Saturday, October 3, 2015

Sinopsis Yong Parl Episode 18 Part 2

Tae Hyun dan Sang Chul langsung membawa Yeo Jin ke ICU, Perawat So yang melihat Tae Hyun datang mengampirinya. Tae Hyun memberitahu bahwa pasien  sudah diracun dan harus di dialisi sekarang, karena mengalami gagal hati yang akut, Perawat So pun segera masuk kedalam untuk mempersiapakanya.
Yeo Jin memegang tangan Tae Hyun memintanya untuk tidak pergi, Tae Hyun memegang tangan Yeo Jin memintanya agar tak khawatir karena akan tetap ada disisinya dan tidak akan pergi kemana-mana. 

Beberapa saat kemudian, Yeo Jin terbangun dengan alat yang dipasang ke dadanya, lalu melihat Tae Hyun yang tertidur disampingnya, tanganya pun mengelus kepala Tae Hyun. Dr Lee masuk ke dalam ruangan, dengan memberikan senyuman menyapa Yeo Jin yang sudah sabar. Yeo Jin malah menyuruh Tae Hyun keluar. Dr Lee terdiam mendengar Yeo Jin yang sinis padanya.
“Apa kau tidak mendengar aku?” kata Yeo Jin ketus. Dr Lee lebih mendekati Yeo Jin ditempat tidur.
“Tubuhmu sudah diberikan ethionine cukup lama dan Ethionine zat yang tidak berwarna dan  tidak berbau. Ini menyebabkan halusinasi Dan mengidap kanker hati” jelas Dr Lee, Yeo Jin kaget mendengar menderita kanker.
“Sudah meningkat dari stadium 2 ke stadium 3. Untungnya, kanker itu tidak menyebar ke organ tubuh lainnya.Jadi prognosanya akan baik jika kita  bisa melakukan transplantasi hati. Tempat yang kami operasi 3 tahun yang lalu, Sama tempatnya dengan tempat transplantasinya, Karena "adhesi", tingkat keberhasilan operasi ini sangat rendah. Karena aku yang mengoperasinya 3 tahun yang lalu Lebih baik aku yang melakukannya lagi sekarang..” jelas Dr Lee

Yeo Jin seperti tak yakin dengan pilihan bahwa lebih baik Dr Lee yang melakukanya, Dr Lee menyakinkan bahwa ia yang akan melakukan. Yeo Jin kembali menyuruh Yeo Jin keluar. Dr Lee memberitahu jika ia pergi maa tidak ada orang lain yang akan melakukannya, Yeo Jin tak percaya Dr Lee menjadi dokter satu-satunya ditempat itu. Dr Lee memang menyayangkan  bahwa ia satu-satunya dokter yang  bersedia merawatnya.
“Aku rasa aku tidak punya pilihan lain” ucap Yeo Jin dengan mata berkaca-kaca, Dr Lee memberitahu kebenaranya bahwa sekarang Yeo Ji dalam kondisi lemah.  
“Apakah itu artinya kau menguasaiku dan aku orang yang lemah dimatamu?” kata Yeo Jin dingin
“Tidak. Kita berdua, hanya seorang dokter dan seorang pasien” tegas Dr Lee yang tak ingin membuat kesalahan lagi. Yeo Jin terlihat tak begitu yakin dengan ucapan Dr Lee bahwa ia menganggap hubungan mereka antara dokter dan pasien.

“aku ingin hidup sedikit lebih lama dan hidup bahagia bersamanya meskipun  hanya sebentar saja. Aku tidak berbuat apa-apa kecuali menyakitinya  selama ini, Karena balas dendamku... Karena jabatan Nyonya PresDir yang bodoh ini.. aku ingin minta bantuan padamu. Sebagai seorang pasien. Berikan aku waktu untuk hidup sedikit lebih lama. Aku ingin membuat dia bahagia...” ucap Yeo Jin sambil mengelus kepala Tae Hyun sambil menangis.
“aku berjanji padamu, sebagai seorang dokter dan akan melakukan yang terbaik” tegas Dr Lee.

