Saturday, December 12, 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 14 Part 1

Keduanya bergandengan berjalan ke arah rumah Haeng Ah, dengan wajah tersipu malu. Ri Hwan mencoba menahan senyum dengan mengenggam erat tangan Haeng Ah. Sesampai didepan pintu masuk, Haeng Ah meyuruh Ri Hwan pulang saja karena malam semakin dingin. Ri Hwan mengangguk tapi tak melepaskan tanganya.
Haeng Ah kembali menyuruhnya pulang, Ri Hwan mengangguk tapi tetap tak melepaskan tanganya. Haeng Ah menyuruhnya naik taksi saja karena bus terakhir sudah lewat. Ri Hwan mengangguk mengerti. Haeng Ah lagi-lagi menyuruhnya pulang
Apa kau sungguh menyuruhku pulang?” ucap Ri Hwan yang enggan melepaskan tangan Haeng Ah
Kita masih bisa bertemu besok.” Kata Haeng Ah
Aku akan mengantarmu sampai di pintu rumahmu.” Balas Ri Hwan, Haeng Ah menyuruhnya pulang, tapi Ri Hwan menariknya untuk segera berjalan masuk. 


Keduanya masuk ke dalam rumah, Ri Hwan ingin pamit pulang, Haeng Ah mengiyakan tapi tangannya tetap mengenggam tangan Ri Hwan seperti tak membiarkan pacarnya pulang. Ri Hwan kembali pamit dan Haeng Ah menganggung, dan berulang berkali-kali.
Ri Hwan menatap Haeng Ah lalu menanyakan keadaannya selama ini. Haeng Ah tak menjawab, tapi Ri Hwan seperti mengerti lalu memeluknya. Keduanya saling menatap lalu Ri Hwan memberikan ciuman dan mengendong Haeng Ah sampai duduk diatas meja, tangan mencoba melepaskan sepatu boots Haeng Ah, tapi yang terjadi malah jatuh terjungkal.
Haeng Ah sempat menjerit, Ri Hwan kembali berlutut menarik sepatu kiri Haeng Ah. Lalu keduanya saling berciuman seperti membalas rasa rindu yang mereka tahan selama ini. 


Pagi Hari
Ji Hoon turun dari kamar sambil mengosok gigi, Ri Hwan masuk langsung terdiam melihat Ji Hoon yang melihatnya baru pulang. Ji Hoon menyindir Ri Hwan, apakah ia mau masuk atau tidak. Ri Hwan mengatakan ingin masuk dengan wajah datar, seperti tak terjadi sesuatu tadi malam.
Mata Ji Hoon tajam melihat Ri Hwan yang baru makan sandal rumah didepan pintu, Ri Hwan berjalan dengan wajah lesu. Ji Hoon heran melihat Ri Hwan yang tak mengunakan sandal rumah dari lantai satu. Ri Hwan mengaku baru pulang dari rumah Haeng Ah.
Ji Hoon melihat Ri Hwan berjalan, meminta untuk mentraktirnya sarapan. Ri Hwan mengerti dan akan menganti bajunya dulu, lalu mengaku tak sadar kalau sudah pagi dan buru-buru masuk kamar dengan wajah memerah. Ji Hoon berteriak mengerti, karena orang yang bahagia pasti tidak sadar dengan sekelilingnya.


Ri Hwan melepaskan jaket di kamarnya, melepaskan jam tangan yang dipakai selama ini dan menaruh kembali didalam kotak karena sudah tak membutuhkanya lagi. Matanya melirik ke arah cermin dengan raut waja bahagia, tak ada kesedihan dan juga tatapan kosongnya.
Aku tak perlu lagi menderita hingga hari berganti lagi.” Gumam Ri Hwan bahagia. Ji Hoon berteriak menyuruh cepat keluar karena sudah lapar. 


Haeng Ah menguap lebar-lebar, seperti masih sangat mengantuk. Tae Hee meliriknya dengan tatapan dinginya. Joon Soo masuk ke dalam ruang siaran. Tae Hee memberitahu mereka harus melakukan cepat.
Joon Soo mengerti, rencananya akan buat forum yang berbeda untuk pemirsa yang ingin pesan tiket Karena web mereka mungkin akan down. Haeng Ah  setuju dan meminta agar Joon Soo membuat data semua member  terprivasi, karena member suka menuliskan info walaupun mereka tak meminta. Joon Soo mengerti lalu keluar dari ruangan untuk segera mengerjakanya.
Tae Hee melihat Joon Soo sudah pergi, langsung ingin tahu cerita selanjutanya. Haeng Ah mengaku hanya itu saja ceritanya.

