Tuesday, November 24, 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 3 Part 2

Joo Eun pulang dengan badannya yang sakit-sakit menaiki tangga rumahnya, lalu membayangkan dirinya kembali langsing dengan lesum pipit bisa membuat Woo Shik melonggo dan Soo Jin terdiam. Ketika masuk kedalam rumah terlihat sosok pria yang melihatnya.
Di pagi hari, Joo Eun berlari walaupun kaki dan pinggangnya masih terasa sakit dengan latihan kemarin. Joon Sung ikut berlari dibelakangnya sambil memanggul Ji Woong mengalahkan Joo Eun. Ji Woong menyuruh Joo Eun untuk berlari. Joo Eun mencoba mengejarnya, Ji Woong memberikan semangat memujinya kalau sudah terlihat lebih kurus. 

Joo Eun kesusahan saat menaiki tangga, Joon Sung dan Ji Woong siap mendorongnya agar bisa menaiki tangga, beberapa kali Joo Eun hampir terjatuh keduanya siap menarik tanganya dan membiarkan kaki Joo Eun tetap melangkah menaiki tangga walaupun dengan posisi miring.
Dengan wajah kelelahan, Joo Eun bersandar di mobil yang terpakir. Jendela mobil diturunkan terlihat Young Ho dengan santai minum, mengodanya ingin memberikan lalu mendorong Joo Eun agar kembali berlari. Joo Eun berusaha untuk terus berjalan walaupun sempoyongan. 

Ji Woong memberikan sebuah boneka besar, Young Ho memberitahu berat boneka itu sama dengan berat lemak yang ada ditubuh Joo Eun. Ji Woong memberitahu latihan ini bernama “heavy bag” Joon Sung bertanya apakah Joo Eun masih bertahan. Joo Eun dengan penuh dendam anak membuat riwayat lemaknya itu tamat.
Dengan kekuatan memberikan pukalan pada boneka yang dianggap lemaknya, saat Joon Sung dan Ji Woong sedang latihan. Joo Eun melempar bonekanya dengan membanting, menendang dan terlihat jatuh lemas, Ji Woong panik tapi Joo Eun masih bisa memberikan tendangan dengan kakinya. Young Ho yang melihatnya agar sedikit kaget. 

Woo Shik mengajarnya Soo Jin berlatih berenang seperti yang diajarkan pada Joo Eun, dimulai dari melunjur dengan mengerakan kakinya lalu gaya punggung dengan memegang bagian punggungnya agar tak tenggelam. Soo Jin meminta Woo Shik mengajarnya gaya bebas. Woo Shik malah sengaja menengelamka kepala Soo Jin.
Soo Jin sempat terbatuk sambil memegang hidungnya, Woo Shik dengan penuh perhatian melihat Soo Jin yang kembali meminum air, lalu keduanya saling menyiram air. Woo Shik memuji Soo Jin yang masih terlihat cantik walaupun semua rambutnya basah, lalu keduanya berciuman didalam kolam renang. 

Berbeda dengan Soo Jin dan Woo Shik sedang bermesraan, Joo Eun kembali berlatih dengan melatih bagian tanganya  dengan menarik tali, sementara Joon Sung mengangkat beban dengan Young Ho berada diatas kakinya. Ji Woong memberikan semangat pada Joo Eun yang sangat keren.
Tiba-tiba Joo Eun jatuh berteriak kalau kakinya kram, Joon Sung pun menyudahi latihanya membantu Ji Woong yang sudah memegang kaki Joo Eun agar tak kram. Joo Eun terus berteriak kesakitan, menarik baju Young Ho. Ji Woong memegang kaki Joo Eun sambil mengeluarkan suara kucing “meow” untuk mengurangi rasa kram. 