Dr Lee keluar dari ruangan bertemu dengan Kepala Pelayan yang sudah datang, Kepala Pelayan tersenyum meminta tolong untuk mengunakan hatinya, karena golongan darahnya sama dengan Presdir dan sudah dicek tiga tahun yang lalu. Dr Lee pun merasa sangat senang jika memang semuanya cocok lalu pergi lebih dulu. Kepala Pelayan melihat Yeo Jin yang terus mengelus kepala Tae Hyun yang sedang tertidur.
Di ruangan, Dr Lee melihat hasil CT Scan dengan beberapa kartu nama Dokter ditanganya dan mencoba menelp untuk meminta bantuan, tapi terlihat semua dokter tak ada yang mau mengangkat, Dr Lee terlihat frustasi dengan semua masalah yang dihadapinya sekarang. 

Yeo Jin meminum air beras dengan senyuman, Tae Hyun rasa ucapanya itu benar karena Yeo Jin jadi kecanduan meminum air beras. Yeo Jin yang terlihat pucat membenarkan, menurutnya rasanya enak sekali, Tae Hyun tersenyum. Yeo Jin ingin minum lagi tapi matanya seperti mengantuk dan langsung tertidur.
Tae Hyun memanggil Yeo Jin beberapa kali, Perawat So menepuk pundak Tae Hyun memintanya agar membiarkan Yeo Jin beristirahat. Tae Hyun mencoba tak khawatir dan membiarkan Yeo Jin beristirahat.
“Tubuhnya terlalu lemah Dia harus mengurangi kegiatannya untuk  bertahan meskipun sebentar saja” jelas Perawat So merasa sedih melihat Yeo Jin yang terbaring. 

Tae Hyun menemui Dr Lee yang terlihat pusing diruangannya, menanyakan apakah mereka sudak menemukan donor hati. Dr Lee terlihat hanya bisa diam, Tae Hyun memanggilnya kembali.
“Transplantasi hati tidak mungkin dilakukan kepadanya Dan bahkan tidak mungkin menyingkirkan  adhesinya/pelekatannya dalam "Whipple" Tidak ada seorangpun yang mau  melakukannya sekarang” jelas Dr Lee
“Aku akan melakukannya” kata Tae Hyun tak peduli, Dr Lee mengumpat agar Tae Hyun jangan berbuat gila lalu berdiri dari tempat duduknya.
“Kau juga tahu kalau ini tidak masuk akal, Ya.. memang benar, jika aku bisa menghubungi seluruh dokter Di Korea seperti dirimu, aku akan mencobanya. Aku akan berpura-pura kalau aku gila! Tapi itu tidak ada!” tegas Dr Lee, air mata Tae Hyun mengalir
“Jika aku tidak memiliki hati nurani  seperti sebelumnya, maka aku yakin, Aku akan membiarkan Yeo Jin mati ditanganmu! Aku bisa mengatakan Aku tidak bertanggung jawab! Tapi semuanya juga sudah berubah bagiku, Sekarang Aku memiliki hati nurani sekarang ini  karena dirimu. Aku tidak bisa membiarkan dia mati karena aku tahu benar keadaannya!” teriak Dr Lee
Tae Hyun menangis seperti saat kehilangan ibunya karena tak bisa berbuat apapun, menanyakan apa yang harus mereka lakukan sekarang. Dr Lee terlihat kasihan menatap jendela berpikir sejenak, lalu meminta Tae Hyun menunggu  karena mereka akan membuat konferensi dengan para spesialis terkemuka jadi mengajaknya untuk menaruh harapan dengan itu. Tae Hyun menatap Dr Lee dengan mata memerah dan air mata yang mengalir. 


