Wednesday, November 25, 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 4 Part 1

Young Ho mengantar Joo Eun, sebelum turun bertanya apakah ia tak terkejut tentang penyakit hipotiroidisme. Joo Eun hanya melonggo, Young Ho merasa Joo Eun itu tak tahu tentang penyakit itu.
“Jadi, maksudmu aku menderita hipotiroidisme?” ucap Joo Eun tak percaya
“Apa Kau tak pernah check up di rumah sakit?” balas Young Ho heran, Joo Eun shock mencoba mengatur nafasnya.
“Kau tak bisa melakukan pekerjaan keras dan stres, Karena itulah kau pingsan hari ini. Dan juga, mungkin saat di pesawat itu.” jelas Young Ho dengan raut wajah bersalah
“Yah, setidaknya aku sudah tahu sekarang. Dan kenapa kau terlihat bersalah, Young Ho? Ini adalah tubuhku, jadi aku sendiri yang salah Dan aku yang akan menanggungnya. Sekali lagi Terima kasih. Meskipun kau selalu saja tak membiarkanku berterima kasih. Walaupun begitu, Maaf karena selalu merepotkanmu. Terima kasih... Hati-hatilah di jalan.” ucap Joo Eun melepaskan jaketnya dan mengembalikanya lalu turun dari mobil. 

Young Ho terdiam saat Joo Eun turun, akhirnya ia membuka pintu mobilnya dan berjalan mendekati Joo Eun lalu menarik tanganya.
“Jika kau sungguh ingin melakukannya, lakukanlah dengan benar. Aku adalah John Kim. Jadi, karena hipotiroidisme-mu itulah berat badanmu tak berkurang sedikitpun.” ucap Young Ho yang membuat Joo Eun kembali melonggo.
“Um... kalau begitu. Jadi, apa gunanya aku latihan keras kemarin? Untuk apa aku latihan mati-matian selama ini?” keluh Joo Eun
“Oh, itu. Itu adalah latihan yang biasanya peserta UFC lakukan untuk kejuaraan.” jelas Young Ho
“Kau!!!! Jadi, kau menipuku? Beraninya kau berbohong pada pengacara?” teriak Joo Eun sambil mencengkram baju Young Ho.

Young Ho merasakan sesuatu yang aneh, karena badan Joo Eun menempel padanya dengan baju yang robek, akhirnya menutup bagian atasnya agar tertutup. Joo Eun melotot, Young Ho mencoba menjelaskan maksudnya bukan untuk membalas mencengkramnya tapi hanya menutup bagian tubuh yang terekspos. Joo Eun akhirnya melepaskan cengkramanya.
“Aku selama ini menderita, denga latihan dengan sangat giat! Aku pasti terlihat seperti orang idot selama ini!” ucap Joo Eun dengan lirikan sinis
“Jujur saja. Aku juga heran kau bisa tertipu. Aku tak tahu, apa kau itu bodoh atau memang gila?” ejek Young Ho
“Jadi, kau menyalahkanku karena bisa tertipu oleh kalian?” balas Joo Eun
Young Ho merasa tak seperti itu, hanya  tak habis pikir saja. Joo Eun menegaskan ingin berubah secepat mungkin dan ingin cepat kurus jadi mempercayai mempercayai merek  semua, bukan karena dirinya itu bodoh atau gila tapi ternyata kepercayaan dirusak. Young Ho seperti menatapnya tak peduli.
Joo Eun pun mengajak Young Ho memutuskan akan membawa masalah seperti itu ke pengadilan atau tidak dan ia harus menghapus penghinaan seperti sekarang  sebelum hormon hipotiroidismenya meledak, lalu masuk ke dalam rumah dengan mengatu nafasnya. 

Flash Back
Dokter memberitahu Young Ho kalau Joo Eun tak memiliki penyakit lain tekanan darahnya rendah, setelah melakukan tes THS dengan hasilnya cukup tinggi. Young Ho tahu artinya Young Ho terkena Hipertiroidisme. Dokter yang memeriksa Joo Eun kaget Young Ho bisa tahu, menduga kalau ia seorang dokter juga.
Young Ho mengerti kalau Joo Eun itu tak boleh melakukan pekerjaan berat, teringat sebelumnya saat Joo Eun bersusah payah untuk berlari dan membiarkanya untuk berlatih keras tanpa memberikan minuman. Lalu memukul boneka beras sekuat tenaga, latihan yang lainya sampai membuatnya kram.

