Tuesday, October 27, 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 1 Part 1

Digambarkan suasana kota Seoul yang hiruk pikuk dengan lampu-lampu yang sangat indah dimalam hari. Suara penyiar dari Black Radio, studio 4 CBM.mulai mengudara.
“Dari jendela bisa terlihat halaman CBM yang membentang luas, dan juga terlihat toko bunga serta apartemen dari sini. Apa yang sedang semua orang lakukan saat ini? Apa ada yang sedang mendengarkan Black radio?” Pria bernama Park Ri Hwan sedang menganti lampu, dan pria lainnya sedang berlatih baseball.
“Meski kita semua terpisahkan jarak tanpa sadar kita saling ingin tahu kegiatan masing-masing. Selamat mendengarkan kami di senin yang indah ini. Saya Oh Se Young dari radio hitam.” Bola yang dilemparan melambung jauh dan memecahkan kaca jendela.
“Sekarang saatnya membaca pesan pendengar. Hal ini cuma bisa dilakukan saat siaran langsung. Itu artinya siaran kami sekarang adalah siaran langsung. Tadi aku bertanya, "Kapan kau merasa sangat kesepian?"
Seorang pelajar wanita terlihat kesal merobek-robek kertas dan membuangnya dari ketinggian. Wanita bernama Park Sun Young melihat ada kerja yang jatuh dimobilnya, terlihat jalan yang macet saat pulang kerja. Di Sisi lainnya ada seorang wanita yang terjebak kemacetan, bernama Hong Yi Seul dan pria bernama Kwon Ji Hoon dengan kacamata didalam taksi. 

“Dari nomor, 0520 bilang dia melukai jarinya saat memesak dan  tak bisa menemukan perban dimanapun. Dari nomor, 7188 bilang dia kesepian saat dia mematikan radio. Lalu dari 3599 bilang dia kesepian saat bertengkar tapi tak ada yang membelanya....Ah, sakit sekali pasti.”
Di ruang siaran, seorang wanita duduk diluar melihat layar komputer ia bernama No Tae Hee, dengan dua operator pria operator. Di dalam ruangan ada wanita dengan kacamata bulatnya, bernama Kim Haeng A dan penyiar Oh Se Young yang memberikan komentar kalau orang yang tak mendengar siaran berarti orang-orang itu tak kesepian dan sangat sibuk, lalu Haeng A memberikan selembar kertas pada Se Young.
“PD kami menyarankan sesuatu. Saat Aku memutarkan lagu setelah ini. Ayo kita nyalakan dan matikan lampu dikamar kita. Supaya tak dikira lampu rusak, Bagaimana kalau kita ikuti irama lagu? Kita matikan dan nyalakan lampu sesuai irama lagu. Saat lirik "Aku mendengar tentangmu di radio, Kau tak sendiri. Aku akan mencintaimu." maka saat itulah kita nyalakandan matikan lampu. Ah! Menyenangkan, bukan?” ucap Se Young bersemangat, setelah lagu di putar langsung keluar ingin melihat dengan jelas, kedap-kedip lampu.
Pria bernama Jo Dong il yang sedang mengosok gigi mengejek tim radio itu sangat aneh tapi akhirnya mengikuti saran Se Young untuk menyalakan lalu mematikan lampu kamarnya. 

Kwon Ji Hoon yang ada dicafe bersama teman-teman pun ikut saran Se Young untuk menyalakan lalu mematikan lampunya. Di pom bensin ikut mengedip-ngedipkan lampunya, Yi Seul sedang mengisi bensin binggung kenapa lampu bisa berkedap-kedip seperti akan rusak
Nyonya Park Sun Young baru dari rumah sakit, melihat lampu salah satu kamar berkedap-kedip, ternyata pasien sedang mendengarkan siaran radio sambil memainkan lampu, dilorong juga di buat berkedap kedip, senyum Nyonya Park pun terlihat.
Ri Hwan menyalakan semua lampu, terlihat sepasang pria dan wanita sudah berumur dengan pelajar wanita bersorak gembira melihat lampu menyala dengan sempurna. Di sisi lain, pria dengan wajah dingin Kang Sung Joon, hanya diam saja mendengarkan siaran Black Radio.

