tahu jika aku gugup?” akui Hyun Suk
“Jadi Kau gugup? Kau bilang selalu memperhatikan aku. Jadi kenapa kau gugup?” ejek No Ra
Hyun Suk mengakui itu karena melakukan secara diam-diam, menurutnya dengan memperhatikan diam-dim itu bukan masalah yang besar baginya. Menurutnya saat itu No Ra tak menyukianya karena masih meragukan perasaannya. No Ra pikir itu benar, lalu mengoda Hyun Suk yang menunggunya. Hyun Suk mengejek No Ra terlihat percaya diri sejak terakhir kali melihatnya.
“Nenek, aku dan No Ra mau pergi sekarang.  Lain waktu, aku akan datang dengannya lagi.” kata Hyun Suk,No  Ra terdiam, Hyun Suk menyenggolnya menyuruh No Ra berbicar karena nenek sedang menunggu dan menyuruhnya mengatakan "Aku akan kembali dengan Hyun Suk".
“Nenek, aku akan pergi sekarang dan lain waktu akan kembali. Aku akan melihat bagaimana Hyun Suk perilaku baiknya, dan membawanya kembali jika dia baik.” ucap No Ra, Hyun Suk tersenyum mendengarnya. 

Terlihat seorang pria yang sedang mengetik dengan kancing dibagian tangan dan kerah yang hampir lepas, Woo Chul duduk didepan meja kerja dengan penampilan yang tak rapih, disamping laptopnya ada banyak note yang tertempel.
[Aku berhenti dan hanya sesaat di Universitas Yoobae.]
[Meskipun aku sedang dapat diuji, aku tidak akan gagal]
[Satu orang yang Mengatasi kesalahan seseorang adalah  orang yang kuat.
Lalu dibagian kalender tertulis, psikologi review tujuh hari lagi. Woo Chul menyakinkan setiap orang itu bisa melakukan kesalahan dan dirinya tidak akan jatuh seperti sekarang. 

Woo Chul mengajar didepan kelas tentang Gangguan kepribadian narsisistik. [Gangguan kepribadian narsisistik: Tak punya empati untuk orang lain.]
“Mereka orang yang merasa paling penting dan melebih-lebihkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Jadi, mereka sangat sensitif terhadap pendapat orang lain, dan terobsesi. Mereka tidak memiliki empatiterhadap orang lain dan  hanya berfokus pada berhasil, Mereka hanya ingin di perhatikan dan di hormati. Kalian akan melihat orang-orang sekarang yang lebih suka semena-mena dan semauanya.” jelas Woo Chul  
“bagaimana cara mengobatinya?” tanya salah satu mahasiswa wanita
“Itu masalahnya... itu tidak mudah untuk diobati. Pasien harus mau untuk sembuh dari penyakit ini.  Tapi ada gejala lain dari gangguan ini. Mereka tidak akan pernah mengakui bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian narsistik.” jelas Woo Chul  seperti sudah mulai sadar dengan dirinya.
Woo Chul keluar dari kelasnya, Yi Jin dengan kacamata hitam dan topinya melihat Wo Chul sekarang hidup seperti pencundang. Woo Chul berhenti berjalan lalu menghampiri Yi Jin sambil menyapa karena sudah lama tak bertemu. Yi Jin memalingkan wajahnya berpura-pura mereka tak saling kenal. Woo Chul menayakan alasan Yi Jin datang ke kampusnya sekarang.
Yi Jin berpura-pura pria itu tak mengenalnya. Woo Chul mendekatkan wajahnya menyebut nama Kim Yi Jin sambil membuka kacamatanya. Yi Jin gugup tak percaya Woo Chul bisa mengenalinya. Woo Chul melihat Yi Jin melakukan penyamaran yang sama, Yi Jin ingat saat menonton theater mengunakan topi dan kacamata hitam yang sama, akhirnya ia membuka topinya karena penyamaranya sudah ketahuan.
“Kau harus menyamar saat mau berkencan denganku.Bahkan setelah putus,\Nkau masih melakukan itu.Aku benar-benar orang jahat.” komentar Woo Chul,
“Aku senang ...kau sudah tahu.” balas Yi Jin sinis
“Bisakah kau tak marah lagi padaku?” tanya Woo Chul. Yi Jin mengaku itu sangat tidak mudah baginya dengan nada sedih
“Kau tak melarangku untuk pindah ke Univ. Yoobae, jadi aku pikir kau memang sudah tak peduli padaku. Lebih baik kau memukulku sekarang” ucap Woo Chul sambil menyodorkan pipinya
Yi Jin menangis melihat Woo Chul yang bersikap seperti itu. Woo Chul menduga-duga sesuatu, Mata Yi Jin melihat kancing kemeja Woo Chul yang akan lepas,dengan nada khawatir bertanya apakah ia tinggal sendirian. Woo Chul mengakui ingin beristirahat dan kesepian. 
Flash Back
Woo Chul bertemu dengan No Ra memberitahu kalau akan pindah ke Univ. Yoobae. No Ra sudah tahu dari Min Soo. Woo Chul pikir harus mengucapkan selamat tinggal dan No Ra bisa mengerti. Keduanya sempat duduk terdiam, Woo Chul bertanya apakah No Ra masih membencinya. No Ra mengakui sudah tak memiliki perasaan padanya lagi.
“Aku harus belajar dari kesalahanku. Saat itu aku masih muda. Aku berpikir tentang hal itu,  dan masih berusia 23 tahun. Aku hanya bisa berpikir tentang menyembunyikan kesalahaku, aku takut sesuatu bisa terjadi dan sudah menghancurkan hidupku.” cerita Woo Chul  
“Sekarang... Semua kini menjadi masa lalu. Jangan lagi mengingat masa lalu. Mari kita mulai hidup yang baru. Kau dan aku.” ucap No Ra

