Thursday, November 12, 2015

Sinopsis Bubblegum Episode 6 Part 2

Keduanya duduk di luar bersama-sama, Ri Hwan khawatir menanyakan keadaanya, Haeng Ah mengatakan baik-baik saja dan menanyakan baik keadaan Ri Hwan dan juga ibunya. Ri Hwan hanya diam seperti tak bisa menjelaskan semuanya.
Ri Hwan dewasa bisa mengingat kejadian itu dan yakin ibunya tidak akan melakukannya lagi. Haeng Ah tahu Ri Hwan juga takut maka dari itu sampai sekarang tidak pernah travelling sampai sekarang.
“Kau tak perlu mengkhawatirkan apa kata dunia, Ikuti saja kata hatimu, Aku sudah melakukannya dan akhirnya menemukan jawabannya. Yang ibu inginkan adalah,  aku bisa bahagia dan sekarang sku sudah bahagia sekarang.” jelas Ri Hwan

“Tapi, aku suka dunia yang aku tinggali sekarang. Jadi, aku tetap peduli apa yang duniaku katakan. Bahkan jika aku putus pada hari Minggu, aku harus pergi bekerja pada hari Senin dan Aku selalu bertemu dengan orang yang mau kuhindari. Aku juga  tidak diterima di perusahaan asing atau semacamnya. Tapi, aku tetap menyukai duniaku. Aku punya teman dan keluarga di Secret Garden, Bibi dan kau. Aku tak mau menjadi serakah.” ungkap Haeng Ah
“Apakah salah jika kau menjadi serakah sedikit? Bagaimana jika yang kau khawatirkan tidak terjadi?” tanya Ri Hwan
“Hanya kau dan bibi yang aku miliki.  Aku tak mau kehilangan apa yang penting bagiku.” kata Haeng Ah dengan wajah sedih. 

Flash Back
Haeng Ah pulang kerumah dengan wajah bahagia, Nyonya Park menerima telp dari seseorang menceritakan Haeng Ah dan Ri Hwan masih SMP lalu berteriak kalau tak akan pernah terjadi. Haeng Ah yang baru pulang mendengar pembicaraan Nyonya Park.
“Jika mereka semakin dekat, aku akan mengusir Haeng Ah. Aku tak akan membiarkannya mendekat.” tegas Nyonya Park
Haeng Ah benar – benar terkejut berjalan mundur, ternyata di balik pintu ada Ri Hwan yang juga mendengarnya dan buru-buru bersembunyi. Haeng Ah keluar rumah sambil menangis, Ri Hwan melihat Haeng Ah pergi tanpa mengunakan sepatu mengejarnya. 

Haeng Ah pergi kerestoran ayahnya tapi sudah terkunci, Ri Hwan terdiam dan Haeng Ah masih berdiri didepan pintu, lalu ia berjalan mendekati Haeng Ah yang sudah duduk di bangku sekolah, melihat kaos kaki Haeng Ah sudah robek dan mengunakan sandal.
“Kau sedang apa di sini? Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Ri Hwan sedih
“Aku tak tahu harus ke mana.” kata Haeng Ah sedih
“Berdirilah.... Ayo pulang.”ajak Ri Hwan
Haeng Ah yang mengingat itu setuju untuk pulang. Ri Hwan meyakinkan Haeng Ah tak akan pernah kehilangan harta berharganya, karena ia tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Haeng Ah tak ingin Ri Hwan berbicara seperti itu karena ayahnya juga berbicara seperti itu bahkan tak akan membiarkannya sendiran tapi kenyataanya.
“Kau tidak sendirian sekarang. Jika kau tak menyukaiku, langsung katakan saja. Kita bisa kembali menjadi, "Kakak-adik". Tapi, jika kau hanya takut... Kita akan menghadapinya bersama.” jelas Ri Hwan lalu berdiri mengulurkan tanganya.
Haeng Ah terdiam menatapnya, Ri Hwan meminta Haeng Ah meraih tanganya, Haeng Ah tetap diam memilih untuk berdiri saja. Ri Hwan pun ahirnya menarik tangan Haeng Ah untuk berjalan bersama, mereka berjalan keluar dari sekolah dengan bergandengan tangan. 