Ri Hwan membuka kembali bagian dinding balkon, wajahnya terlihat sangat segar dengan hembusan angin. Ji Hoon berteriak udaranya sangat segar dan sangat menyenangkan sambil membawakan segelas teh. Ri Hwan setuju, Ji Hoon membalas traktiran Ri Hwan dengan memberikan segelas teh.
Minum semuanya....Teh bagus energi.” Kata Ji Hoon, Ri Hwan juga menyuruh Ji Hoon meminum tehnya.
Yah...kalau aku sih tidak berbuat apa-apa semalam.” Goda Ji Hoon sambil meminum tehnya. Ri Hwan tertawa meminta tak dibahas lagi.
Aku hanya senang melihatmu bisa tersenyum sekarang. Hidup harus dihiasi dengan senyuman.” Kata Ji Hoon, Ri Hwan mengangguk setuju dengan senyuman bahagia dan udara yang masuk sangat membuatnya segar.

Di ruang siaran
Seharian ini kau terus saja tersenyum, Pasti telah terjadi sesuatu.Kau sudah gila atau kau balikan lagi dengan Ri Hwan?” tanya Tae Hee dengan tatapan sinisnya. Haeng Ah pikir Tae Hee sudah tahu sebelumnya.
Kalian ketemu di jalan? Kalian sudah bicara? Apa kalian sudah balikan?” tanya Tae Hee
Haeng Ah mengaku dengan memilih kalimat yang ketiga, kalau mereka sudah balikan. Tae Hee bertanya apa keduanya bertemu dan melakukan sesuatu seperti ciuman, Haeng Ah menjerit panik karena takut ada yang mendengar mereka. Tae Hee memberitahu Ruangan ini adalah kedap suaradan telah menyalakan lampu OnAir-nya jadi tak akan ada yang masuk. Haeng Ah pun mengucapkan terimakasih.
Tae Hee dengan sinis menanyakan untuk apa berterimaksih dengan mendengarnya ceritanya. Haeng Ah rasa temanya bisa menganggap seperti itu, karena mau mendengarnya ceritanya dan tak menganggapnya seperti orang gila. Tae Hee hanya bisa menghela nafas mendengarnya.
Jika suatu saat nanti kau berpisah lagi dengan Ri Hwan Aku tak akan bertanya kenapa kalian putus. Aku hanya akan bilang, bahwa itu adalah keputusan yang benar.” Kata Tae Hee, Haeng Ah yakin  Hal itu tak akan terjadi.
Mungkin saja.... Apa kau tak takut tentang masa depan?” tanya Tae Hee
Jika aku sendirian akan takut karena aku tak tahu harus bagaimana. Sekarang aku tahu siapa yang ada disisiku dan harus bagaimana, jadi Aku tidak takut.” Ucap Haeng Ah. 


Ri Hwan bertanya apakah Ji Hoon belum pernah bertemu dengan Tae Hee setelah datang kerumahnya. Ji Hoon mengaku baru ketemu dengannya kemarin. Ri Hwan tak percaya keduanya bisa bertemu kembali. Ji Hoon menceritakan hanya sebentar saja
“Aku bahkan tak bisa menatap matanya, Dia terlihat sangat menyedihkan hingga aku tak bisa melihatnya.” Cerita Ji Hoon, Ri Hwan binggung kenapa Tae Hee bisa sepert itu.
Dia sangat menyukai pria itu” akui Ji Hoon, Ri Hwan seperti simpati dengan temanya sambil menanyakan keadaannya apakah masih baik-baik saja
Aku sudah hampir menyerah tapi, setelah melihat keadaannya kemarin. Mungkin aku masih punya kesempatan. Aku tak tahu harus bagaimana sekarang, Rasanya aku merasa sedang digantung.” Cerita Ji Hoon sambil memukul Ri Hwan