Dirumah Young Ho
Young Ho yakin Joo Eun tak akan kurus dengan melakukan latihan itu, bertanya-tanya kenapa Joo Eun tak pernah mencoba diet sejak dulu. Joon Sung tahu Joo Eun sangat ingin kurus. Tapi, berat badannya tak berkurang sedikit pun.
Ji Woong pun merasa kasihan padanya, lalu teringat sesuatu memperlihat ponselnya yang tertulis  [Apakah Anna Sue mengakui menjadi pacar John Kim?] Young Ho langsung menutup ponselnya karena rumor seperi itu tak akan mungkin reda, terdengar bunyi pesan masuk.
Joo Eun mengirimkan pesan pada Ji Woong "John Kim, aku sudah lompat tali 300 kali. Selamat malam." Ji Woong membalasnya “Selamat malam juga, ma'am. I love you” Young Ho hanya bisa menghela nafas melihat Ji Woong yang ramah. Joon Sung teringat besok memiliki jadwal interview besok. Young Ho kembali menghela nafas. 

Joo Eun mengunakan pakaian dengan ukuran besar sambil mengaruh perutnya yang berlemak, menanyakan keberadaan Jhon Kim. Young Ho memberikan pesan yang disampaikan Jhon Kim dengan gaya Ji Woong, "Oh, ma'am. Aku harus menghadiri sebuah interview bersama Joon Sung. Sampai jumpa besok. Semangat. I Love You, ma'am."
“Kapan John Kim melakukan itu?” tanya Joo Eun menahan tawa melihat gaya Young Ho
“Dia tak akan datang hari ini, jadi kapan kau mau mulai latihan?” ucap Young Ho
“Dia bisa sedih jika aku tidak latihan.” kata Joo Eun yakin
“Dia pasti akan tersentuh jika mendengarnya.” ejek Young Ho
Joo Eun membalas sudah mengirimkan pesan pada Jhon Kim, Young Ho seperti tak peduli mengajak mereka mulai latihan, Joo Eun mulai berlari zigzag terdengar bunyi ponsel Young Ho berdering, Young Ho melihat nama [Kencan Buta- Cha Sun Young] da berkata tak bisa membatalkan kencan ini. Joo Eun menyuruh Young Ho pergi saja karena sudah pernah latihan seperti ini jadi bisa sendirian.
“Mungkin, John Kim bernasib sial harus bertemu denganku. Tapi, kalian berdua tak perlu memaksakan diri untuk melatihku.” kata Joo Eun rendah diri, Young Ho menatap Joo Eun kasihan, Joo Eun menyuruh Young Ho pergi saja karena idak baik membuat wanita menunggu.
Young Ho pun akan pergi, Joo Eun menariknya bertanya berapa lama harus melakukan latihan itu. Young Ho mengatakan melakukan sesuai batas kemampuanya, setelah itu berpesan untuk mematikan lampu. Joo Eun sudah tahu kelanjutannya kalau pintunya akan terkunci otomatis. Sebelum pergi Young Ho melihat Joo Eun yang latihan dengan penuh semangat. 

Young Ho datang meminta maaf pada Sun Young yang datang telat padahal seharusnya tak boleh membuat wanita menunggu. Sun Young dengan senyuman merasa tak masalah karena ia juga baru saja datang. Young Ho dengan baik hati mempersilahkan Sun Young untuk memesan makanan lebih dulu. 

Dalam bioskop eksklusif, Soo Jin ingin mengambil popcorn dengan memenuhi tanganya, tapi teringat dengan kalori dalam popcorn membuatnya menaruh kembali. Woo Shik yang melihatnya mengoda dengan menyuapi Soo Jin popcorn, Soo Jin menolak dengan senyuman dan menyuapinya balik.
Woo Shik kembali mengodanya dengan menaruh pop corn di mulutnya dan menurunkan bangku untuk mencium Soo Jin, tapi terdengar getaran dari ponselnya. Soo Jin melihat dari ponsel Woo Shik “ibu mertua”, Woo Shik pun meminta izin keluar. Soo Jin tersenyum melihat Woo Shik keluar tapi setelah itu wajahnya terlihat menahan rasa kesal. 

Joo Eun terus berlatih sampai akhirnya ponselnya berdering terlihat nama “Woo Shik-ku” yang belum diubahnya. Woo Shik bertanya apakah ibu Joo Eun belum mengetahuinya, Joo Eun merasa belum bisa memberitahu ibunya karen pasti akan sedih mendengarnya. Woo Shik memberitahu akan bertemu dengan ibu Joo Eun jadi memintanya untuk segera datang.
Woo Shik bertemu dengan calon menantunya di sebuah restoran denga memujinya sangat tampan. Di meja lainya, Young Ho duduk tak jauh mengenali Woo Shik, mantan dari Joo Eun yang mencampaknya. Ibu Joo Eun dengan baik hati memberikan sekotak kimchi dengan label “menantu Woo Shik”. Terlihat wajah Woo Shik yang gugup memuji kimchi buatan ibu Joo Eun enak. 