Di sebuah pohon besar, Ri Hwan menaruh bunga, Haeng Ah menyapa ayahnya dan Ri Hwan dengan yakin mengenggam tangan Haeng Ah memberitahu yang mengajaknya ke sini, Haeng Ah terlihat panik karena pasti ayahnya melihat mereka.
“Paman, kita bahkan sudah ciuman Kami baik-baik saja di sini. Dan akan selalu begitu.”akui Ri Hwan malu-malu, Haeng Ah makin panik Ri Hwan menceritakan semuanya dan keadaan ibunya yang baik-baik saja, dengan senyumanya memperlihatkan tangan Haeng Ah dan dirinya yang saling menyatu.

Di balik pohon ada juga bunga yang dibawa Nyonya Park, sambil bercerita  kemungkinan mengidap sebuah penyakit.
“Aku berharap hanya mimpi Tapi, aku punya firasat buruk. Apa kau tahu betapa aku sangat ingin melupakanmu, 'kan? Aku bahkan berharap untuk tidur selamanya saja. Dulu aku berharap begitu, tapi sekarang aku takut.”
“Aku takut akan melupakan semuanya. Dan aku tak bisa datang lagi ke sini. Dalam hidupku, hanya sekali... aku pernah merasa sangat sangat... bahagia dan mungkin saja aku akan melupakan saat itu. Jika itu terjadi... apakah kita bisa bertemu lebih awal lagi, sunbae?”
Nyonya Park berbicara dengan ayah Haeng Ah dengan mata berkaca-kaca. 

Ri Hwan mengangtar Haeng Ah sampai ke stasiun radio, bertanya apakah ia terlambat. Haeng Ah mengeleng lalu turun dari mobil. Ri Hwan mengatakan akan menelpnya nanti, Haeng Ah binggung untuk apa menelpnya. Ri Hwan dengan senyuman meminta Haeng Ah mengangkat saja dan akan tahu nanti.
Haeng Ah mengejeknya dan meminta agar berhati-hati. Ri Hwan turun dari mobilnya, Haeng Ah membalikan badanya menyuruh Ri Hwan pulang, Ri Hwan menyuruh Haeng Ah cepat masuk karena bisa kedinginan.
Akhirnya Haeng Ah berjalan masuk dan buru-buru menekan tombol lift saat pintu akan tertutup. Matanya melotot kaget melihat Suk Joon ada didalam dengan beberapa orang, pintu tertutup kembali, Haeng Ah membuka kembali meminta maaf dan masuk ke dalam lift. 

Ri Hwan pulang kerumah melihat rumah ibunya masih gelap lalu menelp Nyonya Park untuk mengetahui keberadaanya karena mobil ibunya ada didepan rumah. Nyonya Park memberitahu ada dirumah sakit karena dinas malam, Ri Hwan memberitahu ibunya sesuatu, tapi Nyonya Park memutuskan untuk membicarakan nanti karena sedang sibuk.
Saat akan masuk ke dalam rumah, seorang pria berjas menghampiri Ri Hwan kalau Wakil Presiden Hong Jung Woo meminta untuk menemuinya. Ri Hwan menanyakan tujuanya, Si pria tak tahu karena hanya di perintahkan agar Ri Hwan menemuinya. Ri Hwan bertanya kemana akan pergi, si pria meminta menaiki mobilnya, Ri Hwan memutuskan akan mengunakan mobilnya dan mengikutinya dari belakang. 

Jam 9.45 malam, Haeng Ah mencoba menelp dan Joon So mencoba mengirim pesan tapi tak dibalas. Haeng Ah juga tak bisa menemukan siapapun lalu meminta Joon Soo untuk menjemput dan meminta Tae Hee melaporkan pada Dong il karena sebentar lagi akan siaran, sementara ia akan pergi ke ruang penyiaran dan melaporkan situasi ini.
“Bagaimana jika Se Young tidak datang?” tanya Joon Soo khawatir
“Tetap cari dia. Mungkin dia sedang mengalami masalah dan Jangan meninggalkannya sendirian. Pergilah.” perintah Haeng Ah
Suk Joon baru keluar lift melihat tim Haeng Ah terburu-buru keluar dari ruangan siaran. Joon Soo juga baru mengambil helmnya bertemu dengan Suk Joon didepan lift, Suk Joon tahu mereka sebentar lagi akan siaran, Joon Soo terburu-buru memberitahu Se Young belum datang dan langsung ke dalam lift. 