Woo Chul setuju, No Ra pikir kalau memang sudah selesai, Woo Chul memberikan kotak kalung yang sudah dibelinya. No Ra terlihat binggung, Woo Chul menceritakan saat mengajaknya makan malam dengan Profesor Lindemann, sengaja membelinya sebagai tanda permintaan maafnya, tapi keadaannya berubah tapi ia sudah memberikan hadiah itu untuk No Ra, jadi berharap No Ra mau menerimanya sekarang.
No Ra membuka kotak yang berisi kalung dan juga masih ada kartu didalamnya, Woo Chul baru sadar ternyata kartunya belum dikeluarkan, karena saat itu ingin berbicara dengn No Ra jadi memasukan ke dalam kotak. No Ra mebaca kartu bertuliskan “Selama 20 tahun terakhir...Maaf, dan terima kasih.”
“Ini hadiah pertama yang aku terima darimu dn Aku akan menerimanya.” ucap No Ra
“Ya.... Maafkan aku dan Terima kasih.” Woo Chul 

Yi Jin yang mendengar ceritanya berkomentar keduanya memang sangat menganggumkan, karena tak mundah melakuka setelah putus. Woo Chul melihat dengan begitu tak akan meninggalkan penyesalan dan melihat Yi Jin pasti masih marah.  Yi Jin meminta maaf dan sangat menyesal dengan semuanya.
“Aku orang yang menyebabkanmu untuk melakukan sesuatu yang kau sesali,  Dengan memutuskan dua pilihan. Kau mencoba mengubah segalanya untuk keuntungan itu dan kau sangat salah” ucap Woo Chul, Yi Jin terlihat tak enak hati buru-buru memakan nasi dalam mangkuk.
Woo Chul memberikan daging ikan diatas nasi Yi Jin, dengan sedikit terbatuk binggung karean Woo Chul memberikan padanya seharusnya ia juga ikut makan bersama. Woo Chul mengakui sejujurnya tak menyukai ikan. Yi Jin kaget karena sebelumnya Woo Chul tak pernah mengatkanya padahal selama ini selalu makan setiap minggu. Woo Chul beralasan karena Yi Jin menyukainya jadi tidak akan mengatakanya, Yi Jin melonggo lalu mengambil gelasnya.
“Bagaimana dengan Universitas Yoobae?” tanya Yi Jin mengalihkan pembicaraan
“Aku harus memulai dari awal lagi dan akan kembali ke Seoul dengan keterampilan ku sendiri” cerita Woo Chul
“Aku sudah mengundurkan diri dari Woocheon. Berkat Produser Cha, Aku tidak bisa hanya diam. Apa yang sudah aku lakukan pasti suatu kejahatan. Setelah aku melakukan sesuatu seperti itu, Aku tidak harus berdiri di depan kampus.” jelas Yi Jin
Woo Chul dengan wajah panik bertanya apa yang akan dilakukannya sekarang. Yi Jin memberitahu mingg depan akan pergi Amerika Serikat. Woo Chul kaget menduga Yi Jin akan mengambil kuliah disana. Yi Jin mengeleng karena hanya akan berlibur sekitar 1 bulan untuk menenangkan diri. Woo Chul bisa bernafas lega karena Yi Jin tak akan pergi selamanya.

