Sunday, October 4, 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 6 Part 1

Sung Joon memegang pipi Hye Jin, tiba-tiba terdengar klakson truk yang sanga kencang dan Hye Jin tak mendengar Sung Joon memanggil namanya. Pengemudi truk berteriak memarahi keduanya yang duduk ditengah jalan. Hye Jin meminta maaf dan cepat-cepat membawa Sung Joon untuk ke pinggir jalan.
Di Halte, hujan masih turun hujan. Hye Jin terlihat kedinginan tapi malah mengkhawatirkan Sung Joon yang terlihat sangat mengigil dan kedinginan dan mengajaknya ke rumah sakit. Sung Joon melepaskan jaket Hye Jin yang ada di pundaknya sambil mengatakan ia baik-baik saja dan menyuruhnya pergi. Hye Jin tak bisa meninggakan Sung Joon sendirian lalu menyarankan untuk mengantarnya saja.
Sung Joon dengan tubuh gemetar tetap meminta Hye Jin pergi saja dengan memohon beberapa kali. Hye Jin menatap Sung Joon yang menatapnya. Akhirnya Sung Joon masuk kedalam mobil. Setelah mobil pergi dari halte, Hye Jin menelp sopir penganti, meminta untuk menghidupkan pemanas karena Sung Joon kedinginan dan memastikan supaya mengantarnya sampai rumahnya. 

Shin Hyuk terlihat bosan dengan mengangkat lututnya ke meja. Ha Ri mencoba menelp Sung Joon dengan wajah kebinggungan, Sopir penganti akhirnya mengangkat telp Ha Ri memberitahu yang menyewanya itu sedang sakit dan ia yang mengantarnya pulang, Ha Ri kaget dan buru-buru kembali ke meja.
Ia membawa jaket dan tasnya, sambil meminta maaf dan pamit pergi pada Shin Hyuk dan akan menjelaskan semuanya nanti. Shin Hyuk mengelu mengapa dirinya harus ditinggalkan begitu saja, padahal ia sudah memakai pakaian yang bagus. Tapi karena sifatnya yang konyol, memilih untuk selfie dengan gaya imut dengan ponselnya. 

Ha Ri masuk ke dalam lift tapi binggung karena tak tahu kamar nomor apartement Sung Joon, teringat sebelumnya Petugas kemananan menyapa Sung Joon dengan panggilan “penghuni kamar 502.” lalu ia menekan lantai lima.
Didepan pintu, Ha Ri mengetuk-ngetuk pintu Sung Joon sambil memanggilnya beberapa kali, tapi tak sahutan, ia mencoba untuk menelp dan saat itu juga Sung Joon membuka pintu dan langsung jatuh dipelukan Ha Ri. Wajah Ha Ri sangat kaget karena Sung Joon tiba-tiba langsung memeluknya.
Sung Joon sudah tertidur dengan kepala di kompres handuk, Ha Ri sibuk memasak di dapur memasak sesuatu, melihat botol cuka apel haruska ia memasukan cairan itu kedalam masakannya. Entah apa yang mau dibuatnya, Ha Ri memasukan cuka apel ke dalam masakanya. 

Sung Joon berjalan kedapur dengan bersandar di dinding memanggil nama Hye Jin, Ha Ri melihat Sung Joon yang ke dapur menanyakan suhu badanya, Sung Joon mengaku sedikit membaik lalu bertanya bagaimana ia bisa ada dirumahnya.
Ha Ri menceritakan menelponya dan supir penganti memberitahu kalau ia sedang sakit. Sung Joon mengerti, Ha Ri lalu menyuruh Sung Joon tetap berbaring karena sup buatanya hampir selesai.
“Kau tadi lama menunggu, yah? Maaf. Aku tiba-tiba sakit. Tapi kenapa kau ingin bertemu denganku hari ini?” tanya Sung Joon
“Jaketmu sudah dibersihkan, jadi aku ingin mengembalikannya. Aku khawatir kau keluar tanpa pakaian.” kata Ha Ri berbohong
“Aku punya banyak baju jadi tidak ada alasan untuk telanjang. Sudah kubilang kau bisa kembalikan kapan saja.” balas Sung Joon dengan senyuman.
“Aku punya kebiasaan mengembalikan apa yang kupinjam secepatnya. Sudahlah.... Cepat istirahatlah. Aku akan beritahu kalau sudah siap.” kata Ha Ri menyuruh Sung Joon kembali berbaring karena tak mau terlihat gugup. 

