Wednesday, November 25, 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 4 Part 2

Woo Shik membawakan berkas dengan menjelaskan keinginanya mengembangkan bagian VIP center menjadi VVIP center. Direktur Choi memuji Konsepnya sangat bagus, karena Woo Shik mantan peraih medali jadi tak diragukan lagi
“Pelayanan medis kita juga akan meningkat, Hal itu juga akan menaikka nama perusahaan kita. Pelanggan akan mendapat layanan terbaik, dan sekaligus bagi pemasaran global.” jelas Woo Shik
“Bagus juga,Terapkan konsepnya. Ah... yah... Apa kau sudah menyelidiki Manager Cabang, Kim Young Ho?” tanya Direktur Choi
“Aku belum menemukan informasi detailnya dan akan menghubungi anda jika aku sudah menemukannya.” ucap Woo Shik. 

Woo Shik kembali keruanganya, melihat layar komputer kartu identitas Young Ho sebenarnya sudah ditemukanya olehnya. Ia mengingat wajah itu yang menolong Joo Eun saat terjatuh di lobby hotel dan memintanya tak mendekat, lalu memeluk pingganya dengan erat.
Ketika dirumah sakit, menanyakan hubungan Young Ho dengan Joo Eun. Young Ho mengatakan Joo Eun selalu saja pingsan dan ia yang selalu menyelamatkannya. Woo Shik nampak gelisah lalu mengetik semua nomor untuk mengirimkan pesan.
“Ini aku, Woo Shik. Jae Hyuk mengkhawatirkanmu. Bagaimana kabarmu? Bagaimana kau bisa mengenal pria itu?”
Tapi wajahnya nampak semakin gelisah sebelum mengirimnya, Soo Jin kembali melakukan spa dan Woo Shik menelpnya tapi sengaja di tak diangkatnya, seperti masih merasa kesal. 

Joon Sung melakukan check up seperti atlet dengan berlari diatas treadmill dan dipasang alat pada tubuhnya. Setelah itu mengangkat badanya sendiri dengan Ji Woong yang menghitungnya dan dokter kembali memasangkan alat, terlihat ada bekas luka di bagian dada dan pinggang.
Tiba-tiba seorang wanita datang mengenail Joon Sung sebagai Korean snake menanyakan alasan menolaknya. Joon Sung menutupi tubuhnya dengan melihat dadanya terlihat binggung. Wanita itu memberitahu tentang iklan dan Joon Sung sudah menolaknya.
“Apa kau ini alien? Aku adalah, Jang Hee Jin, Sang Ratu Iklan. Akulah artis dengan tubuh dan  kulit paling indah, selain itu aku adalah artis wanita idaman semua artis pria.” teriak Hee Jin.
Ji Woong melihat Hee Jin tak percaya wanita itu akan datang, lalu menyapanya. Seorang manager datang terlihat panik, meminta maaf ingin menarik Hee Jin keluar. Hee Jin meminta managernya melepaskan tanganya karena seharusnya Joon Sung yang meminta maaf telah membuatnya jadi tak bisa tidur.
Joon Sung mengatakan akan mempertimbangkanya, Hee Jin semakin kesal karena Joon Sung malah mempertimbangkan syuting dengan si ratu iklan, lalu meragukanya kalau ia seorang pria. Tiba-tiba melihat sesuatu dari bekas luka ditubuh  Joon Sung, menduga pernah melakukan usus buntu.
Manager meminta Hee Jin menjagar sikap karena usus itu ada disebelah kanan dan mengajaknya pulang. Hee Jin malah memegang badan Joon Sung berpikir kalau Korean Snake itu sedang sakit. 

Joo Eun memegang bungkusan obat yang sangat banyak mengaku memang sedih karenamederita hipotiroidisme, tapi senang dokter  menulis umurnya 32 tahun. Lalu mengeluh sepanjang sisa hidupnya harus meminum obat, Young Ho meminta Joo Eun berpikir untuk menjaga pola makannya.
“Yah... orang pasti berpikir, yang aku tahu hanya makan saja.” ucap Joo Eun kesal
“Karena itulah, aku memintamu menjaga pola makanmu. Saat kau sudah baikan, kau tak perlu makan obat lagi.” jelas Young Ho
“Oh ya, kita mau ke mana?” tanya Joo Eun melihat jalanan yang tak dikenalinya.
“Em, kita menyebutnya apa, ya? "Untuk mengetahui apa yang kau sembunyikan selama ini?"” kata Young Ho penuh arti 