Dong il terbangun dari tidurnya karena terdengar bunyi ketukan pintu dengan cepat. Tae Hee meminta Dong il membantu mereka siaran sampai menemukan pengantinya. Dong Il menutup pintunya karena menganggap Tae He itu bercanda.
Tae Hee langsung membuka pintu lebar-lebar memberitahu mereka harus siaran 10 menit lagi. Dong il panik karena hanya mengunakan boxer dan langsung menutupnya dengan bantal, Tae Hee memohon agar Dong Il cepat keluar.
Dong il menutup kembali sambil mengeluh karena malamnya selalu menganggu. Tae Hee kembali membuka pintu berpikir Dong il tak ingin pergi. Dong il berteriak karena ingin memakai celananya, Tae Hee pun menutup kembali pintunya dan berpura-pura seperti tak melihat apapun. 

Tae Hee dan Dong il masuk ruang siaran dengan melihat berkas untuk siaran hari ini, Tae Hee merasa Suk Joon itu masih ada diruanganya, Dong il yakin kalau Suk Joon  menolak karena  temanya itu orang yang anti-sosial.
“Bilang saja Oh Se Young sedang sakit, jadi Kita akan memainkan BGM selama 2 jam. Kau hanya perlu bicara sedikit saja.” jelas Tae Hee.
“Aku bisa mengatasinya dengan...” kata Dong il terhenti melihat seseorang yang masuk ke dalam ruang siaran
Suk Joon masuk dengan wajah dinginnya, Tae Hee melonggo melihatnya, Dong il sampai berdiri didepan wajah temanya tak percaya. Suk Joon langsung mengeser temanya agar bisa masuk ke dalam ruang siaran. 

Di sebuah taman
Joon So terlihat malu mengajak Se Young yang sedang menangis untuk masuk karena banyak dilihat orang.  Se Young tak ingin menangis didepan anjingnya, karena tak ingin anjingnya ikut sedih melihatnya menangis tapi kalau orang-orang tak akan merasakanya. Joon So mengajak Se Young pergi ke mobil saja.
“Jadi, kau malu menemaniku? Aku hanyalah pemeran kedua dan menjadi selingkuhan dari pemeran utamanya. Aku hanyalah pemeran pembantu yang hanya akan disiksa saja. Kenapa mereka tega sekali padaku?” cerita Se Young menangis sedih
“Tapi, Noona... Aku sudah menjadi fansmu saat melihat debut pertamamu Di "Secret of the Red Billiard Ball".” akui Joon Soo.
“Astaga! Bagaimana? Di internet bahkan tidak ada. Bagaimana kau bisa melihatnya?” jerit Se Young benar-benar kaget

Yi Seul kaget melihat Ri Hwan yang datang ke restoran, Ri Hwan dengan mengunakan jas menceritakan kalau Joon So sengaja menjemputnya, lalu bertanya apa yang dilakukan Yi Seul di tempat itu. Yi Seul mengaku kalau Joon So meminta agar Ri Hwan bisa bertemu kakaknya dan sekarang masih dalam perjalanan, jadi menyuruh Ri Hwan untuk duduk.
“Bagaimana keadaan kakekmu?” tanya Ri Hwan, Yi Seul menceritakan  Kondisinya sudah kembali stabil, Ri Hwan pun mengucap syukur
“Aku sudah membaca SMS mu tadi, tapi aku sedang sibuk seharian ini. Aku berhutang permintaan maaf padamu.” kata Ri Hwan
“Tidak, tak usah diungkit lagi. Kau tidak salah apa-apa. Kau bilang, aku telah salah paham. Tapi, menurutku tidak begitu. Memang benar, kau sudah sangat baik padaku dan  itu tidak salah sama sekali. Bukan salahmu, karena akhirnya kau harus mengobati lukaku. Kau sudah jelas menolakku, tapi aku tetap bersikap seperti ini dan ini bukan salahmu, Ri Hwan.” jelas  Yi Seul, Ri Hwan hanya bisa mengucapka permintaan maafnya. 