Hye Jin yang ada dirumah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer, teringat saat Sung Joon memegang pipinya. Dalam pikirnya dalam hujan yang deras, Sung Joon melihatnya dan akhirnya memegang pipinya.
“Mungkin aku terlihat cantik?” pikir Hye Jin dengan wajah tersenyum, setelah itu memukul kepala sendiri untuk menyadarkannya kalau ia bukan 'Princess Sindrom'
“Apapun itu, dia pasti kena flu. Apa dia minum obat?” kata Hye Jin mengkhawatirkan Sung Joon.
Diatas meja makan, terlihat termos dan obat tapi Hye Jin merasa akan sangat berlebihan kalau datang ke apartementnya. Lalu berpikir untuk meninggalkan di kantor satpam atau pakai jasa pengiriman, ponselnya berdering bertulisakan =Reporter Aneh=

Hye Jin memanggilnya “Reporter Kim.” Shin Hyuk yang sudah ada di kamar hotelnya mengeluh karena dipanggil seperti itu karena sedang tak di kantor, lalu bertanya pada Dongsaeng-nya apa yang sedang dilakukan pada hujan yan deras dan mengajaknya minum Makgeolli bersama Orabeoni (Panggilan formal untuk kakak laki-laki)
“Tapi ada yang harus kuurus sekarang ini. Oh, Orabeoni. Bisa aku minta tolo..... Ah sudah..... Lupakan saja.” ucap Hye Jin ragu
“Kenapa kau jadi plin plan dan tidak mengatakannya? Katakan padaku.” kata Shin Hyuk
“emmmm.... Sung Joon kehujanan dan jika kau bisa memberinya obat demi aku...” kata Hye Jin
Shin Hyuk tak bisa menahan tertawa mengejek mendengarnya , Hye Jin tak ingin membahasnya lagi menurutnya permintanya itu konyol lalu mengatakan akan pergi sendiri dan menutup telpnya. Shin Hyuk mengeluh Hye Jin yang tak bisa bicara pada cinta pertamanya tapi ingin membawakan bubur. 

Shin Hyuk yang bosan akhirnya membanting tubuhnya disofa, sambil mengeluh harusnya saat hujan yang derasa minum Makgeolli pasti sempurna dan melempar sandalnya meluapkan rasa kesalnya. Akhirnya dengan wajah serius Shin Hyuk kembali menelp Hye Jin.
“Dongsaengku pasti tahu karena sudah mengenalku, aku bukan orang yang menjalankan tugas untuk mengurus pasien tapi permintaan siapa kali ini? Permintaan Dongsaengku. Jadi aku akan bawakan buburnya demi kau.” tegas Shin Hyuk dengan ucapan cepat.
“Sungguh? Terima kasih, Report.... Ah...Bukan, Orabeoni.” kata Hye Jin tak percaya
“Lalu, apa yang akan dilakukan Dongsaeng yang sangat berterima kasih pada Orabeoninya? Kau pernah dengar, kan? take and Give? Jika aku penuhi permintaanmu kali ini, kau harus memenuhi 3 permintaanku nanti. Setuju?” ucap Shin Hyuk,
Hye Jin binggung kenapa harus tiga, Shin Hyuk menegaskan bahwa ini adalah “take and give” lalu mengancam dengan menutup telp kalau Hye Jin tak mau.  Hye Jin langsung setuju dengan apapun yang terjadi akan tetap memenuhi permintaannya. Shin Hyuk tak ingin dibodohi meminta Hye Jin mengikuti perkataanya.
“Ikuti aku, "Aku, Kim Hye Jin, berjanji akan penuhi 3 permintaan Kim Shin Hyeok, tidak peduli apapun."” ucap Shin Hyuk menyuruh Hye Jin bersumpah, Hye Jin mengeluh karena harus melakukan sumpah. Shin Hyuk kembali mengancam akan menutup telpnya.
“Aku, Kim Hye Jin, berjanji akan penuhi 3 permintaan Kim Shin Hyeok, tidak peduli apapun!” kata Hye Jin cepat sambil mengangkat tanganya, Shin Hyuk langsung mengucap “amien” 