Di ruang konferensi
Semua dokter berkumpul dengan terhubung 4 dokter di depan layar, Dr Lee memberitahu tentang kondisi pasien wanita yang berusia 30tahun, Dikarenakan pecahya hati, kadung empedu, dan  pankreas 3 tahun yang lalu, maka mereka melakukan operasi "Whipple" dan saat itu pasien menderita kanker hati, jadi membutuhkan transplantasi.
“Pasti akan ada adhesi dalam  operasi Whipple.” ucap Dokter layar bagian atas, Dr Lee pun mengatakan itu alasanya mengundang  para spesialis yang terkemuka seperti sekarang.
“Meskpun sulit, hal ini belum tentu mustahil, Hanya karena operasi Whipple.” kata Dokter yang ada dikana layar.
“Kami memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi  dari operasi Whipple berulang” ucap Dokter layar bagian kiri bawah.
Dokter dibagian layar kiri atas meminta Dr Lee untuk menunjukan hasil CT scan terlebih dulu. Dr Lee pun memberikan hasil CT Scan dengan ingin menjelaskan pasiennya, tapi dokter yang tadinya optimis malah mengatakan harus  menerima kenyataan karena itu akan sangat sulit, sambil meminta maaf dan memutuskan koneksi internet.
Si Dokter di sebelah kanan seperti dibisikan bahwa itu hasil CT Scan Yeo Jin pun memilih untuk mengundurkan diri dan memutuskan hubungan internet. Tae Hyun meminta untuk menunggu, tapi dua dokter terahir melakukan hal yang sama. Akhirnya dokter yang ada diruanganpun memilih untuk keluar. Tae Hyun berteriak meminta tolong, semua dokter seperti tak peduli meninggalkan ruangan. 

Tae Hyun dan Dr Lee kembali ke ruangan Yeo Jin, terlihat Yeo Jin yang tertidur dengan selang yang menempel dibagian dadanya. Tae Hyun meantap Yeo Jin meminta tolong agar mengoperasinya. Dr Lee menjelaskan bahwa ia tak bisa melakuka dengan melihat hasil CT dan MRI. Tae Hyun menahan air matanya agar tak tumpah
“Semua dokter spesialis sudah menyerah, Kita sudah pernah melakukan operasi yang  mustahil ini 3 tahun yang lalu!” tegas Dr Lee lalu keluar ruangan, Tae Hyun menahanya dengan memegang lengan Dr Lee
“Ketua Lee... Kau sudah membuatnya hidup kembali” ucap Tae Hyun, Dr Lee membenarkan tapi karena operasi yang mustahil dilakukan jadi sekarang tak bisa sambil menghempaskan tangan Tae Hyun penuh amarah.
Tae Hyun berlutut, memohon karena Dr Lee sudah membuat Yeo Jin kembali hidup jadi meminta agar bisa membuatnya hidup kembali untuk kali ini. Dr Lee ikut sedih melihat Tae Hyun yang berlutut sambil menangis, tapi binggung apa yang harus dilakukan sekarang.
“Tolong selamatkan Yeo Jin ku!” ucap Tae Hyun memohon sambil menangis tersedu-sedu, Dr Lee menarik nafas panjang. Yeo Jin seperti mendengar ucapan Tae Hyun, dengan mata terpejam tapi air matanya mengalir di pipinya. 

Di pagi hari
Tae Hyun mengelap tangan Yeo Jin dengan telaten, Yeo Jin menatap Tae Hyun mengatakan tak ingin  menjalankan operasi. Tae Hyun memberhentikan untuk mengelap tangan Yeo Jin, dengan wajah binggun lalu berusaha untuk tak mengubrisnya dengan menyakinkan bahwa Yeo Jin  bisa segera melakukannya dan hanya menunggu sebentar.
“Mengapa kau begitu jelas ketika kau berbohong?” ucap Yeo Jin terlihat lemah
“Aku tidak bohong, Kau bisa dioperasi” kata Tae Hyun meyakinkan. Yeo Jin meminta Tae Hyun tak perlu mempermasalahkan itu lagi.
“Tunggu, sebentar saja. Seorang dokter yang bisa melakukan operasinya  akan segera muncul” ucap Tae Hyun yakin

