Tuesday, November 10, 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 5 Part 1

Suk Joon mengendarai mobilnya mengingat ucapan Haeng Ah saat ada di atap “Sekali saja...Apa kau bisa tak mengangkatnya? Sekali saja... Apa aku bisa menjadi prioritas pertama?” tapi akhirnya ia mengangkat telpnya, akhirnya Haeng Ah pun pergi dengan mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal.
Akhirnya Suk Joon menelp Haeng Ah yang diterima oleh polisi, ia pun memutar balik mobilnya agar bisa mengambil ponsel milik Haeng Ah. Setelah berhasil dan Haeng Ah malah acuh bahkan mencoba menyakinkan bahwa sedang berkencan dengan Ri Hwan dengan cara berciuman didepanya. Yi Seul yang memutar balikan mobilnya melihat keduanya berciuman ditengah zebra cross benar-benar sangat terkejut. 

Ri Hwan menutup mata Haeng Ah dengan tanganya dan kembali menciumnya, Haeng Ah yang benar-benar kaget langsung mendorong Ri Hwan dan terlihat wajah kebingungan, Ri Hwan menatap Haeng Ah yang nampak binggung.
Suk Joon berjalan mendekat, memberikan ponsel milik Haeng Ah dan akan menelpnya esok. Haeng Ah pun menerima ponselnya lalu Suk Joon berjalan meninggalkanya lebih dulu.

Haeng Ah berpikir kalau usaha mereka itu tak berhasil karena ternyata Suk Joon tak mempercayainya. Ri Hwan berusaha mendekat, Haeng Ah terlihat ketakutan meminta agar tak mendekat dan memberitahu akan ke rumah Tae Hee, jadi memintanya agar tak perlu khawatir dan menelpnya.
“Bahaya berdiri di tengah jalan.” ajak Ri Hwan untuk berjalan ke pinggir
“Tidak, kaulah yang lebih berbahaya. Jangan menyentuhku...” kata Haeng Ah terlihat ketakutan berusaha menghindari dan berjalan menepi lalu memberhentikan taksi.
Ri Hwan hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Haeng Ah, lalu memegang bibirnya dengan punggung tanganya, Yi Seul masih melihat Ri Hwan menahan amarahnya dengan meremas stir mobil sekencang-kencangnya. 

Ri Hwan pulang dengan tubuh lemas sambil memegang bibirnya kembali yang baru saja mencium Haeng Ah lalu menelp Tae Hee, untuk mengetahui keberadaan Haeng Ah, tapi ternyata Haeng Ah belum juga sampai rumah. Ri Hwan langsung duduk diatas tempat tidurnya dengan wajah panik, bertanya-tanya kenapa Haeng Ah belum juga sampai rumah.
Tae Hee yang sedang memasak heran karena Ri Hwan terus saja menyebut nama Haeng Ah dengan nada binggung, lalu dengan penuh dendanm menyuruh membunuh Ji Hoon saja. Setelah itu Haeng Ah masuk ke dalam rumah dengan bangga membawakan toppoki, Tae Hee pun memberitahu kalau Haeng Ah sudah sampai dirumahnya. 

Haeng Ah makan dengan lahap toppoki buatan Tae Hee, sementara Tae Hee makan toppoki yang dibawakan oleh Haeng Ah, dengan wajah heran melihat temannya yang makan dengan sangat lahap.
“Dan kenapa Ri Hwan meneleponku dengan suara yang ketakutan?” tanya Tae Hee penasaran
“Dia tak mengatakan hal yang aneh, 'kan?” ucap Haeng Ah panik
“Dia memberitahuku. Jadi, kalian sudah tidur bersama?” ucap Tae Hee menembak
“Tidak! Kami hanya ciuman!” jerit Haeng Ah menyangkal.
Tae Hee merasa sudah bisa menebaknya, Haeng Ah berusaha menjelaskan mereka melakukan itu hanya ingin membuak Suk Joon marah dan hanya bercanda. Tae Hee pikir kalau memang tak bercanda Ri Hwan akan mencium kakinya. Haeng Ah tetap berdalih bahwa itu hanya ciuman biasa saja dan tak ada yang special. Tae Hee pikir Haeng Ah bisa menyadari perasaaan yang sesungguhnya. Haeng Ah hanya bisa terdiam menatap temanya. 

