Monday, October 12, 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 14 Part 1

Di sebuah jalan, No Ra berjalan lebih dulu  menyusuri trotoar dengan pakaian sebar hitam dan Woo Chul berjalan dibelakanganya, lalu terhenti melihat No Ra yang berjalan didepanya dan mengatakan permintaan maafnya. No Ra terlihat hanya diam dan berjalan meninggalkan Woo Chul, seakan tak peduli.
Restoran Toppoki, Dong Chul sedang melihat didalam ponselnya, melihat No Ra yang datang wajahnya tersenyum sambil bertanya ada apa temanya itu datang. No Ra mengubar senyumanya, menurutnya apalagi tujuanya selain makan toppoki. Akhirnya No Ra makan Toppoki sendirian di pojok restoran, wajahnya terlihat tertunduk sedih sambil mengunyah toppoki. 

Min Soo memasukan sebuah koper ke dalam mobil, lalu meminta ayahnya tak perlu mengkhawatirkan ia dan ibunya. Woo Chul mengangguk, lalu menatap anaknya yang membukaan pintu mobil untuknya, dan memintanya untuk masuk. Woo Chul berjalan akan masuk kedalam mobil lalu menepuk pundak anaknya supaya menjaga kesehatan. Ketika mobil berjalan meninggalkan parkiran, Woo Chul menatap kaca spion terlihat Min Soo masih berdiri menatap ayahnya yang pergi meninggalkan rumah.

Di dalam kamar
No Ra membuka sebuah kotak dari lemarinya, melihat gambar neneknya dengan simbol-simbol, wajahnya tersenyum melihat gambaran yang masih disimpanya. Lalu No Ra mambaca satu persatu kertas yang sudah ditulis dengan gambar.
“Nenek....Aku makan dan ke kota bersama teman-temanku.” ucap No Ra dengan melihat gambar wajah neneknya, ditambah meja makan dan juga gedung besar.
“Nenek, banyak bunga forsythia bermekaran di taman.” kata No Ra yang mengambarkan bunga berwarna kuning dikertasnya.
“Nenek, hujannya deras.... Payung dan sepatu boot ada di lemari.” ucap No Ra, terlihat gambar awan dengan turun hujan, payung, sepatu dan sebuah lemari.
No Ra berkaca-kaca melihat gambar neneknya dan juga dirinya yang berambut panjang dengan gambar kepingan uang, teringat dengan ucapan neneknya “No Ra, nenek makan di pabrik.Aku menaruh 1000 won di rice cooker.Sana beli es krim.”


Min Soo membuka pintu kamar ibunya, bertanya apa yang sedang dilakukannya. No Ra mengaku sedang mengingat neneknya dengan lembaran yang ada ditanganya. Min Soo duduk disamping ibunya, untuk tidak perlu mengkhawatirkan dirinya lagi.
“Aku akan mengurus diriku sendiri dan giat belajar. Ibu juga butuh kehidupan.” ucap Min Soo
“Maaf, dan terima kasih.” kata No Ra berkaca-kaca, Min Soo pun memeluk ibunya penuh kasih sayang.

Tuan Kim bertanya pada anaknya ,apa yang dipikirkan Prof Kim Woo Chul sekarang. Yi Jin kaget ayahnya tiba-tiba bertanya tentang Woo Chul. Tuan Kim tahu Woo Chul tidak mau menjadi konsultan proyeknya Produser Cha, jadi berpikir Woo Chul itu tak senang ada dikampus. Yi Jin berusaha menyangkalnya.
“Kemarin, aku mendengar Prof. Park dari Jahcheon pensiun.”jelas tuan Kim, Yi Jin Prof itu adalah mertua dari Dokter Cha.
“Orang-orang memperebutkan posisinya seperti lebah. Kudengar Prof. Kim Woo Chul juga mengincarnya.” ucap Tuan Kim, Yi Jin benar-benar kaget mengetahui Woo Chul berencana pindahk ke kampus lain. 