Semua tim radio melihat keluar gedung, ada sebuah pom bensin diperempatan yang mematikan dan menyalakan lampu mereka. Se Young merasa hanya sedikit sekali mungkin karena gelap. Tae Hee mengejek kalau cahaya lampu akan terlihat karena gelap. Si pria berteriak kalau melihat kedipan lampu seperti irama lagu yang di putar. Di bagian atas terlihat Suk Joon menatap keluar dan dilantai bawah ada Haeng A dengan teman-temanya, lalu hujan sangat deras.
Haeng A memindahkan barang-barangnya dengan kursi beroda, Penjaga kaget melihat Haeng A hujan-hujan dengan membawa barang tanpa dibantu oleh pria yang tinggal bersamanya. Haeng A beralasan ingin melakukan sendiri lalu buru-buru pamit pergi dengan penjaga. 

Flash Back
Haeng A memberitahu Suk Joon tak akan kembali lagi ke rumah itu. Suk Joon akan pergi hanya diam dan akan membuka pintu. Haeng A juga mengatakan barangnya tak akan ada lagi saat Suk Joon pulang.
Suk Joon melirik mengatakan akan membicarakan nanti, wajahnya tetap dingin. Haeng A mengatakan akan mengurusnya sendiri karena Suk Joon yang menginginkan mereka berpisah. Sung Joon tak berkomentar memilih untuk keluar rumah.
Haeng A melihat dua bantal berbeda warna yang saling tersenyum, awalnya saling berdekatan lalu memisahkanya. Lalu berjalan ke tengah-tengah rumah yang selama ini ditinggalin dengan Suk Joon, dengan helaan nafas.

Dari pintu kamar 701, menyoroti semua ruangan yang ada didalam, dimulai dari ruang tengah lalu ruangan makan.
Flash Back
Haeng A duduk sendirian diruang makan dengan dua piring didepannya dan bersulang sendirian dengan gelas anggur, lalu ia buru-buru keluar rumah seperti berharap Suk Joon datang, tapi ternyata yang ditunggu tak datang juga.
“Nanti aku telepon. Bagi seseorang, itu adalah ucapan janji untuk menelpon lain waktu. Sementara Bagi yang lain, itu adalah ucapan untuk menghindari komunikasi. Mereka tak sadar bahasa mereka berbeda. Itulah alasan sebuah pasangan berpisah.”
Haeng A duduk menunggu dengan menerima pesan dari Suk Joon, sampai ia merayakan ulang tahunya sendiri, dengan pohon natal disampingnya. Walaupun begitu, ia tetap dengan senyuman menunggu sambil menyemprotkan tanaman yang ada disana.
Akhirnya Haeng A berbaring diatas tumpukan baju yang lembab, dengan mengeluh nasib akhirnya seperti ini. Lalu dengan gerakan menyapu lantai, ia menyalakan radionya, di putar lagu Cho Kyu San -  Seoul Sky. Haeng A memilih untuk kebalkon dengan menahan air matanya dengan wajah senyuman. 

Di Klinik
Ri Hwan dengan sengaja meminta ibu pasiennya keluar, lalu menanyakan alasan pasiennya yang tak mau bermain lagi padahal tak sakit. Pasienya hanya diam dengan mengoyang-goyangkan salah satu kakinya. Ri Hwan pikir pemaianan anak itu jelek. Si anak terlihat kesal karena Ri Hwan tak pernha melihat lemparanya.
“Aku sibuk, jadi tak ada waktu nonton baseball SMP. Ada apa denganmu?” tanya Ri Hwan, pasien hanya memberikan alasan kalau lelah.
“Kalau kau lelah, bagaimana bisa kau merusak kaca itu? Sambil menghadap CCTV.  Kau tak sakit, kan? Jadi kau tak perlu ramuan mahal yang diminta ibumu.” ucap Ri Hwan, si pasien terlihat gugup.