Woo Shik datang melihat Young Ho disamping Joo Eun lalu bertanya apakah ia walinya, dengan nada sinis. Young Ho berkata menurutnya statusnya itu melebihi dari Woo Shik sekarang.
“Apa aku bisa bertanya,  apa hubunganmu dengannya?” tanya Woo Shik penasaran
“Dia selalu saja pingsan dan aku yang selalu menyelamatkannya. Aku juga tak tahu, apakah itu kebetulan ataukah sudah takdir?” jelas Young Ho
“Kenapa kau... untuk  apa... Dia tak mengindap penyakit berbahaya, 'kan? Karena aku masih berhak khawatir padanya.”kata Woo Shik dengan nada khawatir
“Jika kau mau menemaninya, aku akan pulang.” ucap Young Ho dengan melipat tangannya, berdiri membiarkan Woo Shik menunggunya.
Woo Shik mengutarakan permintaanya untuk meminta bantuan. Young Ho meliriknya menunggu ucapan yang dikatakan Woo Shik padanya. 

Young Ho mengendarai mobillnya, melihat jaket yang digunakan Joo Eun sebelumnya lalu mengingat saat pesan yang dikirimkan pada Ji Woong “apa menurutmu akan yang berubah? Aku akan percaya karena kau, John Kim, yang melatihku!”
Lalu ucapan Joo Eun didepan rumahnya alasan percaya semua yang diperintahkanya “Karena aku ingin berubah secepat mungkin,Karena aku ingin cepat kurus, Karena aku ingin mempercayai kalian semua,Karena hanya kepercayaan yang bisa dirusak, brengsek!”
Sementara Soo Jin duduk di bar sambil minum whisky, sepertinya tak biasa dengan rasa alkohol mencoba menghilangkan dengan makan sedikit buah semangka. Teringat kembali saat pergi kerumah sakit melihat Woo Shik ternyata mendatangi Joo Eun dan disana ada juga pria lain yang menemaninya. 

Soo Jin tak percaya Joo Eun dengan tubuh yang gemuk masih menjadi Ratu, lalu bertanya-tanya kenapa belum datang juga. Woo Shik seperti masih shock didalam mobil, lalu menerima telp dari Soo Jin memberitahu hampir sampai. Soo Jin mengerti lalu menutup telpnya melihat berita hot yang dibicarakan Netizen.
Ada di nomor 6, pengacara yang pingsan di TV, dengan video Cuplikan saat dia pingsan. Soo Jin melihat video rekaman saat pembawa acara mengucapkan terimakasih dan Joo Eun pingsan dibuat bercanda, dengan membangunkan dan pingsan kembali berulang-ulang.
Woo Shik datang dan Soo Jin buru-buru menutup ponselnya, ia bertanya kenapa Soo Jin mabuk sendirian sambil menuangkan whisky. Soo Jin berpikir Woo Shik tak akan datang menemuinya. Woo Shik menegaskan dirinya akan tetap datang seperti janjinya, lalu meminum Whiskynya.
“Aku menjenguk Joo Eun tadi, karena mendengar dia pingsan Tapi, walinya sudah ada di sana..” cerita Woo Shik, Soo Jin pura-pura tak tahu menahu.

“Apa kau kesal padanya?” tanya Soo Jin seperti ingin mengetahui tentang sikap Woo Shik
“Aku merasa lega. Kenapa aku harus kesal? Jika nanti aku akan menikah dan akhirnya akan bercerai juga. Aku pikir, aku tak akan bisa menikah lagi. Aku pasti akan merasa sangat menyesal. Maaf, karena aku baru memberitahumu.” akui Woo Shik.
Soo Jin berpura-pura tersenyum memuji Woo Shik yang meminta maaf padanya, lalu merasa dirinya sebagai wanita terkejam di dunia. Woo Shik juga tahu bagaimana perasaannya karena dirinya juga merasa menjadi pria terkejam untuk sekarang ini. Soo Jin meliriknya, Woo Shik menatapnya mengucapkan permintaan maafnya dengan mengelus rambut dan pipinya. Soo Jin tersenyum, membiarkan Woo Shik memegang pipinya. 