“Tapi, mengapa kau tidak memberikan cincinnya?” tanya Yeo Jin, Tae Hyun kaget Yeo Jin menanyakan hal itu.
Yeo Jin tahu Tae Hyun sudah membeli cincin tapi heran tak menyematkan di jarinya. Tae Hyun mengatakan Bukit Berangin, Yeo Jin kali ini yang binggung. Tae Hyun janji ketika Yeo Jin sembuh akan memberikannya di bukit berangin. Yeo Jin meminta Tae Hyun untuk membawanya sekarang kesana. Tae Hyun Janji Setelah operasi, ketika Yeo Jin benar-benar sembuh, mereka akan segera pergi kesana.
“Tae Hyun... Jangan nanti.. Kita pergi sekarang” ucap Yeo Jin, Tae Hyun menolak dengan cepat.
“Ini bisa menjadi permintaan terakhirku” kata Yeo Jin memohon, Tae Hyun menatap Yeo Jin dalam-dalam. 

Sebuah mobil ambulance melaju dengan cepat, Tae Hyun megang tangan Yeo Jin dengan erat yang berbaring didalamnya. Yeo Jin perlahan memanggil Tae Hyun, untuk meyakinkan dirinya pasti bisa pergi ke bukit berangin. Tae Hyun melihat Yeo Jin yang sudah mengeluarkan banyak keringat, menurutnya jika Yeo Jin merasa lelah mereka lebih baik kembali. Yeo Jin meyakinkan akan tetap pergi, Tae Hyun terus memegang tangan Yeo Jin tanpa mau melepaskanya. 

Sebuah pesawat mendarat dilapangan udaran, Chintya terlihat ada didalam taksi melihat terus ke jam tanganya dan terlihat gelisah. lalu meminta supir taksi untuk mempecepat jalanya karena mereka harus sampai ke RS Hanshin secepat mungkin, lalu menyadarkan tubuhnya. Disampingnya terlihat seorang pria yang terlihat santai, duduk sambil mengunyah permen karet. 

Tae Hyun mengendong Yeo Jin menaiki bukit berangin, Yeo Jin merasa tubuhnya itu berat. Tae Hyun tersenyum mengakui tubuh Yeo Jin memang berat. Yeo Jin meminta supaya bisa turun, Tae Hyun menurunkan tepat di tempat mereka bisa melihat sekeliling bukti berangin lalu memeluk Yeo Jin dari belakang.
“Mudah sekali untuk sampai disini, Mengapa kita tidak kesini dari dulu?” ucap Yeo Jin menatap dengan wajah pucat.
Keduanya seperti mengingat saat pertama kali kesana, Tae Hyun memberitahu tentang bukti berangin, Ketika dua orang yang saling mencintai berciuman disini, maka Mereka berdua tidak akan terpisahkan” Saat itu Yeo Jin langsung mencium Tae Hyun diatas bukti berangin.
Tae Hyun mengeluarkan kotak cincinya, dengan senyuman memasang cincin di jari Yeo Jin dengan perlahan. Keduanya sama-sama menangis, Yeo Jin tersenyum melihat cincin yang diberikan Tae Hyun sangat indah.
“Jika kita berciuman untuk kedua kalinya disini...Kita tidak akan pernah terpisahkan”ucap Tae Hyun dengan air mata mengalir di pipinya, Keduanya pun berciuman kembali di atas bukit berangin. 

Dr Lee terlihat masih binggung dengan keputusan yang harus diambilnya, Cynthia datang dengan pria yang berada satu taksi dengannya. Perawat yang ada dilantai 12 terlihat tak percaya Cynthia yang datang cepat sekali. Dr Lee keluar dari ruangan menanyakan apa yang membuatny datang lagi ke rumah sakit.
Cynthia dengan senyuman menyapa Dr Lee dengan menanyakan kabarnya, Dr Lee mengakui sedang tak baik-baik saja, dan sedikit sibuk, jadi mengajaknya untuk bicara lagi nanti dan ingin buru-buru pergi
“Kau masih belum mengambil keputusan, Soal operasi Young Ae?” ucap Cynthia
“Apa? Bagaimana kau tahu?” kata Dr Lee kaget. Cythia melirik pada perawat yang memanggilnya agar bisa datang.
“Katakan selamat datang. Ini Yong Pal.” ucap Cynthia, Yong Pal menyapa dengan aksen amerika. Dr Lee kaget mendengar nama Yong Pal, Cynthia menjelaskan pria itu adalah rekan bisnisnya.
“Aku pikir aku bisa membantumu untuk mengambil keputusan, Kami datang untuk menerima panggilan secara ilegal” jelas Cynthia, Dr Lee terlihat masih saja benggong. 