Young Ho menarik Joo Eun dalan klinik beauty center yang memperlihatkan gambar perut yang besar bisa dengan cepat menjadi kecil. Joo Eun melepaskan tangannya mulai menyebut pasal 12 tentang hukum Konstitusi, Warga negara memiliki hak untuk menolak kecuali jika hukum mengatakan....”
“Apa kau mau aku yang mengukur beratmu?” kata Young Ho
“Aku punya hak untuk melakukan sebuah penolakan.” ucap Joo Eun
“Apa Kau lupa? Tak ada kata "TIDAK". Tubuhmu sekarang adalah milikku. Milikku. Jadi, aku yang memutuskan.” tegas Young Ho
Beberapa pengunjung melewati lorong, Young Ho menegaskan berhak menjaga image agar tak disangka sebagai pria mesum. Joo Eun menahan saat ditarik kembali, Young Ho pun berusaha sekuat tenaga untuk mendorong Joo Eun agar berjalan masuk kedalam ruangan. 

Joo Eun akhirnya hanya mengunakan baju tipisnya lalu berdiri dengan tangan terbentang dibawah. Young Ho lalu meminta untuk memutar, sebuah alat memeriksa langsung dan keluar dari layar komputer. Young Ho dengan serius memperhatikanya.
“Kenapa kau tak langsung melihatku saja?” keluh Joo Eun tak nyaman, Young Ho menyuruh Joo Eun untuk diam.
“Tolong jangan bicara.” perintah perawat didepan komputer, Joo Eun pun menurut untuk diam membiarkan alat melihat semua isi tubuhnya. 

Joo Eun kelelahan sampai terjatuh bersandar di mobil, ponsel Young Ho berdering melihat Joo Eun yang tertidur, ia pun mengangkat telp dari kepala Min.
“Anda diminta untuk menghadiri makan malam keluarga.” ucap kepala Min, Young Ho mengatakan tak bisa.
“Tn. Young Joon akan tiba sebentar lagi.” kata Kepala Min
“Katakan pada mereka, aku sedang ada di luar kota.” kata Young Ho, Kepala Min pun akan menyampaiakan pesannya. 

Hye Ran seperti sangat bahagia saat mendengar bunyi bel menandakan bahwa Young Joon akan datang, karena sudah 3 tahun tak bertemu. Direktur Choi memanggil Nyonya Lee  dengan panggilan “ketua” lalu tersadar karena sedang dimeja makan harus menganggapnya sebagai mertua
“Young Joon mendapat beasiswa lagi kali ini, bahkan menerima beasiswa dari sekolah Ivy. Dia sangat pintar seperti iparku.”Direktur Choi menatap Tuan Kim, tapi Tuan Kim tak bergeming. Hye Ran meminta kakaknya tak bicara.
“Bagus sekali. Kau telah melakukan kewajibanmu sebagai anak.” komentar Nyonya Lee tanpa menatapnya, Young Hoo tersenyum sambil mengucapkan terimakasih.
“Dia sangat mirip dengan iparku dan juga sangat tampan. Young Joon, yang terpenting, kau harus tetap menjaga sikapmu di luar sana, oke? Kau tahu kita siapa, 'kan? Keluarga Gahong.Kita memiliki sejarah dan tradisi yang panjang.” ucap Direktur Choi
Tuan Kim menaruh sumpitnya bertanya sampai kapan Young Joon ada disini. Direktur Choi memberitahu selama seminggu. Hye Ran menambahkan Young Joon juga harus kembali belajar. Dengan nada dingin Tuan Kim berpesan untuk berhati-hati dan memberitahu apabila membutuhkan sesuatu. Young Joon mengucapkan terimakasih dengan memanggil tuan Kim adalah ayahnya.
Setelah itu pamit pada ketua Lee, Nyonya Lee membicara tentang Young Ho yang kembali menurutnya tak perlu memusingkannya, karena itu keputusan akhirnya jadi meminta dibantu saat mengerjakan tugasnya nanti. Wajah Young Joon terlihat cemberut mendengarnya. 