Joo Eun menangis dirumahnya dengan candaan seperti itu. Sementara Hyun Woo mengeluh karena dipikir Joo Eun itu terkena kanker tapi hanya hipotiroidisme saja, menurutnya jaman sekarang banyak yang menderita hipotiroidisme, jadi meminta temanya itu menganggap sedang mengikuti trend. Joo Eun melirik sinis pada temanya.
“Saat aku bercerai, ibuku mengatakan sesuatu..."Bahkan saat kau terjatuh, jangan menangis. Bahkan jika lututmu patah, kau harus menggapai perubahan itu. Di balik sebuah musibah, pasti ada hikmahnya!” ucap Hyun Woo memberikan semangat, Joo Eun kembali menangis memanggil ibunya.
“Aduh...sayangku....Kau merindukan ibumu, hm?” goda Hyun Woo sambil menepuk pantat temanya.
“Bukannya begitu, tapi Kang Jae Hyuk akan menikah.Dengan wanita berumur 21 tahun Dalam waktu dekat ini.” cerita Joo Eun sedih
“Dia memang tak pandai cari uang, tapi dia pandai dalam hal cinta!” komentar Hyun Woo menahan tawanya.

Joo Eun sedih, Hyun Woo mengerti Jae Hyun pasti meminta sesuatu lagi lalu mengumpat kesal. Joo Eun menangis keras sambil berbicara selalu  mengejeknya tapi malah ternyata ia sediri yang tertipu. Hyun Woo tak mengerti dengan ucapan temanya, Joo Eun yang menutup rahasia Jhon Kim mengatakan bukan apa-apa sambil mengusap air matanya.
Hyun Woo merasa temanya itu sudah mengantuk jadi berbicara ngelantur, menarik temanya untuk berbaring di sofa. Joo Eun memperingatkan temanya untuk tidak iseng karena sedang tak memiliki nafsu makan. Joo Eun mengerti hanya mengambil kimchi yang masih ada sisa didalam kulkas temanya.
“Lee Hyun Woo, Apa Bukan kau yang meletakkan pot bunga itu di sana?” tanya Joo Eun melihat bunga diatas buffet. Hyun Woo menyuruh Joo Eun tidur saja karena merasa temanya itu semakin ngelantur.
Hyun Woo membawa keluar kotak kimchi melihat bunga didalam pot kembali mekar dan ingin berbicara kembali dengan Joo Eun, tapi temanya itu sudah tertidur dengan suara mendengkur keras. Dengan baik hati, Hyun Woo memasangkan jaket di kaki temanya agar tak kedinginan. 

Di rumah Young Ho
Ji Woong mulai memasak didapur sementara Young Ho dan Joon Sung latihan keras sampai akhirnya Joon Sung menepuk kaki Young Ho karena sudah tak kuat, mendapatkan tekanan dibagian kepalanya.
“Hyung....Katakan saja. Aku bisa mati jika begini. Kami salah apa sekarang?” tanya Joon Sung
“Bukan, tapi aku merasa aku yang salah, Tapi, kenapa kau terus melenturkan bahumu?” tanya Young Ho
Joon Sung juga tak tahu, Young Ho bertanya apakah anak didiknya itu cedera, Joon Sung pikir area dibagian bekas cederanya saja. Young Ho memarahi Joon Sung yang tak bisa bisa mengecek tubuhnya sendiri, lalu menyuruhnya untuk pergi check up. Ji Woong berteriak memberitahu saatnya mereka makan. 

Ji Woong dan Joon Sung binggung melihat Young Ho hanya diam saat makan. Ji Woong langsung mengomel kalau memang tak mau makan berikan saja pada anjing, Joon Sung menyuruh Ji Woong lebih baik diam saja. Ji Woong tersenyum karena sebelumnya hanya bercanda dan itu kata-kata dari neneknya.
“Aku sudah mengaku pada Kang Joo Eun bahwa aku adalah John Kim.” akui Young Ho, keduanya langsung berteriak dengan wajah terkejut.
“Dia menderita hipotiroidisme dan Kita tak bisa memberikannya latihan keras. Karena itulah...perutnya kembung seperti itu dulu...” ucap Young Ho dengan wajah serius. 

Joo Eun berbaring di sofa sambil menutup matanya dan berbicara sendiri untuk dirinya.
“Yang paling kubenci adalah, menangisi orang lain. Dan lebih dari itu, aku benci untuk menangisi diriku sendiri. Dasar Sialan! Mereka akan mengejek mataku yang juga membengkak ini. Riwayatku sungguh tamat! Apa aku cuti saja, ya?” keluh Joo Eun menegakan badanya.
Di lift, beberapa orang membicarakan video saat Joo Eun pingsan dari ponselnya dengan tertawa mengejek. Hyun Jung dari belakang dengan tatapan sinis menyuruh mereka tak tertawa, semua kaget melihat Joo Eun berdiri dibelakang mereka juga. Pengacara lain menanyakan keadaanya, Joo Eun menyuruh semua tak melihatnya dan banyak tanya, semua pun berbalik lalu keluar lift dengan menahan tawa.
Hyun Jung khawatir melihat Joo Eun menanyakan keadaanya. Joo Eun mengingat masih punya kredit 13 bulan dan adiknya yang pengangguran akan menikah dan masalah lainya ia juga menderita hipotiroidisme. Hyun Jung kaget mendengarnya, 