Tae Hyun dan Yeo Jin duduk bersama diatas bukti berangin, Dr Lee menelp Tae Hyun memintanya agar segera kembali untuk membawa Yeo Jin ke ruang operasi. Tae Hyun mengerti lalu memberitahu Yeo Jin yang bisa menjalankan operasinya sekarang, tapi Yeo Jin terlihat tak sadarkan diri dipelukan Tae Hyun. Ambulance segera melesat pergi membawa Yeo Jin ke rumah sakit Hanshin. 

Tae Hyun sudah berganti baju dan masuk ke dalam ruang operasi. Cynthia menanyakan lebih dulu kedaaan Tae Hyun, sepertiny Tae Hyun tak peduli dengan keadaanya, lalu bertanya apakah pria itu orang yang akan mengoperasinya. Yong Pal menyapanya dan memperkenalkan dirinya bahwa Yong Pal.
“Dia di adopsi oleh keluarga di Amerika dan bekerja di RS Johns Hopkins dan sedang mendaftarkan kependudukannya, lalu sesuatu telah terjadi. seperti dirimu, Dr. Kim. Sekarang, dia itu Yong Pal. Percaya padanya. Penampilannya memang seperti ini, tapi saat melakukan operasi dia seperti hantu” jelas Cynthia
“Yang terpenting, dia ini berpengalaman, Dengan sukses melakukan pengulangan operasi Whipple.” ucap Dr Lee
“Apa yang kau lakukan? Ganti pakaianmu segera” kata Tae Hyun yakin

Tombol Start di tekan tanda operasi dimulai, tepat jam 8 lewat lima menit. Tae Hyun mulai membedahnya, Dr Lee meminta supaya Tae Hyun berhati-hati karena  Akan banyak terjadi adhesi, organ tubuh Yeo Jin mulai terlihat. Dr Lee melihat ke monitor bahwa  Adhesinya sangat parah dari yang diperkirakan dan sangat ber-resiko karena Organ tubuh lainnya bisa rusak.
Yong Pal menatap Tae Hyun terlihat berpikir sejenak, Tae Hyun melanjutkan operasi dengan meminta gunting. Yong Pal mencoba bertanya untuk meyakinkan apakah Tae Hyun tetap ingin melakukanya, melihat Tae Hyun dengan wajah serius berpikir memang sudah yakin dilakukan dan ia pun meminta gunting.
Di ruangan lainya, Kepala Pelayan sudah berbaring dan Dr Shin datang meminta tak perlu ada yang dikhawatirkan dan tetap bisa santai. Kepala Pelayan menganguk mengerti.
Empat jam lewat sepuluh menit sudah berlalu, sudah pukul duabelas malam lewat enam belas.Tae Hyun memberitahu mereka sudah siap, Dr Lee menatap Yeo Jin dan mulai mengoperasi, dibagian atas Cyhthia dan dokter residen lain melihat dengan wajah tegang. Tae Hyun menatap Yeo Jin bergumam dalam hati memohon agar tetap bertahan. 

“Cara untuk melarikan diri dari mimpi buruk adalah terbangun dari tidur. Tapi selama kau tidak berkeinginan  untuk terbangun, Mimpi buruk itu terus berlanjut. Mimpi-mimpi buruk itu akan menjadi kenyataan lainnya Dan kenyataan itu tidak akan berakhir. Sampai dia memanggil namaku.”
Yeo Jin terbaring dengan selang yang menempel didadanya, Tae Hyu memanggil Yeo Jin dengan bertanya apakah ia bisa mendengarnya. Yeo Jin membuka matanya, Tae Hyun bertanya “Apa kau tahu siapa kau?” Yeo Jin menjawab “Yong Pal.” dengan senyuman begitu juga Tae Hyun.

THE END  

Sinopsis Yong Parl Episode 18 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top