Flash Back
Woo Chul menanyakan alasan Yi Jin melakukan hal seperti itu padanya, dengan sengaja memasukan ke dalam kampus bukan karena kualifikasinya dan ini tak bisa diterima dengan semua yang dilakukan Yi Jin. Terlihat Yi Jin tak percaya Woo Chul tak bisa menerima apa yang telah dilakukan agar Woo Chul masuk ke Woocheon.
“Kupikir pola pikir kita sama, Begitulah yang kukira selama ini.” ungkap No Ra kesal
“Kau membuat alasan ini, untuk menutupi perasaanmu pada Ha No Ra?” komentar Yi Jin sinis
“Dia tidak ada hubungannya dengan putusnya kita. Yi Jin, kau dan aku...Kita terlahir dengan pola pikir yang berbeda. Kita tidak bisa menghindari itu.” tegas Woo Chul memutuskan hubunganya.
Yi Jin kembali keruangan, tak percaya Woo Chul akan pindah ke Universitas Jahcheon, merasa seperti dibuang begitu saja oleh pacarnya dan tak terima. Ia pun menelp seseorang membicarakan tentang foto yang sudah lama dan meminta untuk memberikan padanya. 

Beberapa barang sudah dimasukan kedalam kardus, Yoon Young melihat No Ra yang sudah beres-beres. No Ra tak tahu kapan sewa rumahnya itu akan habis, takutnya nanti tak sempat karena sibuk kuliah dan berkerja part time. Yoon Young bertanya kemana Woo Chul pergi dan menduga itu pergi ke tempat wanita selingkuhanya.
“Tidak mungkin, kan? Dia merasa bersalah kepadamu. Apa dia putus dengannya?” tanya Yoon Young penasaran
“Aku tidak bertanya, dan kami juga tidak membahasnya. Setelah sewanya habis, dia pasti sudah punya tempat. Min Soo dan aku akan pindah ke rumah kecil.”jelas No Ra
“Lalu toko yang di Yeonam-dong?” tanya Yoon Young, No Ra akan merubah hak miliknya setelah sewa rumah yang ditinggalinya selesai.
Yoon Young tak setuju karena seharusnya diselesaikan sebelum surat cerai dengan mengurus properti. No Ra yakin mantan suaminya itu tak akan ingkar janji. Yoon Young mengingatkan No Ra bahwa Woo Chul itu orang yang lebih memilih karir, daripada pemakaman neneknya. No Ra beralasan itu dulu karena ada Min Soo, jadi neneknya itu hanya sebagai orang asing dan Min Soo itu adalah anaknya.
“Kim Woo Chul masih memberimu masalah sampai akhir. Tapi untunglah kau menceraikannya tanpa beban Dia tidak membebani perasaanmu..” ungkap Yoon Young penuh dendam
“Akulah yang bodoh, Kepolosanku adalah kesalahanku sendiri.” kata No Ra tak ingin menyalahkan semuanya pada Woo Chul lalu pamit pergi karena harus pergi ke kantor Hyun Suk, Yoon Young pun dengan baik hati mengantarnya. No Ra tersenyum karena tak mungkin menolaknya. 

Dikantor Hyun Suk sedang rapat dengan menjelaskan keiinginab panggung yang serealistis mungkin Seperti tanpa memakai riasan. No Ra mendengarnya sambil mengupas buah apel di pantry. Salah seorang pria mengerti bahwa hanya ada sofa atau pohon saja, tanpa ada background.
“Kalau menggunakan teater Mirae, panggungnya sangat gelap.Sepertinya tidak apa-apa seperti itu.” ucap Hyun Suk tentang design panggungnya, pria berbaju hijau merasa Hyun Suk sedang bercanda.
“Apa terlalu kosong? Nanti akan terbantu dengan pencahayaan. Lalu Direktur Kim, menurutmu naskahnya bagaimana?” tanya Hyun Suk pada pria yang disamping baju hijau
“Pengalaman tentang kehilangannya berbeda dengan yang lain. Dan lebih bagus jika memberikan pencahayaan pada tiap aktornya.” jelas Direktur Kim
Hyun Suk langsung setuju mencatat dalam agendanya, Sang Ye melihat wajah No Ra yang pucat didapur lalu menghampirinya, menanyakan keadaanya. No Ra menyangkal, akhirnya Sang Ye meminta supaya No Ra mengecek kembali berkas sebelum dicetak. 