Terdengar suara bunyi sesuatu yang pecah, si ibu pasien langsung masuk ke dalam ruangan memarahi anaknya yang melakukan itu, Sang anak mengaku bukan ia yang melakukanya, si ibu tak percaya terus menghujaninya pukulan. Ri Hwan memberitahu bahwa ia yang melakukanya, lalu meminta ibu pasien keluar dari ruangan lagi.
Setelah itu meminta supaya pasien berhati-hati saat membersihkan, Pasien binggung kenapa harus ia yang membersihkanya. Ri Hwan dengan santai karena tak ingin jadi semua orang mengira itu ulah pasienya, lalu memberikan gelas agar pasien mencobanya. Pasien pun akhirnya ikut melemparkan gelas dan pasti orang-orang didepan mengira itu ulah Ri Hwan.
“Wow! Bagus sekali.... Lalu kenapa kau tak mau main?” tanya Ri Hwan
“Bukannya tak mau, tapi tak bisa. Aku tak bisa mengatakannya pada orang lain. Pelatih memintaku membawa uang, tapi aku tak punya.” cerita pasien, Ri Hwan bertanya untuk apa, pasien pikir dokternya itu sudah tahu. Ri Hwan melihat kaki Si pasien yang terus bergoyang-goyang.

“Kau sudah coba tanya sekalah?” tanya Ri Hwan prihatin, Si pasien menceritakan sekolahnya sudah banyak hutang jadi tak bisa bantu. Ri Hwan pikir pasien itu tak bisa bicara dengan ibunya.
“Apa tak lihat tangannya? Dia terkena potong kecil-kecil sekali dan semua uang mereka untuk berhemat.” ucap Si pasien ikut sedih. Ri Hwan bertanya apakah ada keahlianya selain baseball, Si pasien tertunduk.
“Kau punya pilihan sekarang. Diam saja sampai kau lulus. Atau tingkatkan kemampuanmu dan tunjukkan saat ada kesempatan. Nanti akan ada yang melihat bakatmu. Aku bisa melihatnya, sekarang akan kuobati tangan ibumu, secara Gratis. Tapi setelah terkenal, berikan tanda tanganmu.” kata Ri Hwan
Si pasien terlihat tak percaya, Ri Hwan meminta pasienya menuliskan perjanjian. Si pasien pun berjanji akan memberikan dan juga membersihkan pecahan gelas. Ri Hwan tak ingin Picher tak boleh melukai tangannya, lalu membersihkan pecahan cangkirnya. 

Paman penjaga apartement, menelp Ri Hwan memberitahu kalau kimchinya harus segera diambil. Ri Hwan kaget mengetahui Haeng A belum mengambilnya. Penjaga menceritakan sudah ditekan bel berkali-kali tapi tak ada jawaban, berpikir tak ada yang tinggal disana.
Ri Hwan menelp Haeng A, menduga terjadi sesuatu. Haeng A mengatakan itu salah. Ri Hwan pikir sakit, Haeng A juga mengatakan salah, Ri Hwan bertanya keberadaanya, Haeng A berbohong ada dirumah, padahal sedang di halte. Ri Hwan bertanya apakah ia sudah makan.
Haeng A menjawab sudah, Ri Hwan sedikit tak percaya, lalu menduga sudah memakan dengan kimchi lobak yang dititipkan pos satpam. Haeng A membenarkan. Ri Hwan lalu meminta untuk mengambil ramuanya sekarang. Haeng A menolak karena ada janji, lain kali saja mengambilnya. 
Ri Hwan memanggil seorang bibi direstoran, seorang pelajar terlihat sangat bersemangat melihat Ri Hwan datang. Ri Hwan melihat anak kecil itu mengunakan kosmetik, Si pelajar mengoda kalau sekarang ia terlihat cantik. Ri Hwan heran melihat si pelajar itu tak sekolah, si bibi yang ditunggu datang memberitahu anaknya itu seperti orang kuliah, berangkat sekolah kalau ingin.
“Sudah kubilang tak usah kemari. Apa kau tak sibuk?” ucap si bibi tak enak hati
“Tidak sibuk, Meski sibuk, aku tetap kemari. Sekarang lebih baik kalau bibi istirahat dua hari saja. Apa mau aku buat tambah parah, Biar bibi bisa istirahat?” ucap Ri Hwan yang tak ingin bibi istirahat.
“Sekalian saja bunuh aku, Biar istirahat selamanya.” balas si ibu
“Oppa, kau seksi sekali kalau sedang memeriksa pasien” goda si pelajar. Ibunya langsung memukul si anak yang bicara sembarangan. Ri Hwan menarik tangan si bibi untuk berhati-hati dengan tangannya. 