Joo Eun sempat tersadar lalu kembali tertidur. Young Ho menyindir Joo Eun yang ingin meminjam mobilnya. Joo Eun membuka matanya melihat sudah sampai, Young Ho tahu Joo Eun itu malu karena sebelumnya. Joo Eun mengaku hanya mengganggapnya sebagai mimpi saja. Young Ho pun mengucapkan “Sampai jumpa besok.”
“Apa kau sungguhan, John Kim, 'kan? Kau tak berbohong, 'kan?” tanya Joo Eun meyakinkan sebelum turun dari mobil.
“Sungguh. Kau akan percaya seiring waktunya nanti.” kata Young Ho
“Karena aku adalah wanita modern, aku akan percaya, Aku sungguh percaya” tegas Joo Eun, Young Ho menahan tawanya. Joo Eun kesal saat sedang serius Young Ho selalu saja tertawa.
“Jangan khawatir, Kang Joo Eun. Aku adalah John Kim, tak pernah gagal.” tegas Young Ho supaya lebih meyakinkan.
“Aku akan bekerja keras dan juga, tak akan menyerah. Memang agak memalukan, tapi terima kasih lagi untuk hari ini. Selamat malam.” kata Joo Eun lalu turun dari mobil. Young Ho melihat dari kaca spion Joo Eun yang melambaikan tanganya lalu menyuruhnya pergi.

Pagi hari, Joo Eun terbangun dengan teriakan Ji Woong yang memangilnya dan bunyi bel rumahnya. Joon Sung meminta maaf karena sudah datang pagi-pagi sekali, karena hanya ingin membantunya. Ji Woong menyapa Joo Eun dengan kopi ditanganya.
Joo Eun panik ingin menutup pintu, tapi tangan Young Ho sudah menahanya dan menerobos masuk. Joo Eun menghalang saat akan masuk ke dalam rumah, menanyakan tujuanya datang. Young Ho mengulangi kalimat sebelumnya "Sampai jumpa besok". Ji Woong melonggo mengodanya kalau dirumahnya sedang ada pacarnya.
Young Ho mengeleng karena mengetahui Joo Eun baru saja diputusin, Joo Eun kesal menutup pintunya tapi Young Ho bisa mengeser pintu sebelahnya dan masuk begitu saja.Joo Eun tetap berusaha menghalanginya tapi tetap saja, ketiganya bisa masuk. 

Joo Eun mengosok gigi sambil mengeluh ketiganya itu tak mengerti tentang privasi seseorang, lalu membereskan semua pakaian dalamnya yang tergantung dikamar mandi ke dalam lemari. Dengan masker dan sarung tangan, Young Ho memulai operasinya, dimulai dari bagian freezer, Joon Sung mengeluarkan dan memasukan ke dalam kotak.
Young Ho melihat lemari dibagian dapur membuang semua makanan yang ada dalam kotak dan kaleng. Ji Woong menemukan pisang yang sudah lama masih disimpan, Young Ho tak bisa menahan bau busuk yang keluar lalu bertanya pada Joon Sung apakah masih ada yang bisa disimpan.
Joon Sung mengelengkan kepalanya, Ji Woong memberitahu tak ada yang bisa diselamatkan. Young Ho menutup lemari seperti tak sanggup lagi mencium bau busuk. 

Joo Eun sempat menutup hidungnya saat melihat tiga kotak didepanya, lalu mengambil beberapa makanan yang disuka. Young Ho yakin Joo Eun itu tak perlu penjelasanya, kalau makanan itu tak baik untuk hipotiroidisme. Joo Eun sedih karena baru saja ingin memakanya.
“Apa kau mau memfermentasikan minyak wijen?” sindir Young Ho memperlihatkan minyak wijen sudah kadalursa.
“Minyak itu ada di dalam lemari, jadi aku tak tahu.” kata Joo Eun membela diri
“Aku dapat ini di kulkas. Ini apa? Apa mungkin obat serangga?” ucap Ji Woong melihat botol yang ditemukanya.
“Aku manaruhnya dikulkas agar lebih tahan lama.” kata Joo Eun mengambilnya, dan Ji Woong langsung membuang kembali dalam kotak. 

Young Ho memberitahu Joo Eun makanan yang boleh dimakanya seperti kacang-kacangan dan makanan dalam kotak yang tak boleh dimakan. Joo Eun merasa dengan begitu mereka sama saja seperti melarangnya untuk makan.
“Aku sangat suka rumput laut kering dan sup rumput laut.” ucap Joo Eun sedih
“Kau bisa makan rumput laut sekali dalam setahun pada hari ulang tahunmu.” jelas Young Ho
Ji Woong keluar dari tempat baju, dengan mengunakan pakaian Joo Eun lalu mengejeknya itu seperti pakaian neneknya. Joo Eun terlihat malu, Young Ho memuji style Young Ho punya gaya yang "keren" Sama seperti Kim Doo Han.