No Ra mengecek disofa, lalu semua anggota rapat mulai merasakan kelaparan karena tak terasa rapat berlangsung lama, No Ra bersiap-siap untuk membereskan meja. Direktur Kim mengajak No Ra juga untuk makan bersama. No Ra menolak karena harus membereskan semuanya.
Hyun Suk mengajak No Ra untuk ikut makan dengan mereka juga .No Ra mengaku sangat lelah jadi setelah membereskan semuanya akan langsung pulang. Hyun Suk yang melihat wajah No Ra yang pucat bertanya apakah ia sedang sakit. No Ra menyangkal dengan beralasan semalam bergadang menonton drama. Direktur Kim berteriak mengajak mereka cepat pergi, No Ra pun menyuruh Hyun Suk pergi dan ternyata ponsel Hyun Suk tertinggal diatas meja. 

Di restoran
Semua tim bersulang, lalu pria berbaju hijau bertanya apakah Sang Ye akan debut tahun depan. Sang Ye mengeleng, Hyun Suk memberitahu apabila Project kali ini berhasil, Sang Ye akan debut.
“Lalu Sang Ye akan bekerja sendiri. Dia tidak akan bisa membantumu lagi.” ungkap Si pria berbaju hijau, Hyun Suk membenarkan tapi Sang Ye seperti enggan untuk berpisah dengan Hyun Suk.
Hyun Suk terlihat kebinggungan mencari sesuatu dalam saku baju dan celananya, Sang Ye bertanya apa yang sedang dicarinya. Hyun Suk mengataan ponselnya, lalu menduga itu tertinggal di kantor.
Sang Ye pikir mengambilkanya saja. Hyun Suk menolak tapi meminta untuk menghubungi No Ra agar datang ke restoran itu. Sang Ye terlihat kaget karena Hyun Suk mencari telp karena peduli dengan No Ra.
“Bilang untuk makan disini sebelum ronde kedua.Agar tidak cari makan saat pulang.” jelas Hyun Suk pada asistenya.
Sang Ye keluar dari ruangan ingin menelp No Ra, teringat sebelumnya Hyun Suk yang sangat perhatian sampai mencarikan pekerjaan pada No Ra, lalu melihat No Ra yang pergi dengan Woo Chul merasa yakin bahwa ada alasan No Ra pergi dengan suaminya. Sang Ye kembali ke dalam restoran memberitahu bahwa Ha No Ra sudah pulang. Hyun Suk berpikir No Ra itu sangat lelah jadi cepat-cepat pulang. Sang Ye terlihat benar-benar gugup saat memberitahu bahwa No Ra sudah pulang dari kantor.

Hyun Suk pulang kekantor, tapi melihat ruangan masih berantakan, lalu melihat No Ra yang tertidur disofa padahal Sang Ye mengatakan sudah pulang. Dalam pikirannya No Ra itu ketiduran lalu berusaha membangunkanya, tapi ternyata badan No Ra yang deman.
Ia pun membawakan bantal dan selimut serta obat untuk No Ra, tapi karena teringat No Ra belum makan ia membuatkan bubur agar No Ra bisa makan sebelum minum obat. No Ra pun tertidur di sofa dengan dahi yang dikompres air dingin agar demamnya turun.

Hyun Suk membangukan No Ra supaya memakan bubur dulu sebelum minum obat, No Ra seperti mengingau memanggil Neneknya sambil menangis. Hyun Suk mengumpat kalau sekarang No Ra itu seperti bertemu dengan neneknya.
“Ah...Benar. Paling tidak kalian bertemu di alam mimpi.” ungkap Hyun Suk, No Ra terus memanggil neneknya.
Terdengar suara nenek No Ra yang memintanya untuk makan setelah itu meminum obat, Hyun Suk sudah menyadarkan No Ra dibahunya, lalu menyuapinya. No Ra seperti merasakan neneknya yang menyuapi dan juga memberikan obat padanya. Lalu Hyun Suk membaringkan No Ra sambil merapihkan rambutnya dan menatapnya penuh rasa cinta. 


Pagi Hari
No Ra terbangun lalu kaget melihat Hyun Suk tertidur sambil duduk dan kepala yang ditopang dengan tanganya. Ia melihat mangkuk bubur, baskom kompresan dan juga kotak obat, teringat ada yang menyuapinya, dalam pikiranya itu adalah neneknya, tapi ternyata itu Hyun Suk dan bukan mimpi.
Ia menatap Hyun Suk yang tertidur, tanganya meraba rambut Hyun Suk dibagian dahinya, terlihat Hyun Suk yang sedang tertidur tersenyum, No Ra tersadar kalau itu sesuatu yang tak pernah dilakukanya tapi tiba-tiba malah melakukanya, akhirnya ia buru-buru berdiri dari sofa. 