Haeng A akan datang ke sebuah restoran tapi Ri Hwan yang sedang menelp langsung berlari menariknya sebelum Haeng A kabur. Ri Hwan menegus Haeng A yang mengatakan ada dirumah dan sudah makan. Haeng A mengatakan kalau memang tadi dirumah
“Kau bilang makan kimchi lobak, kan. Yang kukirim kimchi kubis!!!” tegas Ri Hwan sudah tahu Haeng A berbohong.
“Kelihatannya kau tak habis dipukul orang.” ucap Ri Hwan berpura-pura ingin memukul tapi Haeng A seperti tak takut.
Ri Hwan menjatuhkan uang, Haeng A tak mengambilnya, jadi itu artinya Haeng A tak kabur dari rentenir. Ri Hwan mengeluarkan permen lolipop, Haeng A tetap diam, mengartikan Haeng A tak sedang diet. Haeng A mengejek Ri Hwan yang terlihat bodoh. Ri Hwan malu sendiri akhirnya memilih untuk pergi.
Haeng A heran melihat Ri Hwan pergi begitu saja, akhirnya menyuruhnya pergi saja dan berjanji akan mengambil ramuan. Ri Hwan menatap Haeng A yang berjalan seperti orang mabuk masuk ke dalam restoran. 

Di dalam restoran, Haeng A mengambil permen karet lalu menyapa foto ayahnya lebih dulu, lalu bibi dan paman dengan si pelajar datang dengan senampan makanan. Si pelajar berkomentar Haeng A yang makin kurus jadi terlihat tua. Bibi menduga itu karena Haeng A yang terlalu berkerja keras dimalam hari.
Paman merasa Haeng A sedang menderita secara emosi. Si pelajar mendengar Penyiar yang baru itu aneh, Bibi menyuruh Haeng A untuk berkerja siang hari saja. Si paman pikir ada pria yang mengodanya dan menyuruh untuk membawanya, karena sang ayah sudah mengizinkan untuk memukulnya.
Haeng A seperti berubah seperti saat masih kecil, mengaku ada seseorang. Si pelajar tak percaya kakak perempuanya itu sudah memiliki pacar. Haeng A baru saja berbicara, si paman sudah berdiri dengan wajah marah dan mengumpat.
“Tidak, paman. Aku bercanda dan cuma bohong.” kata Haeng A, pamanya pun duduk kembali.
“Sepertinya dia tidak bohong. Unni, kau sungguh punya pacar.” ucap Si pelajar
“Kalau aku memang punya, pasti sudah kubawa kemari.” kata Haeng A lalu telp masuk dari radio. 

Tae Hee menelpnya memberitahu kalau penyiarnya tak bisa datang lain, Haeng A binggung karena semalam penyiarnya baik-baik saja. Tae Hee memberitahu Se Young “si Anjing itu” sedang sakit.
“Jangan panggi dia "anjing". Dia lebih tua 3 tahun dari CV-nya.” ucap Haeng A sambil berjalan. Tae Hee menjelaskan itu anjing milik Se Young dengan mengelurkan suara anjing
“lalu Bagaimana siaran langsungnya, Apa harus cari pengganti?” tanya Tae Hee.
“Tidak, kita hubungi dia karena sebenarnya dia ingin datang.” ucap Haeng Ah yakin, lalu pamit pergi dengan paman bibi dan pelajar. 

Tae Hee baru turun dari mobil kaget melihat Haeng A sudah ada didepanya dengan pakaian tak biasa, bertanya darimana. Haeng A dengan santai menjawab dari Secret Garden, Tae Hee bertanya-tanya apakah itu letaknya ada di Gangnam dan desa. Haeng A melihat penampilan, lalu berpikir pakaianya itu terlihat aneh. Tae Hee berkomentar itu bagus, tapi tak ingin mereka saling mengenal. 

Di depan interkom apartement, Haeng A bertanya apakah anjing Se Young sakit apa. Se Young mengaku tak tahu jadi harus ada didekatnya. Haeng A pun akan berjanji akan merawatnya jadi bawa saja anjingnya saat rekaman.
“Saat siaran langsung...Tae Hee akan merawatnya, dia hebat merawat anjing.” ucap Haeng A lalu meminta Tae Hee mengonggong.
Tae Hee mau tak mau mengonggong dan seekor anjing pitbul sedang berjalan ikut mengongong. Akhirnya Se Young pun keluar dari apartement dengan anjing dipelukanya, bertanya apakah mereka membawa mobil.

