Tuesday, November 24, 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 3 Part 1

Joo Eun masuk ke dalam hotel dengan penuh semangat, teringat sebelumnya melihat Woo Shik yang memeluk Soo Jin didepan matanya dan juga ucapan Soo Jin saat ada diruang siaran radio.
“Itulah yang dikatakan oleh temanku.Aku merasa kesepian atau merasa tertekan ataupun keduanya.”
Setelah itu terjatuh karena membentur pintu tapi tak ada yang menolong semua hanya melihat, bahkan Woo Shik hanya terdiam bukan buru-buru membantunya. Joo Eun kembali berdiri di tempat sebelumnya merasakan semua bayanganya lalu dengan penuh percaya diri masuk ke dalam hotel. 
Ji Woong menyapa Joo Eun dengan panggilan “Ma’am” saat membuka pintu, Joo Eun langsung menunjukan ID Card John Kim dengan penuh percaya diri kalau orang didepannya itu adalah Jhon Kim. Young Ho sempat kaget nama lainnya disebut, akhirnya membenarkan dan berjalan mendekati Joo Eun.
Joo Eun menjerit tak percaya karena ternyata benar Jhon Kim yang ada diTV, Young Ho buru-buru membekap mulut Joo Eun sebelum ada orang yang mendengarnya, lalu menyeretnya masuk ke dalam kamar. 

Young Ho melepaskan tanganya merasakan Joo Eun sudah menjilat tanganya, Joo Eun membela diri kalau sebelumnya tadi sedang berbicara, Young Ho langsung memotongnya, lalu bertanya apakah Joo Eun tahu alasan John Kim melatih orang diam-diam, lalu menaruh tangan di pundak seperti sengaja mengelap bekas ludah Joo Eun. Joon Sung dan Ji Woong ingin menguping langsung masuk kamar melihat lirikan Young Ho.
“Jika ada orang lain yang sampai tahu ini, alasanmu datang ke sini akan percuma saja.” tegas Young Hoo, Joo Eun melepaskan tangan Young Hoo dari pundaknya.
“Dan menurutmu apa alasanku?” ucap Joo Eun sinis
“Jika kau mau aku mengatakannya...” ucap Young Ho melihat dari bawah keatas tubuh Joo Eun.
“Anggap saja pikiranmu itu benar Dan terima kasih karena kau telah meninggalkan bukti ini.” kata Joo Eun lalu memanggil Jhon Kim yang dianggapnya adalah Ji Woong. 

Joo Eun sudah duduk disofa dengan tiga orang pria didepanya, memberikan celotehnya seperti seorang pengacaranya, menurutnya Saat tersangka tak mau membuat pengakuan Maka, mereka akan menggunakan bukti untuk menentukan siapa tersangkanya.
“Kau adalah orang yang memberitahuku mengenai wanita di "Stella Show" itu. Dan pekerjaanmu sama seperti si John Kim. Seorang pelatih. Selain itu, aksenmu, pakaian serta namamu sangat bergaya Amerika. Inilah yang membuktikan kau adalah orang bule. Ketiga bukti ini saja sudah sangat cukup menyimpulkan semuanya.Tapi, sebenarnya... ada satu lagi bukti lain. Melihat ekspresi kalian semua, aku yakin bahwa hipotesisku sudah benar. ” ucap Joo Eun penuh rasa yakin.
Ji Woong melirik Young Ho saat Joo Eun berbicara seperti ketakutan, Joon Sung melirik sinis pada managernya yang berbicara semaunya sampai membuat Joo Eun bisa tahu tentang Jhon Kim.
“ Oh... Yah... Dan, yang perlu kalian catat. Mantan suami sahabatku itu adalah host berita selebriti yang sangat populer” ucap Joo Eun bangga
“Apa... kau sedang mengancam kami karena kau adalah seorang pengacara?” ejek Young Ho
“Aku bukannya mengancam kalian... Hal ini lebih seperti sebuah permohonan yang tulus dariku. Tapi, jika "Ancaman" ini berhasil. Kalian bisa menganggapnya seperti itu saja.”kata Joo Eun
Ji Woong meminta Joo Eun melihat wajahnya memberitahu kalau dirinya bukan Jhon Kim, Joon Sung langsung menutup mulut managernya lalu menariknya pergi. Joo Eun ingin mengejarnya, Young Ho menariknya memberitahu kalau Jhon Kim sudah tahu tujuannya ingin menjadi seperti Jennifer Anderson.