Joo Eun tak percaya terkena insomnia karena menurutnya bisa tidur di mana saja. Young Ho memberitahu Joo Eun harus menjaga pola tidurnya yang sering tidur disofa dan sering bergadang lalu tidur berjam-jam.
“Sistem pencernaanmu akan terganggu jika kau selalu mengkomsumsi kafein. Kau punya banyak lemak,tapi jarang berolahraga. Jadi, karena itulah kau sering mengalami sembelit. Sendimu juga selalu terasa kaku. Melihat postur tubuhmu, postur punggung pasti jelek. Saat berjalan, pinggulmu terlihat menggeliat dan Sendi pinggulmu juga sangat buruk.” komentar Young Ho, Joo Eun melirik sinis mendengarnya.
“Dan sekarang kau menderita hipotiroidisme, Kau pasti sering kelelahan dan berat badan yang membludak. Temperamenmu akan naik dan suhu badanmu akan turun.” jelas Young Ho
Joo Eun kesal menduga Young Ho itu Yong Pal, Young Hoo hanya memicingkan matanya, lalu menganggapnya tak penting karena Joo Eun  bisa melihat hasil tesnya nanti, karena dirinya tak pernah salah. Joo Eun terdiam terlihat pasrah, Young Ho menyuruh Joo Eun untuk mendekatinya.
“Tapi, kau tak akan mati. Dengarkan aku baik-baik. Termasuk tidur, berjalan, makan, dan bergerak. Kita akan memulai semuanya dari awal, oke? Rutinitas harianmu selama ini hanya menciptakan penyakit Dan karena itulah, kau terlihat seperti ini.” kata Young Ho lalu menegakan tubuhnya melihat ada bekas plesternya yang di tempel di dinding. 


Young Ho melatih otot kaki kanannya dengan mengangkat beban, lalu mengingat ucapan Joo Eun kembali yang meragukan sebagai Jhon Kim dan akhirnya mempercayainya karena sebagai wanita yang modern, jadi dirinya akan terus bersemangat dan tak akan menyerah.
Setelah beberapa kali hitungan, Young Ho merasakan sakit dibagian lututnya, dibalik dinding dress roomnya, semua peralatanya tersimpan dan ia tertidur didalam tabung dengan menahan rasa sakitnya. 

Pagi hari
Joo Eun dengan senyuman sumringah mendatangi Young Ho merasa bisa datang sendiri dan tak perlu menjemputanya. Young Ho juga inginnya begitu dan tak punya alasan untuk datang lalu memberikan jaketnya. Joo Eun tak merasa dingin. Young Ho menegaskan nanti Joo Eun membutuhkanya.
Setelah itu memberikan berkas, Joo Eun melihat hasil tesnya kemarin dan menarik nafas panjang dengan wajah malu. Young Ho menegaskan Joo Eun sudah terkena obesitas terutaman dibagian perut dan juga bokong. Joo Eun mencoba menutup semua tempat yang ditunjuk Young Ho.
“Area itu sangat berisiko saat kau tua nanti. Kau juga telah masuk tahap awal intervertebralis diskus.” ucap Young Ho lalu mengajaknya pergi.
“Tunggu.... Apa aku akan "dilucuti" lagi?” tanya Joo Eun ketakutan
“Kali ini, kita sebut saja "Penangkapan" ah.... Bukan, tapi mungkin "Disekap"?” kata Young Ho lalu masuk ke dalam mobilnya. 

Joo Eun berbaring di bagian belakang sambil menutup wajahnya dengan jaket, lalu bertanya mau kemana mereka. Young Ho menyetir mobil memberitahu mereka akan sampai lalu masuk ke dalam parkiran rumahnya. Sesampai dirumah, Joo Eun tak percaya melihat isi dalam rumah milik Jhon Kim.
“Tak usah memanggilku John Kim, panggil Pelatih saja dan Sepertinya kau harus banyak belajar.” sindir Young Ho
“Siap, Pelatih.... Tapi, Pelatih. Apa tak masalah aku terus ke sini? Apa tak bisa di tempat lain saja?” tanya Joo Eun
“Kau pernah masuk TV. Peralatan di sini sangat lengkap dan juga aku...” ucap Young Ho yang dipotong oleh Joo Eun.
“Kau adalah pelatih rahasia, John Kim. Mungkin latihan di sini memang lebih aman buatmu, Pelatih.” kata Joo Eun