Hyun Suk terbangun dengan pintu kantornya yang dibanting, wajahnya panik karena tak melihat No Ra ada di sofa. Lalu berlari kejalan sambil menelp No Ra untuk menanyakan keberadaanya, melihat No Ra yang buru-buru masuk kedalam taksi.
No Ra berbohong kalau ia dirumah. Hyun Suk tentu tak percaya lalu bertanya kapan temanya itu pulang. No Ra mengaku pulang jam 3 pagi, Hyun Suk memarahinya karena seharusnya membangunkanya kalau ia sedang ketiduran. No Ra merasa malu untuk membangunkanya. Hyun Suk yang khawatir menanyakan kedaaanya, No Ra mengatakan sudah lebih  baik lalu berpura-pura harus menutup telp karen Masakannya gosong.

Setelah menutup telpnya, No Ra memang dadanya yang berdegup kencang, lalu mengumpat pada dirinya sendiri yang sudah gila, teringat kembali saat tanganya menyentuh rambut Hyun Suk, kembali mencoba menyadarkan dirinya yang sudah gila karena berani melakukan itu pada Hyun Suk.
Hyun Suk yang masih berdiri dipinggir jalan bertanya-tanya alasan No Ra yang berbohong kalau pulang jam 3 pagi, padahal melihat sendiri No Ra yang menaiki taksi.
“Jangan-jangan... Ha No Ra, kau...” ungkap Hyun Suk tersenyum sumringah dengan dugaanya. 

Sang Ye datang ke kantor melihat ada kotak obat dan juga mangkuk bubur, serta kompresan bahkan selimut di sofa, teringat sebelumnya kalau ia berbohong memberitahu Hyun Suk bahwa NoRa sudah pulang.
Hyun Suk baru pulang melihat Sang Ye yang datang menyuruhnya untuk mempersiapkan catatan untuk kelas theater karena mereka bisa terlambat. Sang Ye langsung meminta maaf atas kesalahanya, Hyun Suk seperti tak ingin membahasn mengatakan setelah project ini akan membuat debut untuk asistentanya itu. Sang Ye hanya bisa diam saja. 

Min Soo duduk sendirian didalam kelas sambil memeriksa hasil listening TOIEC-nya lalu menghela nafas karena memiliki satu nomor yang jawabanya salah, Hye Mi mengirimkan pesan padanya Darurat, cepat kemari.” Hye Mi tersenyum bahagia melihat Min Soo yang datang menghampirinya.
“Sesuatu yang menyenangkan. Ayo liburan sama Min Hee dan temannya. Kita naik sepeda gandeng, makan makanan enak, sambil melihat laut dan minum semalaman. Kita berangkat minggu ini atau minggu depan.”ajak Hye Mi bersemangat
“Kita Lakukan saat hari libur saja, Aku sudah beritahu situasiku, jadi harus menenangkan kepalaku.” kata Min Soo meminta Hye Mi memberikan pengertianya.
“Justru liburan bisa membuat stresmu hilang.” pikir Hye Mi
“Aku harus bersiap untuk ujian dan juga Nilai UTSku benar-benar jelek.” jelas Min Soo
Hye Mi kesal karena Min Soo akan terus diperpustkaan sampai ujian akhir semester, Min Soo mengajak Hye Mi untuk belajar bersama sampai ujian lalu merek berlibur saat hari libur datang, kalau semester pertama nilainya jelek nanti IPKnya tiada bisa mendapatkan 4. Hye Mi sedih, karena tahu masalah orang tua Min Soo jadi sengaja merencakan dengan Min Hee untuk melakukan liburan bersama. Min Soo meminta maaf karena liburan malah membuatnya menjadi tambarh stess. Hye Mi bingung, Min Soo buru-buru pamit karena ada kelas. 