Keduanya akhirnya berbaring setelah menghabiskan semua toppoki, Tae Hee melihat dengan mereka berciuman maka segalanya jadi kacau dan jika mereka bertiga bertemu maka tak akan ada jalan keluarnya. Haeng Ah menghela nafas panjangnya.
“Kalian semua akan merana Atau salah satu dari kalian yang akan terluka sendirian, dan perlahan akan mati mengenaskan. Aku harap orang itu adalah Ri Hwan.” ucap Tae Hee, Haeng Ah langsung duduk seperti tak terima dan hanya bisa diam tanpa memberikan komentar. 

Ri Hwan sedang mengendarai mobilnya melihat mobil bak didepanya menjatuhkan semua jeruk yang mereka bawa, akhirnya dengan beberapa ibu-ibu yang melihatnya berusaha membantunya, sebagai imbalanya menerima beberapa kantung jeruk yang terlihat sangat segar.
Haeng Ah memakai jaketnya sampai menutupi semua wajahnya menemui Ri Hwan yang sudah menunggunya. Ri Hwan memberikan dua kantung jeruk untuk diberikan pada Tae Hee, lalu ingin memberikan jaketnya agar Haeng Ah tak kedinginan. Haeng Ah menolak karena mereka hanya bertemu sebentar saja.
Ri Hwan tetap meminta Haeng Ah memakainya saja, Haeng Ah tetap tak ingin memakainya. Ri Hwan pikir itu karena mereka berciuman semalam. Haeng Ah tertawa menurutnya itu hanya bercanda, Ri Hwan seperti tak terima dan berusaha memakaikan jaket walaupun Haeng Ah terus saja melepaskanya. Haeng Ah panik takut ada orang yang mendengar. Ri Hwan malah mengodanya, memang kenapa kalau ada orang yang mendengar mereka berciuman. 

Ri Hwan menegaskan bahwa sudah melupakanya, Haeng Ah akhirnya memakai jaket Ri Hwan sambil mengeluh Ri Hwan yang segampang itu bisa melupakan ciuman mereka. Ri Hwan pikir Haeng Ah yang pertama kali menelpnya pagi-pagi sekali.  Haeng Ah pikir meneleponnya hanya untuk meminta jangan bertindak bodoh dan setuju kalau memang Ri Hwan melupakannya.
“Kau tahu, ciuman itu tidak serius. Jadi mulai sekarang, kita tak usah membahas kejadian semalam. Kita menganggapnya tak pernah terjadi.” perintah Haeng Ah sambil membuka sedikit penutup kepalanya.
“Bagaimana caranya?” tanya Ri Hwan
“Kita hanya perlu bersikap biasa saja. Tak ada satupun tentang yang tahu telah kita melakukan "itu". “ ucap Haeng Ah
“Kenapa tak langsung saja bilang, "ciuman"? Jika kau bilang "itu" orang- orang akan lebih curiga.” komentar Ri Hwan lalu mengajak bicara di mobil saja karena melihat Haeng Ah terlihat malu.
“Aku mau ke Secret Garden dulu sebelum pulang ke rumah.” kata Haeng Ah, Ri Hwan akan mengantarnya dan tak ingin Haeng Ah pergi sendiri.

Haeng Ah pikir tak akan menemuinya siang nanti, Ri Hwan tiba-tiba berjongkok didepan Haeng Ah melihat wajahnya yang bengkah. Haeng Ah menyuruh Ri Hwan tak menatapnya dan berusaha memalingkan wajahnya. Ri Hwan tetap meminta Haeng Ah menatapnya, Haeng Ah buru-buru menutup kembali dengan jaketnya.
Ri Hwan menduga itu karena mereka berciuman jadi Haeng Ah tak berani menatapnya, Haeng Ah berusaha mengelak dan berdiri dari ayunan. Ri Hwan mengoda kalau memang benar dugaanya. Haeng Ah tetap merasa tak nyaman Ri Hwan terus berbicara tentang ciuman dan terus saja bercanda. Ri Hwan menegaskan bukan dirinya yang bercanda tapi Haeng Ah lah yang berusaha melupakanya.
 “Aku... sudah menyadarinya Sekarang... Dan kau juga harus tahu, apa yang kau rasakan.” ucap Ri Hwan
“Tidak, aku tak mau memikirkannya, Kau harus berpikir jernih. Tidak, tapi tak usah kau pikirkan, Lupakan semuanya.” tegas Haeng Ah mengembalikan jaket Ri Hwan dan berusaha pergi.
Ri Hwan mengikutinya meminta Haeng Ah memikirkan perasaanya, Haeng Ah sedikit berlari tak ingin memikirkanya. Ri Hwan tetap meminta, Haeng Ah terus saja berusaha menghindarinya, tak ingin memikirkanya.