Ri Hwan malah tertawa karena temanya  tak perlu memukulnya. Ji Hoon meminta traktir kembali untuk makan siang. Ri Hwan mengerti, Ji Hoon berpesan karena keduanya sudah kembali maka Ri Hwan tak boleh mengabaikannya begitu saja. Ri Hwan menanyakan memangnya ada apa lagi yang belum diceritakan.
Ji Hoon mengatakan tentang ibu Ri Hwan Dan juga hasil tesnya, kalau sampai ia tak memberitahu maka akan marah besar dan Dan hubungan mereka juga bisa jadi renggang, Ri Hwan mengerti lalu saling bersulang dengan cangkir teh, keduanya langsung menjerit kepanasan. 
Ruang siaran
Tae Hee bertanya apakah ada lagi yang belum diketahuinya. Haeng Ah memberitahu Ri Hwan sudah melakukan tes tapi Hasilnya belum keluar. Tae Hee bertanya apakah Haeng Ah mau memberitahukan hasilnya. Haeng Ah binggung, Tae Hee menegaaskan kalau ia harus tahu semuanya Agar bisa tahu nanti, kenapa Haeng Ah bisa menangis dan tertawa.
Haeng Ah tertawa, Tae Hee menanyakan apa lagi ceritanya. Haeng Ah berencana akan menemui bibinya  besok dan Dokter bilang tidak apa-apa. Tae Hee terus meminta apa lagi yang belum diceritakan. Haeng Ah pikirsemua sudah diberitahu. Tae Hee memujinya, lalu berdiri ingin memberitahu tentang dirinya.

Aku mengakui perasaanku pada manajer Cho dan ditolak.” Akui Tae Hee, Haeng Ah menjerit kaget
Hanya itu ceritaku. Selesai.”Kata Tae Hee.  Haeng Ah berdiri dari tempat duduknya, masih tak percaya kalau Manager Cho, si Ninja dan manager kita sekarang. Tae Hee menyindir apakah kata-katanya tadi ada yang tak dimengerti olehnya
Jadi, cerita dalam suratmu itu sungguhan, ya?” ucap Haeng Ah tak percaya, Tae Hee menyuruh Haeng Ah diam karena penyiar mereka yang ceriwis datang. Haeng Ah melihat Se Young ada diruang kontrol, masih tak percaya Tae Hee mengungkapkan perasaannya. 



Se Young masuk langsung bertanya Siapa yang mengungkapkan perasaannya dan menduga mereka sedang menggosipkan artis. Tae Hee menyangkal kalau mereka hanya mendiskusikan play list nanti. Se Young mengerti lalu duduk di meja siaran.
Tae Hee mengatakan "Sebaiknya kau diam saja" oleh Kim Jin Pyo. Dengan tatapan sinisnya. Haeng Ah membalas  "Aku masih tak percaya" oleh Lim Jeong Hee. Tae Hee mengatakan "Percayalah" oleh DBSK. dengan nada menegaskan. Haeng Ah berbisik dengan membalas  "Kisah seperti dongeng" oleh Cho Kyu Chan.
"Aku telah melakukan segalanya" oleh Ali.” Teriak Tae Hee
"Hanya itu saja?" oleh Kim Hyun Chul.” Balas Haeng Ah
"Sudah berakhir" oleh Byul.” Ucap Tae Hee
"Aku sungguh tak percaya" oleh Sweet Sorrow.” Kata Haeng Ah
"Itulah Aku" oleh Kim Dong Ryul.” Tegas Tae Hee
Haeng Ah mengatakan  "Aku tak tahu harus berkata apa" oleh Kim Kwang Jin. Tae Hee membalas "Aku baik-baik saja" oleh Rooftop Midnight. Joon Soo baru saja sampai diruang kontrol, Se Young sedari tadi mendengarnya binggung sambil bertanya-tanya lagu apa yang akan diputar  karena List-nya sudah full. Haeng Ah memberitahu akan tetap mengikuti skrip yang sudah dibuat. 