Di dalam mobil, Se Young duduk dibelakang dengan memeluk anjingnya. Haeng A menjawab kenapa penyiarnya itu tiba-tiba ingin pergi ke dokter gigi. Se Young mengatakan sudah ada janji tapi tak bisa pergi karena lelah, tapi karena sekarang sudah ada supir, jadi ingin pergi ke dokter.
Tae Hee cemberut karena dianggap sopir oleh penyiar baru, Haeng A hanya bisa diam saja tanpa berkomentar, walaupun tak enak hati dengan Tae Hee. 

Sesampainya di dokter gigi, Se Young langusng menyerahkan anjingnya pada Haeng A lalu masuk kedalam. Yi Seul melirik sini pada Haeng A yang membawa anjing memberitahu tak boleh masuk dan menunggu diluar.
Haeng A pun menunggu diluar dengan senyuman bahagia bermain dengan anjing milik Se Young. Tae Hee menyindir Haeng A itu minum obat ketawa, karena masih bisa dalam keadaan seperti ini. Haeng A malah heran mana mungkin harus menangis.
Tae Hee pikir Haeng A tak menangis karena takut sungai Han meluap. Haeng A tak ingin karena nanti lelah,lalu baru sadar mereka seperti sedang membaca puisi. Se Young keluar dengan wajah bahagia menyapa anjingnya lebih dulu karena sudah menunggu lebih lama. 

Ketika akan pergi, Se Young tak sengaja ingin bertabrakan dengan ibu-ibu dengan gaya seperti chaebol, dengan sinis ia masuk ke dalam dokter gigi. Yi Seul memakai jubah dokternya, ibunya masuk mengeluh melihat pakaian anaknya saat ada di klinik.
“Entah ruangan ini yang kecil atau tubuhmu yang besar. Seperti beruang saja. Kenapa pakaianmu seperti itu?” keluh ibunya, Yi Seul mengatakan kalau pakaian ini adalah jas dokter.
“Kau memeriksa orang, darah, kuman. Kenapa kau bekerja seperti ini?” keluh ibunya, Yi Seul dengan sinis menanyakan alasan ibunya datang, Sang ibu mengeluarkan foto Ri Hwan.
“Dia cucu tunggal RS. Sehan, Anehnya dia dokter obat herbal,jadi dia takkan mewarisi Rumah Sakit tapi dia punya pekerjaan sendiri. Dengan begitu Dia takkan mengganggu bisnis hotel ayahmu, Ibunya dokter di RS dan Ayahnya meninggal sebelum dia lahir. Selain itu dia tak punya masalah dengan keluarga besarnya. Takkan ada masalah kali ini.” jelas ibunya cepat
Yi Seul hanya diam dengan helaan nafas, ibunya melirik dengan mengeluarkan kacanya, lalu bertanya apakah anaknya tak mau melihat fotonya. Yi Seul kembali menghela nafas. Ibunya memberitahu calonya ini pantas berdiri di resepsi pernikahan, jadi menyarankan untuk mencoba bertemu. Yi Seul bertanya apakah ibunya masih lama ada diruanganya karena ada pasien yang sudah menunggu.
Ibunya merasa tak akan ada pasien yang mati apabila menunggu, Yi Seul menegaskan pasienya bisa mati karena terlalu lama menunggu, lalu menyuruh ibunya bersantai dan keluar dari ruangan. Sang ibu akhirnya melihat foto anaknya dalam piagam berkomentar Potong garis wajahnya dan juga rahangnya. Lalu melihat jaketnya itu seperti baju karena terlalu besar.
Sementara Yi Seul pergi ke ruangan prakteknya hanya melamun mengingat ucapan ibunya tentang perjodohanya. “Dia takkan menggu bisnis hotel ayahmu, dan tak ada masalah dengan keluarga besar, jadi Dia takkan membuat masalah” 

bersambung ke part 2 

sumber:http://korean-drama-addicted.blogspot.com/


Sinopsis Bubblegum Episode 1 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top