Hyun Suk mendatangi Woo Chul yang menelpnya lebih dulu, dengan mengeluh karena mantan suami temanya itu mengganggu orang mau ngajar. Woo Chul memberitahu bahwa ia dan No Ra sudah bercerai. Hyun Suk sedikit kaget, melihat mimik wajah Hyun Suk sudah menduga bahwa No Ra tak bilang pada Hyun Suk.
Sementara Hyun Suk teringat semalam, No Ra mengingau memanggil neneknya, Woo Chul pun ingin tahu pikiran Hyun Suk, alasan No Ra tak memberitahu. Hyun Suk hanya berkomentar akhirnya mereka cerai juga. Woo Chul menegaskan bahwa ia sebelumnya bertanya. Hyun Suk merasa untuk apa No Ra memberitahukan hal perceraian itu padanya.
“Kalau dia ada perasaan padamu, dia pasti bilang padamu, dalam pikiran pasti ingin memberitahu "Sekarang aku wanita bebas." ,,Tapi nyatanya... dia tak bilang padamu.” ucap Woo Chul penuh amarah
“No Ra saja tak bilang padaku. Kenapa kau repot-repot bilang padaku?” keluh Hyun Suk heran
“Supaya bisa bersaing dengan adil !!! Aku cerai supaya bisa memulai awal yang baru. Seseorang perlu menghapus masa lalu untuk menulis lembaran baru.” tegas Woo Chul yakin, Hyun Suk makin kesal dengan sikap Woo Chul.
“Mari kita mulai cinta segitiga kita.” kata Woo Chul yang siap untuk berduel
“Kau anggap cinta itu permainan? Berhenti bicara ngawur, kembalilah bekerja.” komentar Hyun Suk lalu pergi begitu saja, Woo Chul berpikir Hyun Suk itu pasti takut. 

Hyun Suk berjalan ke gedung kampus, melihat No Ra yang terlihat gelisah di jembatan sebelum masuk ruangan, lalu ia berteriak memanggilnya, No Ra terlihat gugup bertemu lagi dengan Hyun Suk setelah kejadian tadi pagi. Tangan Hyun Suk langsung menyentuh dahinya, No Ra benar-benar semakin gugup dan Hyun Suk bisa bernafas lega mengetahui No Ra sudah membaik.
“Seseorang sudah merawatmu dengan baik, kan?” goda Hyun Suk
“Iya... Terima kasih untuk yang kemarin.” kata No Ra terbata-taba-
“Pasti sulit, kan?” ucap Hyun Suk khawatir
“Kaulah yang kesulitan merawatku.” komentar No Ra
Hyun Suk merasa sudah menurunkan demamnya jadi meminta agar No Ra datan g ke kantornya, No Ra tak menjawab karena harus buru-buru masuk ke dalam kelasnya, Hyun Suk berteriak kalau itu kelasnya yang dimasuki No Ra. 

Hyun Suk berdiri didepan kelas memberitahu tugas kelompok terakhir untuk Mainkan salah satu adegan dengan tema "Suatu saat dalam hidupku" Saat bahagia, saat sedih atau saat yang ingin diulangi dan memlih salah satunya, yang tak pernah dilakukanya, setelah itu buat adegan dan mainkan lalu melihat penjelasan lebih lanjut di Web.
“Setiap orang punya kenangan dan kesempatan dalam hidup. Kalau aku... Masa laluku mengerikan. Lalu bagaimana aku bisa melaluinya dan jadi sekeren ini? Itu semua, karena seseorang.” ucap Hyun Suk sambil melirik pada No Ra yang duduk dikelasnya. No Ra tertunduk sambil menulis dicatatanya.
“Karena seseorang, Orang itu memberiku kesempatan untuk mengubah. Aku harap kalian temukan saat-saat seperti itu. Ada dua jenis orang di dunia ini. Orang yang bisa melihat kesempatan dan yang tidak. Aku bangga pada siapapun yang bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik.” jelas Hyun Suk sambil menatap No Ra. 