Ketiganya duduk diatas bathtub, Joon Sung menghukum Ji Woong dengan menyuruhnya untuk berlutut dan mengangkat tanganya, memberitahu kalau Joo Eun adalah seorang pengacara. Ji Woong meminta maaf karena bisa bertemu orang seperti itu di pesawat dan juga tak menyangka jaketnya ada bersamanya.
“Jadi, kenapa ID-nya itu ada padamu?” tanya Joon Sung penuh amarah, Ji Woong pikir hanya untuk kenang-kenangan lalu berusaha untuk duduk tapi Joon Sung tetap menyuruhnya untuk mengangkat tanganya.
“Sudah terlambat sekarang. Menghukumnya tak akan menyelesaikan apa-apa.” kata Young Ho
“Lalu, bagaimana ini?” kata Joon Sung binggung, Young Ho mulai mengerutkan dahinya dan menutup wajahnya yang terlihat ikut pusing dengan masalah yang muncul. 

Di Luar, Joo Eun merasa bahagia menurutnya doanya sudah didengar oleh Tuhan, dan tak percaya kesempatan itu datang padanya sambil mengucapkan terimakasih. Ponselnya berdering, Sang Ibu menelp. Joo Eun dengan senyuman sumringah memberitahu kalau ia akhirnya akan menjadi juara. Ibuny heran berpikir anaknya sudah makan yang aneh-aneh lagi membuat anaknya. mengkhayalkan apa lagi sekarang.
Joo Eun berkhayal mengikuti Stella Show diperlihatkan tubuhnya yang sangat gemuk, lalu gambar tubuhnya yang kurus dan keluar dari balik layar, Joo Eun yang langsing dan cantik seperti saat masih SMA.
Woo Shik melonggo dan Soo Jin melirik sinis lalu keluar dari tempat penonton, serta keluarganya melihat semua bergembira termasuk Joon Sung. Woo Shik seperti menyesal telah memutuskan hubunganya. Joo Eun dengan penuh percaya diri berjalan memberikan tatapan mengoda untuk para lelaki yang melihatnya.

Joo Eun menjerit gembira membayangkan tubuhnya yang kembali seperti dulu, tanpa ada lemak dibagian tubuhnya, pelahan-lahan mengendap-ngendap ingin menguping pembicaran tiga pria didalam kamar mandi.
“Kita tak punya pilihan lain. Dia pasti tak akan menyerah begitu saja.” ucap Young Ho lalu memanggil Ji Woong dan bertanya “Kau... siapa?”
“Aku, John Kim!!! Aku adalah kau sekarang.” ucap Ji Woong yang akan mengaku-ngaku sebagai Jhon Kim. 

Ketiga berdiri dengan melipat tangan didada, Young Ho bertanya Joo Eun ingin sekurus apa karena seorang wanita pasti punya impian berat badan ideal. Joo Eun pikir hanya ingin berbicara secara pribadi dengan Tn. John Kim dengan menunjuk Ji Woong
“Tn. John Kim masih belum lancar berbahasa Korea. Karena itulah...” ucap Joon Sung binggung menjelaskan alasan, Ji Woong berteriak “Tim Dokter!” menunjuk ke arah dua temanya.
“Maaf, atas keterlambatan perkenalan diriku. Aku Kim Young Ho, tim dokter.” kata Young Ho memperkenalkan diri tapi Joo Eun seperti tak percaya menurutnya Ji Woong itu sudah lancar sekali berbahasa Korea.
“Um... kadang-kadang, saat aku merasa gugup, Seperti... Aku benar-benar tak tahu aku harus bicara apa dalam bahasa Korea...” ucap Ji Woong yang mengunakan bahasa inggris, akhirnya Joon Sung yang menjelaskan artinya.
“Aku pernah membaca tentangmu di internet. Kau adalah juara UFC, 'kan?” ucap Joo Eun mengenal Joon Sung adalah Korean Snake, Joon Sung membenarkanya.
Joo Eun senang mereka berdua adalah Tim dari Ji Woong sebagai Jhon Kim, Young Ho berdiri ditengah-tengah anak buahnya, mengatakan kalau mereka bertiga sekarang akan menjadi timnya. Joo Eun tak percaya lalu mengajak berjabat tangan dengan Ji Woong sebagai Jhon Kim. 