Ha Ri baru saja selesai masak sup memanggil Sung Joon yang terbaring disofa, tapi Sung Joon terlihat sudah tidur dengan nyenyak. Ha Ri melihat Sung Joon yang tidur lagi merasa kasihan karena seharusnya makan dulu lalu minum obat agar tak sakit, ia pun menatap Sung Joon yang tertidur dengan wajah terkesima. 

Shin Hyuk turun dari motornya membawa bungkusan dan masuk ke dalam apartement, Penjaga heran selama ini hanya melihat Unniepembawa buburtapi belum pernah lihat Oppa pembawa bubur. Saat didepan lift, Hye Jin dan Shin Hyuk sama-sama terkejut karena bertemu kembali di apartement yang sama.
“Apa-apaan ini? Tadi Kau pergi meninggalkanku, sekarang Kenapa kau di sini?” ucap Shin Hyuk kesal
“Maaf soal yang tadi, Terjadi sesuatu dengan seseorang yang tinggal di sini. Bagaimana denganmu Tuan Suite 2014? Kenapa kau di sini?” tanya Ha Ri heran 
“Aku juga kenal seseorang di sini dan harus...bertemu dengannya.” jelas Shin Hyuk sambil menahan sakit karena kakinya menahan lift agar tak tertutup, Ha Ri berjanji akan menjelaskannya nanti, Shin Hyuk pun pamit pergi dan akan bertemu kembali di hotel dengan senyuman manis mengajak Ha Ri High Five, Ha Ri pun menyambutnya walaupun dengan wajah binggung. 

Shin Hyuk sudah ada didepan pintu kamar, mengetuk pintu dan pertama-tama memanggil “Wapemred.” lalu mengantinya dengan memanggil “Wapemred Ji.” tak ada sahutan. Ia dengan santai memanggil nama “Ji Sung Joon” tetap tak  yang membuka pintu, akhirnya memanggilnya seperti teman “Sung Joon” karena berpikir tak ada orang dirumah lebih baik dititipkan pada satpam saja.
Tapi ia teringat dengan kunci kartu yang belum dikembalikan, Shin Hyuk melihat Sung Joon tertidur disofa sambil mengecek dengan menaruh telunjuknya dibawah hidung memastikan bahwa atasannya itu masih hidup. Lalu melihat topples yang menjadikan puzzle itu masalah
“Dengarkah Sekarang ......  Cinta pertamamu adalah orang yang selalu kau panggil 'Hei, Anak Magang' Dia Kim Hye Jin, Apa Kau tahu?” ucap Shin Hyuk sengaja mengajak ngobrol Sung Joon yang tertidur. 