Seorang pria tiba-tiba datang menyapa Yi Seul untuk pertama kalinya sejak pesta pertunangan, lalu memberikan semangat pada Ri Hwan dengan nada mengejek. Ri Hwan bertanya siapa orang itu, Yi Seul mengaku kalau pria itu bukan siapa-siapa dan meminta pria itu pergi.
“Kenapa? Apa masih ada orang yang tak tahu tentang pembatalan pertunangan kita? Kau pasti sudah tahu juga, 'kan?” ejek si mantan tunangan.
“Kau membuatnya gelisah. Kenapa kau tidak pergi saja?” balas Ri Hwan
“Yah, dia adalah putri Taeyang Group tapi, tak cantik sama sekali. Kau pasti menderita dan harus memutuskan semua pacar-pacarmu sekarang. Jangan terjebak sepertiku dan kehilangan perusahaan ayahmu.” kata si mantan tunangan.
Ri Hwan marah mengatakan tak memiliki seorang ayah lalu berdiri dari bangkunya, Si mantan makin mengejek keduanya adalah anak yatim. Ri Hwan memberikan pilihan untuk pergi sendiri atau dipaksa pergi. Yi Seul meminta Ri Hwan tak perlu mengubrisnya karena akan meminta pelayan untuk membawanya keluar. Si mantan mengejek Yi Seul yang ingin mengadu pada kakanya.
Jong Woo yang baru datang mendengarnya langsung menyerang si mantan dan menyuruh Yi Seul untuk pergi dari restoran. Yi Seul ketakutan kakaknya yang memberikan pukulan, Ri Hwan menahan tangan Jong Woo memberitahu kalau kakak Yi Seul yang ingin bertemu denganya, Jong Woo pun melepaska cengkramanya. 

Haeng Ah kembali keruangan siaran sedikit lega melihat Dong il sudah ada dalam, tapi saat akan masuk melihat Suk Joon duduk didepan mic dengan mengunakan earphone melihat materi siaran. Akhirnya ia menguncir rambutnya dan masuk ke dalam ruang siaran untuk menghadapinya.
Suk Joon memulai siaran dengan memberitahu Se Young yang tak bisa siaran jadi dua jam kedepan akan memutar BGM spesial dan memulai lagu Coldplay "Fix You" dan Travis "Writing to Reach You". Haeng Ah terdiam saat melihat Suk Joon didepannya melepaskan earphone, seperti terlihat canggung, Suk Joon pun hanya diam melihat materi siaran yang akan dibawanya. 

Jung Woo meminta maaf tentang kejadian sebelumnya dan membahas tentang Ri Hwan yang mengantar adiknya saat terjadi sesuatu dengan kakeknya. Ri Hwan merasa karena berhubungan dengan kakeknya jadi membuat Jung Soo khawatir tentang sesuatu.
“Aku bukanlah seseorang yang akan menyebarkan rahasia orang lain dan tak akan menyebarkannya. Jadi, jangan khawatir.” tegas Ri Hwan
“Jadi, kau adalah dokter pengobatan herbal? Kudengar kakekmu adalah pemilik Perusahaan Sae Hyung.” kata Jung Woo, Ri Hwan membenarkan.
“Lalu, kenapa kau menjadi dokter pengobatan herbal? Kenapa profesimu sangat berbeda?” tanya Jung Woo
“Aku tertarik dengan pengobatan tanpa menggunakan suntik.” jelas Ri Hwan
Jung Woo pikir  Ri Hwn bisa tidak jadi psikiater saja, Ri Hwan mengaku orang yang disayanginya takut pada Rumah Sakit, jadi itu alasanya menjadi dokter herbal. Jung Woo berkomentar itu sangat menarik lalu menceritakan alasan adiknya yang menjadi dokter gigi
“Saat dia masih muda, dia menjalani pengobatan ortodontik dan tidak bisa mengingat wajah dokternya dan Kau tak akan bisa melihat wajah dokter gigimu. Yi Seul menganggap dirinya sangat gemuk dan jelek, Karena ibu kami terobsesi dengan tubuh kurus. Ibuku hanya teringat dengan ibunya yang tegas, dan mirip dengan Yi Seul. Aku akan membiarkan adikku menikah dengan pilihannya sendiri.” jelas Jung Woo
“Tapi...Sepertinya kau salah paham Hubungan Yi Seul dan aku tidak sejauh itu.” akui Ri Hwan
“Apakah Yi Seul berpikir seperti itu juga?” tanya Jung Woo
Ri Hwan terlihat binggung menjawabnya, Jung Woo tak ingin Ri Hwan menjawab karen merasa adiknya itu sedang bermimipi indah sekarang jadi tidak ingin membangunkannya dan sebagai kakak  Setidaknya harus membuat mimpinya menjadi kenyataan. Ri Hwan pamit pergi karena ingin menjemput seseorang. 