Joo Eun pulang ke rumah dengan rasa bahagia, lalu teringat makanan yang sudah dipesanya, menurutnya semua makanan itu adalah "Perjamuan Terakhir", jadi akan menghabiskan semuanya. Hyun Woo menelp temanya mendengar suara Joo Eun, dengan yakin pasti sedang makan Soondae. Joo Eun mengatakan salah karena ia makan Soondae, dan ddukbokki sebagai "Perjamuan Terakhirku". Hyun Woo tertawa mengejek mendengarnya.
“Kau sudah terlalu sering menggunakan kata "Terakhir kalinya", jadi Terserah kau sajalah. Oh ya, apa maksudmu dengan "kesempatan seumur hidup" itu?” tanya Hyun Woo sambil masuk kedalam rumahnya.
“Oh... Kau akan berada dalam bahaya jika kau mengetahui hal ini. Jika kau mau, lihat saja dengan kedua matamu nanti.” kata Joo Eun
“Aku bisa bahaya, yah? Aku adalah janda yang membesarkan anakku sendiri. Cepat beritahu aku! Kau membuatku penasaran saja.” kata Hyun Woo sambil menutup pintu kamar anaknya yang sudah tidur dengan neneknya.
Joo Eun melihat bunga di taman kecilnya belum layu, lalu bertanya pada Hyun Woo apakah ia sering ke rumahnya. Hyun Woo menghela nafas karena ia sendiri tak punya waktu untuk melihat anaknya di sekolah. Joo Eun pun tak mempermasalah hal itu berjalan ke taman kecil di balkon.
“Ibu Min Joon! Hidup akan selalu berputar. Semua orang pasti mendapatkan kemenangan.” ucap Joo Eun penuh semangat,
“Joo Eun. Apa kau... ada... di balkonmu? Kau ingin melompat, 'kan? Apa Kau mau aku datang ke sana?” kata Hyun Woo khawatir.
“Bukan itu maksudku. Tapi, aku merasa malam ini sangat indah. Kita harus semangat, oke?” ucap Joo Eun lalu menutup telpnya dan berjabat tangan dengan bunga yang masih mekar. 

Pagi hari
Joon Sung mendapatkan perlawanan dari Young Ho sangat keras, dengan cara memiting kepala membantingnya. Ji Woong berteriak dari belakang jaring meminta maaf mengaku semua adalah salahnya.
Setelah selesai, Joon Sung mengeluh pada Ji Woong karena mendapat latihan "neraka" karena ulahnya. Ji Woong pun memberikan minuman pada keduanya. Young Ho melihat ponselnya, Kepala Min kembali menelpnya memberitahu sudah ada di villa jadi Young Ho bisa ke sini siang nanti dan tidak perlu membawa apa-apa. Kepala Min sudah berdiri disebuah rumah mewah dengan beberapa pekerja yang mengangkut barang. 

Setelah menerima klien, Joo Eun meminta asistennya untuk membuatkan kopi tapi hanya dengan satu balok gula saja. Hyun Jung binggung dengan Joo Eun  berpikir sedang sakit karena hanya memakai satu balok gula saja.
“Hyun Jung.. Apa kau pernah merasa kenyang walaupun kau belum pernah makan?” Tanya Joo Eun
“Tidak pernah.. Apa Kau mau diet lagi, ya?” ucap Hyun Jung khawatir
“Apa kau... kau tentang "John Kim"?” kata Joo Eun, Hyun Jung penuh semangat berpikir Joo Eun sebagai pengemarnya juga tapi menurutnya tak mungkin karena mereka bahkan tak tahu wajahnya.
“Iya, ya... Kita tak tahu seperti apa wajahnya itu dan Tak ada yang tahu.” kata Joo Eun menutupi rahasia bahwa sudah bertemu dengan Jhon Kim.
“ Nona... Kang...Tentang Wakil Presiden Oh Soo Jin...Organik sialannya sangat menyiksaku!” keluh Hyun Jung. 