Setelah itu pergi ke meja makan melihat mangkuk yang ada disana berpikir Sung Joon membeli sendiri, tapi saat membuka tutupnya, bau menusuk langsung hidung dan menjerit bagaiaman cara makan dengan bau masakan yang sangat menyengat, menurutnya orang bisa mati dengan makan makanan ini.
Ia pun menganti dengan bubur yang dibuat oleh Hye Jin ke dalam mangkuk dan membawanya ke sofa berpikir nanti Sung Joon aka memakannya sendiri. Lalu melihat Sung Joon yang banyak mengeluarkan keringat, dan memeriksa dahinya dengan dahi Sung Joon.
Dengan baskom berisi es batu, Shin Hyuk mengompres kepala Sung Joon lalu menyuapi obat layaknya seorang perawat sambil mengeluh dengan dirinya sendiri, kenapa harus melakukan ini semuanya. 

Pagi Hari
Sung Joon terbangun teringat dengan Hye Jin, tapi saat menengok menjerit kaget. Shin Hyuk dengan memakai jubah mandi dan senyuman manisnya, menyapa Sung Joon yang baru bangun,  Sung Joon menyindir Shin Hyuk yang seharusnya berbicara seperti itu adalah pemilik rumah.
“Aku datang untuk memastikan kalau kau tidak mati. Kudengar kau kehujanan kemarin.” jelas Shin Hyuk
“Siapa yang bilan.... Ahh... Anak magang... dia ikut campur lagi...”ucap Sung Joon ngedumel lau bertanya apakah Shin Hyuk itu semalam tidur dikamarnya.
“Lalu kau pikir aku tidur di koridor sambil mendengar suara jangkrik Di cuaca dingin begini?” ucap Shin Hyuk sambil meminum air.
Sung joon melihat Shin Hyuk yang mengunakan jubah mandinya dan juga celana dalam miliknya. Shin Hyuk tertawa menyengir karena terburu-buru tak membawa celana dalam, Sung Joon mengomel karena Shin Hyuk memakai celana dalam orang lain dan menyuruh membukanya.
Shin Hyuk ingin langsung membukanya, dengan reaksi cepat Sung Joon langsung membiarkan Shin Hyuk untuk tetap memakai dan mengambilnya, lalu suara yang gugup menyuruh tak mengembalikanya. Shin Hyuk tersenyum bahagia karena mendapatkan celana dalam gratis lalu menyuruh Sung Joon mandi karena mereka harus sarapan bersama-sama lalu berangkat kerja.
Sung Joon melihat meja makanya penuh bekas makanan, mulai dari ayam, pizza dan berpikir anak buahnya itu semalam melakukan pesta dirumahnya. Shin Hyuk mengoyangkan pinggulnya dengan wajah mengoda menyuruh Sung Joon cepat mandi, seperti sepasang suami istri. Sung Joon hanya bisa menghela nafas. 

Hye Jin bersin-bersin dimeja makan, Ha Ri binggung Hye Jin yang ikut kena flu juga. Hye Jin pikir semalam baik-baik saja tapi sekarang terserang flu, tapi mendengar kalimata Ha Ri yang menatakan “kena Flu juga” berpikir ada yang kena selain dirinya.
Ha Ri terlihat gugup, mencari alasan kalau Belakangan ini banyak yang kena flu. Lalu mencari di lemari obat untuk flu tapi ternyata habis dan ingin membeli diapotek. Hye Jin langsung menariknya karena masih terlalu pagi dan apotek belum buka.
“Kalau begitu kubawakan buah. Makanlah di kantormu. Kau butuh banyak vitamin di saat seperti ini. Akan kubawakan sup jamur setelah pulang kerja, Flu akan hilang kalau kau memakannya.” ucap Ha Ri penuh perhatian mengeluarkan buah dari kulkas.
“Tidak usah. Aku akan segera sembuh.” kata Hye Jin yang terdengar dengan suara mulai bindeng.
Pesan masuk ke dalam ponsel Hye Jin “Cinta pertama Dongseng makan semangkuk penuh bubur dan sudah baikan sekarang.Mission complete.” membaca pesan dari Shin Hyuk wajahnya tersenyum. Ha Ri juga menerima pesan “Aku tertidur dan tidak bisa mengantarmu pulang. Terima kasih buburnya. Aku telpon nanti.”  membaca pesan dari Sung Joon, Ha Ri tersenyum tapi berpikir yang dibuatnya adalah sup bukan bubur, tapi menurutnya itu sama saja karena yang terpenting Sung Joon sudah memakanya. 