Joo Eun datang mengajak ibunya pergi, tapi sang ibu meminta mereka makan lebih dulu karena sudah ada direstoran. Woo Shik membela karena ibu mertuanya itu lapar, jadi mengajaknya untuk makan. Datang adik Joo Eun dengan calon menantunya, seorang wanita muda yang sudah memanggil “ibu mertua” pada Ibu Joo Eun dan Joo Eun terlihat binggung
“Aku juga tidak menyangkanya, Karena kita sudah menjadi keluarga, jadi kita harus saling menerima. Kali ini, kita akan mulai memperkenalkan diri secara formal.” ucap Ibunya, Joo Eun menyuruh Woo Shik pulang lebih dulu.
“Kenapa kau menyuruhnya pulang?” keluh Jae Hyuk lalu mengajak pacarnya untuk duduk lebih dulu.
“Hyung, sepertinya kami yang akan menikah duluan. Jadi, jangan marah yah...” kata Jae Hyuk
“Maaf, karena aku harus mengatakan ini dipertemuan pertama kita. Apakah untuk memperkenalkan diri atau apa. Kita tunda saja dulu. Dan kau... Kang Jae Hyuk. Kita tak boleh melibatkannya dalam masalah keluarga kita.” ucap Joo Eun pada adik dan calon adik iparnya. Akhirnya Jae Hyuk mengajak calon istrinya pergi. 

Ibu Joo Eun terlihat binggung menanyaka pada Woo Shik, Joo Eun langsung menyela mengaku sebagai orang yang memulai semuanya selama 6 bulan terakhir ini, lalu mengaku sudah putus dengan Woo Shik secara blak-blakan. Woo Shik sedikit menjerit tak percaya Joo Eun berbicara seperti itu. Ibunya nampak shock, mendengarnya meminum air dalam gelas.
“Woo Shik.... Maaf.... Tapi, apa kau masih bisa memikirkannya lagi? Setelah apa yang terjadi pada ayahnya, dia terlalu sibuk untuk menghidupi aku dan Jae Hyuk. Aku mohon...Apa kau bisa memikirkannya kembali dan kembali lagi dengannya?” pinta ibu Joo Eun, mendengar ibunya memohon membuat Joo Eun menahan malu.
“Maafkan aku.” ucap Woo Shik yang sempat menatap Joo Eun sebelum menjawabnya. Joo Eun ikut sedih medengar ucapan Woo Shik yang membiarkanya pergi.
Ibu Joo Eun mengerti dengan meminta maaf pada Woo Shik, Joo Eun memohon pada ibunya. Ibu Joo Eun memarahi anaknya yang menurutnya lebih baik diam karena kesalahan orang tua jika anaknya bisa jadi kacau begini. Joo Eun pun meminta Woo Shik untuk pergi, Woo Shik pamit pergi dengan membungkukan badanya meminta maaf. 

Young Ho melihat dari jauh, Ibu Joo Eun yang meminta supaya Woo Shik memikirkan lagi keputusanya, lalu memukul Joo Eun yang sudah tua malah putus dengan Woo Shik bukan menikah.
Sun Young yang melihat Young Ho hanya diam saja menanyakan keadaannya, Young Shik mengaku sedikit terganggu dan tidak nyaman karena karena “Dia” terus saja muncul. Sun Young binggung siapa “dia” yang dimaksud Young Ho dalam kencan mereka. 