Soo Jin sendiri sedang santai di pijat, seorang pengawai memberitahu akan mengoleskan minyaknya sembila memuji kalau kulitnya sangat cantik, menurutnya Kecantikan alami bahkan tak akan bisa didapatkan di salon manapun. Soo Jin terlihat tak percaya dengan senyuman licik.
Pegawai memberitahu kalau mereka  adalah ahli kecantikan, jadi bisa tahu, orang yang memang punya kulit cantik alami. Soo Jin membuka matanya, sepertinya tak setuju dengan ucapan si pegawai, lalu sengaja membalikan kepalanya. Ketika keluar Woo Shik sudah menunggunya, Soo Jin memberikan senyumannya pada mantan pacar Joo Eun. 

Keduanya masuk ke dalam lift, Soo Jin mengejek posisi General Manajer memberikanya waktu luang yang cukup. Woo Shik berdalih kalau ia tidak mengambil jam istirahatnnya dan sudah menjadi tugasnya untuk menyambut tamu VIP mereka.
“Aku tak tahu kau bisa sesopan ini. Semakin lama, aku semakin ingin memilikimu. Bahkan aku sampai iri dengan mantanmu itu.” ejek Soo Jin,
“Kau membahasnya lagi.” ucap Woo Shik membenturkan kepalanya pada Soo Jin, dengan senyuman akan mengantarnya sampai ke mobil. 

Woo Shik kembali masuk ke dalam lift menuju lantai 11, general manager. Young Ho pun menekan lift saat pintu terbuka dengan lift yang berbeda menekan lantai 12, tatapannya kosong.
Flash Back
Tuan Kim melotot kaget, Kepala Min sambil berlutut meminta maaf ada Tuan Kim, memberitahu telah membawa ke rumah sakit dan memberitahu kalau Direktur dan Sopir Jung. Tuan Kim menahan tangisnya tak percaya dengan yang terjadi. Kepala Min meminta maa karena seharusnya ia yang mengantarnya.
“Aku akan melaporkannya pada Ketua jadi... kau harus mengurus bagian lainnya.” ucap Tuan Kim.
“Baik, Tuan... Dan mengenai, anak anda...” kata Kepala Min langsung disela oleh Tuan Kim.
“Tidak..... Belum waktunya dunia mengetahui tentang dia. Sampai saat dia bisa memberi penghormatan pada mendiang ibunya, hingga saat itu tiba.” ucap Tuan Kim, Kepala Min mengerti.
Dibalik dinding, Young Ho dengan duduk dikursi roda mendengar pembicaraan keduanya memanggil ibunya, dibagian atas ada foto keluarga dengan ayah ibu dan neneknya. 

Young Ho sudah duduk di sofa ruangan ayahnya. Tuan Kim menyindir Kenapa bukan Kepala Min saja yang minta datang. Young Ho berpikir begitu  menurutnya ayahnya bahkan tak menganggap masih hidup. Tuan Kim bertanya apa urusan anaknya datang.
“Tentang posisi manajemenku yang dicabut dicabang Amerika, tolong kembalikan.” pinta Young Ho
“Ini adalah keputusan Ketua.” kata Tuan Kim
“Bukannya kau punya kewenangan untuk itu juga? Kembalikan posisiku itu Dan aku yakin kau pasti senang jika aku tak di sini, Direktur Kim.” komentar Young Ho
“Terserah kau mau atau tidak, Inilah keputusannya dan Beginilah hidup, Karena sejak kecil kau selalu saja disuapi Dan sekarang, sadarilah. Hidup itu tidak mudah.” tegas Tuan Kim.
“Kau pasti sudah tahu... sejak dulu hidupku selalu terasa manis.” balas Young Ho mengejek lalu berdiri karena urusanya sudah selesai, sebelum pergi memberitahu ayahnya kalau ia akan menyetujui semua perjodohan yang sudah ditetapkannya. 