Yi Jin juga tak tahu tapi menurutnya tak bisa meninggalkan Korea terlalu lama. Woo Chul lalu mengajak Yi Jin makan es kacang merah sebelum pulang. Yi Jin mengakui sejujurnya tak menyukai es kacang merah tapi memakan itu karena Woo Chul menyukainya.
“Ahh...Kita pasangan yang saling terbuka sekarang,  Untuk selanjutnya jangan dilakukan lagi. Jika kita suka, katakan suka dan Jika kita tidak suka, katakan tidak suka. Jangan suka menyembunyikan perasaan.” kata Woo Chul
“Baiklah, mari kita lakukan itu, Bersikap jujur itu lebih baik.” ucap Yi Jin, Woo Chul pun mengajak Yi Jin makan es dengan kue beras. Yi Jin mengangguk dengan senyuman. 

Hyun Suk membuka tempat jasnya yang pernah dipilih oleh No Ra dan memakai dengan slayer menutupi leher dan menata rambutnya dengan menatap cermin didepanya. No Ra duduk dimeja rias dengan memoles bibirnya, telinganya juga memakain anting, seperti bukan No Ra yang dulu.
No Ra datang dengan Soon Nam sambil membawakan makanan, Sang Ye dan Hyun Suk binggung melihat keduanya datang. No Ra memberitahu sudah membawakan toppoki, sandwich dan juga bubur, jadi apabila ada pemain yang gugup bisa makan bubur.
“Aku bilang bahwa No Ra lelah, dan tolong jaga dia dari melakukan ini” menegur Soon Nam sambil bertolak pinggang
“Ini perintah dari produserku yang memberikan pekerja paruh waktu dan Nunna adalah pasanganya. Siapa yang kau pikir akan  mendengarkannya?” kata Soon Nam, No Ra pun mengucapkan binggo.
“Apa kau bilang, Pekerjaan paruh waktu? Aku mendengar kau memutuskan untuk bekerja di Perencanaan Produksi sekarang. Sekarang katakan lagi, aku atau dia "Noona" yang kau pilih?” kata Hyun Suk, Soon Nam terlihat binggung, Sang Ye buru-buru mengambil kantung makanan untuk segera memakanya.

No Ra baru tahu Soon Nam akan berkerja di Perencaan Produksi padahal sebelumnya ingin ikut tes pegawai sipil. Soon Nam menceritakan sudah berkerja mengantiknya, melihat Pekerjaan produksi sangat menyenangkan bahkan bertemu banyak orang melalui Sang Ye. Walaupun ia tidak bisa menjadi koreografer tapi ia ingin bekerja di perencanaan produksi. No Ra senang mendengarnya, karena tahu seorang dance tak mungkin bisa duduk didepan meja sepanjang hari.
“Mengapa kalian berbisik-bisik? Sekarang Na Soon Nam, kau tidak menjawab. Apakah aku atau dia  "Noona" yang kau pilih?” ucap Hyun Suk,
“Noona, tolong bantu aku dengan pacarmu” keluh Soon Nam, No Ra tersenyum melihat Soon Nam pergi.
No Ra memanggil Hyun Suk dengan nada marah, lalu mendekatinya berbisik menyuruhnya makan karena sudah membuat bubur yang disukainya. Hyun Suk mengodanya melihat No Ra yang berdandan dan berpakaian rapih masih bisa membuat bubur. Sang Ye mengejek keduanya yang saling mengodanya, karena mereka harus cepat makan. 