Akhirnya Tae Hee keluar ruangan dan Joon So masuk, Haeng Ah melihat keduanya yang tak datang bersamaan. Se Young menceritakan ibunya datang, lalu mengeluh karena ibunya membuat rumahnya berantakan padahal sebelumnya sudah dirapihkan, lalu bertanya apakah ibu-ibu akan puas jika membersihkanya sendiri dan omelan ibunya yang tak ada henti-hentinya.
Haeng Ah hanya tersenyum mendengarnya, Se Young bertanya apakah ibu Haeng Ah seperti itu juga. Haeng Ah mengatakan tak tahu, Se Young sadar ibu Haeng Ah sudah meninggal saat masih kecil lalu dan memukul tanganya sendiri. Joon Soo menahannya agar pacarnya tak memukul dirinya sendiri. Se Young meminta maaf dan meminta Haeng Ah tak perlu sungkan apabila ingin marah.
Tidak apa-apa, kok! Aku memang tidak tahu, tapi aku punya banyak ibu lainnya. Seorang "Ibu" yang selalu mengomeliku setiap kali kami bertemu dan Orangnya ada di sana.” Kata Haeng Ah mengarahkan pandangan pada Tae Hee yang sudah dianggapnya sebagai ibu.
Aku juga punya ibu di restoran. Dan...” kata Haeng Ah tertawa bahagia 


Flash Back
Ri Hwan keluar dari kamar Haeng Ah untuk pulang, seperti seorang ibu berpesan agar tak lupa makan dan jangan Jangan bilang "Iya, iya" tapi Haeng Ah malah tidak makan. Haeng Ah mengerti, Ri Hwan pamit pulang, Haeng Ah menyuruh Ri Hwan cepat pulang karena harus berkerja. Ri Hwan menyuruh Haeng Ah untuk kembali tidur.
Haeng Ah mengerti, Ri Hwan akan berjalan ke pintu tapi kembali masuk berpesan agar Haeng Ah tak lupa minum obat, Haeng Ah mengerti dan menyuruh Ri Hwan pulang saja. Ri Hwan tetap berpesan agar Haeng Ah tak minum air dingin lalu pamit dan berjala ke depan pintu tapi kembali lagi, menyuruh Haeng Ah memakai baju hanya saat keluar rumah karena nanti bisa kedinginan saat menunggu bus.
Hati-hati saat kau menyeberang jalan. Jika kau mencoba menyebarang seperti dulu lagi, kau bisa ditangkap.” Pesan Ri Hwan
Aku tidak biasanya seperti itu. Hanya saat itu saja, kok.” Kata Haeng Ah
Ri Hwan membentangkan tanganya, Haeng Ah pun memeluknya dengan erat. Ri Hwan memegang rambut Haeng Ah untuk mengeringkan rambutnya, Haeng Ah mengerti. Ri Hwan memegang leher Haeng Ah, meminta agar tak membiarkan lehernya begini dan harus mengunakan syal. Haeng Ah mengerti dipelukan Ri Hwan. Ri Hwan menatap Haeng Ah bertanya apakah ia punya masker.  Haeng Ah mengeleng, tapi ia punya masker gas itu. Ri Hwan pun pamit pulang dan Haeng Ah berpesan agar Hati-hati di jalan. 


Se Young memulai siaran dengan membaca skrip siaran yang dibuat Ada yang bilang, wajah kita mirip dengan wajah seseorang yang kita cintai dikehidupan sebelumnya.Aku mencintai seseorang yang mirip dengan dikehidupan sebelumnya. Kau mencintai seseorang yang mirip dengan wajahmu.
Haeng Ah tersenyum mendengarnya mengingat perjalanan ke pantai dengan Ri Hwan yang sangat membuatnya bahagia.
Jadi, saat aku dilahirkan kembali. Wajahku akan mirip dengan wajahmu. Aku bertemu denganmu setelah aku membaca buku itu. Apa menurutmu apa kau menyukaimu jika kau itu jelek? Si pasangan wanita menjawabKenapa kau bicara begitu, sih?
Haeng Ah memberi kode kalau sudah selesai, Se Young membuka earphonenya sambil menarik tanganya keatas karena siaran siaran sudah selesai lalu semua keluar ruang siaran, tapi Haeng Ah kembali memutar siaran yang sudah direkamnya.
Terkadang, aku membenci diriku sendiri. Tapi, dia tetap menyukaiku. Jadi, aku belajar untuk menyukai diriku sendiri.
Haeng Ah melihat ponselnya lalu menemukan foto dengan Ri Hwan yang di gambar kucing dengan arang dari ubi bakar, lalu teringat saat Ri Hwan yang pertama kali mengoleskan arang di pipinya agar cemong.
Jujur saja, aku berharap bisa dilahirkan kembali seperti Audrey Hepburn. Tapi, setelah kupikirkan, wajahmu tidak jelek-jelek juga. Jika aku lahir dengan kepribadian hangat sepertimu, aku pasti sangat bahagia.