Ketika keluar, mobil Kepala Min datang dan langsung mendekatinya, menanyakan sedang apa Young Ho ada di tempat itu. Young Ho dengan sinis merasa Kepala Min sudah tahu apa yang dilakukanya.
“Dia bilang, pengunduran diriku sedang dalam proses sekarang. Cabang di Amerika sedang gempar mengenai kabar ini.” kata Young Ho
“Apa yang harus aku katakan pada Ketua?” tanya Kepala Min
“Aku dipecat dan tak tahu harus ke mana dan Kepala Min yang telah membantuku. Katakan padanya untuk tidak marah lagidan  angkat teleponku,Karena aku merindukannya.” kata Young Ho lalu meninggalkan gedung. 

Nyonya Choi Hye Ran sibuk memasak didapur lalu memasukan bubur dalam mangkuk. Seorang pelayan tak enak hati melihat Nyonya Choi ada didapur semenjak kemarin karena tak seharusnya berada disana. Nyonya Choi tahu tapi menurutnya dirinya masih belum berhasil.
Setelah itu membawa bubur kerang pada Nyonya Lee Hong Im yang menunggu di kamar. Nyonya Lee bisa mengerti menurutnya dengan terus tidur dan bersantai Hye Ran pasti akan bertambah tua juga dan menyuruhnya keluar. Ponsel Nyonya Lee berdering, Hye Ran mendengar kalau Young Ho datang ke Ruang Dewan.

Joo Eun ingin pulang tapi seseorang memarkir mobilnya melintang didepan mobilnya, akhirnya ia menelp dan bunyinya terdengar tak jauh darinya. Ternyata mobil itu milik Soo Jin. Dengan tatapan sinis, Soo Jin menyindir Joo Eun yang tak menyimpan nomor atasannya, Joo Eun membela diri kalau Soo Jin belum memberikan kartu namanya.
Soo Jin menyuruh menyimpan karena lain kali tak akan dipasang lagi nomor telp di mobilnya lalu masuk ke dalam mobil untuk mengeluarkan mobilnya, terlihat Soo Jin yang tak pandai memarkir bahkan beberapa kali hampir menabrak mobil depanya.

Joo Eun tak tahan menyurun seniornya itu keluar dari mobil.Dengan kaki, tangan memutar stir dan matanya yang tajam, Soo Jin mengeluarkan mobil merah Soo Jin dengan mudah, sambil turun mengejek Soo Jin tak berguna punya mobil keren tapi tak bisa parkir. Soo Jin membalas apa hebatnya jago parkir mobil kalau memang bukan mobil miliknya. Joo Eun menahan amarahnya membiarkan Soo Jin pergi lebih dulu. 


Ketiga pria sudah menunggu diruangan, Joon Sung agar sangsi dengan Joo Eun seorang pengacara akan menepati janjinya. Young Ho berharap seperti itu. Joo Eun datang dengan senyuman dan penuh semangat menyapa keduanya. Ji Woong langsung menghampirinya dan berpelukan.
Young Ho medengar suara Joo Eun yang penuh dengan semangat, Joo Eun pun menanyakan dimana tempat untuk menganti baju. Ji Woong pun mengantarkanya dengan wajah ramah. Didalam toilet, Joo Eun panik melihat bajunya yang kesempitan dan mencoba menahan nafasnya.
Di luar, Joon Sung menasehati Ji Woong untuk tidak lemah dan bersikap tegas supaya semua cepat berlalu  karena lebih cepat akan lebih baik. Joo Eun mengeluarkan setengah badanya memanggil Jhon Kim.

Young Ho dengan ketus meyuruh Joo Eun cepat keluar saja, Joo Eun mengeluh melihat keduanya ada diruangan itu karen ia hanya punya urusan dengan John Kim. Joon Sung memberitahu kembali kalau mereka tim dan bahasa Korea Jhon Kim belum lancar. Ji Woong menyakinkan dengan bicara mengunakan bahasa inggris mengajak Joo Eun keluar.
Joo Eun melangkah keluar dengan lemak yang terlihat ditubuhnya, tapi dengan keyakina beratnya akan turun nanti. Young Ho yang melihatnya  menyuruh mereka harus memulainya sekarang saja. Joo Eun sebelum itu memberikan kartu nama pada ketiganya, lalu dengan penuh semangat bertanya apa yang akan dilakukan pertama kali dengan mengangkat kakinya.