Tae Hee melihat pesan yang masuk salah satunya [Jangan putar lagu saja. Aku ingin mendengar suara Suk Joon]. Dong melihat respon pendengar sangat bagus. Tae Hee melirik sinis karena Dong il sangat dekat denganya, Dong il mengingatkan mereka hampir saja tak bisa siaran lalu memilih untuk masuk ke dalam ruang siaran. Tae Hee menahanya memperlihat dua orang terlihat hanya duduk diam.
Haeng Ah terlihat binggung untuk memulai pembicaraan, lalu memberitahu Suk Joon bahwa malam itu bukan akting. Suk Joon tahu Hatinya tak akan berubah secepat itu.
“aku tak suka berada disamping seseorang yang sangat mengenalku. Aku lebih nyaman bersama seseorang yang tidak mengenalku sebaik itu. Seseorang yang mengira aku masih tetaplah sekuat yang dulu. Seseorang yang keliru bahwa aku suka sendirian. Jadi, cintaku berakhir sampai di sini. Aku selalu berada dipihak yang selalu menunggu. Aku khawatir Dan gugup, tidak bisa seperti itu denganmu. Tapi...” ucap Haeng Ah yang membuat Suk Joon menatapnya.
“aku sudah menemukan cinta yang bisa mengubahku.”akui Haeng Ah
“Jadi, maksudmu adalah.. Kau...” ucap Suk Joon yang di potong oleh Haeng Ah
“Jika kau menganggapnya akting... yang kau lihat malam itu adalah akhir dari sebuah akting yang selama ini aku perankan.” jelas Haeng Ah
Lalu memberitahu Suk Joon 50 detik lagi mereka harus memutar lagu baru. Suk Joon hanya diam dengan tatapan kosong, Haeng Ah pun hanya diam setelah mengucapkan semuanya, Suk Joon memulai kembali siaran  membertahu lagu sebelumnya Dari album Ryuichi Sakamoto, "Amore" dan Lagu yang cocok untuk pasangan kekasih, lalu akan memutar lagu selanjutnya. 

Di dalam mobil
Se Young memastikan Joon So belum memberitahu yang lain. Joon So mengangguk, mengetahui saat dalam "Secret of the Red Billiard Ball", Sek Young mengambil bola dan... Se Young langsung menutup mulut Joon Soo takut ada orang yang mendengar adeganya.
“Kau sangat cantik saat itu, walaupun bukan pemeran utama, tapi kau sangat bersinar Dan aku tak bisa melupakan wajahmu.” ungkap Joon So
“Ah... Kau pasti hanya ingin membujukku agar masuk kerja, 'kan?” kata Se Young tak terpengaruh
Joon So mengaku tak seperti itu, Se Young memutuskan untuk masuk kerja karena tahu Joon Soo datang untuk membujuknya, Joon So mengelengkan kepala. Se Young panik bertanya siapa yang bertugas sekarang. Joon Soo memberitahu kalau Suk Joon yang mengantikanya, Se Young makin panik meminta Joon So menelp taksi karena sebelumya sudah minum akohol, Joon Soo bertanya apakah Se Young punya selimut. 

Jung Woo mendatangi adiknya yang sedang menyusuh kepingan coklat menanyakan keadaanya. Yi Seul mengaku sedang tak baik, bertanya alasan kakaknya menghajar sang mantan didepan Ri Hwan. Jung Woo bertanya apa lagi yang bisa diperbuatnya, tumpukan coklat jatuh dan mata Yi Seul menatap kakaknya seperti berharap sesuatu. 