Soo Jin duduk didalam mobil sambil merapihkan rambutnya, lalu mengingat kejadian semalam.
Flash back
Soo Jin duduk bersama Woo Shik dibelakang merasa dirinya sangat  mabuk, Woo Shik memeluknya bertanya apakah Soo Jin tak merasa kedinginan. Soo Jin memeluk pinggang Woo Shik dengan erat merasakan sekarang lebih hangat. Woo Shik tersenyum menerima pelukan dari Soo Jin.

Soo Jin turun dari mobil bersamaan dengan Joon Sung dan Ji Woong yang baru sampai dengan membawa sebuah pot bunga. Joon Sung mengeluh dengan Ji Woong membeli dengan pot bukan sebuket bunga atau karang bunga lebih nyaman, malah membeli pot yang membuat kesusahan membawanya.
Ji Woong memberitahu bahwa tanaman itu adalah bunga penyegar udara, jadi Udara disekelilingnya harus segar agar kondisinya membaik. Joon Sung hanya bisa menghela nafas lalu bertanya-tanya apa yang akan dikataknya membuat kakinya menjadi kaku untuk melangkah. Ji Woong dengan percaya diri sangat mencintai Joo Eun karena orang yang baik jadi tak perlu mengkhawatirkan hal itu. 

Joo Eun memeriksa lainnya yang penuh dengan struk dan menemukan amplop hasil pemeriksaan  dengan hasill Hipotiroidisme dan live yang Perlu diperiksa, serta mengalami obesitas tinggi dan tekanan darah tinggi serta kolesterol yang perlu diperiksa. Melihat hasil itu, Joo Eun mengeluh orang-orang itu tak pernah memintanya melakukan check up selama ini.
Soo Jin berdiri didepan pintu menanyakan keadaan juniornya, Joo Eun buru-buru menyembunyikan kertasnya dalam saku jasnya, mengatakan semua berkat Soo Jin dan sudah memberitahu Presdir jadi tak perlu mengkhawatirkanya. Soo Jin pun dengan nada sinis mengucap syukur tapi, menurutnya perusahaan jadi kacau lalu duduk didepan Joo Eun. 
“Sebelum itu, kita putuskan bagaimana cara kita memanggil satu sama lain.” ucap Soo Jin dengan nada menyindir.
“Apa kau... Memintaku memanggilmu, "Wakil Presdir?"” ucap Joo Eun tak percaya dengan temannya dulu harus memanggil sesuai tingkatan.

Soo Jin pikir memang seperti itu seharusnya, dengan alasan mereka hanya tak ingin ada orang lain salah paham jadi Joo Eun harus menjaga sikapnya. Joo Eun mencoba memanggil  Soo Jin "Wakil Presdir." dan menurutnya sudah gila karena harus berbicara dengan bahasa formal dengan temanya.  Soo Jin mengatakan dirinya itu tak bercanda.
“Karena insidenmu itu, website kita kebanjiran pengunjung. Karena itu, Presedir memintamu untuk sementara ini tidak masuk kerja. Jadi, sampai situasinya kembali normal...” ucap Soo Jin
“Hei, Oh Soo Jin. Apa aku melakukan tindakan kriminal? Aku baik-baik saja, jadi....” Kata Joo Eun yang langsung disela oleh Soo Jin
“Bukan hanya kau yang dikhawatirkan di sini. Kita adalah pengacara Bukan pelawak. Aku akan bermurah hati, cutilah selama seminggu, Lakukan pekerjaanmu di rumah saja.” perintah Soo Jin
Joo Eun berteriak, berdiri dari kursinya melihat baju yang dipakai oleh temanya. Soo Jin membenarkan dugaan Joo Eun kalau ia mengunakan pakaian yang kemarin, lalu mengejeknya matanya itu sudah jeli. Saat itu Ji Woong datang membawa pot dan memeluk Joo Eun, Soo Jin seperti iri melihat Joo Eun yang masih dapet pelukan dari seorang lelaki. 