Tae Hee mengejek temanya itu menjadi Sleeping Beauty dan bisa berubha hanya karena sebuah ciuman, Haeng Ah sambil berbaring menceritakan baru saja bertemu dengan Ri Hwan, Tae Hee ingin tahu apa yang dikatakan Ri Hwan.
“Hal-hal Aneh.... Kenapa kau tak membela Ri Hwan?” tanya Haeng Ah heran
“Karena aku bisa melihat bagaimana masa depanmu. Jika bukan Ri Hwan yang terluka, maka kau yang akan terluka. Makanya dia yang aku pilih di sini.” kata Tae Hee, Haeng Ah seperti tak ingin memikirkanya mengambil buah jeruk yang diberikan Ri Hwan. 

Ri Hwan menemui ibunya yang sedang memilih pakain hangat dilemarinya, sambil bertanya apakah tak ada orang yang tinggal di lantai 4. Ibunya memberitahu bahwa kakek Ri Hwan tak ingin ada yang tinggal disana. Ri Hwan menemukan sebuah baju putih dengan bintik hitam dan memperlihatkan pada ibunya.
Sang ibu sempat senang karena bisa menemukanya, tapi setelah itu menyuruh anaknya menaruhnya kembali. Ri Hwan melihat ibunya yang tak pernah berubah dalam hal berat badan lalu melihat pakaian dalam dengan motif macan, Nyonya Park melihat itu sangat cocok dan menyuruh Ri Hwan mengunakanya.
Ri Hwan pikir ibunya tak akan memakainya, Nyonya Park mengoda Ri Hwan untuk melihat fotonya. Ri Hwa menjerit tak ingin melihatnya, Nyonya Park semakin mengoda kalau ada banyak pria yang meliriknya dengan pakaian itu. Ri Hwan makin menjerit tak ingin membayangkanya. Nyonya Park tertawa menyuruh anaknya menaruh diatas tempat tidurnya,  Ri Hwan langsung melemparnya dan keluar dari kamar ibunya. 

Ibunya melihat anaknya sedang dalam mood yang bagus sambil meminum vitaminya, Ri Hwan melihat ada botol obat tanpa nama dan menanyakanya, tapi sang ibu berusaha mengalihkan dengan bertanya alasan anaknya membel banyak jeruk.
“Hyung akan ke luar negeri, jadi lantai 3 akan kosong, 'kan?” ucap Ri Hwan
“Kenapa kau terus membahasnya? Apa ada orang yang mau menyewanya?” tanya ibunya heran
Ji Hoon datang didepan pintu memanggil Ri Hwan untuk mengajaknya main, lalu meminta youghurt pada Nyonya Park. Ibu Ri Hwan memperbolehkanya, Ji hoon mengambil satu dan memberitahu pada Nyonya Park lupa mengambil youghurt yang kemarin, Ri Hwan buru-buru mengajak temanya pergi. Nyonya Park tersenyum lalu melihat botol vitaminya dan kembali meminumnya, sepertinya lupa sebelumnya sudah meminum vitamin. 