Haeng Ah mengingat saat mengejar Ri Hwan dan berciuman didepan balkon saat mengunyah permen karet, ia sudah ada dilobby jari mengeser ponsel melihat foto Ri Hwan yan tidur menganga lalu memegang bagian wajahnya dengan wajah gemas. Ri Hwan heran mendengar Haeng Ah yang langsung mengangkat telpnya. Haeng Ah menceritakan sedang menunggu Tae Hee dan sedang memegang ponselnya 
Tae Hee berjalan ingin turun tak sengaja bertemu dengan Dong Il sudah memotong rambutnya jadi rapi lalu bertanya pada Tae Hee apakah ia sudah lebih tampan lagi. Tae Hee dengan ketus mengatakan tidak dan kembali berjalan. Dong Il mengikutinya berpikir rambutnya lebih bagus yang dulu. Tae Hee membenarkan.
Dong Il mengatakan semua orang bilang rambutnya lebih bagus sekarang dibanding saat masih panjang dan Tae Hee sendiri yang bilang kalau ia akan lebih tampan jika potong rambut. Tae Hee membenarkan dan pintu lift terbuka, Dong il mengeluh Tae Hee membuatnya binggung dan masuk ke dalam lift. Tapi Tae Hee hanya diam dan tertunduk, Dong il bertanya apakah Tae Hee tak masuk. Tae Hee mengatakan tidak, Dong Il menyuruh Tae Hee masuk saja dan jangan membuat suasana jadi canggung. Tae Hee tetap menolak
Apa kau harus menghindariku dan menatapku seperti kau membenciku?” tanya Dong Il
Aku bukannya membencimu, tapi Karena aku menyukaimu... Aku masih... belum bisa menatap matamu.” Kata Tae Hee tertunduk, Dong Il mengerti dan pamit pulang lebih dulu dengan melepaskan tombol lift. Tae Hee baru bisa mengangkat wajahnya ketika pintu lift tertutup. 



Haeng Ah masih berbicara ditelp menceritakan sedang melihat foto-foto dan ternyata Foto Ri Hwan yang lucu tersimpan di ponselnya. Ri Hwan masuk ke dalam lobby lalu bersembunyi melihat Haeng Ah dan Tae Hee berjalan keluar. Ri Hwan mengodanya dengan bertanya apa Haeng Ah merindukanya. Haeng Ah menyangkal.
Saat aku mendengar rekaman siaran tadi, Mereka bilang, aku akan dilahirkan kembali mirip dengan wajahmu. Jadi...” ucap Haeng Ah terhenti karena melihat Ri Hwan tiba-tiba sudah ada di lobby dan mereka masih menelp.
Kenapa kau tidak menelepon dulu? Kita hampir saja tidak ketemu.” Komentar Haeng Ah
Bahkan saat aku tak berniat bertemu denganmu, kita selalu saja dipertemukan.” Goda Ri Hwan sambil mengelus rambut Haeng Ah.
Tae Hee melihat keduanya kembali mesra, Ri Hwan melihat Tae Hee menyapa dengan menanyakan kabarnya. Tae Hee dengan ketus merasa Ri Hwan tak perlu bertanya dan menyuruhnya untuk menganggap saja dirinya tak ada di sini. Ri Hwan mengajak Tae Hee untuk minum kopi bersama. Tae Hee menolak karena tak mau menjadi pengganggu sekarang lalu pamit pergi.
Ri Hwan padahal ingin memberitahu mereka akan minum kopi bersama Ji Hoon juga. Haeng Ah pikir Ri Hsan sudah main bersama Ji Hoon di klinik, Ri Hwan menceritakan mereka baru saja makan malam, karena sudah berhenti minum jadi Ji Hoon terus ikut dengannya. Haeng Ah tak percaya kalau Ji Hoon benar-benar serius berhenti minum.