Pertunjukan Theater
Seorang Pria memasuki panggung berteriak Siapa ini? Aku bisa bunuh diri jika belum mendapatkan pekerjaan. Siapa Hyun Jae,yang mengatakan akan ada pesta bunuh diri di sini?”sambil mengangat amplop merah. 
Wanita dengan pakaian rapih datang dengan wajah sedih mengatakan baru saja menerima undangan aneh. “Apakah mungkin itu untuk mengabulkan keinginan untuk mati bersama Hye Soo?” Seorang kakek berteriak kalau tahun lalu ada pesta natal tapi yang dilihatnya sekarang anak-anak muda yang ingin mati.  panggung digelapkan, No Ra dan Yoon Young duduk dibagian depan. 
“Aku terbaring koma selama 20 tahun dan  baru terbangun 1 bulan yang lalu. Aku yakin masih berusia 18 tahun, Cobalah Lihat  keriput ini. Mereka bilang bahwa aku berusia 38 tahun.” ucap si wanita dengan berkepang dua memperlihatkan ke penonton.

“Kau bilang kau menyerah dengan impianmu sebagai seorang seniman dan belum mendapatkan perkerjaan,kan?” ucap si wanita berdiri dibelakang pria yang frustasi
“Lalu kau bilang pacarmu meninggalkanmu setelah 8 tahun bersama? Jadi, kau berpacaran selama 8 tahun. Apa Pernahkah kau menciumnya?” tanya si wanita mengodanya, tapi pria itu disebelah kakek terlihat frustasi
Wanita itu menceritakan ketika dalam perjalanan untuk mengakui perasaanya pada seorang pria, lalu  mengalami kecelakaan mobil. Lalu berbicara pada seorang ibu yang kehilangan anaknya 3 tahun yang lalu, menurutnya memang sulit dilupakan karena ia juga terbaring koma selama 20 tahun dan mendengar cerita orang kalau ibunya menunggunya saat ada dirumah sakit. No Ra tertunduk melihat cerita theater yang dibuat Hyun Suk.
“Ketika kau membuang-buang waktu... Itu berarti kau akan kehilangan segalanya.” ucap si wanita sambil menangis lalu panggung digelapkan. Seorang pria berdiri diatas panggung dengan spotlight kearahnya.
“Namaku Hyun Jae... Dalam bahasa Inggris, itu berarti "masa kini" Dan juga bisa berarti "hadiah". Hyun Jae, atau sekarang... Ini adalah hadiah.” kata si pria
No Ra tersenyum mendengarnya, Hyun Suk dengan semua aktornya memberikan hormat setelah penampilan, Semua penonton memberikan tepuk tangan yang meriah karena pesannya tersampaikan dan sangat puas. 

Hyun Suk langsung dikerubingi wartawan untuk wawancara, No Ra dan Yoon Young melihat dari kejauhan, saat akan berjalan banyak fans Hyun Suk yang ingin meminta tanda tangan. Yoon Young berkomentar Hyun Suk itu sangat berhasil, Yi Jin juga melihatnya memang Hyun Suk bisa melakukanya, jadi mengajak Yoon Young untuk memberikan bunganya nanti saja.
“Tolong tunggu sebentar.... Aku harus menerima bunga dari pacarku.” ucap Hyun Suk lalu berjalan ke arah No Ra.
No Ra terlihat malu-malu tapi memberikan langsung ke pada Hyun Suk dan beberapa wartawan langsung mengambil gambar. Hyun Suk mengoda dengan mengedipkan mata, lalu kembali memberikan tanda tangan pada fansnya. Yoon Young mengejek yang dilihat seperti pembuktian. No Ra yang malu mengajak Yoon Young pergi. 

Sang Ye, Seung Hyun dan Soon Nam baru keluar, No Ra langsung memberikan bunga juga untuk Sang Ye karena ia pernah jadi bosnya dan sudah berkerja keras sepanjang waktu. Sang Ye tak menyangka No Ra memberikan bunga untuknya juga.
Hyun Suk datang mengatakan tak setuju karena Sang Ye itu sangat menikmatinya dan sekarang sudah tidak menjadi asistent produser, memberitahu No Ra bahwa Sang Ye sudah memiliki Project setelah “You and Now”. Sang Ye berusaha menyangkal, Hyun Suk memberikan pelukan sambil memuji Sang Ye yang sudah berkerja dengan baik.
Soon Nam langsung marah dengan sikap Hyun Suk, padahal adan Nunna-nya ( No Ra) didepan matanya, langsung melepaskan tangan Hyun Suk, karena berani memeluk seorang gadis didepan pacarnya. No Ra tersenyum melihat sikap Soon Nam.
“Kau lebih baik tidak melakukanya dengan orang lain, mengerti?” tegas Soon Nam pada Seung Hyun, terlihat Seung Hyun malu menyenggol pinggang Soon Nam.
“Oh ampun! Mereka pasti memiliki sesuatu hubungan sekarang” goda No Ra melihat keduanya, Soon Nam dan Seung Hyun malu-malu mengakuinya. 