Ri Hwan mengambil gambar Ji Hoon mengejeknya seperti alien karena terlihat binggung memegang roti dan secangkir kopi. Ji Hoon mengaku sudah tak mabuk lagi jadi sarapan dengan roti bukan sup pereda mabuk. Ri Hwan melihat dengan menutup satu matanya bergantian melihat Ji Hoon.
“Kenapa hanya sebelah wajahmu yang membengkak?” tanya Ri Hwan
“Tae Hee memukulku.” ucap Ji Hoo sedih sambil mengompres pipinya dengan roti.
“Aku mencium Haeng Ah.” akui Ri Hwan
Ji Hoon seperti terlihat santai, Ri Hwan malah heran temanya yang tak terlihat terkejut. Ji Hoon binggung berpikir kenapa baru sekarang menciumnya. Ri Hwan mengaku sangat aneh, Ji Hoon rasa itu karen Ri Hwan tak mabuk, tapi kalau keduanya mabuk mungkin mereka sudah memiliki 12 anak.
Ri Hwan tersenyum, membayangkan ciuman itu memang benar-benar aneh tapi sangat menyukainya dengan pipi bersemu merah. Ji Hoon langsung meminta traktir makan siang dan malam karena temanya terlihat sangat bahagia. Ri Hwan mengangguk dengan senyuman sumringah. 

Haeng Ah menunggu dengan wajah gelisah di klinik, lalu berbicara pada perawat apakah Yi Seul masih memiliki pasien. Perawat meminta Haeng Ah menunggu sebentar lalu pergi menuju ruangn.
 Yi Seul yang sendirian diruangan yang sedang memutar-mutar globe teringat dengan pembicaran dengan Ri Hwan kalau ia suka traveling. Ri Hwan menceritakan belum pernah ke luar negeri, tapi apabila saatnya tika maka akan menutup matanya lalu Melemparkan anak panah, dan akan pergi ke manapun panah itu berada.
Perawatnya masuk ke dalam ruangan, Yi Seul dengan sinis tak ingin menemui siapapun. Perawat memberitahu Haeng Ah yang sudah menunggu dari tadi. Yi Seul makin sinis menyindir perawatnya yang tak mengetuk pintu dulu. Akhirnya perawat hanya bisa keluar ruangan.
Haeng Ah seperti sudah tak tahan menunggu diklinik memberitahu perawat akan menunggu di luar saja dan meminta memanggilnya apabila Yi Seul sudah tak sibuk.

Yi Seul mencari Keyword dalam komputernya,[Hadiah yang tak bisa pria tolak.] lalu mengubahnya kembali menjadi  [Hadiah yang tak akan pernah bisa pria tolak]. Ia melihat sebuah kapal persiar mewah dengan harga 36juta won.
Haeng Ah menunggu sambil memijat pergelangan tanganya untuk mengurangi phobianya, lalu meyakinkan dirinya kalau semau akan baik-baik saja tapi tetap saja ketakutanya tetap datang. Perawat menghampirinya kalau Haeng Ah sudah bisa masuk kedalam.
“Kau pasti sedang sibuk sekali, karena itu tak mengangkat telepon, Aku tak bisa melupakannya, Karena aku harus mengganti tasmu.” ungkap Haeng Ah tak enak hati karena menaruh belut ditas Yi Seul.
“Ya, jika itu maumu Aku akan mengirimkan nama brand nya.” ucap Yi Seul sinis 


Haeng Ah memberikan sekotak macaron untuk membuatnya jadi lebih baik, Yi Seul terlihat makin kesal. Perawat datang membawakan dua cangkir teh dan ditaruh diatas meja, akhirnya Yi Seul pun mengajak Haeng Ah duduk disofa.
“Apa Kau mau memakannya, Ayo berbagi?” ucap Haeng Ah memberikan macaron yang dibawanya.
“Aku tak suka makan bekas gigitan orang lain.” kata Yi Seul sinis, Haeng Ah merasa belum mengigitnya
“AKu juga tak suka jika makanan itu sudah disentuh.” komentar Yi Seul
Haeng Ah  menawarkan jeruk, Yi Seul menolak. Haeng Ah memberitahu kalau Ri Hwan memberikan jeruk itu tadi pagi. Mata Yi Seul sedikit kaget mendengarnya. Haeng Ah yang merasa Yi Seul sibuk memilih untuk pamit pulang saja. Yi Seul langsung membuang macaron ke tong sampah.  