Tapi, kenapa wajah kita bisa mirip dikehidupan selanjutnya?” tanya Ri Hwan, Haeng Ah dengan ponselnya mengunakan dua layar satu foto dirinya dengan kamera depan dan Ri Hwan mengunakan kamera belakang.
“Coba Lihatlah ini. Mereka bilang, wajahku dikehidupan selanjutnya akan mirip dengan wajah seseorang yang cintai. Aku mencintai seseorang yang mirip denganku Dan kau akan mencintai seseorangyang mirip denganmu. Jadi....” jelas Haeng Ah berhenti karena melihat Ri Hwan malah tertawa.
Jadi, yang kau maksud dengan orang yang paling kau cintai adalah...” kata Ri Hwan tersipu malu, Haeng Ah pura-pura tak mendengar lalu mengalihkan pembicaraan kalau mobil Ji Hoon sudah menunggu.
Apa kau sungguh akan dilahirkan kembali mirip dengan wajahku ini?” tanya Ri Hwan, Haeng Ah pun tak tahu lalu berlari ke lift dengan wajah bersemu merah.
Ri Hwan mengandengnya sambil menekan tombol lift mengucap syukur karena Haeng Ah cantik, jadi ia bisa lahir sebagai wanita yang cantik nantinya. Haeng Ah berbisik taku ada Orang lain bisa mendengarnya. Ri Hwan pikir apabila seperti itu mereka bias gantian tubuh saja dan mencintai seperti sekarang ini.
Haeng Ah menduga sejak dulu doppelganger hanya menyukai orang yang sama, Ri Hwan mengartika apabila mereka saling bertemu maka  salah satunya harus mati. Haeng Ah merasa apabila dirinya yang dulu dan bertemu dengan yang sekarang, mungkin ia bisa mati dan melihatnya dalam drama TV, lalu keduanya masuk lift bersama


Ji Hoon keluar dari mobil saat melihat Tae Hee yang baru masuk parkiran, berpikir Tae Hee juga ingin ikut dengan mereka. Tapi Tae Hee malah pergi begitu saja sampai Ji Hoon memanggilnya, mengajak untuk bicara apabila tak sibuk. Tae Hee hanya menengok sedikit menyuruh Ji Hoon bicara saja sekarang.
Aku hanya ingin lebih berlama-lama saja denganmu.” Ungkap Ji Hoon.
Soal kemarin aku minta maaf dan juga terima kasih.” Kata Tae Hee, Ji Hoon menyuruh Tae Hee menatapnya dan mengatakanya. Haeng Ah dan Ri Hwan akan masuk parkiran kembali mundur melihat keduanya berbicara serius
Aku tak mengerti kenapa sikapmu bisa berubah begini. Apa yang sebenarnya yang kau inginkan? Apa kau akhirnya ketemu dengan wanita  gila dan yang memutuskanmu itu? Dalam pikiranmu "Aku akan balikan dengannya dan aku yang akan bilang putus duluan." Apa itu tujuanmu?” tuduh Tae Hee menatap Ji Hoon.
Apa itu yang kau pikirkan?” ucap Ji Hoon tak percaya

Lalu, kenapa sikapmu bisa jadi baik begini? Kau punya segudang simpanan dan Banyak yang menyukaimu!” tegas Tae Hee
Aku tak mengerti. Seperti yang kau bilang, aku merasa tersisihkan saat kau menyukai pria lain. Aku merasa menyesal setelah kita putus.” Jelas Ji Hoon.
Jika memang menyesal telah memutuskanku sekarang, Tapi tak ada gunanya sekarang!” teriak Tae Hee
Ji Hoon mengaku memang benar ucapan Tae Hee, tapi ia mengaku tak bisa berhenti memikirkannya dan membenci kenyataan kalau Tae Hee menyukai orang lain, lalu Hatinya hancur saat Tae Hee menangis karena pria itu. Ia sendiri juga tak tahu perasaan yang dirasakan sekarang.
Aku sangat menyukaimu! Apa perasaan ini tak bisa disebut dengan cinta?Jika bukan cinta, lalu apa? “ teriak Ji Hoon, Tae Hee menghela nafas. 