Young Ho berjalan menaiki lantai atas memberitahu secara bergantian akan melatihnya, lalu memberitau kalau Hidup memang susah jadi meminta untuk semangat dan menganggapnya seperti sedang ujian kelulusan. Joo Eun menceritakan hampir mati saat belajar untuk ujian, tapi temannya berpikir ia lulus dengan keajaiban.
“Kalau begitu, semoga saja kau beruntung kali ini.Karena kau sudah menggunakan keajaibanmu itu.” tegas Young Ho
“Aku bukannya latihan untuk bisa menjadi cantik. Karena aku memang sudah.... Pelatih... Kau hanya tak mengenal diriku yang dulu, Dulu, aku mendapat julukan, Venus Daegu, dalam arti Sederhananya, semua pria di kampungku sangat menyukaiku.” ucap Joo Eun bangga.
Young Ho tak percaya, menduga Joo Eun itu menderita mythomania. Joo Eun marah lalu mengumpat kalau nanti Young Ho menyesal telah mengejeknya. Young Ho tak ingin membahasnya lagi, memilih untuk mereka memulai pemanasan.

Young Ho memanggil Joo Eun dengan tanganya, Joo Eun kesal karena dianggap anjing yang datang dengan lambaian tangan. Young Ho menyuruhnya untuk naik ke atas treadmill dan memberitahu kalau lelah, Joo Eun mengerti akan memberitahunya kalau lelah. Tapi Young Ho mengatakan kalau lelah tetap akan melanjutkanya.
Joo Eun melotot lalu akan jatuh setelah Young Ho membuat treadmill berjalan, Young Ho dengan sigap memegang perutnya agar tak jatuh. Joo Eun mengatakan baik-baik saja, Young Ho terlihat binggung. Joo Eun menepuk tangan Young Ho yang memegangnya, Young Ho pun tersadar lalu melepaskanya dan menekan kembali kecepatanya.
Setelah itu Young Ho yakin Joo Eun tahu tentang squat. Joo En mengaku pernah melakukanya, mencoba melakukanya setengah berjongkok tapi malah terjatuh. Young Hom memberitahu karena berat badanya itu telah merusak sendi yang ada ditubuh Joo Eun, lalu meminta untuk mengikuti dengan membuka kakinya dan menyilangkan tangan di depan dadanya.
Young Ho memegang pinggangnya, menyuruh untuk Kencangkan pinggangnya dan tarik lurus ke atas. Joo Eun terlihat tak nyaman ketika Young Ho memegang pinggangnya, Young Ho memerintahkan Joo Eun untuk segera mengarah kedepan dan menyuruhnya untuk mengencangkan otot bokongnya dan memintanya untuk sedikit turun.
Joo Eun perlahan tapi tak bisa menjaga keseimbanganya, Young Ho menahan dengan lutut kakinya yang cedera dan menyuruhnya untuk cepat bangun dan menyuruhnya untuk mengulang kembali. Joo Eun pelahan menurunkan badanya setengah berjongkok, melihat Joo Eun dengan gerakan tubuhnya, Young Ho sangsi Joo Eun dulu itu wanita cantik, lalu mencoba kembali fokus. 

Joo Eun terbangun dipagi hari dengan pesan dari Young Ho untuk tidur diatas tempat tidur, kalau memang tak bisa harus dibiasakan, lalu apabila kakinya kedinginan mengunakan kaos kaki. Joo Eun mengangkat kakinya tinggi-tinggi yang mengunakan kaos kaki.
Setelah itu melakukan Lakukan peregangan selama 20 menit setelah bangun tidur dan meminum obat tiroid sebelum sarapan. Young Ho tiba-tiba ada disampingnya memberitahu untuk minum air hangat karena suhu badannya yang rendahakan mengganggu sistem pencernaannya. Joo Eun sempat keselek karena merasa Young Ho ada didekatnya untuk memperingatinya.
Joo Eun membungkuk saat mengetik didepan laptopnya, Young Ho kembali datang, Joo Eun pun menaruh laptop diatas bantalnya. 