Ji Woong bingung melihat wajah Joo Eun yang terlihat marah, lalu menyuruhnya untuk menuntutnya sebagai seorang pengacara. Joo Eun memberitahu kalau wanita itu adalah wakil Presdir. Ji Woong pikir dirinya saja yang harus memberikan pelajaran. Joo Eun berteriak seharusnya Ji Woong yang mendapatkan pelajaran. Ji Woong langsung berlutut meminta maaf, Joo Eun melirik sinis karena sudah dibohongi. Joon Sun mengetuk pintu dan masuk dengan wajah tertunduk.
“Maaf. Untuk melindungi Young Ho-hyung, kau harus menderita begini. Apa Kau sudah merasa baikan?” tanya Joon Sung khawatir.
“Hatiku jadi sakit saat melihatmu terluka! Seperti Sakit hati!” kata Ji Woong yang masih berlutut
“Aku juga salah karena telah membuatmu jatuh pingsan, jadi Aku tak akan membela diri. Tapi, aku tulus meminta maaf padamu.” ucap Joon Sung tak bisa melihat lirikan sinis Joo Eun.
“Ma'am, kami memang gila dan kurang ajar. Kau adalah pengacara. Setelah perbuatan kami ini, kau bisa... Neck slice!” ucap Ji Woong
Joo Eun ingin memberikan pukulan tapi dengan senyuman, Ji Woong bisa melihat Joo Eun memberikan senyuman pada mereka. Joo Eun menyuruh Ji Woong berdiri dan bertanya mereka ingin minum apa. Joon Sung tak percaya mereka masih bisa menerima minum. Joo Eun menawarkan untuk memberikan pukulan saja karena menurutnya mereka adalah tamu dan membawa hadiah.
Ji Woong tersenyum memberitahu Joo Eun bahwa tanaman yang dibawanya adalah penyegar udara, Joon Sung melihat Joo Eun masih melirik sinis. Joo Eun memberikan senyuman tapi setelah itu kembali memberikan tatapan sinisnya. 

Soo Jin kembali ke ruangan, menatapa tas pakaian yang dibawanya.
Flash Back
Soo Jin tertidur di pelukan Woo Shik dan sopir penganti sengaja menunggu di luar. Ketika terbangun, Soo Jin tak enak hati karena Woo Shik tak membangunkan ketika sudah sampai. Woo Shik mengelus rambut Soo Jin melihat tertidur nyenyak merasa tak tega.
Lalu Soo Jin menawarkan Woo Shik untuk masuk, Woo Shik pikir lain kali saja karena besok harus main golf dipagi hari. Soo Jin mencoba mengerti karena Woo Shik pasti lelah lalu mengembalikan jaketnya dan pamit turun dari mobil. Sebelum turun Woo Shik memeluknya dengan mengucapkan selamat malam dan akan menelpnya besok.
Soo Jin kembali keruangan sudah menganti bajunya, lalu menginjak bajunya karena sebenarnya hanya bisa trik saja padahal sebenarnya tak tidur dengan Woo Shik. 

Joon Sung membawakan minuman dan kue sambil mengucapkan terimakasih karena sudah memaafkanya, lalu meninggalkanya. Joo Eun binggung kenapa mereka berdua malah pergi bukan menemaninya, Ji Woong pun memberikan semangat lalu pergi.
Young Ho tiba-tiba sudah duduk didepanya, Joo Eun melirik sinis memasang wajah cemberut. Young Ho tahu Joo Eun itu masih marah padanya, Joo Eun mengatakan hanya memaafkan Joon Sung dan Ji Woong saja. Young Ho merasa Joo Eun sudah tak membutuhkanya lagi, Joo Eun meminta bukti kalau memang Young Ho adalah Jhon Kim.
“Kenapa kau baru curiga sekarang? Ahh... Apa karena kau tak suka jika itu aku? Jadi, Apa lebih baik aku pergi saja?” ucap Young Ho
“Aku hanya kesal saja, sebelumnya aku yang ingin menjebak kalian, malah aku yang tertipu. Bahkan jika aku berhadapan dengan si John Kim.” ucap Joo Eun sedikit berbisik saat menyebut nama Jhon Kim. Young Ho pun mengucapkan permintaan maafnya.
“Kenapa kau merahasiakan fakta, bahwa kau adalah John Kim? Apa tidak masalah aku bertanya begini?” tanya Joo Eun