Haeng Ah dan Ri Hwan akhirnya makan roti di minimarket sambil berpegangan tangan. Ri Hwan mengaku bukan membela karena sebagai teman tapi menurutnya tak ada orang sebaik Kwon Ji Hoon. Haeng Ah setuju  Ji Hoon sangat baik, lucu dan menyenangkan, terkadang juga akan menjadi cowok yang serius.
Ri Hwan yang mendengakan seperti merasakan cemburu, Haeng Ah membalas kalau dulu Ri Hwan juga pernah berkomentar Tae Hee itu cantik. Ri Hwan menyangkal, tapi Haeng Ah masih ingat Ri Hwan mengatakan itu. Ri Hwan menegaskan kalau Tae Hee itu bukan tipeny.
Haeng Ah bertanya tipe wanita seperti apa yang disukainya. Ri Hwan mengoda kalau Haeng Ah pasti tahu karena sekarang ia adalah pacarnya. Haeng Ah mengeluh sudah kenyang dengan rayuan dan ingin pulang saja. Tapi dengan tangan yang bergandengan membuat Haeng Ah kembali ke sisi Ri Hwan.
Perlu kau tahu, bahwa tangan ini adalah milikku.” Tegas Ri Hwan mengenggam tangan Haeng Ah tak mau dilepaskan
Astaga! Harga diriku rusak. Aku baru saja dibandingkan dengan cewek lain, tapi kenapa aku senang sekali?” ucap Haeng Ah tertawa.

Kita harus temui Ayahmu sekarang.” Kata Ri Hwan, Haeng Ah pikir tak mungkin karena musim dingin dan akan turun salju.
Ibu ingin aku mengajakmu, Dia menulis hal ini di catatannya. Memang lebih bagus jika kita pergi saat musim semi, tapi mungkin ibuku akan lupa nantinya.” Jelas Ri Hwan
Haeng Ah megajak pergi hari minggu, ponsel Ri Hwan berbunyi pesan dari Ji Hoon mengatakan akan pulang duluan apabila mereka masih lama di minimarket. Haeng Ah menyuruh Ri Hwan mengatakan pada Ji Hoon untuk menunggu karena seniornya itu tak boleh sendiri dan ia akan menemui Tae Hee karena mengkhawatirkanya.
Ri Hwan panik karena tak ingin mereka berpisah, Haeng Ah seperti anak kecil mengatakan mereka bisa bertemu lagi esok, lalu memberitahu Saat-saat bahagianya  adalah saat aku bertemu dengan Ri Hwan dan tadi tiba-tiba saja muncul. Ri Hwan mengodanya, kalau Haeng Ah merasa ada di luar angkasa. Haeng Ah tak merasa seperti itu. Ri Hwan kesal berpikir seperti ada dineraka.
Aku merasa aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia, ini Menyenangkan sekali.” Ungkap Haeng Ah malu-malu sambil menyenggol badan Ri Hwan, keduanya saling berbenturan dan Ri Hwan tersipu malu lalu mengajak mereka pulang walaupun terpisah. 


Dong il main kerumah Suk Joon lalu melepaskan jaketnya, Suk Joon menanyakan pendapat orang tentang rambut barunya itu. Dong Il menceritakan beberapa orang bilang lumayan dan penampilan jorok yang miskin mulai berkurang sedikit, kali ini dirinya merasa jadi idola tapi ada satu orang yang tak menyukainya, menurutnya orang itu memang aneh.
Suk Joon tak banyak berkomentar, Dong Il merasa lapar ingin mencari makan dikulkas tapi hanya ada berisi air mineral sambil mengejek temanya itu seperti tanaman yang hanya butuh air. Suk Joon pikir Dong il sudah makan dan sengaja menyimpan banyak air karena tak bisa memasaknya.
Dong Il pikir setidaknya Suk Joon harus punya kimchi. Suk Joon mengajak makan diluar saja. Dong Il menolak karena udara sangat dingin. Suk Joon masuk ke dalam kamar ingin ganti baju dan Dong Il memilih untuk menelp memesan ayam goreng, saat Suk Joon keluar kamar, ia bertanya mau pakai kartu atau cash. Suk Joon hanya bisa tersenyum lalu mengatakan akan mengunakan kartu. 