Young Ho mendorong dahinya membayangkan Seperti saat seseorang mendorong dahinya dan membawa dagunya kedepan lalu kencangkan bagian pinggangnya. Joo Eun mengikutinya untuk duduk tegang.  Young Ho menepuk bongkongnya, Joo Eun sempat terkejut lalu mengatakan mengerti dengan ucapan pelatihnya.
Saat makan, Joo Eun makan salad daun dengan buah tanpa selera, Young Ho tersenyum melihat Joo Eun yang memakanya. Joo Eun menyuruh Young Ho untuk menghilang dari hadapanya. Young Ho tersenyum, Joo Eun berteriak seperti penyihir menyuruh Young Ho menghilang, Young Ho jatuh menghilang dari hadapan Joo Eun.
Esok harinya, Joo Eun terbiasa bangun dari tempat tidurnya dengan mengunakan kaos kaki, lalu saat mengambil minum dingin mencampurnya dengan ari panas. Dalam tiga hari Joo Eun melakukan sesuatu yang diperintahnya. Di pagi hari terlihat seorang pria berjas memegang gagang pintu rumah Joo Eun. 

Joon Sung menyetir mobil menanyakan keadaan seseorang, berpikir kalau pasti lelah. Joo Eun membuka jaketnya mengakui sudah melakukannya selama beberapa hari, jadi sudah terbiasa,bahkan tidur siang selama perjalanan. Lalu meminta maaf karena sudah menganggu jadwal latihanya.
“Kami telah menipumu, jadi inilah balasan untuk kami. Terima kasih karena tetap merahasiakan identitas John Kim.” ucap Joon Sung
“Kedengarannya seperti aku sedang memeras kalian. Tetap saja, aku berterima kasih dan akan membalasnya nanti.” kata Joo Eun
Joon Sung mengaku tak sabar memberitahu kalau mereka hampir sampai jadi bersiap-siap, Joo Eun menutup kembali wajahnya. Tiba-tiba Ji Woong dari belakang berteriak sudah siap. Joo Eun yang kaget membuka jaketnya, Ji Woong menutup kembali agar Joo Eun tak tahu tempat tinggal Jhon Kim. 

Young Ho melatih otot tanganya sambil mendengarnya musik setelah itu keluar ruangan melihat Joo Eun yang berlatih diatas treadmill, seperti melihat keyakinan kalau Joo Eun akan berubah.
Setelah itu mengantarnya pulang kerumah, melihat Joo Eun tertidur tanganya langsung menepuk dengan keras. Joo Eun langsung terbangun, duduk dengan tegak memanggil “pelatih” lalu tersadar sudah sampai di rumahnya, sambil mengucapkan terimakasih pada Young Ho.
“Ah... Tunggu, berat badanku turun 5kg, jadi 1kg perhari.” cerita Joo Eun bahagia
“Jangan terlalu senang dulu, Mungkin kondisimu sudah baikan setelah minum obat.”kata Young Ho lalu menyuruhnya masuk ke rumah karena sudah larut.
Joo Eun mengerti turun dari mobil dan bisa dengan cepat menaiki tangga, Young Ho melihat ada perubahan dari Joo Eun yang tak merasakan sakit lagi. Tiba-tiba ia kembali dan melihat dari kaca spionya. 

Joo Eun baru saja selesai mandi mendengar bunyi bel bertanya siapa yang datang tapi tak ada sahutan, ponsel di meja berdering, Young Ho yang menelpnya. Joo Eun berpikir kalau itu Young Ho yang menelp lalu membuka pintunya.
Tapi ternyata saat membuka pintu seorang pria yang membawakan pot bunga, Joo Eun tak mengenal pria itu. Dengan tatapa dinginya, si pria merasa sedih Joo Eun pura-pura tak mengenalinya. Joo Eun ketakutan mencoba menutup pintu tapi tangan si pria itu lebih dulu menahanya lalu menerobos masuk, pot yang ditanganya pun pecah karena terjatuh.
Joo Eun berjalan mundur dan terjatuh dengan wajah ketakutan mengambil payung sebagai senjatanya. Si pria bisa mengambil dan membuangkanya, saat itu pintu tertutup dan terganjang dengan payung, lalu bertanya pada Joo Eun yang terlihat sangat ketakutan. Joo Eun mencoba menjauh binggung melihat pria itu bisa bersikap seperti itu padanya.
Si pria pun berjongkok didepan Joo Eun, memberitahu membawakan tanaman yang disukainya. Joo Eun ketakutan dengan menahan tangisnya meminta tolong, Pintu terbuka dan Young Ho bisa masuk ke dalam rumah.
bersambung ke episode 5  

Sinopsis Oh My Venus Episode 4 Part 2 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: xvmwrs
 

Top