Didalam mobil
Ibu Joo Eun dengan wajah cemberut meminta diturunkan di halte bus terdekat saja dan anaknya tak perlu turun. Joo Eun mengerti, Ibunya membicarakan tentang rencana pernikahan, Joo Eun kesal dengan ibunya karena mereka sudah putus, malah membicarakan pernikahan. ibunya menjelaskan bahwa ini pernikahan adiknya.
“Kau jadi pemarah sekarang. Sungguh hebat dia kuat pacaran denganmu selama ini.” ejek Joo Eun
“Sudah kubilang, jangan membahasnya lagi.” ucap Joo Eun
“Turunkan aku di terminal bus saja dan Kau langsung pulang saja.” kata ibunya kembali
Joo Eun kesal ibunya terus mengatakan itu, Sang ibu merasa hanya mengatakan dua kali saja. Joo Eun pun tertawa, Ibunya pun menenangkan anaknya karena ia sendiri masih bisa bertahan setelah suaminya meninggal lalu kembali meminta anaknya menurunkan di terminal bus. Joo Eun mengerti setelah itu akan pulang sesuai dengan perintah ibunya.

Young Ho pulang dengan mobilnya, pikiranya mengingat saat kejadian di dalam pesawat, Joo Eun menarik bajunya untuk meminta tolong padanya. Lalu setelah menyelamatkannya dengan pergi kerumah sakit, ia menolongnya dengan memberikan tumpangan.
Joo Eun kembali meminta tolong ketika berjongkok ditengah hujan yang turun dengan deras, ketiga kalinya saat terjatuh dihotel, Joo Eun memegang celananya meminta tolong membawa kemana saja. Terakhir Joo Eun di marahi ibunya karena putus dengan Woo Shik bukan menikah.
Ucapan pada Sun Young juga teringat saat kencan untuk yang kedua kalinya “Aku merasa sedikit terganggu dan tidak nyaman saja. Dia saja terus muncul.” Lalu Young Ho menerima telp dari Ji Woong yang baru sampai rumah, memberitahu kalau ia sangat lelah tapi Joon Sung  masih ingin berlatih. Young Ho mengerti akan berlatih dengan Joon Sung dan menyuruh Ji Woong istirahat. 

Young Ho masuk ke dalam ruangan latihan melihat lampu yang menyala dengan musik “i will survive” berpikir Joon Sung sudah datang. Ternyata Joo Eun kembali berlatih di jam 11 malam, sempat terjatuh saat akan menyentuh tanda zigzag. Young Ho melembar minuman yang membuat Joo Eun kaget, bertanya apa yang dilakukanya.
Joo Eun mengatakan tentang Jhon Kim, Young Ho memarahi Joo Eun yang berlatih keras seperti itu akan membuatnya menurunkan berat badan dan apakah ada yang berubah jika ia kurus. Joo Eun yakin dengan dirinya kurus pasti akan ada yang berubah.
“Bukannya kau sendiri yang bilang, "Latihan hingga kau mencapai batas". Aku akan terus berlatih hingga aku tak kuat lagi.” ucap Joo Eun mencoba berdiri tapi terjatuh dan Young Ho memegangnya.
“Kau telah melewati batasmu sekarang.” tegas Young Ho kesal,
“Belum.... Aku bisa melakukan apapun demi keinginanku dan tak akan menyerah. Aku masih belum mencapai batasku.” ucap Joo Eun melepaskan tangan Young Ho
“ Kata "Percaya" dan "Bisa" adalah 2 hal yang berbeda.” balas Young Ho
“Bagiku, semuanya sama saja, Jika aku percaya, aku bisa melakukannya. Karena aku yakin aku bisa melakukannya. Jika aku melakukannya sekali lagi, totalnya akan menjadi 107 kali. Nomor keberuntungan: 7.” jelas Joo Eun dengan nafas terengah-engah.
Young Ho melihat tangan Joo Eun yang sudah gemetaran, lalu menariknya untuk menghentikan latihanya. Joo Eun tetap ingin latihan, Young Ho memohon untuk mendengarkan karena Joo Eun bisa sakit. 

Joo Eun merasa bisa menyetir jadi tak perlu memanggilnya sopir penganti, Young Ho yang khawatir menyuruh Joo Eun menganggapnya sedang taksi saja, karena melihat sekarang tubuhnya tak bisa merespon otaknya, jadi harus mementingkan  keselamatan orang lain.
Sopir penganti pun datang, Young Ho membayar Sopir dengan 50ribu Won untuk mengantar Joo Eun sampai kerumah. Joo Eun masuk ke dalam mobil dan pamit pada Young Ho, dengan merasakan semua tubuhnya yang kesakitan. Young Ho menahan pintu sebelum Joo Eun menutupnya.
“Kau tak perlu memikirkan hal lain, Mandilah dengan air hangat sebelum tidur, Kondisimu akan lebih baikan nantinya.” pesan Young Ho, Joo Eun menatap Young Ho seperti merasa aneh menerima perhatian. 