Ketika masuk ke dalam gedung, Shin Hyuk terlihat norak dengan mengunakan celana dalam Sung Joon itu buatan Amerika, Sung Joon membenarkan celananya memang dari Amerika. Shin Hyuk menarik Sung Joon untuk berhenti.
“Mungkin karena melewati samudera, rasanya beda, Bisa kau beri aku dua atau lebih Atau aku bisa beli celana dalam ini di sini?” ucap Shin Hyuk
“Stop bicara soal celana dalam! Dasar!” teriak Sung Joon, semua karyawan yang sedang berjalan menahan tawa mereka.
“Aku harap kau berhenti bicara soal celana dalam dan perilaku anehmu itu.” bisik Sung Joon sambil ngedumel. Shin Hyuk menarik Sung Joon sebelum pergi supaya bisa berbagi informasi. Sung Joon meminta Shin Hyuk melepaskan tanganya.
“Hei....Kita bahkan menghabiskan malam bersama. Sekarang Kau terus menjaga jarak, Wapemred.... Kemarilah.” kata Shin Hyuk mengoda sambil membentangkan tanganya.
“Berhenti menempel padaku! Dasar!” teriak Sung Joon pergi lebih dulu.
Shin Hyuk mencium bau parfum Sung Joon berteriak mengejarnya ingin tahu parfum apa yang digunakanya bahkan sampai menepuk pantatnya. Han Sul dan Ah Reum melihat keduanya yang kejar-kejaran masuk kedalam gedung. Ah Reum bertanya-tanya apakah keduanya memang terlihat dekat, Han Sul tak peduli karena lebih memperdulikan Joon Wo yang diduga sebagai anak dari Kepala Ji Sung. 

Sung Joon melihat Hye Jin yang berdiri didepanya, teringat dengan kejadian kemarin Hye Ji memakai jaketnya seperti Hye Jin dulu yang mengunakan jas hujannya sambil mengatakan “Mulai sekarang, aku akan di sampingmu. Aku akan jadi payungmu.”
Hye Jin tersadar Sung Joon berjalan dibelakanganya, menyapa dengan sopan lalu menanyakan keadaanya. Sung Joon mengatakan baik-baik saja, Hye Jin akan pamit pergi, Sung Joon memanggilnya, mengeluh karena Hye Jin memanggil Shin Hyuk yang membuatnya terganggu karena rumahnya jadi sekarang banyak sampah.

“Kau mau apa dengan wajah anehmu itu?” ucap Sung Joon melihat perubahan wajah Hye Jin, beberapa detik kemudian Hye Jin langsung bersin tepat diwajah Sung Joon.
Hye Jin panik berusaha mengelap wajah Sung Joon dengan jaketnya, sambil meminta maaf. Sung Joon merasa tak apa-apa meminta Hye Ji menurunkan tanganya tapi Hye Jin berusaha untuk mengelap wajahnya. Sung Joon berteriak menyuruh Hye Jin melepaskan tanganya. Hye Jin meminta maaf sambil masuk ke dalam kantor lebih dulu.
“Kau naik lift dengan cepat, Kenapa masih belum masuk? Apa kau menungguku?” goda Shin Hyuk sambil memegang lengan Sung Joon.
“Tidak mungkin seperti itu.” tegas Sung Joon ketakutan lalu masuk kedalam kantor
“Sangat menyenangkan untuk mengolok-olok dia... Celana Dalam.....” kata Shin Hyuk tertawa lalu ikut berjalan masuk ke dalam kantor. 