Di ruang komputer.
No Ra memikirkan tema “suatu saat dalam hidup” yang ingin diulanginya, tapi menurutanya itu sangat sulit. Seung Hyun juga merasa temanya itu sangat tak jelas. Soon Nam mengajak semuanya untuk cepat memikirkan sesuatu lalu membuat naskahnya,
“Aku senang kelasnya prof. Cha, tapi tugasnya terlalu banyak.” komentar Seung Hyun
“Ap lagi aku, kelasku lebih banyak.” ungkap Soon Nam tak ingin banyak mengulur-ngulur waktu.
“Kenapa kau belajar bisnis? ,,Itu tak ada hubungannya dengan tari dan jadi Pegawai pemerintah.” tanya No Ra
“Lebih mudah cari kerja dibidang itu.” jelas Soon Nam, No Ra mengerti lalu berguma bahwa anaknya juga harus melakukan hal itu.

“Seung Hyun, kenapa ambil jurusan sastra? Cari kerjanya sulit loh.” tanya No Ra
“Karena aku suka buku. Dari pada jadi pegawai, aku ingin bekerja dibidang yang kusuka dan Unni, kenapa ambil jurusan sastra?” tanya Seung Hyun balik bertanya.
No Ra terlihat binggung, Soon Nam menjerit melihat jam tanganya karen hrus ada kelompok belajar. No Ra tak percaya Seniornya melakukan itu juga, Soon Na menceritakan baru saja bergabung karena Sulit mengerjakan Tugas Akhir sendirian, jadi meminta apabila mendapatkan ide segara mengirim lewat Chat Grup, No Ra melihat Soon Nam itu sangat sibuk sekali.
Seung Hyun memberitahu karea Soon Nam itu sudah ada ditahun ketiga jadi pasti sangat sibuk, dan ia juga harus pergi karena gabung kelas TOEIC. No Ra mengerti karena itu salah satu syarat kelulusan, Seung Hyun bertanya apakah No Ra tak ingin ikut. No Ra mengatakan masih berpikir-pikir dulu lalu mengajak pergi bersama-sama karena akan pergi berkerja. 

Hye Mi mengeluh karena Min Soo itu malah mengajak liburan pada saat liburan kampus bukan sekarng. Min Hee sudah menduga kalau pacar Hye Mi  itu tak akan mau, karena gayanya memang seperti itu.
“Bagimana mau liburan? Menginap semalam saja dia takkan mau.” jelas Min Hee mengerti, Hye Mi masih saja tak terim dengan sikap Min Soo yang menolaknya
“Coba lihat, Ada dosen yang diterima karena koneksi. Sepertinya ada kecurangan saat perekrutan. Tapi Siapa itu prof. K?” ucap Min Hee membaca berita yang ada didalam web kampus.
“Bagaimana kau bisa menemukannya? Banyak Prof. K disini. , si pria K. lebih membuatku pusing dari pada Prof. K.” tegas Hye Mi tak peduli dengan berita yang beredar

No Ra berjalan mengingat pertanyaan Soon Nam alasanya untuk kuliah padahal tak butuh pekerjaan. No Ra membenarkan karena tak butuh pekerjaan dan akan sulit diterima dikantorn dengan umurnya. Tiba-tiba Woo Chul sudah ada didepan menegurnya karena bisa jatuh.
“Apa yang kau pikirkan, tak sadar tali sepatumu lepas?” ucap Woo Chul lalu berjongkok mengikat tali sepatu No Ra, sementar No Ra terlihat binggung, Woo Chul beralasan kalau sudah sewajarnya pria melakukan hal seperti itu.
Teringat kembali ucapan No Ra “Kau tahu apa yang kusuka darimu dulu? Punggungmu.” Woo Chul dengan sengaja memperlihatkan punggungnya agar No R terkesima. No Ra langsung menolak dengan menarik kakinya, Woo Chul pikir No Ra tak perlu merasa malu dengan tindakanya. No Ra memilih untuk berjalan pergi.
“Kalau ada lampu yang mati, hubungi saja aku.” ucap Woo Chul memberikan perhatian.
“Kau tahu cara menggantinya?” ejek No Ra yang selama ini Woo Chul tak pernah lakukan.
“Memangnya semua orang tahu cara ganti lampu dari lahir?” balas Woo Chul
No Ra tak ingin mambahas mengatakan akan memberitahu apabila sewanya akan habis, Woo Chul yang melihat No Ra berjalan yakin pasti mantan istrinya itu akan berbalik, No Ra yang baru berjalan beberapa langkah membalikan badanya. Woo Chul benar-benar gembira karena No Ra menoleh kearahnya.
bersambung ke part 2  

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 14 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top