Joon Soo membawa Se Young dengan motor pengantar makanan, terlihat Se Young begitu bahagia karena baru pertama kali menaiki motor, walaupun merasa kedinginan tapi hatinya sangat senang.
Di dalam ruang siaran
Suk Joon membahas pembicaran terakhir mereka dan memutuskan untuk tidak ingin menjadi si keras kepada lagi dan berpura-pura tak mengenalnya. Haeng Ah menanyakan alasannya.
“Jika kau bisa bersabar lebih lama...” kata Suk Joon terpotong karena Se Young akan masuk ke dalam ruangan, lalu menyapa Suk Joon dan Suk Joon pun keluar dari ruangan.

Di dalam lorong rumah sakit yang gelap, salah satu ruangan masih terlihat menyala. Nyonya Park menduga terkena tumor otak, Sang Gyo merasa temanya itu tak boleh langsung menyimpulkannya.
“Kenapa tidak boleh? Aku harus menyembunyikan fakta tentang penyakitku ini dari anakku.” tegas Nyonya Park
“Aku yang akan melakukan pengobatanmu.” jelas Sang Gyo
“Maksudmu menunda kematianku selama 2-3 tahun?” komentar Nyonya Park sinis
Sang Gyo menjelasn sudah ditemukan obat yang bisa diandalkan, Nyonya Park meminta bantuan pada temanya, terlihat keduanya seperti bicara sangat serius. Nyonya Park yang mendengarnya menutup matanya seperti tak percaya, Sang Gyo meminta agar Nyonya Park memperdulikan dirinya sendiri bukan orang lain dan membawa anaknya.
Nyonya Park langsung menolak, Sang Gyo menjelaskan masalah ini tak bisa dilakukanya sendiri. Nyonya Park meminta waktu karena ada sesuatu yang harus dilakukanya. 

Se Young mulai siaran mengeluh cepat sekali waktu berlalu lalu tersadar kalau memang ia sendiri yang datang terlambat dan meminta agar mereka menunggu siaranya besok jadi memutar lagu terakhirnya Lee Kyu Ho "Should We Meet Tomorrow". Ri Hwan menunggu sambil mendengarkan siaran radio dari dalam mobilnya, lalu dengan senyuman manis mengucapkan selamat malam juga. 

Ri Hwan menelp Haeng Ah bertanya apakah ia sudah selesai berkerja, Haeng Ah mengatakan belum selesai karena lagunya belum berakhir tapi penyiarnya sudah pulang. Ri Hwan bertanya apakah semua berjalan lancar, Haeng Ah mengatakan yah. Ri Hwan kembali bertanya apakah Haeng Ah lelah.
Haeng Ah piki bukan ia sebelumnya yang menyetir, Ri Hwan pikir Haeng Ah akan langsung pulang setelah ini. Haeng Ah membenarkan lalu bertanya alasan Ri Hwan menelpnya.
“Karena aku rindu padamu.” ucap Ri Hwan tertawa mengodanya, Haeng Ah kaget melempar ponselnya, Ri Hwan melihat ponselnya masih tersambng
“Setidaknya kau belum menutupnya. Kau dengar aku? Aku masih bisa mendengar napasmu. Cepat jawab.” perintah Ri Hwan
Haeng Ah yang gugup berpura-pura mengeluarkan suara operator kalau nomor yang di tuju telah terputus dan akan terhubung ke voicemail. Ri Hwan tertawa bisa mengoda Haeng Ah. 

Sang Gyo dan Nyonya Park saling menatap serius lalu Nyonya Park kembali ingin mengajukan pertanyaan, Sang Gyo pun dengan senang hati mendengarkanya.
“Early onset Familial...Alzheimer. Apakah itu penyakit turun-temurun?” tanya Nyonya Park
“Kemungkinannya ada 50-50 dan Masih belum pasti anakmu akan mengidap penyakit ini.” jelas Sang Gyo. Nyonya Park seperti menahan sedihnya karena penyakit itu bisa turun temurun.
Ri Hwan menunggu didalam mobil sengaja mendengarkan lagu yang diputar diradio, Nyonya Park keluar dari rumah sakit. Ri Hwan turun dari mobil melambaikan tangan memanggil ibunya. Nyonya Park sempat kaget, Ri Hwan tersenyum melihat ibunya yang kaget. Nyonya Park menatap haru anaknya yang kemungkinan bisa mengidap penyakit yang sama dengan dirinya.
[Beberapa Mimpi Akan Menjadi Kenyataan]

bersambung ke episode 7 

Sinopsis Bubblegum Episode 6 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top