Hye Jin ingin menyerahkan berkas pada Joo Young, tiba-tiba ia bersin sangat keras. Semua langsung menghindar, Poong Ho memberitahu Hye Jin kalau tak boleh sakit karena mereka banyak pekerjaan dan deadlinenya minggu depan sambil mengunakan masker. Hye Jin mengerti lalu kembali ke tempat duduknya.
“Kalian semua keterlaluan, Memperlakukan seseorang seperti virus, Jackson, kau kena flu?.” keluh Shin Hyuk mengeser kursi ke samping Hye Jin untuk membelanya.
Hye Jin membenarkan lalu kembali bersin, saat membuka mata Shin Hyuk sudah ada berada jauh didepan mesin foto kopi dan menyemprot ruangan agar terbebas dari kuman. Hye Jin melirik sinis karena Shin Hyuk yang membela malah lebih jauh pergi meninggalkanya. 

Sung Joon yang ada diruanganya, melihat Hye Jin yang terus bersin dan semua pegawai menyuruhnya keluar bahkan menyemprot seperti serangga. Poong Ho memberikan masker agar semua terhidar dari virus flu yang ditularkan Hye Jin.
Beberapa saat kemudian, Sung Joon membawakan obat untuk Hye Jin, ketika ingin memberikan diam-diam. Joo Young tiba-tiba datang ke meja Hye Jin, ia pura-pura pergi ke meja lain untuk melihat artikel majalah. Setelah Joo Young pergi, Shin Hyuk lebih dulu memberikan obat pada Hye Jin.
Hye Jin merasakan dingin saat Shi Hyuk menempelakan plester penurun panas dan memakaikan masker. Sung Joon hanya bisa melihat Shin Hyuk yang memberikan obat dan memakaikan masker.
“Berhenti diperlakukan sebagai virus dan diam, Minum juga obatmu. Kau bahkan sedang sakit bagaimana bisa kau mengurus orang lain?” ucap Shin Hyuk lalu mengeser kembali kursinya. Sung Joon hanya bisa menatap obat yang ada disaku jasnya lalu berjalan ke samping meja Hye Jin. 

“Hei.. Anak magang... Kenapa kau tidak beri catatan meeting?” teriak Sung Joon mengomel
“Kita tidak ada meeting hari ini, jadi catatan apa?” ucap Hye Jin binggung
“Siapa yang minta hari ini? Kemarin. Maksudku kemarin.” teriak Sung Joon yang awalnya tampak gugup.
“Catatannya sudah kuberikan kemarin.”. ucap Hye Jin
Sung Joon mencari alasan kalau tidak melihatnya, Hye Jin merasa sudah meletakan diatas meja, tapi melihat wajah Sung Joon yang melotot akan segera membuat salinannya dan memberikanya. Sung Joon memuji kerjanya bagus lalu masuk ke dalam ruanganya.
Hye Jin heran padahal kemarin sudah membuat laporan dan menaruhnya diatas meja, Shin Hyuk kembali mengeser kursinya memberitahu obat flu yang dibelinya itu bisa membuat mengantuk, jadi menurutnya untuk tidur diruang medis kalau memang mengantuk. Hye Jin mengerti, Shin Hyuk kembali mengajak High five. Hye Jin berpikir Shin Hyuk merawatnya itu karena menganggap dirinya itu adalah adik perempuannya. 