Mobil Joon Sung datang melihat mobil Joo Eun baru saja keluar dari parkiran, tak percaya ternyata wanita itu sangat bersemangat. Young Ho berkomentar Joo Eun yang bodoh tapi berani dan juga berhati tulus, lalu menyuruh Joon Sung tak perlu latihan hari ini, lebih baik beristirahat.
Joo Eun pulang kerumah dengan membawa kimchi buatan ibunya, melihat nama Woo Shik pada labelnya memilih untuk membuangnya. Lalu berbaring di sofa dan menghapus nomor Woo Shik setelah itu mengirimkan pesan pada Jhon Kim.
“John Kim....Aku akan latihan lebih giat lagi besok sebagai ganti hari ini.Tolong, jangan menganggapku tidak ingin latihan.Sampai jumpa besok. Tapi, apa menurutmu. Tak akan ada yang berubah?”
Young Ho baru pulang melihat Ji Woong sudah tertidur dan melirik pesan yang masuk teringat ucapan sebelumnya yang menurutnya kata "Percaya" dan "Bisa" adalah 2 hal yang berbeda, tapi bagi Joo Eun semuanya sama karena jikaia percaya maka bisa melakukanya dan karena ia yakin jadi bisa melakukanya.
“Aku akan percaya karena kau, John Kim, yang melatihku.”

Joo Eun merasa tubuhnya kesakitan sampai membuka jaket dan mengantungnya perlahan-lahan, tapi saat Soo Jin datang berpura-pura tak terjadi apa-apa dan langsung duduk. Soo Jin dengan sinis yakin Joo Eun tak mau berbicara lama-lama denganya, jadi ia akan to the point saja.
“Pengacara Kang, kau mungkin akan masuk acara TV. Ini adalah program berita live di TV dan Mereka lebih memilih pengacara wanita. Jadi...” ucap Soo Jin disela oleh Soo Jin.
“Apa hanya aku pengacara wanita di Guntu?”keluh Joo Eun
“Kau, aku, Pengacara Kim, dan Choi. Ada 4 orang wanita, Aku punya rapat penting siang ini, Pengacara Kim punya sidang, sementara Pengacara Choi memiliki demam panggung.” jelas Soo Jin
“Kau mungkin sudah lupa, Aku juga memiliki alasan yang kalian punya juga. Coba Lihat? Aku sedang tidak enak badan.” kata Joo Eun memegang badanya.
“Presiden Ko akan menganggap ini sebagai promosi perusahaan kita. Jangan mengecewakan dia.” ejek Soo Jin lalu keluar ruangan.
Joo Eun memanggilnya bertanya apakah Soo Jin sengaja melakukan itu untuk membalas dendam, Soo Jin malah bertanya balik untuk apa membuat Joo Eun tampil di TV menjadi balas dendam untuknya. Joo Eun pun hanya bisa diam, Soo Jin tersenyum licik saat berjalan keluar. 

Joo Eun berlatih sambil menyetir mobil untuk tampil di TV, sambil meminum obat dan menyakinkan diri sebagai Joo Eun si wanita pemberani jadi bukan masalah besar. Diruang make up, Joo Eun kembali membahas tentang undang-undang hak cipta dan merasakan suaranya sedikit hilang.
Sebelum live mengirimka pesan dulu pada John Kim.”Aku punya jadwal siaran hari ini.Jadi, aku bukannya tidak mau latihan hari ini, loh. Aku sangat gugup, doakan aku, ya.”
Ji Woong baru saja akan mandi meminta Young Ho membaca pesan dari Joo Eun apakah ia sudah datang. Young Ho membaca pesan yang dikirim Joo Eun memberitahu kalau tak datang latihan dan mengikuti emotion icon “fighting” dengan mengangkat dua tanganya