Haeng Ah baru keluar kaget melihat Se Young dengan Joon Soo berjalan bersama. Se Young berpikir Haeng Ah ingin ke dokter gigi, Haeng Ah mengatakan sedang ada urusan dengan Yi Seul, lalu menanyakan kenapa Joon Soo bersama Se Young.
“Ah~ aku hanya mau menemani Se Young-noona saja.” ucap Joon Soo sedikit gugup.
“Aku akan rapat untuk drama besok. Jadi, aku mau pergi liat baju sponsor dulu dan tidak asik jika aku pergi sendirian.” jelas Se Young
“Jadi, hari ini kau jadi stylist nya?” komentar Haeng Ah, Joon Soo pikir seperti itu.
Haeng Ah pun memberikan jeruk supaya bibirnya tak kering sebelum berkerja lalu pamit pergi. Se Young mulai bergosip melihat Haeng Ah terlihat bahagia karena wajahnya terus tersenyum. 

Dong il menemui Tae Hee menayakan kenapa mereka tak siaran live lagi. Tae Hee menjelaskan mereka sedang sibuk menyusun jadwal untuk tamu dan sabtu nanti akan live. Dong il menanyakan keberadan Haeng Ah, Tae Hee dengan ketus merasa kalau memang temanya itu tak ada di kantor berarti harus mencarinya diluar kantor. Dong il bertanya bagimana Tae Hee bisa berteman dengan Haeng Ah.
Tae Hee kembali keruangan meminta bantuan Dong il untuk mensteples berkas dan menyusunnya secara vertikal. Dong il buru-buru duduk membantunya, Tae Hee menceritakan kalau Haeng Ah adalah teman sekamar saat masih di asrama dan dulu sangat membenci karena selalu tersenyum.
“Suatu hari, ada pria bodoh yang mengendarai mobil dan hampir menabraknya. Haeng Ah tak marah sama sekali, Dia bersikeras dia baik-baik saja dan tak mau ke rumah sakit. Aku mengantarnya ke RS. tapi setelah kami sampai, dia pingsan.” cerita Tae Hee, Dong il yakin Tae Hee pasti panik saat itu.
“Aku sangat panik dan bertanya berapa no. keluarganya. Dia bilang, tidak ada. Tapi, yang dia lakukan hanya minta maaf dan tersenyum padaku. Bagaimana mungkin dia tak menjadi temanku?” jelas Tae Hee.  
“Wanita itu hanya tau yang namanya tersenyum. Saat mendengar ceritamu, aku sudah tahu kau itu galak, tapi Hatimu...” ucap Dong il ingin memuji tapi malah kena omelan Tae Hee karena salah menstaplesnya. 

Se Young sudah berbaring di kursi berkomentar kalau sebelumnya dengan Haeng Ah terjadi percakapan yang menarik karena melihat PDnya selalu tersenyum lalu menduga baru saja mengenalka seorang pria.
Yi Seul meyangkalnya lalu bertanya apakah Se Young dan Joon So sedang pacaran. Se Young tertawa karena itu tak mungkin lalu dengan percaya diri merasa Joon Soo yang senang dianggap pacarnya, lalu bertanya apakah Yi Seul sudah akrab dengan Haeng Ah.
“Meskipun aku mengenal Park Ri Hwan, tapi aku dan Haeng Ah tidak dekat.” jelas Yi Seul memasang sarung tanganya. Joon Soo memberitahu Si Dokter obat herbal yang sangat putih yang memiliki slogan Autumn in my Heart and feeling.
“Dr. Hong, kau tahu "Feeling"? Cerita tentang 2 orang yang berpura-pura menjadi saudara tapi akhirnya pacaran juga.” ucap Se Young
“ Apa Kim Haeng Ah berpacaran dengan Park Ri Hwan?” tanya Yi Seul sinis
“Aku juga tidak tahu. Tapi, PD Kim adalah wanita yang berbahaya sekarang. No,3: Wanita cantik, lalu No. 2: Wanita seksi dan No.1: Wanita yang sedang patah hati. Sekarang PD Kim adalah wanita No.1 dan aku adalah no.2.” jelas Se Young
Beberapa saat kemudian, Se Young menjerit kesakitan karena Yi Seul mulai mengebor giginya. Yi Seul mengancam kalau Se Young terus bergerak maka giginya yang akan berlubang. Se Young memegang tangan Joon So untuk menahan rasa sakitnya.

bersambung ke part 2  

sumber:http://korean-drama-addicted.blogspot.com/

Sinopsis Bubblegum Episode 5 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top