Sung Joon keluar dari kantor sambil membuang obat yang akan diberikan Hye Jin ke tempat sampah, lalu masuk ke dalam lift. Shin Hyuk melihat Sung Joon ada didalam lift berteriak agar menunggunya, tapi Sung Joon yang tak ingin berdekatan dnegan Shin Hyuk buru-buru menekan tombol untuk segera menutup lift.
Shin Hyuk yang melihat sikap Sung Joon yang menghindarinya heran sambil bertanya-tanya dengan sikap atasnya. Sung Joon tak bisa menahan tawanya didalam lift karena berhasil  mengerjai bawahanya.
Ponselnya berdering, wajahnya berseri-seri karena menerima telp dari Hye Jin. Ha Ri menelp menanyakan keadaan Sung Joon sekarang. Sung Joon mengucapkan terimkasih karena berkat Hye Jin ( Ha Ri) sekaligus meminta maaf.
“Kau tahu restauran sup jamur di persimpangan jalan? Ayo Pergi dan makan di sana. Saat aku makan itu, flu-ku jadi sembuh.” Ajak Ha Ri
“Benarkah? Kalau gitu ayo makan siang bersama. Kau membuatkan aku bubur, jadi aku berhutang padamu. Aku jemput nanti siang.” ucap Sung Joon. Ha Ri menolak  lebih baik ketemu saja di sana, karena datang ke kantornya tak enak, lalu menutup ponselnya dengan helaan nafas. 

Ha Ri yang berjalan akan pergi ke restoran sup harus berteduh karena hujan yang turun tiba-tiba. Tanganya sengaja memaikan tetasan air hujan dengan senyuman karena mengingatkan bermain dengan ibunya saat hujan dan sangat bahagia.
Sung Joon melihat Hye Jin ( Ha Ri) berteduh didepan kantornya sambil mengeluh hujan yang turun tiba-tiba. Ha Ri melihat hujan itu seperti pancuran dengan senyuman bahagia. Sung Joon melihat ada keanehan, karena sebelumnya Hye Jin itu sangat benci dengan hujan.
Ha Ri terlihat binggung lalu beralasan kalau sekarang sudah tidak lagi, Sung Joon mencoba mengerti, lalu Ha Ri melihat lampu hijau dan berkata “Lampu hijau!” dengan menutup kepala ditasnya berjalan menyusuri hujan.
Sung Joon menatapnya dengan heran karena Hye Jin yang dikenalnya selalu berkata “Oh! Ayo jalan!” ketika melihat lampu hijau. Sung bertanya alasan Hye Jin yang selalu sebut lampu hijau "Ayo jalan" Hye Jin menjelaskan itu Karena mereka harus jalan. Ha Ri melihat Sung Joon yang hanya diam berpikir tak ingin ikut, Sung Joon yang melamun pun berlari untuk melewati hujan. 

Joon Woo berteriak saat melihat artikel kalau buku baru akan terbit, Poong Ho ikut berdiri dibelakangnya. Joon Woo membaca tulisan didalam web “Dear pembaca setia, aku ingin beritahu bahwa proyek terbaruku sudah hampir selesai. Mohon kesabarannya sedikit lagi. Dari, Ten.”
Poong Ho yakin buku karya Ten akan segera dirilis dan hanya dengan membaca kabarnya saja membuat bersemangat. Joon Wo mulai bergosip bahwa Ten itu adalah orang korea, seorang ahjumma yang berumur 40 tahun. Poong Ho langsung memukul dengan pengaruk punggungnya.
“Berhenti bicara omong kosong dan Garuk punggungku. Yang jelas, Sebelumnya orang-orang bilang dia orang Perancis, seperti Guillaummeatau semacamnya. Tahun lalu mereka bilang dia orang Amerika. Douglas K. membuat keributan juga tentang itu. Kau ingat?” ucap Poong Ho dengan Joon Wo yang mengaruk punggunnya.
“Aku dengar kalau Ten itu Murakami Harukidan Dia sengaja bersembunyi.” komentar Ah Reum
“Apa? Ten itu Haruki? Tidak mungkin. Mereka punya gaya yang sangat berbeda.”ucap Shin Hyuk tak setuju
“Tidak ada yang tahu. Joanne Rowling juga. Begitu dia terkenal, dia pakai anonim dan menerbitkan novel misteri.” kata Joo Young
“Ahh... Tidak....Berdasarkan sumber terpercaya, dia sungguh orang Korea. Ajumma berumur 40 tahunan.” ucap Joon Woo yakin, Poong Ho kembali memukul juniornya itu. Nyonya Kim datang dengan gaya baru dan masuk ke dalam ruanganya. 