No Ra mengatakan sebenarnya tak bisa meninggalkan tokonya, Dong Chul mengerti dengan memanggil Ketua Ha, Hyun Suk datang ke restoran. No Ra yang akan pergi heran melihat Hyun Suk yang datang. Dong Chul mengoda seharusnya mereka meluangkan waktu untuk Cha Hyun Suk.
“Sekarang aku lagi santai karena projectnya sudah berakhir  ,,Mari kita pergi nonton film, biarkn Dong Chul di sini.” ajak Dong Chul
“aku tidak bisa, karena punya janji lain.” ucap No Ra sudah membawa tas dan memakai jaketnya. Hyun Suk menanyakan kemana No Ra akan pergi.
“Hei.. mulai sekarang. Jangan mencoba untuk mengetahui semuanya. Aku seorang wanita misterius.” kata No Ra lalu melangkah pergi
Hyun Suk ingin bertanya berapa lama akan pergi, tapi No Ra sudah berjalan pergi, akhirnya ia pun berteriak akan  mengawasi karyawannya, lalu mengarahkan padanya pada Dong Chul, dan Dong Chul membalasnya. 

Beberapa saat kemudian, Hyun Suk duduk terkantuk-kantuk dengan laptop didepanya, Dong Chul melihat Hyun Suk sudah berlebihan jadi menyuruhnya pulang dan tidur. Hyun Suk dengan mata tertutup mengatakan sedang menonton film. No Ra yang baru datang melihat Hyun Suk yang masih ada di toko, Dong Chul memberitahu Hyun Suk sepanjang hari ada di toko.
Hyun Suk tersadar melihat No Ra yang datang langsung bersemangat ingin menyapanya. Tiba-tiba seorang pria datang memanggil No Ra,  Pengacara Lee datang meminta satu porsi toppoki yang dimasak oleh No Ra. No Ra tersenyum akan memberikanya, Hyun Suk melonggo melihat pria yang tersenyum pada No Ra, Pengacara Lee memberitahu sebelumnya sudah datang, tapi karena No Ra tak ada jadi kembali lagi ke kantornya, Hyun Suk berbisik bertanya siapa pria itu pada Dong Chul.
“Dia adalah seorang pengacara di seberang jalan, hanya datang untuk makan ketika No Ra di sini. satu lagi... Dia masih berumur 35 tahun.” bisik Dong Chul, Hyun Suk terlihat terbakar cemburu mendengarnya. 

Hyun Suk sudah berdiri diluar, No Ra mengeluh karena sedang sibuk tapi Hyun Suk malah mengajaknya berbicara diluar. Hyun Suk mengatakan memiliki keinginan dari kapsul waktu. No Ra merasa dirinya yang benar, Hyun Suk juga mengatakan bahwa ia juga benar dengan yang dituliskan.
“Aku menuliskan “Mari kita hidup bahagia.” Sekarng ...kau sudah berada di sampingku.” kata Hyun Suk.  No Ra mengangguk-angguk menanyakan apa keinginanya.
“Katakan pada pria itu  bahwa kau tidak akan menjual toppoki  padanya.” perintah Hyun Suk, No Ra melirik sinis berpikir Hyun Suk menyuruhnya untuk berhenti berjualan.
Hyun Suk yang bertolak pinggang mengatakan hanya bercanda, No Ra tersenyum. Hyun Suk mengakui tak suka melihat No Ra yang memberikan senyuman pada pria itu, No Ra membela diri harusnya ia cemberut pada pelanggan. Hyun Suk membenarkan, akhirnya menyuruh No Ra untuk mengenalkan pada pria itu bahwa ia adalah pacarnya.
No Ra pikir untuk apa melakukan itu. Hyun Suk terlihat kesal, karena supaya Pengacara Lee tidak tertarik padanya. No Ra kaget karena berpikir pengacara Lee itu menyukai toppoki buatanya tapi ternyata tertarik padanya, dengan senyuman menjerit “Daebak”. Hyun Suk tak percaya melihat No Ra yang tampak bahagia. No Ra pikir suatu yang bahagia ketika ada seseorang yang masih tertarik padanya.
“Hei, kau tidak melihat orang datang mengerubungiku seperti segerombolan lebah? Aku benar-benar populer. Apa yang akan kau lakukan?” ejek Hyun Suk
“Jika kau menjadi seperti ini, maka kau tidak boleh datang ke sini lagi.” kata No Ra kesal
“Hei, apa yang kalian lakukan? Apakah kalian bertengkar?” teriak Yoon Young tiba-tiba datang mengodanya. 