“Aku dilahirkan dari keluarga kaya yang sangat dimanja. Jadi, jika nenek dan ayahku tahu, mereka pasti akan marah. Mereka pasti bilang "Bisa mencemari nama keluarga."” jelas Young Ho
Joo Eun tertawa dengan wajah tak percaya, menurutnya Young Ho tak perlu cerita kalau memang rahasia karena ia juga tak peduli. Young Ho pikir Joo Eun lebih baik menganggapnya khayalan jadi lebih baik sekarang mereka pergi saja. Joo Eun bertanya kemana mereka akan pergi.
Young Ho melihat tubuh Joo Eun yang bersandar, berpikir Joo Eun itu harus diet. Joo Eun menegaskan menipunya sekali itu Young Ho yang keterlaluan tapi kalau dua kali berarti dirinya yang keterlaluan dan sebagai pengacara memberikan amplop. Young Ho mengerti mereka itu mengerti Joo Eun membawakan surat kontrak. 

Ketika mengeluarkan surat didalam amplop ternyata isinya adalah hasil tes pemeriksaan, Young Ho pun memuji Joo Eun memang seorang pengacara yang teliti. Joo Eun ingin mengambilnya, tapi Young Ho lebih dulu memeluknya sampai Joo Eun tak bisa bergerak untuk mengambil kertas dari tanganya.
“Tindakanmu telah melanggar privasi” ucap Joo Eun
“Laporan ini akan menghemat waktu kita. Kau tak perlu check up lagi.” ucap Young Ho melihat hasil check kesehatan
Joo Eun berteriak meminta dikembalikan, Young Ho melihat tanggal yang tertera adalah 9 Oktober jadi memang baru-baru ini, dengan mata melotot ternyata hasilnya buruk sekali, lalu melepaskan tanganya dari tubuh Joo Eun, berkomentar tak pernah bertemu dengan wanita sepertinya. Joo Eun mengambil gelas teh yang masih panas mengatakan dirinya adalah wanita yang berbahaya.
Young Ho melirik memberitahu sudah melihat semuanya  jadi Joo Eun tak perlu malu lagi, lalu mengejek Joo Eun yang menyembunyikan lemak dari bajunya yang longgar. Setelah itu merobek surat kontrak yang membuat Joo Eun berteriak panik.
“Kau bisa memutuskan kontraknya, tapi hanya aku yang bisa mengakhirinya. Mulai sekarang, tubuhmu adalah milikku. Itu adalah aturanku, jadi... Kata-kata seperti "Aku tidak bisa," atau "Aku tak mau" tak akan mempan padaku.”tegas Young Ho, Joo Eun menelan air liurnya dengan wajah tegang.
“Jadi, perlu kau ingat, kau tak akan bisa berhenti seenaknya. Jika, kau sudah mengerti....” ucap Young Ho sengaja berbicara semakin dekat sampai Joo Eun memundurkan wajahanya lalu Young Ho menariknya mengajaknya untuk berangkat. 

Nyonya Lee melakukan doa pada Seo Ji Yeon di sebuah kuil, diluar Kepala Min sudah menunggu dengan memegang jaketnya. Sambil berjalan Nyonya Lee bertanya keadaan Young Ho. Kepala Min menceritakan Young Ho yanga meminta bodyguard menjaga sejauh radius 2 mil dan tak mau mereka mendekat.
“Karena dia sudah ada di Korea, jangan sampai lengah. Lalu Bagaimana dengan wanita dari perusahaan Sepatu Dukseong?” tanya Nyonya Lee
“Mereka hanya bertemu sekali setelah pertemuan awal mereka.” jawab Kepala Min
Nyonya Lee melihat wanita itu terlihat baik dan sehat jadi menyukainya. Hye Ran datang dengan membawa termos. Nyonya Lee sinis menanyakan untuk apa Hye Ran datang, Hye Ran tahu cuaca diluar dingin dan mengkhawatirkan kesehatan Nenek Lee jadi minuman teh itu bisa menghangatkanya.
“Pulanglah.... Kau tak punya hak untuk ada di sini.” ucap Nyonya  Lee
“Maafkan aku. Aku hanya... hari ini...” ucap Hye Ran dengan gugup.
“Hari ini  Young Joon akan kembali, 'kan? Kau harus pergi menyambutnya. Pergilah makan malam bersama atau semacamnya.” kata Nyonya Lee lalu pergi meninggalkanya. Wajah Hye Ran sumringah mengucapakan terimakasih.
bersambung ke part 2  

Sinopsis Oh My Venus Episode 4 Part 1 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top