Hye Jin kembali ke tempat duduknya melihat ada bawang bombay diatas mejanya, lalu bertanya apakah ada yang tahu untuk apa bawang bombay itu diatas mejanya. Semua berkata tak tahu, Hye Jin binggung sebenarnya siapa yang menaruh diatas mejanya.
“Itu properti untuk pemotretan kita, Bawang impor dari Itali. Seharga 1 juta won.” ucap Shin Hyuk, Hye Jin menjerit mengetahui harganya 1 juta Won,
Semua menahan tertawa begitu juga Shin Hyuk yang kembali mengerjai adiknya. Hye Jin tahu Shin Hyuk sedang berbohong. Shin Hyuk mengejek Hye Jin itu bodoh bahkan anak TK saja tak mungkin bisa tertipu dengan harga satu bawang 1 juta won.
Hye Jin mendapat tugas merapihkan surat dari Han Sul dan menaruh salah satu surat di ruangan Sung Joon, tak sengaja menyenggol mouse, melihat dilayar ada artikel tentang bawang bombay. “Saat kena flu, jika menaruh bawang di sekitarmu, ada yang bilang bisa mengurangi virus flu.”  Ia pun bisa mengartikan kalau bawang bombay tadi pemberian dari Sung Joon, wajahnya pun tersenyum bahagia. 

Sung Joon kembali ke ruangan dengan senyuman lebar melihat bawang bombay yang ditaruh diatas gelas dan digambar seperti orang sedang tersenyum. Tiba-tiba Nyonya Kim mengambil gambar dengan cepat dengan ponselnya,
“Que bella es bella! Senyum polos Wapemred kita, baru pertama kali kulihat. Indah sekali sampai aku tidak sadar mengambil fotomu. Pasti terjadi sesuatu yang bagus. Apa kau sedang berkencan?” goda Nyonya Kim
Sung Joon kaget mendengarnya dan terlihat agar panik, untungnya tak ada orang didalam ruangan. Nyonya Kim bertanya siapa wanita itu lalu masuk kembali kedalam ruanga sambil menyanyi lagu-lagu ala italia. 

Akhirnya Sung Joon kembali ke dalam ruanganya merasa tak pernah tersenyum selama ini dikantornya. 
“Senyum seperti bunga ini, biarkan aku melihatnya lagi, Wa...Wa... Wapemred Ji.”
Sung Joon melihat pesan yang dikirimkan Nyonya Kim dengan gambarnya saat tersenyum melihat bawang bombay yang ditaruh diatas meja Hye Jin. Ia menyesal harus tersenyum ditempat itu, sambil menatap bawang bombay yang ada diatas meja menyuruhnya untuk tak tersenyum.
Hye Jin dan Joo Young baru saja datang melihat Sung Joon yang menunjuk ke arah mereka. Sung Joon langsung pura-pura sedang berolahraga dengan gaya-gaya aneh. Keduanya bertanya-tanya apa sebenarnya yang dilakukan atasan mereka, Sung Joon terus bergerak dan langsung menutup jendelanya. 

Semua akan pulang kerja, Hye Jin yang akan pulang diberikan USB oleh Poong Ho tentang materi interview untuk besok sambil menutup hidungnya, menyuruhnya besok mengunakan masker. Hye Jin kembali duduk untuk meminum obat yang dibelikan Shin Hyuk.
Hye Jin kembali mengetik dimejanya sendiri, obat flunya mulai bereaksi membuat matanya mengantuk.  Lalu kembali tersadar dan kembali mengantuk, sampai di layar menekan satu tombol saja. Akhirnya ia mencoba mengunyah permen karet memaksakan matanya agar tetap melotot dan mengetik.
bersambung ke part 2  

Sinopsis She Was Pretty Episode 6 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top