Dong Chul menceritakan awal ceritanya pada Yoon Young, lalu tertawa mendengarnya. Yoon Young memberitahu Hyun Suk kalau No Ra sedang marah. Hyun Suk melirik sinis karena banyak pria yang mengatur pacarnya. No Ra membawakan toppoki untuk ketiganya. Hyun Suk menyuruh No Ra untuk duduk bersama.
No Ra menyuruh Hyun Suk harus segera pergi setelah selesai karena mereka akan bertemu esok dengan wajah ketus. Yoon Young mengajak makan bersama karena sudah banyak tertawa. Hyun Suk makan dengan wajah kesal tapi melihat ada tambahan spesial dalam toppokinya, lalu tersenyum mengoda No Ra. Terlihat No Ra yang malu-malu menerima senyuman Hyun Suk.
Dong Chul melihat piring toppokinya, lalu berteriak karena No Ra memberikan sesuatu yang berbeda. Yoon Young tak terima karena hanya Hyun Suk yang mendapatkan sesuatu. Hyun Suk tersenyum, Dong Chul tak terima dan akan mengambil dari piring Hyun Suk. Dengan cepat Hyun Suk langsung makan tambahan spesial yang diberikan No Ra. 

Akhirnya hanya tinggal No Ra dan Yoon Young di toko sambil meminum teh bersama. Yoon Young mengeluh No Ra yang bersikap berlebihan, lalu bertanya bagaimana nanti apabila Hyun Suk pergi. No Ra pikir kalau memang Hyun Suk akan pergi yah pergi saja.
“Apakah yang akan kau lakukan?” tanya Yoon Young
“Menjadi terlihat baik untuk seseorang, selalu berhati-hati dalam semua tindakan, itu Bukan seperti aku. Kau eak bisa memaksa agar orang lain menyukaimu. Hyun Suk sangatlah berarti bagiku, tapi hidupku juga penting.” jelas No Ra
“Ohh yah ampun... Jadi karena itu kau menempatkan gulangan rumput laut goreng di piring Hyun Suk. Dan  Ha No Ra, kau lebih menarik daripada yang aku bayangkan.” goda Yoon Young
“Hei, itu sebabnya aku bilang bahwa dia sangat berarti bagiku.” akui No Ra, Yoon Young tertawa mendengarnya, No Ra menutup wajahnya karena malu meminta Yoon Young berhenti tertawa. 

Judul komik [Cinta Kedua Kalinya] No Ra mengambarkan cerita cintanya di laptop, Seung Hyun yang membacanya melihat pasangan dalam komik itu benar-benar serasi, lalu mengusulkan untuk menguploadnya sekarang.
No Ra menceritakan mengambar itu hanya untuk bersenang-senang saja. Seung Hyun melihat ada forum amatir yang juga melakukan itu hanya untuk bersenang-senang, lalu akan menekan tombol kirim. No Ra terlihat malu-malu saat akan dikirim, Seung Hyun langsung mengklik tombol kirim dan berjanji tak akan memberitahu yang lain.
Sebuah komentar masuk ke dalam cerita komik yang dibuat No Ra “Aku ingin tahu mengapa Cha Dol seperti itu dan berharap untuk cerita selanjutnya." No Ra benar-benar tak percaya karena semua sangat menakjubkan, Seung Hyun ikut tersenyum. 