Soo Jin dengan serius menonton siaran Joo Eun dalam ruanganya, yang membahas tentang hak cipta yang sering dilanggar, teringat sebelumnya ucapan Woo Shik yang sebelumnya pernah mengajari Joo Eun berenang lalu ibu mertuanya menelp, dengan tatapan merasa itu sebagai balas dendamnya.
Dirumah, Young Ho melihat siaran Joo Eun merasakan wajahnya yang berbeda. Joo Eun menjelaskan tentang hak cipta pada SNS yang mengambil foto tanpa menaruh dari mana asalnya seperti pencuri milik orang lain. Pembawa acara mengerti kembali berbicara, tiba-tiba terdengar sesuatu yang jatuh.
Kamera menyorot, Joo Eun sudah tidak ada dibangkunya, beberapa kru langsung mengerubunginya. Young Ho kaget menjatuhkan botol minumnya melihat Joo Eun yang pingsan. Soo Ji pun kaget melihat Joo Eun yang pingsan dalam siaran live. 

Dalam studio, kru mencoba membangunkan Joo Eun dan meminta seseorang memanggil ambulance, keadaan terasa sangat panik dalam siaran live. Ambulance membawa Joo Eun ke rumah sakit dengan memasang masker oksigen.
“Ini adalah kedua kalinya aku ada di ambulans. Aku akan di bawa ke mana sekarang? Pertama kali, bahkan korsetku harus dirobek Dan sekarang mereka akan merobek apa lagi?”gumam Joo Eun seperti merasakan perawat yang mengunting korsetnya.
Soo Jin yang panik berjalan ke parkiran sambil menelp Woo Shik, ingin memberitahu tentang Joo Eun. Tapi Woo Shik terlihat lebih panik dan akan menelpnya lagi, Soo Jin menanyakan kemana Woo Shik akan pergi, Woo Shik hanya mengatakan akan menelpnya nanti lalu menutup telpnya. Soo Jin berpikir Woo Shik terburu-buru pergi ke rumah sakit melihat Joo Eun. 

Young Ho datang kerumah sakit melihat Joo Eun berbaring dengan infus memasang plester dijari bekas jarum infus, beberapa jam berlalu, Joo Eun terbangun dengan bunyi ponselnya. Young Ho memberikan ponselnya pada Joo Eun dan duduk disampingnya.
“Bagaimana kau bisa di sini?” tanya Joo Eun heran
“Aku sedang ada di dekat sini tadi Dan bukan aku yang melepas pakaianmu kali ini.” ucap Young Ho.
Joo Eun melihat kedalam selimutnya dengan pakaian yang kembali dirobek dengan gunting. Young Ho dengan baik hati meminjamkan jaketnya untuk dipakain oleh Joo Eun. 

Didalam mobil
Young Ho menanyakan kondisi Joo Eun yang bersadar di jendela mobilnya, Joo Eun hanya diam. Young Ho merasa sekarang bertambah lagi hari buruknya untuk Joo Eun dengan hari ini. Joo Eun mengaku sekarang dirinya sudah hancur. Young Ho pikir pertanyaan kali ini tak berguna.
“Tapi, kenapa kau sangat ingin menjadi kurus?” tanya Young Ho
“Ya, itu memang pertanyaan yang tak berguna. Terserah kau mau berpikiran apa saja. Yang pasti, kau tak akan menyukaiku.” ucap Joo Eun ketus
“Siapa yang akan tahu kalau soal itu, Aku merasa menjadi pria kejam saja.” komentar Young Ho, Joo Eun sempat melirik Young Ho lalu kembali bersender di jendela. 

Joo Eun mengucapakan terimakasih sambil mengembalikan jaket untuk menutup tubuhnya sementara, mengaku harus mengucapkan terimakasih lagi karena kejadian sebelumnya terulang lagi, lalu turun dari mobil berpesan agar hati-hati saat pulang. Young Ho tiba-tiba menarik tangan Joo Eun yang akan masuk ke dalam rumah.
“Jika kau sungguh ingin melakukannya, lakukanlah dengan benar. Aku adalah John Kim.” ucap Young Ho mengakuinya, Joo Eun melonggo mendengarnya.

bersambung ke episode 4  

Sinopsis Oh My Venus Episode 3 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top