Ji Woong sebagai Jhon Kim mulai melatih Young Ho dengan menaikan satu kakinya dan menjaga keseimbanganya, lalu seperti melatih otot kakinya sedikit berjongkok dengan bertupu pada kakinya, setelah itu membungkuk. Young Ho yang melihatnya hanya bisa menghela nafas panjang memanggil Joon Sung.
Terlihat Joon Sung melakukan lari dengan zigzag menyentuh tanda-tanda lalu dengan posisi push up membuat tubuhnya meliuk-liuk, Joo Eun menutup matanya seperti malu melihatnya. Setelah itu Joon Sung mengangkat barbel lalu tiduran dengan melakukan gerakan menyentuh ujung kaki dengan tanganya.
Joo Eun binggung melihat apa sebenarnya yang dilakuan Joon Sung, Ji Woong memberitahu kalau sebelumnya mereka hanya melakukan pemanasan. Joon Sung selesai melakukan semuanya memberitahu mereka akan memulai latihan. Joo Eun mengerti mereka akan berlatih dengan gerakan yang dilakukan Joon Sung beberapa kali. Young Ho menegaskan bahwa melakukan berulang-ulang kali.Dengan penuh semangat, Joo Eun mengikutinya tapi langkahnya perlahan saat melakukan zigzag dan juga tak bisa mengangkat tubuhnya saat push up, hanya bisa mengerakan kepalanya. 

Hyun Woo berbaring menonton TV dirumahnya, melihat berita Para atlet melakukan pelatihan dengan tingkat kesulitan tinggi, sama seperti yang dilakukan Joo Eun, berkomentar semua itu sudah gila melakukan itu semuanya.
Sementara Joo Eun sudah berbaring lemas setelah melakukan latihan, Young Ho berdiri memberitahu bisa mandi sebelum pulang dan Pintunya akan terkunci otomatis lalu menyampaikan pesan Jhon Kim "Sampai jumpa besok pagi, ma'am..."
“Aku masih ragu, apakah aku serius ingin menjadi seorang Ratu lagi? Apa aku ingin masuk ke dalam mesin waktu itu? Meskipun sebenarnya hal itu tidaklah nyata? Tapi, aku adalah Kang Joo Eun.. Aku adalah wanita yang bisa melakukan apapun untuk keinginannya. Bukankah ini senjata agar siap bertempur?” gumam Joo Eun kelelahan.

Woo Shik beberapa berenang di dalam kolam ruangan, Soo Jin datang dengan pakaian renangnya. Woo Shik melihatnya pakain Soo Jin yang super mini mengejek apakah ia tak kedinginan, Soo Jin pikir Woo Shik mengajaknya berenang jadi mengunakan pakaian seperti itu.
“Aku sudah melihat semuanya. Jadi, pakailah baju ini, Semua orang sudah pulang dan Penghangat ruangan sudah mati.” kata Woo Shik, Soo Jin menolak karena merasa tak dingin
“Aku tidak bisa berenang Karena aku tak punya alasan untuk berenang dulu.” kata Soo Jin berdiri ditepi kolam renang.
“Meskipun aku sudah pensiun, aku dulu adalah tim perenang Korea. Jadi, tak mungkin kan kalau pacarku tidak bisa berenang? Aku bahkan mengajar Joo Eun dulu...” ucap Woo Shik terdiam, merasa tak enak hati karena membicarkaan mantannya.
“Apa ekspresimu akan selalu seperti itu saat kau membahas Joo Eun? Ekspresi wajahmu yang itu sangatlah tidak keren. Kau tak perlu takut untuk membahas tentang dia. Pasangan harus menerima masa lalu pasangannya.” kata Soo Jin, Woo Shik tersenyum ingin menciumnya tapi Soo Jin lebih dulu mendorongnya ke kolam renang meminta agar lain kali tak melakukanya.
bersambung ke part 2  

Sinopsis Oh My Venus Episode 3 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top