No Ra dan Hyun Suk berjalan dikampus, terlihat  banyak mahasiswa yang lalu lalang. No Ra berkomentar walaupun hari minggu masih saja banyak mahasiswa yang terlihat sibuk, lalu melihat ada Hye Mi dengan temannya Min Hee.
Min Hee mengeluh karena seharusnya terpi dengan 4 pasangan tapi karena Hye Mi tak ikut jadi tak akan berhasil. Hye Mi memang ingin tapi tak bisa sambil memberikan kartu pos yang dikirim Min Soo dengan foto terbarunya. Min Hee pikir keduanya sudah putus dan mengajak Hye Mi untuk berbicara. Hye Mi menolak karena harus ke perpus, dalam 2,5 semester ini nilainya banyak yang F lalu langsung pamit pergi dengan Min Hee.
“Apakah pacarnya tahu jika kau itu ibu dari Min Soo?”kata Hyun Suk
“Mengapa aku harus mengatakan itu? Ini hanya akan bikin suasana tidak nyaman” pikir No Ra
“Jadi aku tidak perlu merasa tidak nyaman melakukan hal ini” ucap Hyun Suk sambil mengandeng tangan No Ra, terlihat No Ra yang tersenyum membiarkan Hyun Suk mengengam tanganya sambil berjalan dilingkungan kampus. 

No Ra melihat suasana kampus teringat pertama kali masuk kelas, banyak orang yang memandangna aneh bahkan Hyun Suk sampai berteriak menyuruhnya memperkenalkan diri didepan semua mahasiswa baru. Hyun Suk yang mengerjainya dengan melempar topinya dan kabur dengan sepedanya. Ia menari di acara pengenalan club, lalu menegur dosen yang melakukan pelecehan dengan selalu memang tubuh mahasiswa wanita, tapi malah dijauhi oleh seniornya.
Hyun Suk yang menyelamatkanya di dalam jaketnya karena suaminya berjalan didekatnya. Karena Hyun Suk yang tak melihatnya tampil diatas panggung, Ia berani menari diatas panggung saat festival kampus, setelah itu menangis diatas panggung.Bersama Seung Hyun dan Soon Nam minum bir bersama karena Dosen mereka tak masuk, merasakan sebagai mahasiswa sebenarnya. No Ra pertama kali tak tahu menahu tentang cara meminjam buku di perpus, melihat banyak mahasiswa yang belajar TOEIC dan ia mengikuti tes bersama mahasiswa lainya.
Hyun Suk dengan mengengam tangan No Ra, berjalan dengan pohon tinggi-tinggi disamping mereka,  bertanya apa yang dipikirkan pacarnya lalu menduga No Ra ingin kuliah lagi. No Ra tak ingin karena sudah merasakannya tapi Banyak kenangan yang tak terlupakan. Hyun Suk yakin dari banyak kenangan pasti denganya adalah yang terbaik.
“Memang untuk beberapa hal,  Aku banyak belajar karena bertemu denganmu.” akui No Ra
“Oh, seperti itu, Apa kita harus di kampus lebih lama lagi, jadi kita bisa bermain bersama?” kata Hyun Suk
“Tidak perlu, Bukankah kau bilang mau membaca script? Mari kita pergi.” ajak No Ra, Hyun Suk memeluk No Ra agar bisa pergi bersama. 

Di taman
No Ra berbaring di lengan Hyun Suk sambil membaca buku Nina, dan Hyun Suk membaca skrip yang akan dipentaskan, keduanya mendengarkan lagu dari kaset yang di putar dalam walkman milik Hyun Suk. Hyun Suk memberikan skriptnya pada No Ra, tangan No Ra langsung membalikan lembaran belakanganya. Hyun Suk tersenyum lalu membaca kembali scriptnya.
Hyun Suk memberikan scriptnya agar dibalik, tapi ternyata No Ra sudah tertidur pulas disampingnya. No Ra memiringkan badanya, tidurnya sangat nyenyak sambil mendekap Hyun Suk. Tangan Hyun Suk pun memeluk No Ra yang ada disampingnya.

Seorang anak kecil menendang bola kearah mereka, Hyun Suk berbisik meminta anak itu bermain disana karena temanya sedang tidur dengan memberikan coklat. Anak itu pun pergi dengan membawa bolanya. Hyun Suk menata No Ra yang tidur disampingnya, memberikan ciuman dikeningnya. No Ra seperti nyaman tidur didekat Hyun Suk, begitu juga Hyun Suk bisa tidur nyenyak sambil memeluk No Ra.

THE END 

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 16 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top