Dong il merasa menikmati makan ayam goreng dengan wine, merupakan paduan yang cocok. Suk Joon sambil melipat tanganya menanyakan apakah terjadi sesuatu. Dong il mengaku Tidak juga,  hanya  Mungkin hatinya  berdetak, tapi hanya sekali saja
“Aku bisa menahannya, dan mengendalikan diriku, lalu hatiku bisa tenang kembali.” Cerita Dong il
Apa kau pernah kepikiran untuk meninggalkan perusahaan?” tanya Suk Joon.  
Entahlah. Aku tahu apakah ini adalah kasih sayang, keras kepala, atau rasa takut. Rasanya aku tidak bias berpisah dari perusahaan. Bagaimana kau bisa melakukannya?” kata Dong Il
Kau memaksa tangan dan kakimu untuk melangkah, lalu membawa mereka untuk berjalan.” Ucap Suk Joon
Dong il mengerti, menurutnya pasti semua orang takut karena mereka  sudah tidak muda lagi. Suk Joon mengajak Dong il berkerja sama dan tinggal bersama denganya, karena ingin mengakhiri kontrak 2 tahun apartmentnya. Dong il pikir Suk Joon akan pergi keluar negeri atau merencakan sesuatu.Suk Joon merasa sekarang harus tinggal di asrama kantor sementara waktu. Dong il mengeluh Suk Joon yang harus bersusah payah seperti ini sekarang dan mau menganggap kantor adalah rumahnya sekarang. Suk Joon mengatakan  ingin pindah dari perumahan ini.
Jika aku pindah ke lingkungan yang berbeda, aku bisa melihat sesuatu yang berbeda. Dengan begitu, aku bisa melupakannya.” Jelas Suk Joon, Dong il menyetujui itu adalah ide yang bagus.
Kau bisa datang besok. Password-nya... Sepertinya kita harus mengubahnya sekarang dan Kau yang mengubahnya.” Kata Suk Joon seperti mengingat pasword dibuat dengan Haeng Ah. 


Di dalam mobil
Se Young menyuruh Joon So pulang sekarang, Joon Soo meminta Se Young masuk lebih dulu karena ingin memastikan selamat sampai dirumah. Se Young tetap menyuruh Joon Soo pulang karena tak ingin ibunya melihat. Joon Soo pikir kalau memang bertemu pasti akan menyapanya. Se Young malah panik, untuk apa Joon So bertemu ibunya. Joon Soo tertunduk sedih
Bukan, maksudku adalah.. Memangnya kau mau bicara apa dengan ibuku jika kalian bertemu? Apa kau akan bilang, kau adalah pacarku?” kata Se Young, Joon So pikir apalagi yang harus dikatakanya.
Kau tidak mengenalnya, Dia bisa memakanmu hidup-hidup.Keinginannya adalah untuk melihatku menikah.” Jelas Se Young
“Sebenarnya Apa artinya aku ini dalam kehidupanmu? Kau iri melihat pernikahan orang lain, Tapi meskipun begitu, kau tak berencana ingin menikah.” Kata Joon So dengan wajah sedih
Aku benar-benar tak berencana untuk menikah. Jika memang mau, aku pasti sudah punya suami sekarang. Tapi, aku sibuk dengan diriku sendiri sekarang. Hatiku sering berubah-ubah. Dan aku lebih menyukai anjing daripada pria, sementara Waktuku hanya untuk mencari uang. Bagaimana bisa aku punya suami dengan semua kebiasaanku itu? Aku tak ingin menikah.” Kata Se Young menatap lurus kedepan
Lalu, bagaimana dengan nasib hubungan kita?” tanya Joon So
Kita adalah sepasang kekasih.” Ucap Se Young seperti tak ingin membebani Joon So
Apa kita hanya akan pacaran lalu putus?”kata Joon Soo, Se Youn tak bisa menjawab. Joon Soo pun menyuruh Se Young masuk karena sudah larut lalu turun dari mobil.
Se Young turun dari mobil bertanya apakah Joon Soo marah. Joon Soo mengelengkan kepala, karena tahu tujuan Se Young mengatakan hal seperti itu karena tak ingin membebaninya dan menyuruhnya masuk karena pasti ibunya sudah menunggu. Se Young sedih melihat Joon Soo yang pergi dengan mata berkaca-kaca .
bersambung ke part 2 

sumber:http://korean-drama-addicted.blogspot.com/

Sinopsis Bubblegum Episode 14 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top